My Perfect Doll

imageCINTA SEMPURNA TIDAK MEMANDANG KESEMPURNAAN FISIK

Judul Buku : My Perfect Doll
Penulis : Frisca Marth
Desain Sampul : Febryanto Nugroho & Muhammad Oriza N
Editor: Tri Kuncoro P.H
Penerbit : BukuOryzaee Publisher
Cetakan I : 2016
ISBN :978-602-73305-5-9
Halaman :370 hal

Rate : 3 off 5 star

Cinta bukan persoalan fisik yang sempurna, melainkan hati dan penerimaan seutuhnya

Blurb


“Kau memang bernyawa. Tapi bagiku, kau hanya sekedar boneka yang tidak berguna.”
Rasa sakit pun tidak pantas untuk mengungkapkan isi hati Davina, saat mendengar kalimat itu muncul dari mulut suaminya sendiri. Sungguh, lebih dari itu….
Tak ada lagi tawa, keceriaan, bahkan harapan akan masa depan yang bahagia.
Berawal dari sebuah tragedi yang merenggut fungsi kedua kakinya, Davina dipertemukan dengan Devon. Lelaki yang tak lain adalah putera dari Alfredo Jonathan, orang yang telah menabrak dirinya. Merasa bersalah atas kelumpuhan yang dialami Davina, sesaat sebelum kematiannya, Alfredo Jonathan memberikan amanat terakhir yang mengejutkan mereka.
Devon harus menikahi Davina.
Bukan kebahagiaan layaknya sepasang suami istri yang memadu kasih, Devon memperlakukan Davina seperti boneka yang tak bisa merasa sakit bila dipermainkan, tak bisa merasa sedih bila dihina. Di mata Devon, Davina adalah penyebab kematian ayahnya.
Hingga akhirnya sosok lelaki lain hadir dalam hidupnya. Sosok sahabat yang ternyata memendam cinta untuknya. Saat itulah Davina harus memilih, mengorbankan perasaannya demi memenuhi amanat ayah Devon, atau belajar mencintai lelaki yang sudah ia anggap sebagai sahabat


Ini adalah buku pertama dari Frisca Marth yang kubaca, kebetulan buku ini kuperoleh dari GA di Blognya Rizki Mirgawati. Thankyou Kiki dan Frisca…:) Saat saya membaca sinopsis buku ini, saya langsung tertarik. Kisah pedih tentang pernikahan, entah mengapa selalu membuatku ingin membaca, meskipun harus siap-siap tissue.  Cover yang dibuat juga cukup mewakili isi buku ini

Tokoh utama dari novel ini adalah Devon dan Davina. Sepertinya para penulis senang sekali membuat nama yang mirip-mirip untuk couple novel ya…he..he soalnya saya sering menemukan beberapa novel begitu.

Davina adalah seorang anak yatim piatu, sudah sejak kelas 1 SMA, sehingga ia harus menghidupi dirinya dan membiayai pendidikannya sendiri. Dan peristiwa kecelakaan yang menimpanya, mengakibatkan kelumpuhan kakinya. Tetapi beruntung orang yang menabraknya yaitu Alfredo Jonathan bertanggung jawab membiayai seluruh pengobatannya, bahkan sebelum meninggal, akibat kecelakaan tersebut, ia memberi amanah kepada anaknya Devon untuk menikahi Davina, karena ia sebatang kara. Pernikahan karena keterpaksaan ini akhirnya terjadi. Dan seperti saya prediksi sebelumnya, pernikahan tanpa di dasari cinta ini pasti tidak menyenangkan kedua belah pihak.

Tetapi perlakuan Devon kepada Davina, sungguh diluar batas. Ia selalu bersikap kasar dan ketus bahkan tidak segan-segan membawa perempuan ke dalam rumah mereka. Meskipun di sakiti begitu, Davina tetap berusaha baik, melayani keperluan Devon yang tidak pernah menanggapi kebaikan Davina.

Hingga suatu malam Devon pulang ke rumah dalam keadaan mabuk, diantar oleh temannya Garry, dan peristiwa yang tidak diinginkanpun terjadi, Devon memaksakan kehendaknya dalam keadaan mabuk. Peristiwa yang di kemudian hari membuat Davina hamil. Yang akhirnya membuat Davina mengambil keputusan untuk  pergi meninggalkan rumah Devon, karena tidak mengakui anak yang dikandungnya, bahkan menuduh Davina berselingkuh.

Davina menginap di rumah sahabatnya baiknya, Joshua. Davina menceritakan semua penderitaannya termasuk kehamilannya kepada Joshua, membuat laki-laki itu sedih dan tidak terima atas perlakuan Devon kepada Davina. Joshua berniat mengobati luka hati Davina, yang secara diam-diam dicintainya sejak SMA.

Di sisi lain Devon mulai berubah sejak kepergian Davina dari rumahnya, bahkan belakangan akhirnya mengetahui kalau anak yang dikandung Davina adalah anaknya. Dan penyesalan pun terjadi. Devon meminta maaf kepada Davina dan mengharapkan Davina kembali ke rumah

Hati wanita tak ubahnya bagaikan kristal. Sekali kau menghancurkannya, maka akan sangat sulit bagimu membuatnya utuh kembali. Tapi percayalah, jika kau mau bersabar dan melakukannya dengan cara yang benar, meski tidak dapat kembali  utuh sepenuhnya, setidaknya perjuanganmu tidak akan sia-sia (hal:190)

Akankah Davina menerima maaf dan mau kembali kepada Devon ataukah lebih memilih sahabatnya, Joshua yang selalu ada buat Davina, yang secara tulus mencintai Davina ??

Novel yang mengambil tema sederhana, tentang sebuah pernikahan karena keterpaksaan, menurutku cukup tebal untuk novel seperti ini. Mengambil sudut pandang orang ketiga penulis cukup detail menceritakan tokoh Devon dan Davina. Meskipun terkadang ceritanya mudah di tebak, tetapi konflik yang diciptakan cukup menghibur terutama yang menyukai teman romance seperti saya 🙂

Dari tokoh tokoh yang diceritakan saya justru menyukai tokoh Gery, sahabat Devon, memang tidak banyak dikisahkan. Tetapi saya suka dengan sikap dan pemikirannya, yang mampu memandang Davina sebagai istri yang baik buat Devon. Dan selalu memberikan nasihat nasihat yang positip. Selain itu saya juga menyukai tokoh Allen, sahabat Davina dan Joshua yang ternyata diam-diam mencintai Joshua, tetapi mampu bersikap sewajarnya terhadap keduanya, meskipun Allen mengetahui kalau Joshua mencitai Davina. Yaah..cinta segitiga 🙂

ini salah satu quote yang saya suka

Tidak ada cinta yang tidak diiringi ketakutan, terlebih takut untuk kehilangan. Namun diatas segalanya itu, hal terbesar yang dibutuhkan oleh cinta adalah keberanian. Terutama keberanian melepaskan (hal:263)

Menurutku penulis terlalu mendramatisir tokoh Davina, yang selalu menerima perlakuan kasar Devon, bahkan dengan mudah memaafkan…ini membuatku geregetan…hari gini gitu lho…saat berita dimana mana tentang guguatan cerai kepada suami hanya masalah sepele. Tetapi its OK, ini justru jadi pembelajaran buat kita…eh, saya…bahwa memaafkan lebih indah daripada menyimpan kebencian, seperti kata Davina

Katakan Davina naif, tetapi, kedamaian macam apa lagi yang tersisa setelah disakiti, kau masih berusaha membenci? (hal:340)

Overall saya suka dengan novel ini, karena banyak hal yang dapat kuambil hikmahnya dari cerita ini. Tentang sebuah kesabaran yang akan selalu berbuah manis di akhirnya, tentang sebuah kesetiaan terhadap pasangan meskipun fisik tidak lagi sempurna, tentang cinta yang tanpa memandang fisik dan tentang keberanian melepaskan demi kebahagiaan orang lain

Iklan

1 Komentar

Filed under Buntelan, Marriage Novel, Review Buku

One response to “My Perfect Doll

  1. Ping-balik: (Wrap Up Post) IRRC 2016 Januari – November 2016 | jendeladuniaku2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s