Tag Archives: Review Buku

Resensi : KISAH-KISAH NYESEK KKN

Kisah2 Nyesek KKN, Minggu 22 April 2018

PENGALAMAN BERHARGA MELALUI KKN

Judul Buku     : Kisah-Kisah Nyesek saat KKN
Penulis            : Frida Kurniawati, dkk
Penerbit         : DIVA Press
Cetakan I        : Januari 2018
ISBN                : 978-602-391-495-1
Tebal              : 152 hal

Peresensi       : Siti Nuryanti

kkn

Perguruan Tinggi merupakan salah satu agen perubahan bangsa. Salah satu visi perguruan tinggi adalah pengabdian masyarakat. Sudah menjadi budaya setiap universitas mempunyai program pengabdian masyarakat atau yang dikenal dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Universitas menerjunkan para mahasiswa ke masyarakat sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana.  Program ini bertujuan agar mahasiswa dapat bertukar pikiran dengan masyarakat dan memberi sumbangsih agar potensi masyarakat dapat berkembang.

Lokasi KKN biasanya selalu di pedesaan yang jauh dari perkotaan  dengan sarana dan prasarana terbatas. Hal ini dimaksudkan agar para mahasiswa belajar tentang kesederhanaan secara langsung dari masyarakat.

Buku ini berisi kisah nyata para mahasiswa saat melakukan kegiatan KKN.  Ada dua puluh empat penulis yang menceritakan pengalamannya, dari kisah yang lucu,  drama, kriminal, romantis hingga kisah horor saat di lokasi KKN. Baca lebih lanjut

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Non Fiksi, Penerbit Diva Press, Resensi Media Cetak, Review Buku

Resensi : GENERASI Phi

Generasi Phi

MEMAHAMI GENERASI MILENIAL INDONESIA

Judul Buku      : Generasi Phi π ; Memahami Milenial Pengubah Indonesia
Penulis            : Dr. Muhammad Faisal
Penerbit           : Republika
Cetakan I        : Desember 2017
ISBN               : 9786020822891
Tebal               : xvi+244 hal

Peresensi         : Siti Nuryanti

Pemuda merupakan harapan masa depan bangsa dan negara. Baik atau tidaknya bangsa di masa depan berada di pundak para pemuda. Seperti kutipan dari Soekarno sebagai berikut: “Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku sepuluh pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”. Dari kutipan tersebut kita mengetahui bahwa Soekarno mengagung-agungkan pemuda pada masanya. Buku Generasi Phi π (Pengubah Indonesia) yang ditulis oleh salah satu pendiri Youth Laboratory Indonesia menjelaskan ciri khas generasi- generasi yang ada di Indonesia. Youth Laboratory Indonesia adalah biro riset pertama di Indonesia yang mendedikasikan diri pada studi psikografi, tren, pengetahuan dan budaya anak muda Indonesia.

Pada umumnya masyarakat dunia melakukan pembagian generasi dalam generasi Baby Boomers,  X,Y, dan Z. Generasi Baby Boomers adalah yang lahir dekade tahun 1940 – 1960 , Gen X (1960-1980), Gen Y (tahun 1980 – 2000) dan Gen Z (tahun 1995 – 2012). Pembagian ini pada awalnya digunakan para pengkaji generasi ketika Perang Dunia (PD) II. Penggunaan istilah tersebut mengubah pola karakter dari satu generasi di negara Amerika Serikat. Pembagian generasi yang diterapkan di luar negeri tersebut belum tentu cocok diterapkan di Indonesia yang mengalami peristiwa politik berbeda.

Dalam buku ini, penulis membagi generasi Indonesia dalam empat kelompok, yaitu generasi alpha (α), Beta (β), Teta (θ) dan phi (π). Penggunaan huruf π berdasar abjad Yunani kuno menyimbolkan harmoni dan kesempurnaan. Huruf phi (π) dalam matematika mempresentasikan angka irasional, yaitu 3,14159265358 dan seterusnya. Hal ini mewakili generasi phi atau yang dikenal dengan Generasi Milenial yang kerap bertindak irasional, seperti mendahulukan passion dibandingkan karier (hal : 5) Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Non Fiksi, Penerbit Republika, Resensi Media Cetak, Review Buku, Tak Berkategori

RESENSI : Bidadari Untuk Dewa

bidadari

INSPIRASI DARI  KISAH HIDUP ENTERPRENUER MUDA

Judul Buku      : Bidadari Untuk Dewa
Penulis             : Asma Nadia
Penerbit          : KMO Publishing
Cetakan I        : Oktober 2017
ISBN               : 978-602-504-410-6
Tebal              : 528 hal

Dewa adalah salah satu dari anak muda fenomenal dan penuh kejutan, kisah hidupnya mirip permainan  Russian Roullete. Dari anak muda yang dikagumi karena menghasilkan uang satu milyar lalu terjerembab hutang delapan milyar. Namun kebangkrutan tidak membuatnya menyerah

Dewa Eka Prayoga tercatat sebagai mahasiswa jurusan kimia Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.  Kehidupan ekonomi yang memaksa Dewa untuk berfikir kreatif agar biaya kuliah terpenuhi. Pijakan pertama Dewa menjadi guru pada sebuah lembaga bimbingan belajar.

Dewa mengikuti kompetisi wirausaha di kampusnya, dimana pemenangnya akan diberi modal usaha sesuai proposal yang dibuat. Dua tahun berturut-turut mengikuti kompetisi tersebut dan menjadi pemenangnya . Hadiah yang diterimanya digunakan untuk membuka usaha kafe khusus anak muda dan usaha katering.  Dengan prestasi yang diraihnya Dewa sering diundang menjadi motivator berbagai seminar kampus di berbagai daerah. Dewa dikenal sebagai enterprenuere muda, pendapatannya makin bertambah.

Suatu hari, ibunya terjerat hutang rentenir sebesar empat puluh lima juta, dan harus segera dibayar apabila tidak ingin rumahnya disita. Kemudian Dewa menulis buku tentang tips marketing sesuai dengan yang telah dipraktikan. Bukunya best seller dan mendapatkan penghasilan yang lebih dari cukup untuk melunasi hutang ibunya.

“ Ternyata masalah bukan beban melainkan cara Allah membangunkan hamba-hambaNya supaya menemukan potensi terbaik (hal: 133)

Usaha kafe dan Katering yang dirintis Dewa, mulai sepi dan mengalami kemunduran. Dewa beralih melakukan investasi dengan temannya yang bernama Ruslan. Investasi ini berupa pengadaan laptop yang dikirim ke instansi pemerintah dengan sistem bagi hasil. Dalam jangka waktu delapan bulan Dewa berhasil berhasil menjaring  enam ratus delapan puluh lima (685) investor dengan total investasi 7,8 milliar. Dewa menjadi agen terbesar dalam jaringan usaha Ruslan. Prestasi ini makin melambungkan namanya di berbagai kalangan, kampus,masyarakat hingga pengusaha. Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Asma Nadia, Dalam Negeri, KMO Publishing, Resensi Media Cetak, Review Buku

Resensi : BERBENAH JADI DUIT

Berbenah jadi duit, Senin 9 April 2018

UPAYA MENYELAMATKAN KEUANGAN KELUARGA

Judul Buku      : Berbenah Jadi Duit
Penulis             : Yoon Sun-hyun

Penerjemah      : Asti Ningsih
Penerbit           : Bhuana Ilmu Populer
Cetakan I        : 2018
ISBN               : 978-602-455-389-0
Tebal               : 258  hal

Peresensi         : Siti Nuryanti

Pada zaman serba instan seperti sekarang, dimana segala sesuatu dapat dengan mudah diperoleh akan memicu seseorang untuk berperilaku konsumtif. Terkadang barang yang dibeli, bukan barang yang dibutuhkan melainkan karena tergoda oleh promosi potongan harga atau hadiah. Menurut pakar pendidikan keuangan Korea, Je Yoon-kyung menyimpulkan bahwa masyarakat Korea salah memaknai pemborosan. Pemborosan bukanlah membeli barang yang mahal, tetapi membeli barang yang tidak diperlukan (hal: xii).

Pada umumnya seseorang tidak mempunyai uang, bukan dikarenakan mempunyai penghasilan sedikit, melainkan dengan mudah menggunakan uang untuk hal-hal kecil tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Seseorang sering membeli barang-barang dengan memanfaatkan potongan harga, perilaku yang terus menerus ini membuat tanpa sadar menguras penghasilan dan membuat rumah penuh dengan barang, yang sebenarnya tidak terpakai. Berhati-hati dalam mengeluarkan uang, sama halnya meningkatkan pendapatan secara nyata. Dengan demikian untuk menambah kekayaan dapat dilakukan dengan memiliki lebih sedikit barang.

Berbagai tips menjadi orang kaya telah banyak ditulis oleh pakar keuangan atau para praktisi, namun buku Berbenah Jadi Duit memberikan solusi yang lebih aplikatif dan membuat hidup menjadi bahagia. Penulis Yoon Sun-Hyun yang merupakan Konsultan Berbenah Nomor 1 di Korea Selatan memberikan fakta dan pemahaman baru tentang pentingnya berbenah rumah. Berbenah rumah, tidak hanya membuat rumah terlihat rapi, dan nyaman dihuni, namun dapat meningkatkan kekayaan. Berbenah, selain membuat rumah leluasa juga melatih keberanian dan keyakinan terhadap diri sendiri dalam memutuskan sesuatu. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Non Fiksi, Penerbit BIP, Resensi Media Cetak, Review Buku, Tak Berkategori

AROMA KARSA : Petualangan Menjelajah Aneka Aroma Yang Memabukkan

Judul Buku : Aroma Karsa
Penulis : Dee Lestari
Penerbit : Bentang
Cetakan I : Maret 2018
ISBN :978-602-291-463-1
Halaman : 710 hal

Blurb

Dari sebuah lontar kuno, Raras Prayagung mengetahui bahwa Puspa Karsa yang dikenalnya sebagai dongeng, ternyata tanaman sungguhan yang tersembunyi di tempat rahasia.

Obsesi Raras memburu Puspa Karsa, bunga sakti yang konon mampu mengendalikan kehendak dan cuma bisa diidentifikasi melalui aroma, mempertemukannya dengan Jati Wesi.

Jati memiliki penciuman luar biasa. Di TPA Bantar Gebang, tempatnya tumbuh besar, ia dijuluki si Hidung Tikus. Dari berbagai pekerjaan yang dilakoninya untuk bertahan hidup, satu yang paling Jati banggakan, yakni meracik parfum.

Kemampuan Jati memikat Raras. Bukan hanya mempekerjakan Jati di perusahaannya, Raras ikut mengundang Jati masuk ke dalam kehidupan pribadinya. Bertemulah Jati dengan Tanaya Suma, anak tunggal Raras, yang memiliki kemampuan serupa dengannya.

Semakin jauh Jati terlibat dengan keluarga Prayagung dan Puspa Karsa, semakin banyak misteri yang ia temukan, tentang dirinya dan masa lalu yang tak pernah ia tahu.

“Eyangku selalu bilang, dunia ini sesungguhnya dunia aroma. Penciuman adalah jendela pertama manusia mengenal dunia. Manusia lebih mudah dipengaruhi oleh yang tidak terlihat ” (hal : 153)

Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Penerbit Bentang Pustaka, Review Buku

RESENSI : EXCELLENT LEADERSHIP

excellent leadership, 2 April 2018

PANDUAN MENJADI PEMIMPIN SUKSES

Judul Buku      : Excellent Leadership
Penulis             : Dr.H.Cris Kuntadi,SE,MM,CA,CPA,QIA,FCMA,CGMA,CIPSAS,CfrA,Ak
Penerbit           : Bukurepublika (imprint Republika Penerbit)
Cetakan I        : Oktober 2017
ISBN               : 978-602-7595-46-0
Tebal               :Ivi + 260 hal

Peresensi      : Siti Nuryanti

Setiap kita adalah pemimpin. Ungkapan ini telah jamak diketahui masyarakat. Jika setiap kita adalah pemimpin, berarti setiap kita memikul tanggung jawab masing-masing. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pemimpin berarti 1) orang yang memimpin ; 2) petunjuk, pedoman. Kepemimpinan diartikan sebagai perihal memimpin;cara memimpin. Dengan demikian memimpin berbeda dengan memerintah, memperdaya atau menduduki jabatan tertentu. Pemimpin tidak hanya sekedar posisi tetapi perkara fungsi.

Walaupun terdapat ungkapan bahwa setiap orang adalah pemimpin, pada praktiknya kepemimpinan dalam arti publik tidak mungkin diserahkan kepada setiap orang.

 “Seseorang dapat disebut pemimpin apabila; mampu memimpin diri sendiri, memimpin orang lain, menggerakkan komunitas, mengejar sebuah visi bersama, meneguhkan keberanian, melakukan terobosan, serta membuka jalan bagi orang lain untuk bertindak “ (hal : 21)

Menurut Weber ada tiga faktor yang mempengaruhi kelahiran pemimpin, yaitu faktor tradisional (keturunan), karismatik dan legal rasional (landasan hukum). Berdasarkan survai yang dilakukan Ayres menyebutkan bahwa sepertiga pemimpin dilahirkan (faktor internal) dan dua pertiga hasil bentukan (faktor eksternal).

Dalam buku Excellent Leadership penulis memberikan pengetahuan dan tips-tips bagaimana seseorang dapat menjadi pemimpin hingga mencapai level pemimpin yang excellent. Dalam era keterbukaan seperti sekarang, seorang pemimpin mempunyai tantangan tersendiri. Penulis memberikan rumusan singkat untuk menjadi seorang pemimpin yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat saat ini.

“Ada sembilan (9) rumusan kepemimpinan EXCELLENT ; 1) Eager ; memiliki keinginan diri yang kuat  sehingga dapat memotivasi orang lain. 2) Xerophtic : memiliki kemampuan beradaptasi dengan kekurangannya. 3) Candid : tulus ikhlas tanpa pamrih. 4) Easygoing : menghadapi masalah dengan tenang. 5) Luminous : memiliki wawasan, keterampilan dan sikap yang dapat menjadi teladan bagi lingkungan. 6) Logical: memecahkan masalah secara logis berdasarkan analisa yang matang. 7)Edifying : membawa perbaikan bagi individu dan organisasinya. 8)Neutral : bebas dari konflik kepentingan pribadi dan kelompok di atas kepentingan organisasi. 9)Transparent : tidak ada yang ditutupi dalam mengelola organisasi” (hal : 38). Kesembilan rumusan tersebut disingkat menjadi EXCELLENT yang diambil dari huruf pertama masing-masing kata.l Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Non Fiksi, Penerbit Republika, Resensi Media Cetak, Review Buku

Resensi : INSPIRASI KARIER KEDUA

Inspirasi Karier Kedua, 8 Maret 2018

MEMPERSIAPKAN KARYA MENJELANG MASA PENSIUN

Judul Buku      : Inspirasi Karier Kedua
Penulis             : Mamad Samadi & Tim
Penerbit           : PT. Elex Media Komputindo
Cetakan I        : 2018
ISBN               : 978-602-04-5345-3
Tebal               : 292  hal

Masa pensiun adalah masa yang secara alamiah akan terjadi pada seseorang dalam kurun waktu tertentu. Bagi sebagian orang, masa pensiun adalah hal yang ditunggu-tunggu, namun bagi sebagian yang lain pensiun merupakan masa yang berat. Banyak orang yang tidak siap menghadapi masa pensiun, mereka beranggapan masa pensiun adalah tanda seseorang sudah tidak berguna lagi, tidak dibutuhkan lagi karena usia tua dan tidak produktif lagi. Paradigma seperti inilah yang perlu diluruskan. Selama manusia masih hidup potensi dan karier masih tetap ada, meskipun bentuknya mungkin berbeda dari yang dulu sebelum pensiun. Itulah yang disebut sebagai karier kedua (hal : 5)

Buku Inspirasi Karier Kedua ditulis oleh sepuluh penulis yang profesional di bidangnya. Buku ini memberi pandangan bahwa, pensiun hanyalah berhenti bekerja,namun tidak berhenti berkarya. Seseorang yang akan memasuki pensiun, baik pensiun sesuai waktunya atau pensiun dini, perlu mempersiapkan diri.

Persiapan pensiun, tidak hanya persiapan materi saja namun aspek Spiritual, Psikologis dan fisik juga diperhatikan. Dalam tiga bab pertama yang berjudul Mengenalku Berarti Mengenal-Mu, Tak Ada yang Tak Berubah dan Mens Sana In Carpore Sano mengupas ketiga aspek tersebut. Dalam masa pensiun, pendekatan diri kepada Sang Pencipta sangat diperlukan, semakin dekat dengan Tuhan maka akan semakin mengenal dirinya sendiri. Dengan mengenal dirinya sendiri, akan lebih mudah mengendalikan emosi diri. Pada umumnya orang yang pensiun perasaanya sensitif, mudah tersinggung atau terkena post-power syndrom. Dampak psikologis seperti itu dapat diatasi dengan merubah pola pemikiran, bahwa tidak ada yang berubah dengan pensiun.

Masa pensiun diartikan sebagai masa-masa bermalas-malasan, menikmati hidup dengan keluarga tanpa perlu berkarya. Pemikiran seperti ini harus dirubah, bahwa sebenarnya pensiun hanya status kepegawaian bagi seseorang yang bekerja pada orang lain atau perusahaan. Seorang pensiun bukan berarti tidak harus beraktivitas  lagi (hal : 31) Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Non Fiksi, Penerbit Elex Media, Resensi Media Cetak, Review Buku

(Blogtour-Giveway ) Silence : Akiyoshi Rikako

Judul Buku : Silence
Penulis : Akiyoshi Rikako
Penerbit : Haru Media
Cetakan I : Desember 2017
ISBN : 978-602-6383-38-9
Tebal : 322 hal

Blurb

Kenapa aku tidak bisa keluar dari pulau ini?

Miyuki dibesarkan di Yuki-no- Shima, sebuah pulau terpencil yang konon dilindungi oleh Simatama-san, dewa penjaga pulau. Miyuki yang bermimpi menjadi artis akhirnya keluar dari pulau itu dan tinggal di Tokyo, meskipun ditentang oleh kedua orangtuanya.

Setelah lama tidak pulang, akhirnya tahun ini Miyuki akan pulang bersama dengan Toshiaki, kekasihnya. Meski awalnya Miyuki tidak menyadarinya, tapi sepertinya Simatama-san tahu ada yang tidak beres dengan Toshiaki.

Apa pun yang terjadi, Shimatama-san pasti melindunginya, kan?

Silence mengkisahkan seorang gadis bernama Miyuki yang berasal dari pulau terpencil. Yuki-no-Shima, pulau yang ditutupi salju tebal dan terlihat misterius ini, mempunyai penduduk tiga ratus jiwa dimana masyarakatnya masih tradisional dan memegang teguh adat serta budaya setempat .

Kecantikan dan kemampuan menyanyi Miyuki terkenal di seluruh Yuki-no-Shima. Ia mempunyai impian untuk menjadi artis terkenal. Melalui ajang pencarian anggota girlband, Miyuki berhasil mewakili daerahnya dan penyeleksian terakhir di Tokyo. Impiannya tinggal selangkah lagi menjadi kenyataan, untuk menjadi artis. Namun impiannya terhalang restu orangtua, yang tidak mengijinkan Miyuki pergi ke Tokyo kecuali untuk meneruskan kuliah disana.

“ Lucunya, walaupun sudah dua puluh tahun berlalu, perasaan yang mengutuk kedua orangtuanya masih ada dalam sudut hati “ (hal:20)

Kekecewaan Miyuki terhadap orangtuanya tidak hilang meski sudah dua puluh tahun berlalu. Miyuki, memang akhirnya pergi ke Tokyo setelah tamat SMA, untuk meneruskan kuliah dan mencoba kembali meraih impiannya. Namun Miyuki harus puas hanya menjadi Manajer Artis. Miyahara Kaori adalah artis muda yang dibimbing Miyuki. Berkat kerja keras dan kedisiplinan Miyuki, Kaori menjadi artis muda yang terkenal di Jepang.

Kesibukan Miyuki membuatnya tidak pulang ke rumah di Yuki-no-Shima selama beberapa tahun. Miyuki memutuskan pulang ketika berniat memperkenalkan kekasihnya, Toshiaki kepada orangtuanya, sekaligus meminta restu untuk menikah. Dan sesampainya di Yuki-no-Shima, banyak peristiwa yang terjadi di sana. Kejadian yang diluar perkiraan, yang membuat Miyuki tidak dapat keluar dan tinggal kembali di Yuki-no-Shima, apakah ini dikarenakan ada campur tangan Shimatama-san, Dewa Pelindung Pulau tersebut? Bagaimana rencana pernikahan Miyuki dan Toshiaki? Apakah orangtua Miyuki merestuinya?

“…kepada Shimatama-san. Aku akan berdoa, kumohon jangan biarkan Kakak keluar dari Yuki-no-Shima “(hal:162)

Baca lebih lanjut

14 Komentar

Filed under Blogtour-Giveaway, Penerbit Haru, Review Buku

RESENSI : Perempuan-Perempuan Pengukir Sejarah

Perempuan pengukir sejarah, KR Senin,12 Feb 18

MENGENAL PEREMPUAN PERKASA NUSANTARA

Judul Buku      : Perempuan-Perempuan Pengukir Sejarah
Penulis             : Mulyono Atmosiswatoputra
Penerbit           : Bhuana Ilmu Populer
Cetakan I        : 2018
ISBN               : 978-602-455-271-8
Tebal               : 327 hal

 

Eksistensi perempuan merupakan bagian penting dari sebuah masyarakat, bangsa dan komunitas manusia. Dahulu, perempuan Indonesia sering dianggap orang belakang, yang hanya mengurusi dapur,sumur dan kasur. Perempuan menjadi kaum yang terpinggirkan. Namun, ada beberapa perempuan yang mampu berkompetisi di dunia, saat kekuatan di dominasi oleh laki-laki.

Buku Perempuan-Perempuan Pengukir Sejarah  menceritakan delapan belas (18) tokoh wanita yang mempunyai peranan sangat penting dalam perjuangan bangsa Indonesia.
Sejak jaman kerajaan, perempuan sudah berdampingan dengan laki-laki. Ada beberapa Kerajaan yang dipimpin oleh perempuan dan mengalami masa kejayaan, seperti Kerajaan Majapahit, yang dipimpin oleh Tribhuanatunggadewi Jayawisnuwardhani, Ratu Sima di Kerajaan Kalingga dan Ratu Kalinyamat dari Jepara.

Pada masa penjajahan merebut kemerdekaan banyak tokoh perempuan yang berjuang di garis depan, memimpin langsung pasukan melawan penjajah. Tokoh perempuan tersebut antara lain Laksamana Keumalahayati merupakan laksamana perempuan pertama di Indonesia memimpin dua ribu pasukan perempuan melawan Kapal Perang Portugis, Nyi Ageng Serang yang berjuang bersama Pangeran Diponegara di barisan depam, Martha Christina Tiahahu bersama rakyat Maluku melawan kolonial Belanda . Dalam hal social, budaya dan pendidikan ada Nyai Ahmad Dahlan, istri KH.Ahmad Dahlan yang mendirikan organisasi perempuan pertama Aisyiah dan RA Kartini yang membentuk sekolah untuk kaum perempuan.
Pada awal dan pasca kemerdekaan ada Ibu Inggit Ganarsih, HR Rasuna Said, SK Trimurti, Ibu Tin Suharto dan Megawati Sukarnoputri.

Penulis menceritakan masing-masing tokoh dengan detail dari riwayat keluarga, perjuangan, hingga masa akhir hidupnya. Banyak hal yang bisa dipetik dari membaca kisah tokoh-tokoh pengukir sejarah ini. Dengan membaca buku ini, kita banyak belajar tentang sejarah Indonesia, dari era kerajaan, masa perjuangan merebut kemerdekaan hingga masa pasca kemerdekaan. Peranan perempuan di Indonesia sudah ada sejak jaman dahulu. Dibalik kelembutan dan kebijaksanan seorang perempuan tersimpan keberanian, kegigihan, untuk ikut andil membangun bangsa ini. Semoga dapat menginspirasi perempuan-perempuan Indonesia agar lebih banyak berkarya.

 

*) dimuat di Koran Kedaulatan Rakyat, Senin 12 Februari 2018

Tinggalkan komentar

Filed under Penerbit BIP, Resensi Media Cetak, Review Buku

Resensi : Catatan Juang

cat.juang

MENGGALI INSPIRASI DARI BUKU HARIAN

Judul Buku      : Catatan Juang
Penulis             : Fiersa Besari
Penerbit           : Mediakita
Cetakan I        : 2017
ISBN               : 978-979-794-549-7
Tebal               : vi+306 hal

Peresensi         : Siti Nuryanti

 

Pada era digital, dimana masyarakat menggunakan sosial media sebagai media untuk mencurahkan perasaan atau permasalahan hidup masih ada sebagian orang yang mengungkapkannya melalui tulisan pada sebuah buku harian. Buku harian merupakan salah satu cara yang baik untuk menyimpan dan mencatat masa lalu serta merencanakan masa depan. Buku harian juga dapat membantu mengatur suasana hati dan emosi, bahkan dapat memberikan inspirasi atau motivasi bagi orang lain. Seperti yang dikisahkan dalam buku Catatan Juang.

Kasuarina atau Suar adalah tokoh utama dalam buku ini, seorang wanita yang memiliki impian menjadi sineas tetapi terjebak dalam rutinitas sebagai marketing asuransi pada sebuah bank. Impiannya terkubur dikarenakan sang ayah jatuh sakit, sehingga Suar memiliki inisiatif untuk membantu keuangan keluarga, meskipun ayahnya tidak meminta hal tersebut.

Dalam perjalanan pulang, Suar menemukan buku catatan bersampul merah yang terjatuh di angkutan umum. Suar bermaksud mengetahui si empunya buku tersebut, dengan membuka dan membaca tulisan-tulisan di dalamnya. Pada halaman pertama tertulis “Seseorang yang akan menemani setiap langkahmu dengan satu kebaikan kecil setiap harinya, Tertanda Juang “ (hal : 7). Suar membaca tulisan selanjutnya dan terjebak dalam kisah-kisah yang ditulis oleh Juang. Hidup Suar mulai berubah karena terinspirasi dari Catatan Juang. Suar mempertimbangkan kembali impiannya menjadi seorang Sineas.

Jangan lupa bahwa manusia mempunyai mimpi-mimpi untuk diraih. Dan jangan lupa bahwa Tuhan menciptakanmu berjalan di muka bumi ini untuk sesuatu yang baik, maka berbuat baiklah untuk sesama, melebihi kau berbuat baik untuk dirimu sendiri” (hal : 173)

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Penerbit Media Kita, Resensi Media Cetak, Review Buku