Tag Archives: Resensi

Resensi : KISAH-KISAH NYESEK KKN

Kisah2 Nyesek KKN, Minggu 22 April 2018

PENGALAMAN BERHARGA MELALUI KKN

Judul Buku     : Kisah-Kisah Nyesek saat KKN
Penulis            : Frida Kurniawati, dkk
Penerbit         : DIVA Press
Cetakan I        : Januari 2018
ISBN                : 978-602-391-495-1
Tebal              : 152 hal

Peresensi       : Siti Nuryanti

kkn

Perguruan Tinggi merupakan salah satu agen perubahan bangsa. Salah satu visi perguruan tinggi adalah pengabdian masyarakat. Sudah menjadi budaya setiap universitas mempunyai program pengabdian masyarakat atau yang dikenal dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Universitas menerjunkan para mahasiswa ke masyarakat sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana.  Program ini bertujuan agar mahasiswa dapat bertukar pikiran dengan masyarakat dan memberi sumbangsih agar potensi masyarakat dapat berkembang.

Lokasi KKN biasanya selalu di pedesaan yang jauh dari perkotaan  dengan sarana dan prasarana terbatas. Hal ini dimaksudkan agar para mahasiswa belajar tentang kesederhanaan secara langsung dari masyarakat.

Buku ini berisi kisah nyata para mahasiswa saat melakukan kegiatan KKN.  Ada dua puluh empat penulis yang menceritakan pengalamannya, dari kisah yang lucu,  drama, kriminal, romantis hingga kisah horor saat di lokasi KKN. Baca lebih lanjut

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Non Fiksi, Penerbit Diva Press, Resensi Media Cetak, Review Buku

RESENSI : Bidadari Untuk Dewa

bidadari

INSPIRASI DARI  KISAH HIDUP ENTERPRENUER MUDA

Judul Buku      : Bidadari Untuk Dewa
Penulis             : Asma Nadia
Penerbit          : KMO Publishing
Cetakan I        : Oktober 2017
ISBN               : 978-602-504-410-6
Tebal              : 528 hal

Dewa adalah salah satu dari anak muda fenomenal dan penuh kejutan, kisah hidupnya mirip permainan  Russian Roullete. Dari anak muda yang dikagumi karena menghasilkan uang satu milyar lalu terjerembab hutang delapan milyar. Namun kebangkrutan tidak membuatnya menyerah

Dewa Eka Prayoga tercatat sebagai mahasiswa jurusan kimia Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.  Kehidupan ekonomi yang memaksa Dewa untuk berfikir kreatif agar biaya kuliah terpenuhi. Pijakan pertama Dewa menjadi guru pada sebuah lembaga bimbingan belajar.

Dewa mengikuti kompetisi wirausaha di kampusnya, dimana pemenangnya akan diberi modal usaha sesuai proposal yang dibuat. Dua tahun berturut-turut mengikuti kompetisi tersebut dan menjadi pemenangnya . Hadiah yang diterimanya digunakan untuk membuka usaha kafe khusus anak muda dan usaha katering.  Dengan prestasi yang diraihnya Dewa sering diundang menjadi motivator berbagai seminar kampus di berbagai daerah. Dewa dikenal sebagai enterprenuere muda, pendapatannya makin bertambah.

Suatu hari, ibunya terjerat hutang rentenir sebesar empat puluh lima juta, dan harus segera dibayar apabila tidak ingin rumahnya disita. Kemudian Dewa menulis buku tentang tips marketing sesuai dengan yang telah dipraktikan. Bukunya best seller dan mendapatkan penghasilan yang lebih dari cukup untuk melunasi hutang ibunya.

“ Ternyata masalah bukan beban melainkan cara Allah membangunkan hamba-hambaNya supaya menemukan potensi terbaik (hal: 133)

Usaha kafe dan Katering yang dirintis Dewa, mulai sepi dan mengalami kemunduran. Dewa beralih melakukan investasi dengan temannya yang bernama Ruslan. Investasi ini berupa pengadaan laptop yang dikirim ke instansi pemerintah dengan sistem bagi hasil. Dalam jangka waktu delapan bulan Dewa berhasil berhasil menjaring  enam ratus delapan puluh lima (685) investor dengan total investasi 7,8 milliar. Dewa menjadi agen terbesar dalam jaringan usaha Ruslan. Prestasi ini makin melambungkan namanya di berbagai kalangan, kampus,masyarakat hingga pengusaha. Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Asma Nadia, Dalam Negeri, KMO Publishing, Resensi Media Cetak, Review Buku

Resensi : BERBENAH JADI DUIT

Berbenah jadi duit, Senin 9 April 2018

UPAYA MENYELAMATKAN KEUANGAN KELUARGA

Judul Buku      : Berbenah Jadi Duit
Penulis             : Yoon Sun-hyun

Penerjemah      : Asti Ningsih
Penerbit           : Bhuana Ilmu Populer
Cetakan I        : 2018
ISBN               : 978-602-455-389-0
Tebal               : 258  hal

Peresensi         : Siti Nuryanti

Pada zaman serba instan seperti sekarang, dimana segala sesuatu dapat dengan mudah diperoleh akan memicu seseorang untuk berperilaku konsumtif. Terkadang barang yang dibeli, bukan barang yang dibutuhkan melainkan karena tergoda oleh promosi potongan harga atau hadiah. Menurut pakar pendidikan keuangan Korea, Je Yoon-kyung menyimpulkan bahwa masyarakat Korea salah memaknai pemborosan. Pemborosan bukanlah membeli barang yang mahal, tetapi membeli barang yang tidak diperlukan (hal: xii).

Pada umumnya seseorang tidak mempunyai uang, bukan dikarenakan mempunyai penghasilan sedikit, melainkan dengan mudah menggunakan uang untuk hal-hal kecil tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Seseorang sering membeli barang-barang dengan memanfaatkan potongan harga, perilaku yang terus menerus ini membuat tanpa sadar menguras penghasilan dan membuat rumah penuh dengan barang, yang sebenarnya tidak terpakai. Berhati-hati dalam mengeluarkan uang, sama halnya meningkatkan pendapatan secara nyata. Dengan demikian untuk menambah kekayaan dapat dilakukan dengan memiliki lebih sedikit barang.

Berbagai tips menjadi orang kaya telah banyak ditulis oleh pakar keuangan atau para praktisi, namun buku Berbenah Jadi Duit memberikan solusi yang lebih aplikatif dan membuat hidup menjadi bahagia. Penulis Yoon Sun-Hyun yang merupakan Konsultan Berbenah Nomor 1 di Korea Selatan memberikan fakta dan pemahaman baru tentang pentingnya berbenah rumah. Berbenah rumah, tidak hanya membuat rumah terlihat rapi, dan nyaman dihuni, namun dapat meningkatkan kekayaan. Berbenah, selain membuat rumah leluasa juga melatih keberanian dan keyakinan terhadap diri sendiri dalam memutuskan sesuatu. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Non Fiksi, Penerbit BIP, Resensi Media Cetak, Review Buku, Tak Berkategori

RESENSI : EXCELLENT LEADERSHIP

excellent leadership, 2 April 2018

PANDUAN MENJADI PEMIMPIN SUKSES

Judul Buku      : Excellent Leadership
Penulis             : Dr.H.Cris Kuntadi,SE,MM,CA,CPA,QIA,FCMA,CGMA,CIPSAS,CfrA,Ak
Penerbit           : Bukurepublika (imprint Republika Penerbit)
Cetakan I        : Oktober 2017
ISBN               : 978-602-7595-46-0
Tebal               :Ivi + 260 hal

Peresensi      : Siti Nuryanti

Setiap kita adalah pemimpin. Ungkapan ini telah jamak diketahui masyarakat. Jika setiap kita adalah pemimpin, berarti setiap kita memikul tanggung jawab masing-masing. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pemimpin berarti 1) orang yang memimpin ; 2) petunjuk, pedoman. Kepemimpinan diartikan sebagai perihal memimpin;cara memimpin. Dengan demikian memimpin berbeda dengan memerintah, memperdaya atau menduduki jabatan tertentu. Pemimpin tidak hanya sekedar posisi tetapi perkara fungsi.

Walaupun terdapat ungkapan bahwa setiap orang adalah pemimpin, pada praktiknya kepemimpinan dalam arti publik tidak mungkin diserahkan kepada setiap orang.

 “Seseorang dapat disebut pemimpin apabila; mampu memimpin diri sendiri, memimpin orang lain, menggerakkan komunitas, mengejar sebuah visi bersama, meneguhkan keberanian, melakukan terobosan, serta membuka jalan bagi orang lain untuk bertindak “ (hal : 21)

Menurut Weber ada tiga faktor yang mempengaruhi kelahiran pemimpin, yaitu faktor tradisional (keturunan), karismatik dan legal rasional (landasan hukum). Berdasarkan survai yang dilakukan Ayres menyebutkan bahwa sepertiga pemimpin dilahirkan (faktor internal) dan dua pertiga hasil bentukan (faktor eksternal).

Dalam buku Excellent Leadership penulis memberikan pengetahuan dan tips-tips bagaimana seseorang dapat menjadi pemimpin hingga mencapai level pemimpin yang excellent. Dalam era keterbukaan seperti sekarang, seorang pemimpin mempunyai tantangan tersendiri. Penulis memberikan rumusan singkat untuk menjadi seorang pemimpin yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat saat ini.

“Ada sembilan (9) rumusan kepemimpinan EXCELLENT ; 1) Eager ; memiliki keinginan diri yang kuat  sehingga dapat memotivasi orang lain. 2) Xerophtic : memiliki kemampuan beradaptasi dengan kekurangannya. 3) Candid : tulus ikhlas tanpa pamrih. 4) Easygoing : menghadapi masalah dengan tenang. 5) Luminous : memiliki wawasan, keterampilan dan sikap yang dapat menjadi teladan bagi lingkungan. 6) Logical: memecahkan masalah secara logis berdasarkan analisa yang matang. 7)Edifying : membawa perbaikan bagi individu dan organisasinya. 8)Neutral : bebas dari konflik kepentingan pribadi dan kelompok di atas kepentingan organisasi. 9)Transparent : tidak ada yang ditutupi dalam mengelola organisasi” (hal : 38). Kesembilan rumusan tersebut disingkat menjadi EXCELLENT yang diambil dari huruf pertama masing-masing kata.l Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Non Fiksi, Penerbit Republika, Resensi Media Cetak, Review Buku

Resensi : INSPIRASI KARIER KEDUA

Inspirasi Karier Kedua, 8 Maret 2018

MEMPERSIAPKAN KARYA MENJELANG MASA PENSIUN

Judul Buku      : Inspirasi Karier Kedua
Penulis             : Mamad Samadi & Tim
Penerbit           : PT. Elex Media Komputindo
Cetakan I        : 2018
ISBN               : 978-602-04-5345-3
Tebal               : 292  hal

Masa pensiun adalah masa yang secara alamiah akan terjadi pada seseorang dalam kurun waktu tertentu. Bagi sebagian orang, masa pensiun adalah hal yang ditunggu-tunggu, namun bagi sebagian yang lain pensiun merupakan masa yang berat. Banyak orang yang tidak siap menghadapi masa pensiun, mereka beranggapan masa pensiun adalah tanda seseorang sudah tidak berguna lagi, tidak dibutuhkan lagi karena usia tua dan tidak produktif lagi. Paradigma seperti inilah yang perlu diluruskan. Selama manusia masih hidup potensi dan karier masih tetap ada, meskipun bentuknya mungkin berbeda dari yang dulu sebelum pensiun. Itulah yang disebut sebagai karier kedua (hal : 5)

Buku Inspirasi Karier Kedua ditulis oleh sepuluh penulis yang profesional di bidangnya. Buku ini memberi pandangan bahwa, pensiun hanyalah berhenti bekerja,namun tidak berhenti berkarya. Seseorang yang akan memasuki pensiun, baik pensiun sesuai waktunya atau pensiun dini, perlu mempersiapkan diri.

Persiapan pensiun, tidak hanya persiapan materi saja namun aspek Spiritual, Psikologis dan fisik juga diperhatikan. Dalam tiga bab pertama yang berjudul Mengenalku Berarti Mengenal-Mu, Tak Ada yang Tak Berubah dan Mens Sana In Carpore Sano mengupas ketiga aspek tersebut. Dalam masa pensiun, pendekatan diri kepada Sang Pencipta sangat diperlukan, semakin dekat dengan Tuhan maka akan semakin mengenal dirinya sendiri. Dengan mengenal dirinya sendiri, akan lebih mudah mengendalikan emosi diri. Pada umumnya orang yang pensiun perasaanya sensitif, mudah tersinggung atau terkena post-power syndrom. Dampak psikologis seperti itu dapat diatasi dengan merubah pola pemikiran, bahwa tidak ada yang berubah dengan pensiun.

Masa pensiun diartikan sebagai masa-masa bermalas-malasan, menikmati hidup dengan keluarga tanpa perlu berkarya. Pemikiran seperti ini harus dirubah, bahwa sebenarnya pensiun hanya status kepegawaian bagi seseorang yang bekerja pada orang lain atau perusahaan. Seorang pensiun bukan berarti tidak harus beraktivitas  lagi (hal : 31) Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Non Fiksi, Penerbit Elex Media, Resensi Media Cetak, Review Buku

RESENSI : Perempuan-Perempuan Pengukir Sejarah

Perempuan pengukir sejarah, KR Senin,12 Feb 18

MENGENAL PEREMPUAN PERKASA NUSANTARA

Judul Buku      : Perempuan-Perempuan Pengukir Sejarah
Penulis             : Mulyono Atmosiswatoputra
Penerbit           : Bhuana Ilmu Populer
Cetakan I        : 2018
ISBN               : 978-602-455-271-8
Tebal               : 327 hal

 

Eksistensi perempuan merupakan bagian penting dari sebuah masyarakat, bangsa dan komunitas manusia. Dahulu, perempuan Indonesia sering dianggap orang belakang, yang hanya mengurusi dapur,sumur dan kasur. Perempuan menjadi kaum yang terpinggirkan. Namun, ada beberapa perempuan yang mampu berkompetisi di dunia, saat kekuatan di dominasi oleh laki-laki.

Buku Perempuan-Perempuan Pengukir Sejarah  menceritakan delapan belas (18) tokoh wanita yang mempunyai peranan sangat penting dalam perjuangan bangsa Indonesia.
Sejak jaman kerajaan, perempuan sudah berdampingan dengan laki-laki. Ada beberapa Kerajaan yang dipimpin oleh perempuan dan mengalami masa kejayaan, seperti Kerajaan Majapahit, yang dipimpin oleh Tribhuanatunggadewi Jayawisnuwardhani, Ratu Sima di Kerajaan Kalingga dan Ratu Kalinyamat dari Jepara.

Pada masa penjajahan merebut kemerdekaan banyak tokoh perempuan yang berjuang di garis depan, memimpin langsung pasukan melawan penjajah. Tokoh perempuan tersebut antara lain Laksamana Keumalahayati merupakan laksamana perempuan pertama di Indonesia memimpin dua ribu pasukan perempuan melawan Kapal Perang Portugis, Nyi Ageng Serang yang berjuang bersama Pangeran Diponegara di barisan depam, Martha Christina Tiahahu bersama rakyat Maluku melawan kolonial Belanda . Dalam hal social, budaya dan pendidikan ada Nyai Ahmad Dahlan, istri KH.Ahmad Dahlan yang mendirikan organisasi perempuan pertama Aisyiah dan RA Kartini yang membentuk sekolah untuk kaum perempuan.
Pada awal dan pasca kemerdekaan ada Ibu Inggit Ganarsih, HR Rasuna Said, SK Trimurti, Ibu Tin Suharto dan Megawati Sukarnoputri.

Penulis menceritakan masing-masing tokoh dengan detail dari riwayat keluarga, perjuangan, hingga masa akhir hidupnya. Banyak hal yang bisa dipetik dari membaca kisah tokoh-tokoh pengukir sejarah ini. Dengan membaca buku ini, kita banyak belajar tentang sejarah Indonesia, dari era kerajaan, masa perjuangan merebut kemerdekaan hingga masa pasca kemerdekaan. Peranan perempuan di Indonesia sudah ada sejak jaman dahulu. Dibalik kelembutan dan kebijaksanan seorang perempuan tersimpan keberanian, kegigihan, untuk ikut andil membangun bangsa ini. Semoga dapat menginspirasi perempuan-perempuan Indonesia agar lebih banyak berkarya.

 

*) dimuat di Koran Kedaulatan Rakyat, Senin 12 Februari 2018

Tinggalkan komentar

Filed under Penerbit BIP, Resensi Media Cetak, Review Buku

Resensi : Rule of Thirds

Rule of thirds

MEMAAFKAN ADALAH ENERGI UNTUK HIDUP BAHAGIA

Judul Buku      : Rule Of Thirds
Penulis             : Suarcani
Penyunting      : Midya N. Santi
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I          : 27 Desember 2016
ISBN                   :978-602-03-3475-2
Halaman          : 280 hal

“Semakin lama kamu memendam amarah, semakin kamu menunda datangnya bahagia. Tidak ada yang lebih melegakan ketimbang bisa memaafkan orang lain.” (hal 184).

Memaafkan bagi sebagian besar orang, adalah hal yang sulit dilakukan. Memaafkan adalah sebuah respon atas peristiwa pahit yang telah menyakiti kita. Namun memaafkan orang lain atau diri sendiri adalah sebuah pilihan yang cerdas untuk mendapatkan kebahagiaan. Seperti yang dikisahkan Ladys dan Dias dalam novel Rule of Thirds.

Ladys adalah seorang fotografer fashion terkenal di Seol, rela meninggalkan karirnya demi mengejar cinta dan pulang ke Bali. Bagi Ladys, Bali merupakan sebuah tempat yang menyimpan kenangan buruk di masa lalu. Ladys memutuskan menemui Esa kekasihnya, agar tidak menjalani hubungan jarak jauh seperti selama setahun ini mereka jalani. Ladys tidak menyangka kehadirannya di Bali justru disambut dengan kejutan menyakitkan dari Esa. Kekasihnya telah berkhianat dan akan segera menikah dalam waktu dekat.

Dias adalah seorang Asisten Fotografer di sebuah studio foto milik kerabat Ladys. Dibalik sifatnya yang pendiam, roman mukanya yang datar dan nyaris dingin, Dias memendam kenangan pahit di masa lalunya.

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Penerbit Gramedia, Resensi Media Cetak, Review Buku

Resensi : Catatan Juang

cat.juang

MENGGALI INSPIRASI DARI BUKU HARIAN

Judul Buku      : Catatan Juang
Penulis             : Fiersa Besari
Penerbit           : Mediakita
Cetakan I        : 2017
ISBN               : 978-979-794-549-7
Tebal               : vi+306 hal

Peresensi         : Siti Nuryanti

 

Pada era digital, dimana masyarakat menggunakan sosial media sebagai media untuk mencurahkan perasaan atau permasalahan hidup masih ada sebagian orang yang mengungkapkannya melalui tulisan pada sebuah buku harian. Buku harian merupakan salah satu cara yang baik untuk menyimpan dan mencatat masa lalu serta merencanakan masa depan. Buku harian juga dapat membantu mengatur suasana hati dan emosi, bahkan dapat memberikan inspirasi atau motivasi bagi orang lain. Seperti yang dikisahkan dalam buku Catatan Juang.

Kasuarina atau Suar adalah tokoh utama dalam buku ini, seorang wanita yang memiliki impian menjadi sineas tetapi terjebak dalam rutinitas sebagai marketing asuransi pada sebuah bank. Impiannya terkubur dikarenakan sang ayah jatuh sakit, sehingga Suar memiliki inisiatif untuk membantu keuangan keluarga, meskipun ayahnya tidak meminta hal tersebut.

Dalam perjalanan pulang, Suar menemukan buku catatan bersampul merah yang terjatuh di angkutan umum. Suar bermaksud mengetahui si empunya buku tersebut, dengan membuka dan membaca tulisan-tulisan di dalamnya. Pada halaman pertama tertulis “Seseorang yang akan menemani setiap langkahmu dengan satu kebaikan kecil setiap harinya, Tertanda Juang “ (hal : 7). Suar membaca tulisan selanjutnya dan terjebak dalam kisah-kisah yang ditulis oleh Juang. Hidup Suar mulai berubah karena terinspirasi dari Catatan Juang. Suar mempertimbangkan kembali impiannya menjadi seorang Sineas.

Jangan lupa bahwa manusia mempunyai mimpi-mimpi untuk diraih. Dan jangan lupa bahwa Tuhan menciptakanmu berjalan di muka bumi ini untuk sesuatu yang baik, maka berbuat baiklah untuk sesama, melebihi kau berbuat baik untuk dirimu sendiri” (hal : 173)

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Penerbit Media Kita, Resensi Media Cetak, Review Buku

Teach Like Finland

gambar teach like finland

PENDIDIKAN ALA FINLANDIA

Judul Buku      : Teach Like Finland : Mengajar Seperti Finlandia
Penulis             : Timothy D. Walker
Editor              : Adinto F. Susanto
Penerbit           : Grasindo
Cetakan I        : Juli 2017
ISBN               : 978-602-452-044-1
Tebal              : 197 hal

Beberapa tahun terakhir, Finlandia menjadi salah satu negara yang menjadi sorotan dunia dalam bidang pendidikan. Hal ini dikarenakan pada tahun 2001, OEDC (Organization for Economic Cooperation and Development) mempublikasikan hasil studi internasional bahwa siswa-siswa Finlandia yang berusia 15 tahun berhasil mencatatkan skor tertinggi di penyelenggaraan pertama PISA ( Programme for International Student Assesment) mengalahkan negara lain seperti Jepang, Korea, Singapura, Hongkong dan negara maju lainnya. Ujian tersebut meliputi keterampilan berpikir kritis pada bidang matematika, sains dan membaca.

Masyarakat dunia, bertanya seperti apa sistem pendidikan Finlandia, dengan waktu belajar relatif lebih pendek, ujian tidak terstandardisasi,  Pekerjaan Rumah (PR) yang sedikit tetapi mampu menghasilkan siswa dengan prestasi yang sangat baik.

Buku Teach Like Finland ditulis seorang guru bernama Timothy D Walker yang pindah dari Amerika ke kota Helsinski, Finlandia. Timoty akan membagikan rahasia sukses pendidikan Finlandia.

Timothy membagi strategi mengajar menjadi lima (5) kelompok yaitu Kesejahteraan, Rasa dimiliki, Kemandirian, Penguasaan dan Pola Pikir.
Faktor Kesejahteraan menjadi hal pertama yang diperhatikan dalam pendidikan Finlandia. Prasyarat bagi siswa untuk dapat belajar yaitu apabila terpenuhinya kebutuhan pokok, seperti makanan, rumah, pakaian.  Pada bagian Kesejahteraan, penulis memberikan strategi mengajar dengan membuat Jadwal Istirahat Otak.  Menurut Daniel Levitin, profesor psikologi bahwa  memberikan otak waktu untuk istirahat, melalui jeda yang teratur akan mengarah pada produktivitas dan kreativitas yang lebih besar (hal:11).

Strategi mengajar yang selanjutnya adalah rasa dimiliki, dimana setiap guru harus mengenal setiap siswanya dengan baik agar dapat memberikan metode mengajar yang tepat untuk masing-masing siswa. Guru juga harus mampu membuat kelas tersebut nyaman, tidak ada tindakan kekerasan /bullying  antar siswa .

Guru di Finland menerapkan sistem kemandirian siswa dalam proses belajar mengajar . Siswa diberikan kebebasan untuk memilih atau menentukan tema pembelajaran yang dipelajari, hal ini sekaligus mengajarkan tanggung jawab kepada siswa. Masih banyak strategi mengajar lainnya yang dipaparkan di buku ini.

Fokus dari pendidikan Finland adalah kebahagiaan yaitu kebutuhan yang diperlukan oleh semua orang termasuk anak-anak.

“Studi menunjukan bahwa kesejahteraan siswa dan nilai tes standar secara signifikan didorong oleh kurikulum kebahagiaan “(hal : 189)

Buku Teach Like Finland ini, dapat menjadi referensi untuk menentukan sistem pendidikan yang tepat bagi suatu negera. Setiap negara mempunyai budaya dan kebutuhan masing-masing, tetapi perlu dipahami bahwa pendidikan adalah hal yang perlu dipikirkan oleh semua kalangan.  Buku ini sangat recommended untuk dibaca, terutama bagi para praktisi pendidikan.

Tinggalkan komentar

Filed under Non Fiksi, Penerbit Grasindo, Review Buku

IKAN-IKAN MATI

IKAN-IKAN MATI

PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU MANUSIA

Judul Buku      : Ikan-Ikan Mati
Penulis             : Roy Saputra
Penerbit          : Media Kita
Cetakan I         : 2017
ISBN                 : 978-979-794-543-5
Tebal                : vi + 318 hal

“ The good thing is, I don’t have to prove anything to anyone in social media.

Kinda think life is easier that way” (hal : 131)

 Di zaman sekarang, hampir semua orang mempunyai media sosial seperti facebook, twitter, instagram, path, whatsaap, line dan sebagainya. Internet telah menjadi kebutuhan pokok yang tidak kalah penting dengan makanan atau pakaian. Benda ajaib yang dikenal dengan smartphone tidak terlepas dari genggaman. Kita dapat melihat dalam berbagai kesempatan, di stasiun, terminal, kendaraan dan di tempat lainnya orang selalu menunduk sambil bermain dengan smartphone masing-masing. Dengan adanya media sosial, arus informasi dan komunikasi berjalan sangat cepat tetapi di sisi lain perilaku masyarakat juga mengalami perubahan. Kita sering melihat media sosial menjadi medan tempur antar golongan, mulai dari mencaci, menghina,menyindir dan bahasa negatif lainnya. Masyarakat mudah sekali tersulut emosinya dengan berita dari media sosial yang belum tentu kebenarannya. Dalam berbagai diskusi di televisi, menyebutkan bahwa kebhinekaan Indonesia sedang terancam.

Fenomena dan keresahan sosial tersebut diangkat dalam Novel Ikan-Ikan Mati. Dalam buku ini menceritakan kota Jakarta di masa datang, belasan tahun dari sekarang. Tokoh utama dalam buku ini adalah Gilang Kusuma yang menjabat sebagai corporate relationship manager di bank milik pemerintah. Sebuah bank yang memfokuskan bisnisnya pada penyaluran kredit level korporasi. Seperti golongan menengah pada umumnya Gilang selalu berpenampilan rapi,  mengikuti perkembangan trend dan teknologi. Ketika ada peluncuran smartphone baru, Gilang juga mengganti gadgetnya dengan yang model baru atau ketika ada heboh discount kafe baru Gilang akan berbondong-bondong mendatangi bersama teman-temannya. Gilang dan teman kantornya  bernama Jaelani, Latheef dan Bobby tidak pernah terlepas dari gadgetnya yang tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi saja. Smartphone mereka dilengkapi dengan fitur IKA (Indonesia Kindness App). Aplikasi penjaga harmoni, penyaring suara negatif di ranah digital, penghapus kisruh di dunia maya  (hal 140 ). Aplikasi ini mendeteksi segala sesuatu yang akan diupload di sosial media, apabila content tidak mengandung SARA atau hal negatif, maka dapat terpublikasi. Dan orang yang telah upload hal-hal positif akan mendapat poin. Demikian juga sebaliknya, apabila komunikasi dengan bahasa negatif, aplikasi IKA akan mendeteksi dan secara otomatis poin berkurang. Gilang dan teman-temannya selalu mengumpulkan poin dengan rajin upload foto-foto atau postingan yang positif ke facebook. Poin-poin tersebut dapat ditukarkan ke merchant-merchant tertentu, seperti kafe, bioskup, kelab malam, e-commerce dan transportasi publik. Perilaku Gilang dan teman-temannya dilakukan oleh hampir semua orang di Jakarta.

“Memang setiap harinya, manusia selalu dihadapkan dengan belasan pilihan yang bisa berbuah pengalaman dan pembelajaran. Namun di zaman semaju ini, biarlah beberapa proses pengambilan keputusan itu diambil alih oleh aplikasi” (hal: 224)

Baca lebih lanjut

3 Komentar

Filed under Penerbit Media Kita, Resensi Media Cetak, Review Buku