Passion Stories

Jpeg

MENGGALI INSPIRASI KREATIF DARI ORANG SUKSES

Judul Buku : Passion Stories
Penulis : Qalbinur Nawawi
Editor: Fachmy Casofa
Penerbit : Metagraf, Creative Imprint of Tiga Serangkai
Cetakan I :  Mei 2017
ISBN :978-602-6328-28-1
Halaman :158 hal

 

Mengenal konsep diri adalah fondasi sukses dalam berkarier.  Mengetahui apa yang menjadi passion kita adalah bagian penting dari mengenal konsep diri. Hal yang menjadi kendala saat seseorang telah menemukan passion nya adalah ketika mendapatkan cobaan, ia menyerah dan memutuskan berhenti dari bidang yang disuka, beralih ke bidang yang dia tidak suka atas nama tuntutan hidup. Buku ini hadir untuk memberi pencerahan bagi seseorang yang tengah mengalami permasalahan dalam meraih cita-citanya dan meningkatkan semangat yang mungkin sedang turun.

Buku Passion Stories berisi cerita sepuluh orang yang sukses pada bidang masing-masing. Kesuksesan yang telah diraih adalah berawal dari passion dan ketika mendapatkan cobaan mereka tidak menyerah, selalu mencoba bangkit saat terjatuh.  Bagian cover buku tertulis sepuluh nama tokoh pada masing-masing gambar animasi lego. Pada bidang enterprenuer  diwakili tokoh Hendy Setiono dan Sandiaga Uno. Bidang musik, ada Dewa Budjana dan Rini Wulandari. Bidang atletik mengisahkan tokoh olahraga Taufik Hidayat dan Umar Syarif. Bidang entertainment, diwakili tokoh Dion Wiyoko dan Wulandary Herman. Penulis buku diwakili oleh tokoh Dewi Lestari. Arbain Rambey mewakili bidang fotografi.

Hendy Setiono adalah pemilik Kebab Turki Baba Rafi yang mempunyai 12.000 outlet tersebar di seluruh Indonesia dan 8 negara. Kesuksesan Hendy Setiono tidak secara instan diperoleh.  Ia mengalami jatuh bangun dan hampir bangkrut, tetapi karena yakin bahwa ini adalah passion-nya, maka kegagalan menjadikannya pelajaran hingga menemukan formula bisnis yang melesatkan usahanya.  “Follow your heart, believe in your dreams, and live your values “ (hal:8)

Sandiago Uno merupakan salah satu dari 30 orang terkaya di Indonesia. Ia mempunyai prinsip hidup  “ Bila kamu berbuat baik, sesungguhnya kebaikan itu akan berbalik lagi pada dirimu sendiri “ (hal :22). Prinsip tersebut diwujudkan melalui program Berlari untuk Berbagi (BuB). Berawal hobinya lari marathon, Sandiago Uno melakukan penggalangan dana untuk membantu orang lain yang membutuhkan  seperti sekolah di daerah, yayasan penyandang dissabilitas, panti sosial dan sebagainya.  Dalam mengelola bisnisnya Sandiago Uno mempunyai empat prinsip Kerja 4 AS yaitu Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas dan Kerja Ikhlas. Jadikan pekerjaan sebagai ibadah kita  kepada Allah SWT, Insya Allah jika prinsip Kerja 4 AS menjadi pedoman kita dalam bekerja, kesuksesan pun akan senantiasa bersama kita (hal: 28)

Dalam bidang musik, Dewa Budjana dan Rini Wulandari juga mengawali karier musiknya karena passion. Sejak usia SMP, Dewa salah satu gitaris group band Gigi telah menekuni dunia musik.  Meskipun tidak mempunyai pendidikan formal pada bidang musik, dan keterbatasan peralatan musik, tetapi dengan motivasi yang tinggi dan semangat untuk terus belajar, Dewa akhirnya dapat mewujudkan impiannya menjadi musisi yang berprestasi Baca lebih lanjut

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Non Fiksi, Resensi Dimuat Media Cetak, Review Buku

Kadang Tuhan Senang Bermain-main

Judul Buku        : Jam Berapa Sekarang…?
Penulis               : Hardianti Lina dan Arief Agustianto
Penerbit             : PT Elex Media Komputindo
Cetakan ke-1     : 19 Maret 2014
ISBN                    : 997-860-2023-458-8
Halaman            : 256 hal

IMG_20170726_205316_906

Blurb

Ibu selalu berkata, bahwa Tuhan menakdirkan orangtua tidak pernah salah. Memangnya Tuhan itu ada di mana? Atau jam berapa Dia bisa muncul? Hingga aku bisa bertanya, apakah kata-kata Ibu itu benar atau tidak? —–Mariam

Aku tak ingat, jam berapa Ayah membuangku. Aku juga tak ingat, jam berapa aku jatuh cinta pada perempuan itu. Dan aku lebih tak ingat, kapan Tuhan mulai bermain-main dengan hidupku. Jadi jangan tanyakan padaku, jam berapa Tuhan akan datang atau menghentikan permainan itu—Lidya

Saat membaca judul buku ini ” Jam berapa Sekarang..?” saya menduga itu adalah salah satu judul cerita di buku ini, ternyata dugaan saya salah,  ini bukan kumcer. Awal membaca buku ini sempat merasa “stag” apakah mau diteruskan atau tidak. Dialog atau monolog sedikit membosankan, terutama pada bagian dialog Surya dengan Uwak Haji yang menceritakan kebiasaan warga setempat. Tetapi setelah kisah Mariam di angkat dan menjadi topik utama, saya makin penasaran. Buku ini mempunyai dua tokoh utama perempuan Mariam dan Lidya.

Pada bagian pertama, Diawali dengan Surya, seorang jurnalis yang sedang meliput berita di sebuah desa karena ada dugaan penyalahgunaan dana desa, tetapi bukannya mendapatkan berita tersebut, Surya terkesan dengan kisah pilu gadis bernama Mariam. Setiap malam terdengar rintihan dan teriakan Mariam yang dikurung oleh Ibunya. Surya mendapatkan cerita tersebut dari Uwak Haji, salah satu tokoh di desa tersebut. Keluarga tersebut terkucil dan tidak tersentuh dari tetangga, sejak ayahnya Mariam masih hidup. Kisah ini bergulir sampai suatu hari Mariam dibawa oleh penduduk setempat untuk diobati ke rumah sakit jiwa. sedangkan ibunya akhirnya bunuh diri dengan membakar rumahnya sendiri. Kepiluan Mariam bukannya berakhir setelah diobati tetapi justru mulai setelah keluar dari rumah sakit jiwa. Sebagai manusia baru setelah keluar dari rumahsakit, Mariam mengganti nama menjadi Ijah. Berharap kehidupan baru yang terlepas dari masa lalu kelam, berakhir. Ijah sempat menikah dengan Hasnan, pemuda yang baik karena menolongnya saat kelar dari rumahsakit. Tetapi tampaknya kebahagiaan Ijah tidak bertahan lama. Demi bertahan hidup, Ijah menjalani hidup sebagai perempuan pekerja sex komersil. Meskipun hal ini mengganggu pikirannya. Ijah bermaksud meninggalkan dunia yang bergelimang dosa ini. Apakah Ijah berhasil, untuk hijrah ?? Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Buku Sastra, Buntelan, Review Buku

Seputih Salju Michigan

seputih salju

Kisah Perjuangan Mahasiswa Muslim di Amerika

Judul Buku        : Seputih Salju Michigan
Penulis               : Dion Ginanto
Penerbit             : Penerbit Grasindo
Cetakan ke-1     : 12 Juni 2017
ISBN                    : 978-602-375972-9
Halaman            : 192 hal

 

Blurb

Adalah Dzaki, pemuda idealis dari bagian tengah Sumatera, harus merasakan manis dan pahit bersekolah di Amerika. Dzaki adalah sosok religius, open minded, tapi terkadang terlihat sangat lugu. Dia berkawan dengan siapa saja, tak pandang bulu apa pun agama dan suku mereka.

Namun, siapa sangka, Dzaki yang begitu toleran harus berurusan dengan aksi-aksi kriminal, serta pahitnya diskriminasi. Dia harus merasakan dinginnya penjara Michigan demi mempertahankan marwah dan martabatnya. Bukan hanya itu, Dzaki juga harus bergumul, merasakan timah panas karena menggagalkan aksi penembakan di kampus tempatnya menuntut ilmu. Puncaknya, Dzaki diculik dan disekap oleh bandit Detroit.

Akan tetapi, tragedi-tragedi memilukan tersebut malah mengantarkan pemuda asal Jambi ini pada kisah cinta yang rumit. Dzaki, yang mempunyai wibawa dan aura pria Indonesia, berhasil memikat setidaknya empat hati dara jelita. Tentu Dzaki harus menentukan satu pilihan.

Novel ini mencoba mengurai perjuangan mahasiswa Indonesia di Amerika. Romansa cinta, keikhlasan, pengorbanan, heroisme, toleransi, kesemuanya terbungkus apik hingga membuat pembaca terkesan pada setiap episode-episodenya

Saat membaca novel pertama dari seorang penulis yang baru kuketahui, saya selalu membaca bagian akhir pada kolom “Tentang Penulis”. Biografi singkat Dion Efrijum Ginanto, membuatku tertarik dan penasaran dengan isi novel ini. Penulis yang merupakan lulusan Phd dari Michigan State University (MSU) adalah seorang guru dan dosen. Saya memang selalu kagum sama orang-orang yang berhasil kuliah di luar negeri dengan jalur beasiswa, ini mengingatkan dengan mimpiku yang tidak terwujud 😦

Mengingat latar belakang penulis dan judul novel ini, saya langsung mengambil kesimpulan bahwa novel ini  mengangkat kisah nyata atau terinspirasi dari kehidupan penulis saat kuliah di MSU.  Dari sinopsis yang saya baca, novel ini bergenre drama religi, perjuangan seorang mahasiswa muslim yang kuliah di negara sekuler di Amerika, tentunya bukan hal yang mudah.  Novel ini mempunyai poin plus, dibanding dengan novel dengan tema religi. Masing-masing tokoh yang digambarkan menurut saya “manusawi“. Biasanya penulis menciptakan tokoh protagonis dan antagonis, dan tokoh protagonis seringkali identik dengan sempurna, baik secara karakter maupun alur cerita. Dalam novel ini ada satu tokoh yang menurut saya awalnya sempurna yaitu Wati, mahasiswa muslimah yang memakai busana muslimah rapi dengan jilbab lebar, aktif dalam kegiatan keislaman di Michigan, tetapi dia mampu mengorbankan sesuatu yang menurut saya sangat berharga, sebagai seorang muslimah, hanya untuk menyelamatkan Dzaki yang saat itu diculik.

Buku ini dibuka dengan dialog singkat Dzaki yang akan pergi ke Masjid untuk sholat Jumat, dan bertemu dengan Aseel  , mahasiswi cantik asal Iran. Dikarenakan pesona Aseel mampu membuat Dzaki melamun dan hampir  melewati halte Masjid yang dituju. Sebenarnya saat saya membaca daftar isi , dimana ada 28  bagian disertai judulnya yang mewakili isi bagian tersebut sedikit mempengaruhi rasa penasaran saya. Hanya dengan membaca judulnya saya dapat sedikit menebak isi ceritanya. Ditambah dengan sedikitnya cerita pada masing-masing bagian, yang menurut hemat saya masih dapat dijadikan dalam bagian yang sama.

Ada beberapa tokoh dalam cerita ini, selain tokoh utama Dzaki dan menurut saya masing-masing berperan penting dalam memperkuat cerita ini. Empat Wanita dalam cerita ini Aseel, Wati, Caitlin dan Rana dimana keempatnya mempunyai perasaan kepada Dzaki menambah sisi romance novel ini. Entah mengapa saya lebih terkesan dengan Caitlin, mahasiswa asli Amerika yang selalu membantu Dzaki meskipun dia bukan muslim. Dan saya cukup terkejut dan salut buat penulisnya yang telah membuat ending cerita diluar dugaan .

Saya suka dengan alur cerita yang lumayan cepat, meskipun berharap akan lebih banyak dikupas ceritanya, sehingga jumlah halamannya dapat lebih banyak 🙂 terutama pada bagian Dzaki diculik atau saat di penjara. Menurut saya ini sisi heroik Dzaki saat berjuang di Michigan. Ada bagian yang menarik lainnya, yaitu dimana polisi Michigan yang menyelamatkan Dzaki, warga asing dan terlebih seorang muslim. Menurut saya ini jarang diekspose, bahwa hukum disana ternyata tidak diskriminatif terhadap muslim

Buku ini rekomended, buat yang suka membaca drama religi dan romance. Kisah perjuangan mahasiswa indonesia yang kuliah di Amerika juga dapat menjadi inspirasi bagi yang ingin melanjutkan pendidikannya ke luar negeri. Kita juga dapat belajar bagaimana persahabatan dan persaudaraan sesama mahasiswa Indonesia

 

 

 

 

 

1 Komentar

Filed under Penerbit Grasindo, Review Buku

(Book Review) Boy Toy

Judul Buku        : Boy Toy
Penulis               : aliaZalea
Desain Cover    : Martin Dima
Penerbit             : PT.Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ke-1     : 25 April 2017
ISBN                    : 978-602-03399-1-7
Halaman            :384 hal

Harga                  : Rp 88.000,- (Yes24Book)

Blurb

Ada tiga kata yang Lea yakin tidak akan pernah diasosiasikan dengan dirinya: BOYBAND, BRONDONG, dan ABG. Sampai dia bertemu Taran, personel boyband paling ngetop se-Indonesia, yang superbrondong.

Untuk pertama kalinya Lea memahami ungkapan “never say never”, terutama ketika Taran jelas-jelas mulai mengejarnya. Dan Lea, dosen bergelar Ph.D., tiba-tiba jadi seperti ABG yang ngefans berat pada brondong personel boyband.

Saat melihat buku ini, berseliweran di timeline  saya penasaran ingin membacanya. Kisah cinta beda usia antara seorang wanita dengan laki-laki yang usianya jauh di bawahnya. Latar belakang sebagai dosen dan anak band, kayanya unik untuk dikupas.

Ini karya aliaZalea pertama yang kubaca, dan kesan pertama membaca karyanya saya suka dengan buku ini, sense of humornya lumayan menghibur. Mungkin setelah ini saya akan mencari karyanya yang lain.

Saya terhibur dengan alur cerita dan joke yang dibuatnya, buku ini lumayan mendinginkan isi kepalaku, setelah sebelumnya membaca buku sastra yang cukup membuat kening berkerut

“Dan sebagai informasi saja, boyband dan brondong itu not bad lho. Tergantung selera” ( hal: 34)

Tokoh utama adalah Taran, personil boyband PENTAGON usia 24 tahun, dan Lea , Dosen ilmu biologi , bergelar Phd berusia 33 tahun. Usia mereka terpaut 8 ( delapan) tahun. Tema tentang kisah cinta beda usia, dimana perempuan lebih tua dibanding laki- laki, kayanya lagi trend. Baru-baru ini di dunia maya, dihebohkan dengan gosip artis Bastian Steel (17) tahun dengan Chelse Islan (23) tahun. Netizen tidak rela kalau mereka pacaran, mereka menganggap sangat jomplang.  Atau kisah cinta sejati pada diri Presiden Perancis Emmanuel Macron yang menikah dengan wanita yang lebih tua 24 tahun. Cinta kan tidak bisa di arahkan kemana anak panahnya akan menembus sasaran kan..:)

oke..kembali ke kisah Lea dan Taran

Kisah perkenalan Lea dan Taran, tidak terlalu istimewa..yaitu mereka tidak sengaja bertabrakan. Pertemuan tersebut membuat Taran penasaran tentang Lea. Sosok Lea berbeda dengan wanita pada umumnya, yang biasanya akan berteriak histeris saat bertemu dengan anggota boyband Pentagon, Lea justru cenderung menghindarinya. Sebenarnya Lea tidak terlalu tahu tentang boy band yang lagi naik daun tersebut. Sikap Taran yang mengejar -ngejar Lea dengan memberikan tiket VVIP & backstage pass konsernya kepada Lea dan Bell teman dekatnya, atau saat Taran nyaris pingsan saat menemani Lea jogging, dan di saat lain bersedia menemani Lea makan siang di warung pinggir jalan. Semua hal manis yang diperbuat Taran akhirnya membuat hati Lea tergetar dan membuka hatinya.

Cara dia menatap lo, seakan lo mataharinya. Cowok kayak begitu nggak akan pernah menyia-nyiakan lo. (hal : 231)

Dialog dan adegan saat Taran pendekatan dengan Lea, cukup menghibur. Obrolan yang ringan dan terkesan main-main tetapi pas pada sasaran sering membuatku tersenyum.

Dan dia menerima gue apa adanya. Segala kegilaan dan mood gue yang lo tahu suka susah dimengerti (hal : 229)

Pengejaran Taran memang membuahkan hasil, tetapi konflik terjadi pada hubungan keduanya. Berawal dari pembicaran ibunya Taran yang tidak setuju , Taran pacaran dengan Lea, karena usianya yang jauh berbeda. Konflik berlanjut yang disertai konflik batin pada diri Lea. Dan ini yang memicu konflik besar dalam hubungan mereka. Serangan dari para haters yang tidak menyukai hubungan idolanya dengan Lea ditambah dengan Lea yang belum dapat melupakan trauma masa lalunya.  Akankah Taran dan Lea tetap bersama? atau memilih mengakhiri hubungan mereka?

Baca lebih lanjut

2 Komentar

Filed under Penerbit Gramedia, Review Buku

Di Dalam Hutan Entah Di Mana

IMG-20170624-WA0001_1

Judul Buku        : Di Dalam Hutan Entah Di Mana
Penulis               : Dewi Ria Utari
Desain Cover    : Lambok Hutabarat
Penerbit             : Arkara Press
Cetakan ke-1     : April 2017
ISBN                    : 978-602-61212-1-9
Halaman            :163 hal

 

Blurb

Di Dalam Hutan Entah Di Mana

Ada sebuah larangan dan kisah yang bertahun-tahun tersimpan tentang hutan di pinggir desa. Sebelum meninggal, nenek buyutnya bercerita bahwa suaminya ditangkap pada suatu subuh dan saat itu juga digelandang ke pinggir hutan bersama puluhan orang dari beberapa desa lain. Di sana mereka disuruh berdiri berjajar menghadap hutan, dan ditembak mati oleh lelaki-lelaki berseragam. Tubuh- tubuh mereka kemudian  diseret dan dibawa masuk ke dalam hutan. Sejak itu, seluruh keturunan nenek buyutnya tak diizinkan untuk memasuki hutan itu, hingga tibalah saatnya ia memilih untuk melanggar larangan itu

========================================

Bersama cerpen “Di Dalam Hutan Entah Di Mana”, Dewi Ria Utari mengumpulkan 14 kisah pendek lainnya yang murung, gelap, suram yang memikat karakter pembaca yang menggemari jenis-jenis kisah yang mencemaskan, mengganggu dan menggelisahkan. Kumpulan cerpen ini merupakan kompilasi terkini dari perjalanan Dewi Ria Utari sebagai penulis cerita pendek yang karya-karyanya telah banyak beredar di rubrik-rubrik sastra berbagai media massa sejak awal tahun 2000an. Seperti judul buku ini, pembaca diajak tersesat untuk memasuki dunia surealis getir yang dipenuhi tema-tema tentang bunuh diri, keputusasaan dan kehilangan

Ini adalah buku karya Dewi Ria Utari yang saya baca untuk pertama kalinya. Sebagai pembaca yang masih awam membaca novel sastra, perlu waktu lebih jauh lama untuk menyelesaikan buku yang hanya setebal 163 halaman ini. Berbeda apabila novel fiksi romance, mungkin hanya perlu waktu kurang dari satu jam untuk menyelesaikannya.

Setelah menyelesaikan buku ini, saya juga masih kebingungan untuk membuat reviewnya. Memahami novel sastra seperti ini bagi saya tidak mudah. Saya tidak akan mereview atau memberi penilaian mengenai buku ini, karena saya tidak mempunyai kemampuan cukup untk itu. Saya hanya ingin menyampaikan kesan saat membaca buku ini.

Buku Di Dalam Hutan Entah Di Mana, mempunyai lima belas (15) kisah pendek, dimana salah satu kisahnya menjadi judul buku ini. Dari kelima belas kisah tersebut mempunyai aura yang sama mengisahkan tentang kepedihan, kesuraman dan kegalauan hati .

Ada beberapa tema yang sama dalam beberapa kisah, yaitu mengangkat tema tentang sepasang kekasih, seperti dalam kisah Percakapan Senja . 

“Jika hari ini adalah saat terakhir kita bertemu, apa yang akan kamu lakukan?” tanyamu sambil berbalik dan kini menatap wajah kekasihmu.

“Sudah kubilang, aku akan mencarimu. Sehingga tidak ada yang namanya terakhir” (Percakapan Senja hal:16)

Dalam kisah tersebut terjadi dialog antara sepasang kekasih yang mempertanyakan berbagai kemungkinan yang akan terjadi dalam hubungan keduanya.

Kisah Setelah Tujuh Tahun yang menceritakan seorang  yang merasakan keputusasaan dalam perpisahannya selama tujuh tahun dengan sang kekasih.

Kerinduan menjadi sangat jahanam ketika kau tahu bahwa objek yang kaurindukan tak lebih dari sebuah kemustahilan dan kesia-siaan  ( Setelah Tujuh Tahun, hal : 70

atau dalam kisah Marionette 

“Sudah pasti, akan ada akhir di sebuah film, lengkap dengan kalimat The End. Sementara aku dan kamu tak pernah tahu batas dunia ( Marionette hal :125)

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Buku Sastra, Review Buku

Then & Now ; Dulu & Sekarang

Judul Buku        : Then & Now : Dulu & Sekarang
Penulis               : Arleen A
Desain Cover    : Martin Dima
Editor                 : Dini, Riska
Penerbit             : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ke-1     : 22 Mei 2017
ISBN                    : 978-602-03-5128-5
Halaman            : 344 hal

 

Blurb

Ruita
Gadis dari suku telinga pendek. Ia tidak menyukai suku telinga panjang, apalagi kalau harus bekerja pada mereka. Tapi lalu ia melihat mata itu, mata seorang lelaki suku telinga panjang yang sorotnya seolah dapat melihat kedalaman hati Ruita.

Atamu
Ia tidak pernah menyangka akan jatuh hati pada gadis dari suku lain yang lebih rendah derajatnya. Tapi apalah arti kekuatan lelaki berusia enam musim panas bila dihadapkan pada takdir yang lama tertulis sebelum dunia diciptakan?

Rosetta
Ia punya segalanya, termasuk kekasih yang sempurna. Tapi ketika dilamar, ia menolak tanpa tahu alasannya. Ia hanya tahu hatinya menantikan orang lain, seseorang yang belum dikenalnya.

Andrew
Ia hanya punya enam bulan untuk mencari calon istri, tapi ia tak tahu dari mana harus memulai sampai ia melihat seorang gadis berambut merah. Dan begitu saja, ia tahu ia akan melakukan apa pun untuk mendapatkan gadis itu.

Ini kisah cinta biasa: tentang dua pasang kekasih yang harus berjuang demi cinta. Namun, bukankah tidak pernah ada kisah cinta yang biasa?

Then & Now adalah novel pertama karya Arleen yang saya baca. Saat pertama kali muncul di timeline saya langsung tertarik untuk membacanya, sebagai tipe pembaca yang melihat cover buku dulu sebelum membaca isinya, tentu saja langsung tertarik dengan cover unik, yang mirip koran ini.

“Kata orang, cinta tidak mengenal apapun. Tidak tempat, tidak juga waktu”

Buku ini mengisahkan dua kisah cinta dari dua pasang kekasih yang berbeda masa, yang masing-masing mengisi cerita Then (Dulu) dan Now (Sekarang).

Pada bagian Then (Dulu) dikisahkan Ruita dan Atamu yang menjalin kisah cinta yang terlarang. Ruita adalah gadis dari suku telinga pendek yang dikenal dengan nama suku Momoki. Mereka hidup dibawah kekuasaan Suku telinga panjang atau Suku Eepe. . Kisah pertemuan Ruita dan Atamu berawal saat Ruita bekerja di keluarga Tangata Heteriki, Atamu adalah salah satu anak majikannya (petinggi dari Suku Eepe). Hanya melalui tatapan mata beberapa menit, mampu menggetarkan jiwa mereka. Cinta memang tidak mengenal waktu dan tempat, tidak mengenal suku dan derajat. Dalam kepercayaan mereka, suku Momoki harus menikah dengan sesama suku Momoki demikian juga dengan suku Eepe, mereka tidak boleh menikah, jangankan menikah bersentuhan dengan suku Momoki tidak diperbolehkan. Apabila melanggar akan di hukum, dicambuk dikucilkan dan dikeluarkan dari anggota suku Eepe. Ruita dan Atamu menjalani kisah cintanya secara sembunyi-sembunyi, setiap malam mereka bertemu di sebuah pantai yang tersembunyi. Hingga suatu hari hubungan mereka diketahui oleh tunangan Ruita, yang bernama Vai..yang merupakan anggota suku Momoki seperti Ruita

Apakah yang akan terjadi terhadap Ruita dan Atamu ?? Akankah Ruita tetap mempertahankan cintanya terhadap Atamu atau memilih mengikuti adat istiadat suku Momoki, yaitu menikah dengan sesama suku Momoki?

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Penerbit Gramedia, Review Buku

My Imperfect Lover

Screenshot_2017-06-11-13-47-38

Judul Buku         : My Imperfect Lover
Penulis               : Lovya Diany
Desain Cover    : Mico & Helfi
Editor                 : Cecilia Prima
Penerbit             : Grasindo
Cetakan ke-1     : 15 Mei 2017
ISBN                    : 978-602-375-931-6
Halaman             : 232 hal

Blurb

Saat pertama kali bertemu Rangga Adicandra, Erina tahu bahwa pria itu menyimpan rahasia besar. Lelaki seperti apa yang menyekap seorang gadis tanpa alasan jelas? Itu pertanyaan yang selalu menghinggapi benak Erina. Namun, pertanyaan besar tentang pria itu mendadak terhapus saat Erina jatuh cinta padanya. Dia terjebak dalam permainan bodoh pria itu yang memaksa Erina untuk tetap berada di sampinya, sampai kapan pun.

Ketika waktu terus berlalu, Erina mulai menemukan jawaban dari pertanyaan yang menghantuinya selama ini. Rangga rupanya bukan pria sempurna seperti yang sempat dibayangkannya. Ada sekelumit masa lalu yang menghantui pria itu, membuat Erina yakin bahwa pria itu memiliki sisi gelap yang menakutkan. Saat rasa cinta Erina pada Rangga semakin dalam, akhirnya Erina dihadapkan pada dua pilihan-melarikan diri dari pria itu, atau terjebak dengan pria itu selamanya

“Bahkan seorang pangeran pun memiliki sisi gelap dalam dirinya….”

Buku ini diawali prolog tentang berita kematian seorang Model cantik yang bernama Delia Cantika. Model yang sedang naik daun, dikabarkan tewas bunuh diri di kamar mandi Apartemennya. Belum diketahui penyebab kematian gadis tersebut.

Disisi lain ada seorang gadis cantik sederhana yang datang dari Semarang bernama Erina. Gadis tersebut meninggalkan kampung halamannya menuju Jakarta untuk meraih impiannya menjadi Penyanyi terkenal.  Tetapi malang tak dapat di tolak. Jakarta memang keras, benar kata pepatah Ibu kota lebih kejam dari ibu tiri. Sesampainya di Jakarta Erina  dijual oleh Om nya untuk bekerja di diskotek. Beruntung Erina di tolong oleh seorang pemuda bernama Rangga Adicandra, dia dibawa ke apartemennya.

Rangga menolong Erina dengan cara membawa ke Apartemennya dan mengurung di kamar, yang dijaga ketat oleh bodyguard Rangga. Erina tidak diperbolehkan keluar rumah sama sekali. Erina serasa lepas dari kandang buaya masuk ke mulut harimau…sama-sama tersiksa.

“Lupakan kehidupan yang pernah kau alami dulu. Mulai sekarang kau akan di sini selamanya, bersamaku” (hal :24)

Erina tidak mengerti mengapa ia dikurung di rumah itu oleh seorang pemuda tampan pemilik perhotelan terbesar di Indonesia. Apa sebenarnya yang diinginkan laki-laki itu ? Apakah dia jahat? Tetapi selama di rumah tersebut Erina diperlakukan dengan sangat baik oleh Rangga, bahkan dengan penuh kasih sayang merawat luka Erina.

Sikap Rangga yang dingin dan kadang terkesan mengintimidasi membuat Erina tidak nyaman, tetapi dia tidak mampu keluar dari rumah tersebut. Melihat Erina yang terus menerus sedih, lambat laun sikap Rangga melunak. Ia mulai memperbolehkan Erina keluar rumah asalkan bersamanya. Erina juga mulai merasa nyaman dengan perlakuan Rangga yang perhatian layaknya kepada kekasihnya.

” Jika aku memohon dengan sepenuh hatiku agar kau tetap berada di sini, apa kau tak akan mengeluh lagi ” (hal : 42)

Gadis mana yang tidak luluh, diperlakukan dengan cara seromantis itu oleh pemuda tampan dan kaya raya layaknya pangeran. Hingga suatu hari orangtua Rangga datang ke Apartemen dan memperkenalkan Erina sebagai calon istrinya, tentu saja hal ini membuat Erina kesal karena menganggap Rangga mempermainkan sebuah pernikahan

“Jika itu yang kau inginkan, mulai sekarang aku akan membuatmu mencintaiku ” (hal : 56)

Dan tidak memerlukan waktu lama Erina mulai mencintai Rangga. Mereka berdua mulai berani mengekspresikan perasaan masing-masing. Hubungan keduanya semakin dekat dan romantis, hingga suatu hari Erina di culik oleh Omnya yang akan menjual ke diskotek. Dan beruntung Erina diselamatkan kembali oleh Rangga.  Tetapi sejak saat itu Rangga kembali over protect dan dingin terhadap Erina, ia bahkan tega melakukan kekerasan saat Erina mencoba keluar dari rumah. Belakangan Erina mengetahui bahwa Rangga mengalami trauma psikis yang dalam akibat kematian kekasihnya Delia Cantika yang tewas bunuh diri. Rangga merasa bersalah karena tidak dapat menjaga Delia, dan dia tidak menginginkan hal buruk juga terjadi kepada Erina. Rangga juga sangat takut apabila Erina pergi meninggalkannya

Erina mengalami kebimbangan apakah ia akan bertahan dengan Rangga  atau memilih untuk kembali pulang ke Semarang tinggal bersama Ibunya. Melupakan mimpinya menjadi penyanyi dan melupakan Rangga yang dicintainya tetapi sekaligus menyakiti.

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Penerbit Grasindo, Review Buku, Tak Berkategori

Resensi CRITICAL ELEVEN

Judul Buku         : Critical Eleven
Penulis               : Ika Natassa
Desain Sampul : Ika Natassa
Editor                 : Rosi L. Simamora
Penerbit             : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ke-8     : Desember 2015
ISBN                    : 978-602-03-1892-9
Halaman             : 344 hal

Blurb

Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah critical eleven, sebelas menit paling kritis di dalam pesawat—tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing—karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat umumnya terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu. It’s when the aircraft is most vulnerable to any danger.

In a way, it’s kinda the same with meeting people. Tiga menit pertama kritis sifatnya karena saat itulah kesan pertama terbentuk, lalu ada delapan menit sebelum berpisah—delapan menit ketika senyum, tindak tanduk, dan ekspresi wajah orang tersebut jelas bercerita apakah itu akan jadi awal sesuatu ataukah justru menjadi perpisahan.

Ale dan Anya pertama kali bertemu dalam penerbangan Jakarta-Sydney. Tiga menit pertama Anya terpikat, tujuh jam berikutnya mereka duduk bersebelahan dan saling mengenal lewat percakapan serta tawa, dan delapan menit sebelum berpisah Ale yakin dia menginginkan Anya.

Kini, lima tahun setelah perkenalan itu, Ale dan Anya dihadapkan pada satu tragedi besar yang membuat mereka mempertanyakan pilihan-pilihan yang mereka ambil, termasuk keputusan pada sebelas menit paling penting dalam pertemuan pertama mereka.

Diceritakan bergantian dari sudut pandang Ale dan Anya, setiap babnya merupakan kepingan puzzle yang membuat kita jatuh cinta atau benci kepada karakter-karakternya, atau justru keduanya

P_20170429_155334_1

Novel Critical Eleven merupakan novel karya Ika Natassa yang saya baca pertama kalinya, sebenarnya sudah dari tahun lalu saya membacanya, tetapi entah mengapa malas membuat reviewnya . Padahal buku Ika yang lainnya; The Architecture Of Love, Antologi Rasa, Twivortiare, dan a Very Yuppy Wedding, masih nangkring manis di rak buku dan belum dibuka segelnya... menanti dijamah. Memang sih saya korban diskon waktu itu beli paket buku Ika Natassa dengan harga yang lebih miring…dan ternyata saya hanya menimbunnya, dan tertarik baca yang lain dulu  😦 Nama besar ternyata tidak jadi jaminan, saya juga suka buku-bukunya, ini mungkin terkait selera. Dan kenapa saya sekarang menulis reviewnya, saya berniat membaca buku Ika yang lainnya, jadi saya pemanasan dulu dengan reread Critical Eleven. Sayangkan  kalau terlalu lama ditimbun, mungkin setelah saya membaca buku Ika yang lainnya akan menyukai

Saya tipe pembaca yang melihat cover bukunya dahulu sebelum membaca isinya. Saya suka dengan covernya biru, its favorite colour ditambah dengan gambar pesawat yang sedang terbang, sangat mewakili judul novel ini. Pantas saja ini menjadi salah satu cover terbaik dan makin salut sama penulisnya yang membuat sendiri desain sampulnya. Meskipun sekarang ada cover versi filmnya, tetapi saya tetap menyukai versi aslinya. Saya juga suka dengan bookmark nya. Oiya filmnya akan tayang bulan Mei ini dengan pemain utama Reza Rahadian dan Adinia Wirasti. Apakah aku akan nonton? ehm…entahlah, sempat melihat trailernya dan kayanya kurang greget

Critical Eleven  adalah istilah penerbangan yang baru saya ketahui saat membaca novel ini, good point untuk menambah wawasanku. Sebelas menit yang paling kritis dalam pesawat; tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing. Penulis mengaitkan istilah tersebut dengan kehidupan manusia saat pertemuan pertama. Tiga menit pertama  saat bertemu seseorang dapat dilihat senyumnya, gesture tubuhnya, itu akan menjadi kesan pertama yang terbentuk. Dulu ada iklan pasta gigi yang mempunyai slogan “pertemuan pertama begitu menggoda..selanjutnya terserah anda ..” iklan itu ada benarnya juga. Dan delapan menit terakhir sebelum berpisah  akan menentukan.

And then there’s the last eight minutes before you part with someone. Senyumnya, tindak tanduknya, ekspresi wajahnya, tanda-tanda apakah akhir pertemuan itu akan menjadi “andai kita punya waktu bareng lebih lama lagi”atau justru menjadi perpisahan yang sudah ditunggu tunggu dari tadi” (hal : 16)

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Penerbit Gramedia, Review Buku

BUKU YANG INGIN KUBACA TAHUN INI

BUKU1

Tahun 2017, sudah akan memasuki pertengahan tahun, tetapi saya baru memposting, buku yang ingin saya baca tahun ini. Meskipun terlambat, saya tetap akan memposting, jadi jangan protes yaa…he..he..

Buku-buku baru bermunculan di tahun 2017, dan sebagai pencinta buku , banyak yang ingin kubaca, bahkan buku-buku lama juga masih banyak sekali yang ingin kubaca. Tetapi mengingat waktu membaca yang terbatas (sebagai pekerja swasta fulltime, istri sekaligus ibu dari 2 anak) ditambah kecepatan membaca saya yang masih dibawah rata-rata, maka saya hanya mentargetkan baca buku setahun 60 buku, itu juga sedikit pesimis, tercapai atau tidak. Sampai bulan ini baru 24 buku, belum ada setengahnya,..hiks  target bacaan saya dapat dilihat di sini

Buku genre yang kubaca selama ini adalah genre fantasy, science fiksi dan romance, jarang sekali membaca genre sastra dan thriller. Dan tahun ini saya mulai membaca genre tersebut. Buku thriller pertama yang kubaca berjudul Seaside karya Ziggy Zezsyazeoviennaazabrizkie, unik yaa namanya. Ini bukan hanya namanya yang unik tetapi buku-buku yang ditulisnya juga mempunyai keunikan tersendiri. Review lengkap ada di sini Review Seaside. Buku ini kayanya bakal saya nobatkan novel thriller terbaik sepanjang tahun 2017 yang kubaca. Selain Seaside, novel thriller yang juga sudah kubaca tahun ini adalah Holy Mother, novel terjemahan jepang karya Akiyoshi Rikako, ini juga novel thriller yang sangat recomended

Buku sastra yang sudah kubaca tahun ini belum banyak, baru satu buku yang berjudul Reruntuhan Musim Dingin karya Sungging Raga. Dan ketika saya membaca buku ini saya makin tertarik untuk membaca genre sastra, ini review buku nya Review Reruntuhan Musim Dingin

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Artikel

Pemenang Giveaway Hop #BBIHUT6

BBI HUT 6-01

Halo teman-teman……

Pasti sudah menunggu – nunggu yaa…siapa pemenang Giveaway Hop BBI . Sebelum saya mengumumkan pemenangnya, terlebih dahulu saya ucapkan terima kasih kepada BBI, yang telah mengadakan serangkaian acara menyambut HUT Blogger Buku Indonesia (BBI) yang ke 6.

Saya sebagai member BBI sangat bangga dapat bergabung dengan komunitas blogger buku Indonesia (BBI) , banyak ilmu yang saya peroleh semenjak dua tahun lalu bergabung. Pengetahuan saya tentang dunia literasi bertambah, jadi kenal penulis dan penerbit buku dan juga kenal dengan teman-teman yang mempunyai hobi sama. Dan dari perkenalan anggota komunitas ini berlanjut menjadi persaudaraan. Grup Wathsaap BBI salah satu grup yang sangat aktif chatnya, dan kadang hanya dengan membuka grup tersebut saya dapat terhibur ditengah stressnya kerjaan 🙂

Selama saya mengadakan giveaway baru kali ini pesertanya mencapai 80 orang, terima kasih untuk kalian semua ..kerrenn.. Dan saya aminkan semua ucapan selamat kalian untuk BBI, semoga komunitas ini terus tumbuh dan berkembang sesuai dengan harapan kita semua.

Saya akan pilih dua (2) orang pemenang secara random, dan yang beruntung adalah…

Pemenang Paket Buku dan Mug : Fety Octavia Niza

Pemenang Voucher Buku : Elsita F. Mokodompit

Selamat untuk Para pemenang…

Bagi pemenang ,  kirimkan biodata, alamat dan no HP  ke email : sitinuryanti@yahoo.com dan bagi pemenang voucher buku, cantumkan pilihan buku yang diinginkan (harga sudah termasuk ongkir maksimal Rp 100.000)

Untuk semua peserta yang belum beruntung, terimakasih atas partisipasi kalian. Masih ada kesempatan mengikuti Giveaway hop #BBI HUT di blog anggota BBI yang lain, kalian bisa cek di Giveaway Hop BBI

Sampai jumpa di Giveaway selanjutnya….

 

 

2 Komentar

Filed under Blogtour-Giveaway, Event BBI