Resensi : 69 Things To Be Grateful About Being Single

13 Mei 2019-single.jpeg

TIPS MENJADI SINGLE DAN BAHAGIA

Judul Buku      : 69 Things To Be Grateful About Being Single
Penulis             : Feby Indirani
Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I        : 18 September 2017
ISBN               : 978-602-03-7714-8
Tebal              : 144 halaman

Peresensi         : Siti Nuryanti

 

Dalam kultur budaya masyarakat Indonesia, yang beranggapan bahwa menikah adalah suatu keharusan maka pilihan untuk hidup melajang tentu tidak mudah diterima. Berbagai pertanyaan tentang kapan menikah, sedangkan usia sudah cukup matang akan selalu terdengar dalam berbagai kesempatan. Pandangan umum masyarakat kita, profil seseorang dianggap sempurna, apabila menikah, sukses dan mapan. Namun apabila sukses, mapan dan tidak menikah  dianggap kurang sempurna, bahkan menjadi bahan lelucon.

Padahal menikah tidak menjadi jaminan akan hidup bahagia selamanya, perlu kerja keras dan kesabaran dari kedua belah pihak pasangan. Dan tidak sedikit pasangan menikah berakhir dengan perpisahan yang saling menyakiti.

Buku 69 Things To Be Grateful About Being Single membuka pandangan bahwa hidup melajang merupakan pilihan hidup yang membahagiakan.

Di dalam kata pengantar buku ini, penulis menggunakan angka 69 karena angka tersebut adalah taijitu yaitu simbol dari yin dan yang mewakili konsep berlawanan untuk mencapai keseimbangan. Segala sesuatu di dunia ini berpasangan, ada siang-malam, gelap-terang, maskulin-feminim dan sebagainya. Pilihan hidup melajang di dunia yang mengagungkan berpasangan, tentu tidak mudah, karena akan dianggap suatu kekurangan. Hidup melajang dan identik dengan kesepian tidak selalu membuat hidup menjadi merana.

Penulis memberikan enam puluh sembilan cara untuk menikmati hidup dengan status melajang. Kebebasan menjadi ciri khas bagi seseorang yang hidup melajang. Dengan melajang, seseorang dapat bebas menyalurkan hobi, bebas travelling, menonton drama televisi kesukaanya, bebas melanjutkan sekolah ke luar negeri atau bebas tidak mandi seharian (hal 22).

Hidup melajang mempunyai waktu lebih banyak untuk keluarga ayah, ibu, saudara, keponakan atau binatang peliharaan (hal : 31).  Dengan sering berinteraksi dengan keluarga akan membuat hati bahagia dan terhindar dari stress.

Selain memiliki kebebasan, kaum lajang biasanya terlihat awet muda dan berpenampilan menarik, dikarenakan mempunyai waktu untuk merawat diri, pergi ke salon, olahraga. Dan terhindar stress karena tidak direpotkan dengan urusan cicilan rumah, tagihan listrik dan sebagainya.

Dengan melajang, terbebas dengan permasalahan mertua,ipar atau anak, hanya bertanggung jawab kepada diri sendiri, fokus pada pengembangan diri (hal : 46).

Kaum lajang lebih religius karena mempunyai waktu lebih banyak untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Dengan berdoa dan bersabar, niscaya akan mendapatkan jodoh yang terbaik dan tepat.

“Kamu memilihnya bukan semata karena takut sendirian, tapi karena dengannya kamu bisa mencapai lebih banyak impian bersam, tanpa harus mengorbankan cita-citamu sendiri “(hal : 141).

Buku ini dikemas dengan sangat menarik dilengkapi ilustrasi yang indah pada setiap halaman, sehingga pesan yang terkandung dapat diserap pembaca dengan mudah. Buku ini dapat dijadikan hadiah bagi perempuan lajang, karena berisi ajakan untuk tersenyum, berkontemplasi dan menertawakan diri sendiri. Hidup melajang terkadang tidak menyenangkan, namun selalu ada hal yang patut disyukuri dengan status tersebut.

Menikah atau melajang adalah pilihan yang baik, asalkan membuat hidup kita bahagia dan berarti. Buku ini mengajarkan kita untuk selalu menikmati hidup dengan cara bersyukur terhadap apapun yang kita miliki dan jalani saat ini.

*) Tulisan ini dimuat di koran Kabar Madura 13 Mei 2019

 

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Non Fiksi, Penerbit Gramedia, Resensi Media Cetak, Review Buku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s