Tag Archives: Review Buku

Resensi : Parade Kisah Pengguna Taksi dan Ojek Online

3 Juli 2018

FOTO ANAK BANGKITKAN SEMANGAT DARI KELELAHAN

Judul Buku     : Parade Kisah Pengguna Taksi & Ojek Online
Penulis            : Desi Lastati, dkk
Penerbit         : DIVA Press
Cetakan I        : April  2018
ISBN                : 978-602-391-532-3
Tebal              : 157 hal

Peresensi       : Siti Nuryanti

Transportasi salah satu sarana perhubungan yang sangat penting bagi aktivitas manusia dalam kehidupan sehari-hari. Pada zaman dahulu, masyarakat menggunakan transportasi darat dengan menunggang hewan seperti kuda, onta , keledai dan lainnya kemudian dengan adanya era industri berkembang menjadi sepeda, kereta api, sepeda motor,mobil dan pesawat.

Seiring berkembangnya teknologi, transportasi juga mengalami perkembangan pesat.  Pada tahun 2015, mulai muncul transportasi yang berbasis aplikasi teknologi atau saat ini dikenal dengan istilah transportasi online.  Transportasi online booming di kota-kota besar.  Kota-kota besar di Indonesia pada umumnya mempunyai permasalahan yang sama yaitu kemacetan. Transportasi online menjadi salah satu solusi kemacetan dengan menawarkan berbagai kemudahan dan kenyamanan bagi penggunanya.  Dahulu sebelum ada transportasi online, si pengemudi mangkal di tempat-tempat tertentu, calon penumpang harus menghampirinya. Namun sekarang, si pengemudi yang menghampiri penumpang, memberikan pelayanan terbaik dan tidak tawar menawar harga. Proses tawar menawar harga yang terkadang menimbulkan drama atau perdebatan antara pengemudi dengan calon penumpang.

Buku ini merangkum sekelumit kisah dan pengalaman penumpang transportasi online. Ada dua puluh penulis yang menceritakan pengalamannya naik taksi atau ojek online.  Ada kisah yang lucu, menjengkelkan, romantis hingga cerita penuh keharuan. Kisah  romantis antara lain dalam cerita yang berjudul Lauhul Mahfudz karya Ade Nurani Rachmat Ilahi seorang mahasiswi yang berkenalan saat menumpang ojek online dan berakhir dengan menerima lamaran dari driver ojek online tersebut.  Dalam kisah Practice English with Grab Driver menceritakan bahwa sang pengemudi pernah tinggal dan bekerja perusahaan Britania Raya, dan setelah pensiun kembali ke Indonesia.  Pengalaman ini dialami oleh Nina Yaninu, selama dalam perjalanan menumpang Taksi online yang berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Ada juga kisah mengharukan dari Hanny Dewanti  dengan judul tulisan Foto di atas Dasbor yang menceritakan bahwa Hanny melihat foto anak perempuan diatas dasbor taksi online yang ditumpanginya. Sang pengemudi bercerita bahwa apabila lelah atau mengantuk karena seharian bekerja, maka dengan melihat keceriaan anaknya di foto tersebut, semangatnya kembali bangkit. Baca lebih lanjut

Iklan

1 Komentar

Filed under Non Fiksi, Penerbit Diva Press, Resensi Media Cetak, Review Buku

Resensi : JADILAH KREATIF Apapun Masalahnya

Resensi Menjadi kreatif dalam berbagai masalah

MENJADI KREATIF DALAM BERBAGAI MASALAH

Judul Buku      : Jadilah Kreatif Apapun Masalahnya
Penulis             : Jubilee Enterprise
Penerbit           : PT Elex Media Komputindo
Cetakan I        : 2018
ISBN               : 978-602-04-5487-0
Tebal               : 124  hal

Peresensi         : Siti Nuryanti

Dalam dunia yang penuh dengan permasalahan dan persaingan diperlukan kreativitas agar dapat bertahan hidup dan sukses dalam berbagai bidang yang diinginkan. Kesuksesan dan kreativitas adalah dua hal yang saling terkait. Jika menginginkan kesuksesan , maka jadilah orang yang kreatif. Kreativitas biasanya diiringi dengan adanya masalah. Semakin banyak masalah, maka kreativitas yang dihasilkan juga banyak. Ada sebagian orang yang menganggap dirinya tidak kreatif, terlebih lagi ketika menghadapi berbagai masalah, sering menjadi putus asa.

Buku  Jadilah Kreatif Apapun Masalahnya  membantu pembaca untuk mempelajari berbagai cara menjadi orang kreatif yang dapat mengatasi banyak masalah. Dalam buku ini menjelaskan tiga karakter utama yang harus dimiliki orang kreatif yaitu The Explorer (Sang penjelajah), The Warrior (Sang Kesatria) dan The Saint (Sang orang suci). Pada umumnya seorang penjelajah mempunyai kelebihan dalam hal meneliti, Sang Kesatria mempunyai karakter keteguhan hati dan Sang orang suci biasanya sering berkontemplasi.

“Cara berpikir kreatif kita sebenarnya memiliki karakter tertentu, karakter yang bisa diwakilkan dalam bentuk; meneliti,meneguhkan hati dan berkontemplasi” (hal : 4)

Seseorang dapat memiliki salah satu atau ketiga karakter tersebut dalam dirinya. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Penerbit Elex Media, Resensi Media Cetak, Review Buku, Tak Berkategori

Resensi : MERAWAT INDONESIA

Radar sampit, 24 juni 2018

MEMUMPUK NASIONALISME DENGAN BELAJAR SEJARAH

 

Judul Buku      : Merawat Indonesia; Belajar dari Tokoh dan Peristiwa
Penulis             : Lukman Hakiem
Penerbit           : Pustaka Al-Kautsar
Cetakan I        : 2017
ISBN               : 978-979-592-789-1
Tebal               : 328  hal

Peresensi       : Siti Nuryanti

 

Presiden Soekarno pernah berkata bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah bangsanya sendiri. Sejarah adalah serpihan kenangan masa lalu tentang sebuah peristiwa dan tokoh-tokoh yang terlibat di dalamnya. Pada serpihan peristiwa masa lalu banyak mengandung pelajaran yang bermanfaat untuk membangun masa depan. Namun seringkali orang terlena dengan masa sekarang dan melupakan sejarah. Pada masa sekolah, salah satu pelajaran yang kurang menarik bagi siswa adalah pelajaran sejarah. Mata pelajaran sejarah memang identik dengan menghafal nama-nama tokoh, tempat dan waktu terjadinya peristiwa. Apabila cara penyampaian materi guru hanya menyuruh siswa untuk membaca atau menghafal tentu sangat membosankan, perlu inovasi dan kreatifitas guru agar pelajaran sejarah menjadi menarik dan siswa dapat mengambil manfaat dari peristiwa masa lampau tersebut.

Negeri ini menyimpan banyak pelajaran dari kisah perjuangan masa lalu para tokohnya, tentang prinsip hidup,semangat dan kesederhanaan yang semuanya menjadi faktor penting dalam terbentuknya NKRI.

Buku Merawat Indonesia; Belajar dari Tokoh dan Peristiwa berisi kisah menarik yang penuh keteladanan dari para tokoh pendiri bangsa dan peristiwa penting dalam sejarah yang tidak banyak diketahui masyarakat umum.

Salah satu peristiwa bersejarah yang jarang diketahui khalayak ramai yaitu terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Setiap tanggal 17 Agustus diperingati sebagai hari ulang tahun Kemerdekaan Indonesia, karena pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamirkan Kemerdekaan. Namun tidak banyak mengetahui bahwa tanggal 17 Agustus 1950 adalah lahirnya NKRI. Setelah merdeka pada tahun 1945, jalan menuju pemindahan kekuasaan memerlukan waktu, pemikiran dan keringat serta darah yang tidak sedikit. Sebelum terbentuk NKRI, negara ini berbentuk federasi yang dikenal dengan Republik Indonesia Serikat (RIS). Negara RIS terdiri dari Republik Indonesia, Negara Kalimantan dan Negara Indonesia Timur. Setelah melalui serangkaian perjanjian, pada tanggal 17 Agustus 1950 negara-negara bagian termasuk RI melebur menjadi satu negara baru bernama NKRI. Jadi apabila kita mengetahui sejarah, seharusnya pada saat memperingati hari kemerdekaan secara implisit juga memperingai hari terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Dalam Negeri, Non Fiksi, Resensi Media Cetak, Review Buku

RESENSI : A LOVE SONG FROM BUNAKEN

A love Song, Kamis 24 Mei 2018

MENEPIS PERUNDUNGAN DENGAN BERPRESTASI DI SEKOLAH

Judul Buku      : A Love Song From Bunaken
Penulis             : Marthino Andries
Penerbit           : Bhuana Sastra
Cetakan I         : Maret 2018
ISBN                 : 978-602-455-375-3
Tebal                : 180 hal

Peresensi         : Siti Nuryanti

Beberapa tahun terakhir televisi dan media sosial marak memberitakan aksi perundungan. Kata “perundungan” belum populer di telinga masyarakat Indonesia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), perundungan berarti proses, cara, perbuatan ‘merundung’ yang dapat diartikan sebagai seseorang yang menggunakan kekuatan untuk menyakiti atau mengintimidasi orang-orang yang lebih lemah darinya. Biasanya dengan memaksanya untuk melakukan apa yang diinginkan oleh pelaku. Arti kata“perundungan” dalam bahasa inggris adalah bullying. Kata bullying lebih populer daripada perundungan dalam masyarakat kita.

Aksi perundungan dapat terjadi dimana saja, termasuk di sekolah. Berbagai kegiatan dan kampanye stop bullying dilakukan oleh komunitas dan aktivitis untuk memberantas aksi yang merugikan orang lain ini.  

Buku A Love Song From Bunaken berkisah tentang seorang siswa bernama Adrianus Dion yang sering mengalami tindakan perundungan. Adri adalah siswa SMA di Jakarta dan merupakan siswa pindahan dari daerah, tepatnya Manado. Kepindahan Adri dari Pulau Bunaken ke Jakarta tidak berjalan mulus. Pemuda polos ini sering di-bully oleh teman-teman kelasnya karena perangainya yang berbeda. Pada awal kepindahan Adri dipanggil dengan “Si Bopung” alias bocah kampung dan “Tarzan” dikarenakan perilakunya yang masih terbawa kebiasaan dari daerah asalnya. Komunikasi Adri juga sering menimbulkan perselisihan dengan teman-temannya. Dessy dan Arjun yang paling sering melakukan aksi perundungan kepada Ardi baik secara verbal maupun tindakan. Namun Ardi tidak pernah membalas tindakan mereka. Ardi bersekolah di Jakarta dengan tekad untuk belajar sebaik-baiknya agar dapat membangun tempat kelahirannya. Untuk menghadapi aksi perundungan dari teman-temannya, Adri tidak memperdulikan namun konsentrasi belajar. Adri membalas aksi perundungan dengan prestasi yang dicapainya. Dengan prestasi renang yang dimiliki Adri bertugas membimbing Dessy untuk belajar berenang. Pada saat Dessy hampir tenggelam, Adri secara spontan menolong Dessy. Semenjak kejadian tersebut hubungan Dessy dan Adri membaik, tidak saling bermusuhan lagi. Dessy banyak belajar dari kedewasaan Adri dan perilakunya yang sopan. Namun kedekatan Dessy dan Adri tidak berlangsung lama, dikarenakan ada salah paham diantara keduanya. Adri sangat kecewa terhadap Dessy, hingga memilih meninggalkan Jakarta dan kembali ke kampung halamannya. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Penerbit Bhuana Sastra, Penerbit BIP, Resensi Media Cetak, Review Buku

Resensi: Gus!Sketsa Seorang Guru Bangsa

Gus! Rabu,25 April 2018

ABDURRAHMAN WAHID DIMATA PARA TOKOH

Judul Buku      : Gus!Sketsa Seorang Guru Bangsa
Editor               : Alamsyah M Djafar & Wiwit R Fatkhurrahman
Penerbit          : PT Elex Media Komputindo
Cetakan I        : 2017
ISBN                : 978-602-04-4792-2
Tebal               : 202  hal

Peresensi         : Siti Nuryanti

 

“Tidak penting apapun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu”  (Abdurrahman Wahid)

 Bulan Desember tahun 2017 adalah tepat sewindu Gus Dur wafat, namun kisah dan gagasan-gagasannya masih terus diperbincangkan. Berbagai diskusi ilmiah diadakan di berbagai tempat, dan bermunculan gerakan masyarakat yang berkomitmen meneruskan serta memperjuangkan gagasan-gagasan Gus Dur. Sikap simpati terhadap kemanusiaan adalah salah satu hal yang menjadi perhatian Gus Dur terutama terutama terhadap kelompok minoritas yang tidak berdaya. Gusdur tidak memandang akidah atau keyakinan seseorang ketika memperjuangkan kelompok minoritas yang tertindas. Hal tersebut membuat lingkungan pergaulan Gus Dur luas dan beraga. Keberagaman adalah salah satu gagasan penting dari gagasan Gus Dur.

Testimoni dan kesaksian terhadap pribadi Gus Dur telah banyak dibicarakan oleh berbagai tokoh, baik tokoh nasional maupun internasional. Buku berjudul Gus! Sketsa Seorang Guru Bangsa menghadirkan testimoni yang belum banyak terungkap. Ada dua puluh narasumber yang memberikan testimoni tentang pribadi Gus Dur, dari mulai Kiai, tokoh lintas agama, budayawan, seniman, ilmuwan, aktivis hingga jurnalis. Salah satu anggota keluarga Gus Dur juga terlibat dalam pembuatan buku ini, yaitu Yenny Zannuba Wahid yang memberikan kata pengantar dengan judul Membela yang Tak Berdaya.  Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Non Fiksi, Penerbit Elex Media, Resensi Media Cetak, Review Buku

Resensi : KISAH-KISAH NYESEK KKN

Kisah2 Nyesek KKN, Minggu 22 April 2018

PENGALAMAN BERHARGA MELALUI KKN

Judul Buku     : Kisah-Kisah Nyesek saat KKN
Penulis            : Frida Kurniawati, dkk
Penerbit         : DIVA Press
Cetakan I        : Januari 2018
ISBN                : 978-602-391-495-1
Tebal              : 152 hal

Peresensi       : Siti Nuryanti

kkn

Perguruan Tinggi merupakan salah satu agen perubahan bangsa. Salah satu visi perguruan tinggi adalah pengabdian masyarakat. Sudah menjadi budaya setiap universitas mempunyai program pengabdian masyarakat atau yang dikenal dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Universitas menerjunkan para mahasiswa ke masyarakat sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana.  Program ini bertujuan agar mahasiswa dapat bertukar pikiran dengan masyarakat dan memberi sumbangsih agar potensi masyarakat dapat berkembang.

Lokasi KKN biasanya selalu di pedesaan yang jauh dari perkotaan  dengan sarana dan prasarana terbatas. Hal ini dimaksudkan agar para mahasiswa belajar tentang kesederhanaan secara langsung dari masyarakat.

Buku ini berisi kisah nyata para mahasiswa saat melakukan kegiatan KKN.  Ada dua puluh empat penulis yang menceritakan pengalamannya, dari kisah yang lucu,  drama, kriminal, romantis hingga kisah horor saat di lokasi KKN. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Non Fiksi, Penerbit Diva Press, Resensi Media Cetak, Review Buku

Resensi : GENERASI Phi

Generasi Phi

MEMAHAMI GENERASI MILENIAL INDONESIA

Judul Buku      : Generasi Phi π ; Memahami Milenial Pengubah Indonesia
Penulis            : Dr. Muhammad Faisal
Penerbit           : Republika
Cetakan I        : Desember 2017
ISBN               : 9786020822891
Tebal               : xvi+244 hal

Peresensi         : Siti Nuryanti

Pemuda merupakan harapan masa depan bangsa dan negara. Baik atau tidaknya bangsa di masa depan berada di pundak para pemuda. Seperti kutipan dari Soekarno sebagai berikut: “Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku sepuluh pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”. Dari kutipan tersebut kita mengetahui bahwa Soekarno mengagung-agungkan pemuda pada masanya. Buku Generasi Phi π (Pengubah Indonesia) yang ditulis oleh salah satu pendiri Youth Laboratory Indonesia menjelaskan ciri khas generasi- generasi yang ada di Indonesia. Youth Laboratory Indonesia adalah biro riset pertama di Indonesia yang mendedikasikan diri pada studi psikografi, tren, pengetahuan dan budaya anak muda Indonesia.

Pada umumnya masyarakat dunia melakukan pembagian generasi dalam generasi Baby Boomers,  X,Y, dan Z. Generasi Baby Boomers adalah yang lahir dekade tahun 1940 – 1960 , Gen X (1960-1980), Gen Y (tahun 1980 – 2000) dan Gen Z (tahun 1995 – 2012). Pembagian ini pada awalnya digunakan para pengkaji generasi ketika Perang Dunia (PD) II. Penggunaan istilah tersebut mengubah pola karakter dari satu generasi di negara Amerika Serikat. Pembagian generasi yang diterapkan di luar negeri tersebut belum tentu cocok diterapkan di Indonesia yang mengalami peristiwa politik berbeda.

Dalam buku ini, penulis membagi generasi Indonesia dalam empat kelompok, yaitu generasi alpha (α), Beta (β), Teta (θ) dan phi (π). Penggunaan huruf π berdasar abjad Yunani kuno menyimbolkan harmoni dan kesempurnaan. Huruf phi (π) dalam matematika mempresentasikan angka irasional, yaitu 3,14159265358 dan seterusnya. Hal ini mewakili generasi phi atau yang dikenal dengan Generasi Milenial yang kerap bertindak irasional, seperti mendahulukan passion dibandingkan karier (hal : 5) Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Non Fiksi, Penerbit Republika, Resensi Media Cetak, Review Buku, Tak Berkategori

RESENSI : Bidadari Untuk Dewa

bidadari

INSPIRASI DARI  KISAH HIDUP ENTERPRENUER MUDA

Judul Buku      : Bidadari Untuk Dewa
Penulis             : Asma Nadia
Penerbit          : KMO Publishing
Cetakan I        : Oktober 2017
ISBN               : 978-602-504-410-6
Tebal              : 528 hal

Dewa adalah salah satu dari anak muda fenomenal dan penuh kejutan, kisah hidupnya mirip permainan  Russian Roullete. Dari anak muda yang dikagumi karena menghasilkan uang satu milyar lalu terjerembab hutang delapan milyar. Namun kebangkrutan tidak membuatnya menyerah

Dewa Eka Prayoga tercatat sebagai mahasiswa jurusan kimia Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.  Kehidupan ekonomi yang memaksa Dewa untuk berfikir kreatif agar biaya kuliah terpenuhi. Pijakan pertama Dewa menjadi guru pada sebuah lembaga bimbingan belajar.

Dewa mengikuti kompetisi wirausaha di kampusnya, dimana pemenangnya akan diberi modal usaha sesuai proposal yang dibuat. Dua tahun berturut-turut mengikuti kompetisi tersebut dan menjadi pemenangnya . Hadiah yang diterimanya digunakan untuk membuka usaha kafe khusus anak muda dan usaha katering.  Dengan prestasi yang diraihnya Dewa sering diundang menjadi motivator berbagai seminar kampus di berbagai daerah. Dewa dikenal sebagai enterprenuere muda, pendapatannya makin bertambah.

Suatu hari, ibunya terjerat hutang rentenir sebesar empat puluh lima juta, dan harus segera dibayar apabila tidak ingin rumahnya disita. Kemudian Dewa menulis buku tentang tips marketing sesuai dengan yang telah dipraktikan. Bukunya best seller dan mendapatkan penghasilan yang lebih dari cukup untuk melunasi hutang ibunya.

“ Ternyata masalah bukan beban melainkan cara Allah membangunkan hamba-hambaNya supaya menemukan potensi terbaik (hal: 133)

Usaha kafe dan Katering yang dirintis Dewa, mulai sepi dan mengalami kemunduran. Dewa beralih melakukan investasi dengan temannya yang bernama Ruslan. Investasi ini berupa pengadaan laptop yang dikirim ke instansi pemerintah dengan sistem bagi hasil. Dalam jangka waktu delapan bulan Dewa berhasil berhasil menjaring  enam ratus delapan puluh lima (685) investor dengan total investasi 7,8 milliar. Dewa menjadi agen terbesar dalam jaringan usaha Ruslan. Prestasi ini makin melambungkan namanya di berbagai kalangan, kampus,masyarakat hingga pengusaha. Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Asma Nadia, Dalam Negeri, KMO Publishing, Resensi Media Cetak, Review Buku

Resensi : BERBENAH JADI DUIT

Berbenah jadi duit, Senin 9 April 2018

UPAYA MENYELAMATKAN KEUANGAN KELUARGA

Judul Buku      : Berbenah Jadi Duit
Penulis             : Yoon Sun-hyun

Penerjemah      : Asti Ningsih
Penerbit             : Bhuana Ilmu Populer
Cetakan I           : 2018
ISBN                   : 978-602-455-389-0
Tebal                   : 258  hal

Peresensi         : Siti Nuryanti

Pada zaman serba instan seperti sekarang, dimana segala sesuatu dapat dengan mudah diperoleh akan memicu seseorang untuk berperilaku konsumtif. Terkadang barang yang dibeli, bukan barang yang dibutuhkan melainkan karena tergoda oleh promosi potongan harga atau hadiah. Menurut pakar pendidikan keuangan Korea, Je Yoon-kyung menyimpulkan bahwa masyarakat Korea salah memaknai pemborosan. Pemborosan bukanlah membeli barang yang mahal, tetapi membeli barang yang tidak diperlukan (hal: xii).

Pada umumnya seseorang tidak mempunyai uang, bukan dikarenakan mempunyai penghasilan sedikit, melainkan dengan mudah menggunakan uang untuk hal-hal kecil tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Seseorang sering membeli barang-barang dengan memanfaatkan potongan harga, perilaku yang terus menerus ini membuat tanpa sadar menguras penghasilan dan membuat rumah penuh dengan barang, yang sebenarnya tidak terpakai. Berhati-hati dalam mengeluarkan uang, sama halnya meningkatkan pendapatan secara nyata. Dengan demikian untuk menambah kekayaan dapat dilakukan dengan memiliki lebih sedikit barang.

Berbagai tips menjadi orang kaya telah banyak ditulis oleh pakar keuangan atau para praktisi, namun buku Berbenah Jadi Duit memberikan solusi yang lebih aplikatif dan membuat hidup menjadi bahagia. Penulis Yoon Sun-Hyun yang merupakan Konsultan Berbenah Nomor 1 di Korea Selatan memberikan fakta dan pemahaman baru tentang pentingnya berbenah rumah. Berbenah rumah, tidak hanya membuat rumah terlihat rapi, dan nyaman dihuni, namun dapat meningkatkan kekayaan. Berbenah, selain membuat rumah leluasa juga melatih keberanian dan keyakinan terhadap diri sendiri dalam memutuskan sesuatu. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Non Fiksi, Penerbit BIP, Resensi Media Cetak, Review Buku, Tak Berkategori

AROMA KARSA : Petualangan Menjelajah Aneka Aroma Yang Memabukkan

Judul Buku : Aroma Karsa
Penulis : Dee Lestari
Penerbit : Bentang
Cetakan I : Maret 2018
ISBN :978-602-291-463-1
Halaman : 710 hal

Blurb

Dari sebuah lontar kuno, Raras Prayagung mengetahui bahwa Puspa Karsa yang dikenalnya sebagai dongeng, ternyata tanaman sungguhan yang tersembunyi di tempat rahasia.

Obsesi Raras memburu Puspa Karsa, bunga sakti yang konon mampu mengendalikan kehendak dan cuma bisa diidentifikasi melalui aroma, mempertemukannya dengan Jati Wesi.

Jati memiliki penciuman luar biasa. Di TPA Bantar Gebang, tempatnya tumbuh besar, ia dijuluki si Hidung Tikus. Dari berbagai pekerjaan yang dilakoninya untuk bertahan hidup, satu yang paling Jati banggakan, yakni meracik parfum.

Kemampuan Jati memikat Raras. Bukan hanya mempekerjakan Jati di perusahaannya, Raras ikut mengundang Jati masuk ke dalam kehidupan pribadinya. Bertemulah Jati dengan Tanaya Suma, anak tunggal Raras, yang memiliki kemampuan serupa dengannya.

Semakin jauh Jati terlibat dengan keluarga Prayagung dan Puspa Karsa, semakin banyak misteri yang ia temukan, tentang dirinya dan masa lalu yang tak pernah ia tahu.

“Eyangku selalu bilang, dunia ini sesungguhnya dunia aroma. Penciuman adalah jendela pertama manusia mengenal dunia. Manusia lebih mudah dipengaruhi oleh yang tidak terlihat ” (hal : 153)

Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Penerbit Bentang Pustaka, Review Buku