RESENSI : Please be Mine

Please be mine

TRAUMA KEHILANGAN MENJADIKAN BIPOLAR DISODER

Judul Buku      : Please Be Mine
Penulis             : Eugenia Rakhma
Penerbit           : Bhuana Sastra (Imprint dari Penerbit BIP)
Cetakan I        : 2018
ISBN               : 978-602-455-466-8
Tebal               : 184 hal

Peresensi         : Siti Nuryanti

Masa remaja biasanya identik dengan hari-hari yang penuh dengan kebahagiaan dan keceriaan, namun bagi sebagian orang, masa remaja dapat menjadi masa yang kelam dan penuh kesedihan. Kita sering mendengar berita tentang remaja yang depresi dan bunuh diri karena hal-hal sepele. Memang, masa remaja merupakan masa yang rentan dengan stress, karena dalam masa remaja terjadi perubahan fisik dari anak-anak menjadi dewasa, namun secara mental masih belum dapat bertindak sebagai orang dewasa.

Dalam novel Please be Mine penulis menceritakan kisah remaja dengan segala permasalahannya, antara lain persahabatan, percintaan, sekolah dan keluarga. Dikisahkan dua orang remaja SMA  bernama Evan dan Kiara yang telah menjalin persahabatan sejak kecil. Evan selalu membantu Kiara dalam berbagai masalah yang dihadapinya. Dari TK sampai dengan SMP, Kiara dan Evan selalu satu kelas. Namun saat memasuki kelas 1 SMA, Evan dan Kiara tidak sekelas, hal ini membuat Evan kesal karena tidak dapat mengawasi Kiara yang masih bersedih pasca diputus oleh kekasihnya Ferdian . Evan semakin mengkhawatirkan Kiara, ketika mengetahui Ferdian yang telah mempunyai kekasih baru , berada dalam kelas yang sama dengan Kiara. Kedekatan Ferdian dengan Marischa, kekasihnya membuat Kiara makin bersedih, beruntung ada teman sebangkunya Tantra yang selalu menghibur Kiara.

Kesedihan Kiara terus berlanjut, ketika teman-teman sekelas menuduhnya sebagai pelaku atas hilangnya barang-barang Marischa, dari alat tulis, buku hingga tugas pelajaran.  Setiap hari selalu ada yang hilang, hal ini membuat Marischa membenci Kiara. Teman sekelas menuduh Kiara yang menghilangkan barang-barang Marischa karena  ia belum bisa menerima diputus oleh Ferdian, ditambah adanya bukti-bukti yang mendukung.  Kiara makin terpuruk dalam kesedihan, Evan selalu berusaha menghibur Kiara. Evan selalu ada untuk Kiara. Evan yang sejak lama mencintai secara diam-diam terhadap Kiara, akhirnya menyatakan perasaan dan diterima oleh Kiara. Kesedihan Kiara sudah menghilang berganti dengan keceriaan bersama Evan.

Suatu hari sekolah dikejutkan oleh peristiwa jatuhnya Kiara yang didorong dari lantai dua oleh Evan. Kiara mengalami luka yang cukup parah dan dibawa ke rumah sakit. Kejadian yang mengejutkan ini mengharuskan Evan untuk berkonsultasi dengan Psikolog. Dari hasil pemeriksaan Psikolog dinyatakan bahwa Evan mempunyai gangguan psikologi  yang dinamakan Bipolar Disorder.

Bipolar Disorder adalah gangguan psikologi, perubahan mood yang tiba-tiba dari bahagia (mania) dan kesedihan (depresi) yang ekstrem ( halaman :173)

Evan yang selama ini dikenal oleh teman-teman sebagai siswa yang baik, sopan dan menjadi idola ternyata menyimpan luka kepedihan yang mendalam. Trauma kehilangan ibunya pada masa kecil membuat Evan mempunyai ketakutan akan kehilangan lagi terhadap seseorang yang disayangi. Evan menjadi overprotec terhadap Kiara sehingga melakukan tindakan ekstrim dengan mencelakakan Kiara.  Evan beranggapan dengan membuat Kiara kecelakaan dan tidak dapat berjalan maka Kiara tidak akan pergi meninggalkannya.

Kiara yang memahami kondisi Evan membantu melalui serangkaian terapi dan pemeriksaan psikologis untuk kesembuhan Evan. Kiara yakin bahwa dengan perhatian dan dukungan dari orang terdekatnya akan mempercepat kesembuhannya.

Dari novel ini kita dapat mengambil pelajaran, bagaimana memahami dan menangani remaja yang mempunyai gangguan bipolar disorder.  Perhatian dari teman dan keluarga sangat diperlukan dalam upaya penyembuhan gangguan bipolar disorder.  Orangtua dan guru  juga perlu memahami perilaku dan karakter seorang  remaja sehingga mampu mengarahkan menjadi remaja yang lebih baik, percaya diri dan terhindar dari depresi.

*) Tulisan ini dimuat di Koran Radar Sampit 3 Maret 2019

Please-Be-Mine

Tinggalkan komentar

Filed under Penerbit BIP, Resensi Media Cetak, Review Buku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s