Tag Archives: Radar Sampit

RESENSI : Please be Mine

Please be mine

TRAUMA KEHILANGAN MENJADIKAN BIPOLAR DISODER

Judul Buku      : Please Be Mine
Penulis             : Eugenia Rakhma
Penerbit           : Bhuana Sastra (Imprint dari Penerbit BIP)
Cetakan I        : 2018
ISBN               : 978-602-455-466-8
Tebal               : 184 hal

Peresensi         : Siti Nuryanti

Masa remaja biasanya identik dengan hari-hari yang penuh dengan kebahagiaan dan keceriaan, namun bagi sebagian orang, masa remaja dapat menjadi masa yang kelam dan penuh kesedihan. Kita sering mendengar berita tentang remaja yang depresi dan bunuh diri karena hal-hal sepele. Memang, masa remaja merupakan masa yang rentan dengan stress, karena dalam masa remaja terjadi perubahan fisik dari anak-anak menjadi dewasa, namun secara mental masih belum dapat bertindak sebagai orang dewasa.

Dalam novel Please be Mine penulis menceritakan kisah remaja dengan segala permasalahannya, antara lain persahabatan, percintaan, sekolah dan keluarga. Dikisahkan dua orang remaja SMA  bernama Evan dan Kiara yang telah menjalin persahabatan sejak kecil. Evan selalu membantu Kiara dalam berbagai masalah yang dihadapinya. Dari TK sampai dengan SMP, Kiara dan Evan selalu satu kelas. Namun saat memasuki kelas 1 SMA, Evan dan Kiara tidak sekelas, hal ini membuat Evan kesal karena tidak dapat mengawasi Kiara yang masih bersedih pasca diputus oleh kekasihnya Ferdian . Evan semakin mengkhawatirkan Kiara, ketika mengetahui Ferdian yang telah mempunyai kekasih baru , berada dalam kelas yang sama dengan Kiara. Kedekatan Ferdian dengan Marischa, kekasihnya membuat Kiara makin bersedih, beruntung ada teman sebangkunya Tantra yang selalu menghibur Kiara. Baca lebih lanjut

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Penerbit BIP, Resensi Media Cetak, Review Buku

Resensi : MERAWAT INDONESIA

Radar sampit, 24 juni 2018

MEMUMPUK NASIONALISME DENGAN BELAJAR SEJARAH

 

Judul Buku      : Merawat Indonesia; Belajar dari Tokoh dan Peristiwa
Penulis             : Lukman Hakiem
Penerbit           : Pustaka Al-Kautsar
Cetakan I        : 2017
ISBN               : 978-979-592-789-1
Tebal               : 328  hal

Peresensi       : Siti Nuryanti

 

Presiden Soekarno pernah berkata bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah bangsanya sendiri. Sejarah adalah serpihan kenangan masa lalu tentang sebuah peristiwa dan tokoh-tokoh yang terlibat di dalamnya. Pada serpihan peristiwa masa lalu banyak mengandung pelajaran yang bermanfaat untuk membangun masa depan. Namun seringkali orang terlena dengan masa sekarang dan melupakan sejarah. Pada masa sekolah, salah satu pelajaran yang kurang menarik bagi siswa adalah pelajaran sejarah. Mata pelajaran sejarah memang identik dengan menghafal nama-nama tokoh, tempat dan waktu terjadinya peristiwa. Apabila cara penyampaian materi guru hanya menyuruh siswa untuk membaca atau menghafal tentu sangat membosankan, perlu inovasi dan kreatifitas guru agar pelajaran sejarah menjadi menarik dan siswa dapat mengambil manfaat dari peristiwa masa lampau tersebut.

Negeri ini menyimpan banyak pelajaran dari kisah perjuangan masa lalu para tokohnya, tentang prinsip hidup,semangat dan kesederhanaan yang semuanya menjadi faktor penting dalam terbentuknya NKRI.

Buku Merawat Indonesia; Belajar dari Tokoh dan Peristiwa berisi kisah menarik yang penuh keteladanan dari para tokoh pendiri bangsa dan peristiwa penting dalam sejarah yang tidak banyak diketahui masyarakat umum.

Salah satu peristiwa bersejarah yang jarang diketahui khalayak ramai yaitu terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Setiap tanggal 17 Agustus diperingati sebagai hari ulang tahun Kemerdekaan Indonesia, karena pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamirkan Kemerdekaan. Namun tidak banyak mengetahui bahwa tanggal 17 Agustus 1950 adalah lahirnya NKRI. Setelah merdeka pada tahun 1945, jalan menuju pemindahan kekuasaan memerlukan waktu, pemikiran dan keringat serta darah yang tidak sedikit. Sebelum terbentuk NKRI, negara ini berbentuk federasi yang dikenal dengan Republik Indonesia Serikat (RIS). Negara RIS terdiri dari Republik Indonesia, Negara Kalimantan dan Negara Indonesia Timur. Setelah melalui serangkaian perjanjian, pada tanggal 17 Agustus 1950 negara-negara bagian termasuk RI melebur menjadi satu negara baru bernama NKRI. Jadi apabila kita mengetahui sejarah, seharusnya pada saat memperingati hari kemerdekaan secara implisit juga memperingai hari terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Dalam Negeri, Non Fiksi, Resensi Media Cetak, Review Buku

RESENSI : Bidadari Untuk Dewa

bidadari

INSPIRASI DARI  KISAH HIDUP ENTERPRENUER MUDA

Judul Buku      : Bidadari Untuk Dewa
Penulis             : Asma Nadia
Penerbit          : KMO Publishing
Cetakan I        : Oktober 2017
ISBN               : 978-602-504-410-6
Tebal              : 528 hal

Dewa adalah salah satu dari anak muda fenomenal dan penuh kejutan, kisah hidupnya mirip permainan  Russian Roullete. Dari anak muda yang dikagumi karena menghasilkan uang satu milyar lalu terjerembab hutang delapan milyar. Namun kebangkrutan tidak membuatnya menyerah

Dewa Eka Prayoga tercatat sebagai mahasiswa jurusan kimia Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.  Kehidupan ekonomi yang memaksa Dewa untuk berfikir kreatif agar biaya kuliah terpenuhi. Pijakan pertama Dewa menjadi guru pada sebuah lembaga bimbingan belajar.

Dewa mengikuti kompetisi wirausaha di kampusnya, dimana pemenangnya akan diberi modal usaha sesuai proposal yang dibuat. Dua tahun berturut-turut mengikuti kompetisi tersebut dan menjadi pemenangnya . Hadiah yang diterimanya digunakan untuk membuka usaha kafe khusus anak muda dan usaha katering.  Dengan prestasi yang diraihnya Dewa sering diundang menjadi motivator berbagai seminar kampus di berbagai daerah. Dewa dikenal sebagai enterprenuere muda, pendapatannya makin bertambah.

Suatu hari, ibunya terjerat hutang rentenir sebesar empat puluh lima juta, dan harus segera dibayar apabila tidak ingin rumahnya disita. Kemudian Dewa menulis buku tentang tips marketing sesuai dengan yang telah dipraktikan. Bukunya best seller dan mendapatkan penghasilan yang lebih dari cukup untuk melunasi hutang ibunya.

“ Ternyata masalah bukan beban melainkan cara Allah membangunkan hamba-hambaNya supaya menemukan potensi terbaik (hal: 133)

Usaha kafe dan Katering yang dirintis Dewa, mulai sepi dan mengalami kemunduran. Dewa beralih melakukan investasi dengan temannya yang bernama Ruslan. Investasi ini berupa pengadaan laptop yang dikirim ke instansi pemerintah dengan sistem bagi hasil. Dalam jangka waktu delapan bulan Dewa berhasil berhasil menjaring  enam ratus delapan puluh lima (685) investor dengan total investasi 7,8 milliar. Dewa menjadi agen terbesar dalam jaringan usaha Ruslan. Prestasi ini makin melambungkan namanya di berbagai kalangan, kampus,masyarakat hingga pengusaha. Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Asma Nadia, Dalam Negeri, KMO Publishing, Resensi Media Cetak, Review Buku

IKAN-IKAN MATI

IKAN-IKAN MATI

PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU MANUSIA

Judul Buku      : Ikan-Ikan Mati
Penulis             : Roy Saputra
Penerbit          : Media Kita
Cetakan I         : 2017
ISBN                 : 978-979-794-543-5
Tebal                : vi + 318 hal

“ The good thing is, I don’t have to prove anything to anyone in social media.

Kinda think life is easier that way” (hal : 131)

 Di zaman sekarang, hampir semua orang mempunyai media sosial seperti facebook, twitter, instagram, path, whatsaap, line dan sebagainya. Internet telah menjadi kebutuhan pokok yang tidak kalah penting dengan makanan atau pakaian. Benda ajaib yang dikenal dengan smartphone tidak terlepas dari genggaman. Kita dapat melihat dalam berbagai kesempatan, di stasiun, terminal, kendaraan dan di tempat lainnya orang selalu menunduk sambil bermain dengan smartphone masing-masing. Dengan adanya media sosial, arus informasi dan komunikasi berjalan sangat cepat tetapi di sisi lain perilaku masyarakat juga mengalami perubahan. Kita sering melihat media sosial menjadi medan tempur antar golongan, mulai dari mencaci, menghina,menyindir dan bahasa negatif lainnya. Masyarakat mudah sekali tersulut emosinya dengan berita dari media sosial yang belum tentu kebenarannya. Dalam berbagai diskusi di televisi, menyebutkan bahwa kebhinekaan Indonesia sedang terancam.

Fenomena dan keresahan sosial tersebut diangkat dalam Novel Ikan-Ikan Mati. Dalam buku ini menceritakan kota Jakarta di masa datang, belasan tahun dari sekarang. Tokoh utama dalam buku ini adalah Gilang Kusuma yang menjabat sebagai corporate relationship manager di bank milik pemerintah. Sebuah bank yang memfokuskan bisnisnya pada penyaluran kredit level korporasi. Seperti golongan menengah pada umumnya Gilang selalu berpenampilan rapi,  mengikuti perkembangan trend dan teknologi. Ketika ada peluncuran smartphone baru, Gilang juga mengganti gadgetnya dengan yang model baru atau ketika ada heboh discount kafe baru Gilang akan berbondong-bondong mendatangi bersama teman-temannya. Gilang dan teman kantornya  bernama Jaelani, Latheef dan Bobby tidak pernah terlepas dari gadgetnya yang tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi saja. Smartphone mereka dilengkapi dengan fitur IKA (Indonesia Kindness App). Aplikasi penjaga harmoni, penyaring suara negatif di ranah digital, penghapus kisruh di dunia maya  (hal 140 ). Aplikasi ini mendeteksi segala sesuatu yang akan diupload di sosial media, apabila content tidak mengandung SARA atau hal negatif, maka dapat terpublikasi. Dan orang yang telah upload hal-hal positif akan mendapat poin. Demikian juga sebaliknya, apabila komunikasi dengan bahasa negatif, aplikasi IKA akan mendeteksi dan secara otomatis poin berkurang. Gilang dan teman-temannya selalu mengumpulkan poin dengan rajin upload foto-foto atau postingan yang positif ke facebook. Poin-poin tersebut dapat ditukarkan ke merchant-merchant tertentu, seperti kafe, bioskup, kelab malam, e-commerce dan transportasi publik. Perilaku Gilang dan teman-temannya dilakukan oleh hampir semua orang di Jakarta.

“Memang setiap harinya, manusia selalu dihadapkan dengan belasan pilihan yang bisa berbuah pengalaman dan pembelajaran. Namun di zaman semaju ini, biarlah beberapa proses pengambilan keputusan itu diambil alih oleh aplikasi” (hal: 224)

Baca lebih lanjut

3 Komentar

Filed under Penerbit Media Kita, Resensi Media Cetak, Review Buku