Category Archives: Novel Religi

(BLOGTOUR-GIVEAWAY) Habibie Ya Nour El Ain

Judul Buku: Habibie Ya Nour El Ain
Penulis : Maya Lestari GF
Penerbit : DAR! Mizan
Tebal Buku : 240 halaman
Cetakan Pertama: Desember 2016
ISBN : 978-602-420-298-9
habibie-2

Blurb

Barra Sadewa, anak SMA yang mengaku tidak percaya Tuhan, dipaksa kepala sekolahnya untuk mondok dua minggu di Pesantren Nurul Ilmi. Ia datang dengan segudang kebencian. Mengira pesantren itu adalah penjara yang lain lagi dalam hidupnya. Tepat saat ia memasuki gerbang pesantren dan mengira telah melakukan kebodohan terbesar dalam hidupnya, ia bertemu Nilam, putri pemilik pesantren yang pendiam dan sangat menjaga etika pergaulan. Dalam beberapa detik segalanya berubah. Bukan hanya bagi Barra, tapi juga Nilam. Pertemuan mereka hanya sekejap, tapi jejaknya membekas sepanjang usia.

Dalam pertemuan-pertemuan yang sebentar, Barra dan Nilam menyaksikan sulur-sulur nasib mereka saling bertemu dan membelit. Mereka bercakap tanpa suara. Rahasia-rahasia hati mereka hanya disampaikan melalui pandangan mata.Bertahun-tahun Barra dan Nilam hanya menuangkan cinta itu dalam surat-surat yang tersimpan. Sampai akhirnya, ketika Barra memutuskan untuk menyatakan segalanya, semua sudah terlambat.

“Aku hanyalah meteor yang terbakar tanpa sisa di atmosfernya. Aku takkan pernah jatuh ke buminya, takkan mungkin menciptakan kawah di jantungnya.”

Novel ini berlatar belakang kehidupan pesantren dengan segala peraturan dan pergaulan antara santri putra dan putri yang terbatas, tetapi jika ada sepasang manusia yang saling memendam perasaan cinta, itu adalah takdir mereka

Adalah Barra Sadewa seorang anak SMA yang dikenal sebagai anak yang nakal di sekolahnya, dan ia juga tidak pernah sholat, karena mengaku tidak percaya kepada Tuhan. Kepala Sekolah memaksanya untuk mondok dua minggu di Pesantren Nurul Ilmu, berharap Barra Sadewa berubah menjadi lebih baik dan mengenal Tuhan.

Masuk di pesantren selama dua minggu, telah membuat Barra berubah. Ia yang tadinya menganggap bahwa dunia tidak adil, bahwa Tuhan kejam karena dari kecil selalu hidup dalam penderitaan. Tetapi di pesantren itu ia merasa dihargai, disayangi, diterima apa adanya, bahkan pesantren yang penuh dengan sederetan aturan dan larangan, Barra tidak dipaksa mengikutinya. Ustad dan santri disana sangat ramah dan bersahabat, terutama Pemimpin Pesantren tersebut, Buya. Dengan kasih sayang layaknya seorang ayah kepada anaknya, Buya memberikan nasihat tanpa terkesan menggurui tetapi menyejukkan dan menenangkan

Kadang orang tak memerlukan banyak nasihat. Mereka cuma butuh melihat, bahwa mereka diterima dan disayangi. Kasih sayang adalah nasihat yang paling baik ( hal :115)

Saya sangat terkesan dengan sosok Buya, beliau sangat menyayangi santri-santrinya. Setiap santri yang selesai di Pesantren dan lulus kuliah, maka Buya akan menanam satu bunga mawar,sebagai tanda kelulusan mereka. Sehingga kebun di Pesantren penuh dengan bunga mawar.Ini secara tidak langsung, penulis mengkampanyekan global warming yaa..:) kalau setiap orang merayakan sesuatu dengan menanam pohon atau tanaman, pasti dunia tidak akan sepanas sekarang ..:)

Dan di Pondok Pesantren ini Barra bertemu dengan Nilam, salah satu santri yang merupakan putri pemilik Pesantren tersebut. Pertemuan yang hanya terjadi beberapa kali tanpa ada pembicaraan panjang, telah membuat keduanya jatuh cinta sedemikian dalam tanpa pernah terungkap satu-sama lain. Bahkan setelah bertahun-tahun kemudian

Cinta adalah sesuatu yang berada di luar dimensi manusia. Ia tidak berada dalam rencana-rencana atau cita-cita. Tidak punya ruang dan waktu. Cinta diciptakan dengan dimensi dan logikanya sendiri dan diciptakan Tuhan untuk masuk ke alam manusia dengan cara yang tidak mampu kita pahami (hal:14)

habibie-qoute

Barra dan Nilam saling menulis surat untuk mengungkapkan isi hatinya, tanpa pernah surat tersebut terkirim.Hingga setelah delapan tahun kemudian, ketika akhirnya Nilam menjalani proses ta’aruf dengan Haris, teman dari Abangnya. Saat menyadari bahwa semua sudah terlambat.

Novel ini ditulis dengan sudut pandang Nilam, tetapi sesekali penulis akan bercerita dari sudut pandang Barra, melalui surat-surat yang ditulisnya untuk Nilam.

habibie-qoute-1
Novel yang ditulis begitu indahnya dengan tata bahasa yang menghipnotis pembacanya untuk selalu membaca tiap detail kalimat yang terangkai indah. Saya sungguh menikmati novel ini, syarat dengan nilai filosofis. Gambaran kehidupan pesantren yang diceritakan penulis, begitu berbeda dengan bayanganku selama ini. Ada musik dan lagu-lagu modern yang boleh dimainkan,buku-buku tidak terbatas pada kitab ihya ulumiddin atau buku islam saja,tetapi ada banyak buku umumnya.Menurut saya ada yang kurang pas tentang metode di pesantren tersebut.Ada suatu waktu santri putra dan putri dapat bertemu yaitu saat di perpustakaan dan pelajaran pilihan, dimana saat belajar santri putra-putri di campur. Sepengatahuan saya, tempat tinggal dan tempat belajar santri putra biasanya selalu terpisah dengan santri putri.

Bagaimana kisah Barra dan Nilam, apakah mereka tetap akan memendam perasaan tanpa pernah saling mengetahui ?? Apakah mereka dapat bersatu dalam pernikahan??

Aku mencintai dia, aku hanya tidak tahu bagaimana cara mengatakannya. Jadi , kubiarkan saja diriku terluka, tanpa tahu cara menyembuhkannya (Nilam : 163)

Baca lebih lanjut

Iklan

23 Komentar

Filed under Blogtour-Giveaway, Dar Mizan, Novel Religi, Penerbit Mizan, Review Buku

(Blogtour-Review) Muhammad: Sang Pewaris Hujan

Sang Pewaris

Judul Buku : Muhammad : Sang Pewaris Hujan
Penulis : Tasaro GK
Penerbit : PT. Bentang Pustaka
Cetakan I : Desember 2015
ISBN :978-602-291-135-7
Halaman :592 hal

Rating : 5 dari 5

Harga : Rp 124.000 (bukupedia )

 

Blurb

Saya datang kemari dalam sebuah misi yang sangat penting. Saya perlu mengetahui sebanyak-banyaknya peninggalan tertulis Pendeta Bahira, perihal Nabi yang Dijanjikan. Tolong saya. Saya dalam keterburu-buruan dan kehati-hatian. Keselamatan saya menjadi taruhan.Bersama permohoanan ini saya tinggalkan cincin pusakan ini sebagai upah yang sepadan

Pesan dari Elyas semakin membuat Kashva bingung akan keberadaan sahabatnya itu. Dia mencari Elyas dari Suriah hingga ke Yerusalem, hanya untuk mendapati kedua kota itu telah takluk oleh tentara Islam. Adalah ‘Umar bin Khattab yang telah menaklukkan keduanya tanpa pertumpahan darah. Sang Khalifah bahkan melarang perusakan terhadap rumah-rumah ibadah di tanah taklukannya.

Kemuliaan ‘Umar menggetarkan hati Kashva sehingga dia memutuskan untuk mengikuti sang Khalifah sampai ke Madinah. Namun, keselamatan Kashva justru terancam di kota itu. Keberaniannya menentang Hurmuzan—seorang bangsawan Persia pengkhianat yang masuk Islam hanya demi keselamatan dirinya sendiri—membuat Kashva diburu.

Sementara itu, Elyas ternyata masih hidup meski dalam keadaan terluka. Dia berada di Alexandria, Mesir, tempat di mana perang akan segera meletus. Elyas menjadi saksi kemurkaan Kaisar Heraklius, serta kemustahilan di mana hanya ada empat ribu tentara Islam yang melawan dua puluh ribu tentara Bizantium. Di tengah suasana yang tengah memanas, akankah Elyas menemukan jawaban perihal Muhammad, sang Nabi yang Dijanjikan tersebut?

Saya mengucapkan terimakasih kepada Bentang Pustaka dan Tasaro GK, karena telah memberi kesempatan dalam serangkaian #Blogtour Muhammad. Dan ini adalah pemberhentian terakhir  yang membahas seri-3 Muhammad : Sang Pewaris Hujan. Sebelumnya telah dibahas Seri 1 Muhammad : Lelaki Penggenggam hujan di blog Wardahtuljannah dan Seri 2 Muhammad : Para Pengeja Hujan di blog Nisa Rahmah. Dan bagi pencinta seri ini, pastinya sudah menunggu seri terakhirnya yang baru-baru ini terbit yaitu Muhammad : Generasi Penggema Hujan.

Sebelumnya saya sempat penasaran kenapa penulis menggunakan kata hujan dalam setiap judul bukunya, dan setelah saya “googling”. Menurut Tasaro, kata “hujan” mempresentasikan sebuah wahyu yang diberikan pada nabi. Kalau saya boleh menambahkan hujan itu identik dengan berkah atau rahmat yang turun dari langit. Dan itulah kenpa saya juga suka hujan ..#eh ga usah dibahas 🙂

Seri ke-3 ini bercerita pasca Nabi Muhammad Saw wafat yaitu masa kekhalifahan yang kedua Umar bin Khatab, tentang penaklukan negeri-negeri di Byzantium, seperti Suriah, Palestina dan Mesir. Dan perang yang paling lama dan menegangkan saat penaklukan Alexandria (Mesir). Kisah petualangan Kashva, Sang Pemindai Surga masih berlanjut. Di awali dengan kisah Kashva yang pergi ke Suriah,dimana saat itu Suriah baru saja ditaklukan oleh tentara islam. Pencariannya berlanjut ke Persia, tetapi sebelumnya mampir ke Palestina dan  Madinah. Di Madinah  Kashva tinggal dengan keluarga Pendeta Bar Nasha, yaitu Abdul Masih dan anaknya (namanya juga Abdul Masih). Kashva berharap bertemu dengan Salman Al Farisy, salah seorang sahabat Rasul, dimana menurut Pendeta Bar Nasha, Salman dapat membantu Kashva menemukan pencariannya.  Setelah beberapa bulan tinggal di Madinah, Kashva berniat melanjutkan perjalanan ke Persia, tetapi dalam perjalanan dia bertempur dengan Hurmuzan dan Abu Lu’lah, hingga terluka dan menyebabkan hilang ingatan. Pada saat di temukan oleh Tabib Boutros dan anaknya Maria, Kashva tidak dapat mengingat namanya, hanya Tasbih berbandul Salib dan ingatan sekilasnya tentang cincin dan surat yang didalamnya tertulis Elyas. Dan dia berada di Alexandria, Mesir

Sementara itu, Khalifah Umar Bin Khatab dengan ketegasannya, banyak melahirkan kebijakan yang menerabas jaman. Dia membentuk tata kelola sebuah negara yang maju, membentuk jejaring pemerintahan antar wilayah negara, majelis negara, jawatan pajak, pengadilan, pengaduan hukum, ketentaraan dan keamanan rakyat, pendidikan, keagamaan dan wakaf, perbendaharaan negara, pembangunan kota-kota, masjid, dan madrasah. Umar bin Khattab juga terkenal dengan rendah hati dan kedermawanannya, apabila sedang tidak bertugas menyelesaikan permasalahan umat, ia akan bergerilya malam hari, melihat dari dekat kehidupan masyarakatnya dan tidak segan-segan memberikan bantuan penduduk yang sedang kesulitan. Baca lebih lanjut

12 Komentar

Filed under Blogtour-Giveaway, Buntelan, Novel Religi, Penerbit Bentang Pustaka, Review Buku

Antara Ambisi dan Nurani

Faith

Judul Buku : Faith and The City
Penulis :Hanum Salsabila Rais dan Rangga Almahendra
Desain Sampul : Orkha Creative
Desain Isi : Ayu Lestari
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I : 2015
ISBN :978-602-03-2433-3
Halaman :227 hal

Setelah malam penganugerahan Hero of The Year untuk Phillipus Brown, semua wartawan menginginkan wawancara eksklusif dengan Phillipus Brown dan Azima Hussein beserta kedua anak gadis mereka Sarah Hussein dan Layla Brown. Pasutri penyatu jembatan yang terpisah, pasangan yang dirundung kebahagiaan, Hanum dan Rangga, tak pelak ikut menikmati media frenzy. Bagi Hanum, New York City masih ingin menahannya. Tidak bagi Rangga, tugas belajar dan riset telah menunggu setia di Wina.
Out of the blue, Cooper dari Global NewYork TV hadir dalam hidup mereka. Ia menawarkan sebuah penawaran mustahil tertolak oleh Hanum : menjadi produser sebuah acara Global NewYork TV yang meliput dunia Islam dan Amerika.
Ini adalah secuplik dunia media yang gelap, dunia rating dan share yang manis sekaligus menjebak. New York yang elegan, namun mengintai mahligai soliditas Hanum dan Rangga. New York yang romantis, mengembuskan mantra magis, namun melahirkan kenyataan ironis.
Akankah Hanum mampu mengelak dari pesona Cooper dan New York City? Mampukah Rangga mempertahankan cinta sejatinya dari impian yang membelitnya?
Atau jangan-jangan impian yang menjadi kenyataan, tetaplah ilusi, jika melupakan iman dan keyakinan?

Novel ini merupakan lanjutan dari novel sebelumnya Bulan Terbelah di Langit Amerika, Review bukunya dapat dibaca disini Review Bulan Terbelah di Langit Amerika, yang telah di filmkan pada bulan Desember 2015 , rencananya juga di buat dalam 2 part, dimana part 2 direncanakan rilis pada tahun ini.

Kisah Hanum dan Rangga saat di kota New York untuk menjalankan tugas masing-masing. Mereka diberi waktu 3 minggu untuk melaksanakan tugas tersebut, dan tugasnya dapat diselesaikan dengan sangat baik. Bahkan secara tidak sengaja mereka menjadi selebritis sesaat kerena terekam kamera wartawan dan sempat di wawancara saat malam penganugerahan Hero of the year untuk Philipus Brown.

Novel ini diawali dengan hiruk-pikuk wartawan yang meminta wawancara ekslusif kepada Philipus Brown dan Azima, tetapi mereka sepakat untuk menolak tawaran-tawaran tersebut. Rangga dan Hanum memutuskan untuk kembali ke Wina karena tugas mereka telah selesai, tetapi saat chek in British Airways di bandara JFK, mereka dikejutkan oleh kedatangan Andy Cooper yang menawarkan Hanum sebuah kontrak kerja di Global New York TV (GNTV). Hanum langsung menerima tawaran tersebut, ini adalah impiannya bekerja sebagai jurnalis di kota New York, apalagi yang menawarkan Andy Cooper wartawan idolanya sejak belia. Bahkan tanpa meminta pendapat dari suaminya Hanum menyetujui kontrak kerja selama tiga minggu di GNTV. Dan dari bandara ini semua berawal sebuah kisah yang menguji kesetiaan, impian dan keyakinan.  Baca lebih lanjut

6 Komentar

Filed under Hanum Salsabila Rais, Novel Drama, Novel Religi, Penerbit Gramedia, Review Buku

Review : 3 (Alif,Lam,Mim)

27278384

Judul Buku : 3
Penulis : Primadonna Angela
Diadaptasi dari skenario oleh Anggi Umbara, Bounty Umbara dan Fajar Umbara
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan 1 : 2015
ISBN : 978-602-03-2094-6
Jumlah halaman : 232 hal

 

 

 

Blurb

Alif, Lam, dan Mim. Tiga sahabat seperguruan yang menjalani hidup berbeda sejak Indonesia menjadi negara liberal. Alif teguh sebagai penegak hukum. Lam berkarier sebagai wartawan, memaparkan kebenaran sebagaimana yang dilihatnya. Mim tetap setia di padepokan, meski Indonesia mencurigai mereka yang beragama.

Satu demi satu konflik bergulir. Dalam situasi genting, garis antara kawan dan lawan mengabur, dan mereka bertiga harus terus berjuang demi negara, keluarga, dan sahabat yang mereka sayangi…

Buku 3 merupakan novelisasi  film yang berjudul sama. Filmnya telah rilis di Bioskop tanggal 1 Oktober 2015, dimana skenario ditulis oleh 3 umbara (Anggy Umbara, Bonty Umbara dan Fajar Umbara).  Saya tertarik membaca novel ini, karena tema yang diangkat cukup kontroversial yaitu tentang Indonesia pada suatu masa tepatnya tahun 2034 yang menganut paham Liberal, dimana dasar negara tidak lagi pancasila, tetapi catur sila. Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, dihilangkan. Agama dianggap sudah tidak penting dalam suatu tatanan negara. Ini sepertinya menjadi film atau novel bergenre dystopia  Futuristic Indonesia pertama yang kubaca.  Baca lebih lanjut

2 Komentar

Filed under Novel Drama, Novel Religi, Penerbit Gramedia, Review Buku

Review Buku : 99 Cahaya di Langit Eropa

99 CAHAYAJudul Buku     : 99 Cahaya di Langit Eropa
Penulis           : Hanum Salsabila Rais & Rangga Almahendra
Penerbit         : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ke-1 : November 2013
ISBN              : 978-602-03-0052-8
Halaman        : 420 halaman

Blurb

“Aku mengucek-ucek mata, Lukisan Bunda Maria dan Bayi Yesus itu terlihat biasa saja. Jika sedikit lagi saja hidungku menyentuh permukaan lukisan, alarm di Museum Louvre akan berdering-dering. Aku menyerah . Aku tidak bisa menemukan apa yang aneh pada lukisan itu. “Percaya atau tidak, pinggiran hijab Bunda Maria itu bertahtakan kalimat tauhid Laailaha Illallah,Hanum” ungkap Marion akhirnya.”

Buku ini juga telah di filmkan dengan pemeran utama Acha Septiarasa (Hanum) dan  Abimana Aryasatya (Rangga) dan menjadi salah satu film yang laris pada tahun 2013. Buku yang ditulis berdasarkan kisah perjalanan Hanum dan suaminya Rangga di sebuah negara di Eropa tepatnya Wina, Austria saat Rangga menempuh S3 di sana. Berisi  catatan perjalanan atas sebuah pencarian. Pencarian cahaya Islam di Eropa yang kini sedang tertutup awan saling curiga dan kesalahpahaman. Untuk pertama kalinya dalam 26 tahun, Hanum merasakan hidup di suatu negara dimana Islam menjadi minoritas. Pengalaman yang makin memperkaya spiritualnya untuk lebih mengenal Islam dengan cara yang berbeda. Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Hanum Salsabila Rais, Non Fiksi, Novel Religi, Penerbit Gramedia, Review Buku

Mencintaimu Karena Allah

buku mencintaimu

Judul Buku : Mencintaimu karena Allah 
Penulis : Uniessy
Desain Layout : Merumi, Desain Cover : Uniessy
Penerbit : ZA Publisher kerjasama Diandra Creative Self Publishing & Percetakan
ISBN : 978-630-336-108-3
Cetakan I : Juli 2015
Halaman : 183 halaman

 Blurb

Diusianya yang 27 tahun, Syafa bukannya tidak mau membuka hati, melainkan hanya tak ingin terjebak dalam hubungan semu semisal pacaran, ataupun khitbah dari mereka yang mencintai Allah Azza wa Jalla pun tidak.

Aini baru belajar tentang islam meski ia berislam sejak lahir. Debaran jantungnya yang berdentum-dentum setiap kali melihat Abay membuatnya ingin memperbaiki diri ke arah lebih baik lagi. Beruntung dia punya Rahmi yang mengingatkan; bahwa perubahan semestinya disebabkan karena Allah mencintai kita

Indi punya satu nama yang terus ia sebut dalam doa. Sampai kemudian sahabatnya,Nisa mengingatkannya untuk tidak fokus pada satu nama. Sebab Allah lebih tahu, mana yang patut dicinta. Karena Dia-lah Sang Maha Cinta

Ini tiga kisah berbeda yang mempunyai kesatuan yang sama;yaitu tentang orang-orang yang ingin saling mencintai karena Allah
Baca lebih lanjut

8 Komentar

Filed under Novel Religi, Review Buku, Self Publishing

SANG PENCERAH : Novelisasi Kehidupan K.H Ahmad Dahlan dan Perjuangannya Mendirikan Muhamadiyah

220px-Sang_Pencerah

Judul Buku :  SANG PENCERAH
Novelisasi Kehidupan K.H Ahmad Dahlan dan Perjuangannya Mendirikan Muhamadiyah
Penulis : Akmal Naseery Basral
Penerbit : Mizan Pustaka
Cetakan I : Tahun 2010
ISBN : 978-797-433-596-3
Halaman : 461 halaman

Sebenarnya buku ini cukup lama tidak saya sentuh, saya masih membaca buku-buku yang belakangan kubeli daripada buku ini, karena saya akan cepat bosan membaca biografi atau sejarah seseorang, hingga saat bulan Ramadhan seperti ini, ingin membaca buku yang bersifat religi, akhirnya pilihanku membaca Sang Pencerah. Dan saat kubaca baik-baik dibawah judul Sang Pencerah ada kalimat “Novelisasi Kehidupan K.H Ahmad Dahlan…” membuatku tertarik, kupikir ini murni buku sejarah yang hanya berisi data-data dan angka, tetapi ternyata disuguhkan dalam bentuk novel cerita seperti novel fiksi kesukaanku.

Ini kisah kehidupan salah satu tokoh nasional kita, K.H. Ahmad Dahlan dari masa kecil sampai menjadi tokoh besar yang telah mendirikan salah satu Organisasi Keislaman Terbesar di Indonesia yaitu Muhamadiyah.
Muhammad Darwis nama pemberian dari Ayahnya K.H Abu Bakar dan Ibunya Siti Aminah, lahir pada tanggal 01 Agusutus tahun 1868. Atau Raden Ngabei Ngabdul Darwis,nama pemberian Sri Sultan Hamengkubuwono VII, mengingat kedekatan Ayahnya dengan Keraton sebagai seorang penghulu Kesultanan, yang bertugas menjadi khatib tetap Masjid Gede Kauman, Masjid kebanggaan Keraton tempat ibadah kerabat Keraton dari jaman Sri Sultan Hamengkubuwono I sampai dengan sekarang.
Muhamad Darwis konon mempunyai darah keturunan langsung dari salah satu Wali songo penyebar agama islam di Jawa yaitu Syeikh Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik. Dari garis keturunan ayahnya, jadi Muhammad Darwis dari golongan ulama dan priyayi, pada jamanya kasta seperti ini sangat berpengaruh terhadap tatanan kehidupan social saat itu. Lahir dan dibesarkan dalam lingkungan ulama membuat Darwis menjadi anak yang cerdas,kritis dan soleh. Umur 10 tahun sudah dapat berbahasa Arab dan mengkhatamkan Al-Qur’an yang pada masanya saat itu, baca tulis mengaji jarang ada yang mempunyai kemampuan seperti itu. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Novel Religi, Penerbit Mizan, Review Buku

Surga Yang Tak Dirindukan

surga yang tak dirindukan
Judul Buku : SURGA yang tak DIRINDUKAN
Penulis : Asma Nadia
Penerbit : ASMA NADIA Publishing House
ISBN : 978-602-9055-21-4
Halaman : 308 halaman

Ini adalah novel kedua Asma Nadia yang telah ku review, dan selalu menjadi ciri khas Asma Nadia memberikan quote-quote dalam setiap awal bagian cerita, seperti di bagian awal buku ini tertulis “Pintu yang terbuka Tak selamanya siap untuk disinggahi”. Cocok sekali diletakan awal cerita, pembaca memang seolah diibaratkan memasuki sebuah rumah dengan melewati sebuah pintu rumah atau istana. Sebenarnya novel ini berjudul Istana Kedua yang telah diterbitkan dan di edit kembali dengan beberapa penambahan dibagian belakang berupa testimony dari beberapa wanita tentang poligami yang dirangkum oleh Asama Nadia. Sehingga dibuat dengan judul yang baru “Surga yang tak Dirindukan”.
“Apa artinya rumah jika tak lagi menjadi pelabuhan yang ramah bagi suami? apa jadinya surga jika sudah tak lagi dirindukan ? haruskah dongeng seorang perempuan mati agar dongeng perempuan lain mendapat kehidupan?Apabila cinta dapat membuat perempuan setia kepada satu lelaki kenapa cinta tidak cukup membuat laki-laki bertahan dengan satu perempuan ?” Itu adalah pertanyaan-pertanyaan yang mewakili isi novel tersebut. Yang diperankan oleh tiga tokoh Arini, Pras dan Mei Rose Baca lebih lanjut

2 Komentar

Filed under Asma Nadia, Marriage Novel, Novel Religi, Review Buku

ASSALAMUALAIKUM BEIJING !

assalamualaikum beijing..

Judul Buku : ASSALAMUALAIKUM BEIJING !
-Pergi Cinta Mendekat Cinta-
Penulis : Asma Nadia
Penerbit : ASMA NADIA Publishing House
ISBN : 978-602-9055-25-2
Halaman : 342 halaman

“Di antara rembulan yang tersembunyi dalam gelap dan gemerisik angin yang datang dari kejauhan, ke mana akan kubisikan cinta?”
“Cinta adalah kegembiraan yang tersisa, jika nanti suatu pagi,tak lagi senyumu menyapa seperti biasa dan hanya bias kutemukan dalam mimpi”
“Harta dan kebangsawanan, tak membuat laki-laki menjadi pangeran. Cinta sejati seorang putrilah yang mengubahnya”

Itu adalah beberapa quote yang ku suka di novel ini , hampir di setiap bab ada quote yang dibuat Asma Nadia. Nama tokoh utama dalam novel ini seperti nama penulisnya Asma. Awalnya saya sedikit bingung karena alurnya loncat-loncat, potongan adegan di selang-seling dengan flashback. Kupikir Asma dan Ra adalah dua orang berbeda, dan baru paham,setelah pertengan cerita, kalau itu adalah satu nama dengan dua cinta berbeda. Cerita ini diawali dengan kisah tragis sepasang kekasih Dewa dan Ra, yang kandas. Mereka menjalin kasih saat masih kuliah sampai lulus, begitu bahagia dan saling percaya, mereka sering membicarakan gambaran masa depan yang indah , hingga takdir merubah semua itu. Dewa harus menikah dengan wanita lain, yang juga tidak diinginakan Dewa. Bagi Dewa hanya Ra yang ada di dalam hidupnya, bukan karena Dewa dijodohkan oleh orangtuanya, tetapi ini kesalahan Dewa, sehingga harus menuntut tanggungjawab dengan menikahi Anita. Sebuah kesalahan yang seharusnya dapat terhindari, tetapi manusia hanya berencana. Ra sangat kecewa tidak menyangka sama sekali, Dewa yang sangat baik, perhatian dan mencintainya dapat terjebak kedalam perbuatan yang tidak pantas. Tetapi Ra ingin Dewa menjadi laki-laki sejati yang bertanggungjawab dan membiarkan menikahi perempuan lain, meskipun itu sangat menyakitkan. Baca lebih lanjut

4 Komentar

Filed under Asma Nadia, Novel Religi, Review Buku

Bulan Terbelah di Langit Amerika

bulan terbelah di langit Amerika

Judul buku :  Bulan Terbelah di Langit Amerika

Penulis : Hanum Salsabila Rais dan Rangga Almahendra

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan pertama : Mei 2014……Cetakan ke tujuh : Januari 2015

ISBN : 978-602-03-0545-5

Hal :343 halaman

Buku  dapat di beli di :bukupedia.com

“Amerika dan Islam. Sejak 11 September 2001, hubungan keduanya berubah. Semua orang berbondong-bondong membenturkan mereka. Mengakibatkan banyak korban berjatuhan; saling curiga, saling tuding, dan menyudutkan banyak pihak. Ini adalah kisah perjalanan spiritual di balik malapetaka yang mengguncang kemanusiaan. Kisah yang diminta rembulan kepada Tuhan. Kisah yang disaksikan bulan dan dia menginginkan Tuhan membelah dirinya sekali lagi sebagai keajaiban. Namun, bulan punya pendirian. Ini untuk terakhir kalinya. Selanjutnya, jika dia bersujud kepada Tuhan agar dibelah lagi, itu bukan untuk keajaiban, melainkan agar dirinya berhenti menyaksikan pertikaian antarmanusia di dunia. “Apa? Wajah Nabi Muhammad junjunganku terpahat di atas gedung ini? Apa-apaan ini! Penghinaan besar!” seruku pada Julia. Mataku hampir berair menatap patung di dinding Supreme Court atau Mahkamah Agung Amerika Serikat, tempat para pengadil dan terhukum di titik puncak negeri ini. “Jangan emosi. Tak bisakah kau berpikir lebih jauh, Hanum? Bahwa negeri ini telah dengan sadar mengakui Muhammad sebagai patron keadilannya. Bahwa Islam dan Amerika memiliki tautan sejarah panjang tentang arti perjuangan hidup dan keadilan bagi sesama. “Akulah buktinya, Hanum.” Kisah petualangan Hanum dan Rangga dalam 99 Cahaya di Langit Eropa berlanjut hingga Amerika. Kini mereka diberi dua misi berbeda. Namun, Tuhan menggariskan mereka untuk menceritakan kisah yang dimohonkan rembulan. Lebih daripada sekadar misi. Tugas mereka kali ini akan menyatukan belahan bulan yang terpisah. Tugas yang menyerukan bahwa tanpa Islam, dunia akan haus kedamaian”

Itu adalah sepenggal sinopsis yang ada di cover belakang buku ini. Saat pertama saya membaca judul bukunya dan melihat penulisnya, saya langsung tertarik, meskipun saya baru beli pada cetakan ketujuh 🙂  karena memang saya sudah pernah membaca buku  hanum sebelumnya yang berjudul 99 cahaya di langit eropa.  Kedua buku tersebut sama-sama menceritakan kisah perjalanan hanum dan rangga saat di Eropa – amerika yang menguak tabir dan rahasia sisi lain dunia islam disana, yang selama ini masih banyak terselubung.  Saya makin tertarik dengan sejarah islam, dengan membaca buku ini , hanum sangat apik mengemas kata-kata dan alur cerita sehingga makin penasaran dengan cerita ini .

Buku ini di awali dengan  drama  singkat detik-detik Pesawat American Airlines Flight 11  yang berpenumpang  92 orang pada tanggal 11 September 2001 dibajak  dan menabrakan diri ke Menara kembar Gedung World Trade Center (WTC) . Saat dimana orang yang di dalam pesawat sudah pasrah, karena tidak dapat berbuat apa-apa, sementara orang yang . berada di gedung WTC panik luar biasa..Gedung yang memiliki lantai lebih dari 100 lantai ini , makin menambah putus asa orang yang didalamnya ,karena lift mati, dan satu-satunya jalan adalah tangga darurat untuk turun sampai ke lantai dasar. sehingga tidak sedikit yang lompat bunuh diri dari atas gedung. Cerita ini akan dilanjutkan di bagian akhir buku ini yang saling terjalin satu sama lain.

Hanum dan Rangga ke ditakdirkan ke Amerika selama 2 minggu dengan tugas dan kepentingan yang berbeda-beda, namun akhirnya mempunyai muara yang sama Rangga diminta profesornya untuk mengikuti konferensi bisnis yang dihadiri oleh tokoh bisnisman yang sangat dermawan, sebagai asisten profesor Rangga harus melakukan apa yang diminta , bukan hanya sekedar presentasi tetapi meliput sekaligus mengundang narasumbernya untuk hadir di kampusnya.

Sedangkan Hanum diminta bosnya (hanum bekerja di koran lokal Wina “Heute ist Wunderbar” atau Today is Wonderfull) untuk membuat artikel dengan tema ” Would the world be better without islam”…Akankah Dunia Lebih Baik Tanpa Islam? study kasusnya Tragedi kemanusiaan di Amerika . Wawancara dengan narasumber korban WTC baik dari orang islam maupun non islam. Keduanya sempat mengalami hambatan yang membuat mereka terpisah satusama lain meskipun akhirnya bisa kembali bersama dengan membawa hasil yang tidak terduga. Memang rencana manusia tidak selalu sejalan dengan kuasaNya…dan lagi-lagi membuktikan bahwa Alloh adalah selalu memberikan yang terbaik buat hambaNYA. So…jangan pernah berprasangka buruk sama Alloh ketika kita ada masalah atau kesulitan yang menimpa 🙂

Selain menceritakan tentang tragedi kemanusian WTC, juga membahas sedikit tentang asal-muasal orang pertama yang tinggal di Amerika atau penemu benua ini. Bagaimana kalau ternyata penemu benua Amerika bukan Christophurus Columbus seperti yang kita pelajari di sejarah selama ini ?

Dan bukti-bukti sejarah islam di Washington dan Newyork, ternyata ada pahatan ayat Al-qur’an Surat Annisa Ayat 135 di salahsatu pintu gerbang Fakultas Hukum Universitas Harvard tentang kehebatan ajaran keadilan sebagai lambang supremasi hukum umat manusia. siapa yang menyangka  kampus yang sangat terkenal dan ada di negara sekuler ternyata tidak lepas dari ayat Al Qur’an? Subhanalloh

Buku ini memang bukan true story murni karena ada unsur fiksi, fakta sejarah , spiritual dan travelling….ini yang membuat pembaca dibawa seolah-olah ikut merasakan apa yang terjadi saat penyerangan gedung WTC sehingga ada semacam luapan emosi saat membacanya. Dan ini makin membuatku bangga sebagai seorang muslim. Makin penasaran, lebih baik langsung baca sendiri

Jadi sangat recomended untuk membaca buku ” Bulan Terbelah di Langit Amerika”  bukan hanya untuk muslim saja , yang non muslim juga boleh lho….:)

Semoga kita yang muslim setelah membaca buku ini, makin memahami hakikat islam yang kita yakini dan bisa menjadi agen muslim yang baik. Amiin

 

4 Komentar

Filed under Hanum Salsabila Rais, Lomba Resensi Bukupedia, Novel Religi, Penerbit Gramedia, Review Buku