Kereta Api

Jpeg

Di stasiun mana kereta ini akan berhenti..

 

Kereta ini berangkat dari stasiun yang ramai, membawa penumpang dengan tujuan yang berbeda-beda. Suasana di dalam gerbong berbeda dengan di luar, hanya decitan roda yang sesekali terdengar.

Penumpang asyik dengan pikirannya masing-masing, begitu juga dengan dua orang yang duduk di kelas eksekutif tersebut.  Hanya sesekali mereka tampak ngobrol, meraka bukan orang asing , meski belum tentu saling mengenal satu sama lain.

Dalam hati dan pikiran mereka dipenuhi tanya, benarkah stasiun yang dituju dan tertulis di tiket masing-masing adalah stasiun tujuan akhir ataukah justru stasiun awal dimana kisah mereka dimulai?

Seperti  perempuan itu yang berharap kereta yang ditumpanginya akan menuju stasiun terakhirnya. Berharap kisah mereka berakhir disana. Tidak ada yang melegakan kecuali sebuah kepastian, tapi bukankah dunia ini penuh dengan ketidakpastian?

Kereta api terus melaju melewati lembah dan sawah, dari balik jendela perempuan itu memandang hijaunya alam yang indah. Namun hatinya berkelana, perempuan itu tidak dapat menikmati keindahan alam yang dilihatnya. Hatinya sibuk bertanya, apa yang akan dilakukannya setelah sampai stasiun tujuan. Selain itu dia juga sibuk menata irama detak jantung yang terasa tidak wajar. Seandainya bisa memilih dia ingin segera menyelesaikan perjalanan ini, meski di satu sisi dia menikmati perjalanan ini . Tapi dia sadar irama detak jantungnya berbeda dengan laki-laki di sebelahnya.

 

Tbc

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Review : SEHAT dengan WUDHU

sehat dengan Wudhu

Menjaga Kesehatan Jiwa dan Raga dengan Cara Wudhu yang Benar dan Tepat

Judul Buku      : SEHAT dengan WUDHU
Penulis             : Syahruddin El Fikri
Penerbit           : Republika
Cetakan ke 1   : Januari 2019
ISBN                 : 978-602-57-3462-5
Tebal                : 226 halaman

Blurb

Wudhu diyakini mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit. Sebab, melalui wudhu, hampir 500 titik energi akupunktur akan terkena air, dan itu membantu memperbaiki sel-sel syaraf tubuh. Pada wajah terdapat 84 titik energi, tangan 95 titik, kepala 64 titik, telinga 125 titik, dan kaki 125 titik.
Selain itu, wudhu menggabungkan empat teknik pengobatan, dari metode klasik hingga modern, mulai dari akupunktur, refleksi, Emotional Freedom Technique (EFT), hingga Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT)

Setiap muslim yang sudah baligh dan melaksanakan shalat pasti sudah paham tata cara wudhu, bahkan dari anak kecil usia TK sudah diajarkan cara wudhu. Ibadah ini sekilas terlihat ringan namun mempunyai manfaat yang sangat luar biasa. Bukan hanya sebagai syarat sahnya sholat yang bernilai ibadah, namun juga dapat bermanfaat bagi kesehatan. Wudhu dapat membersihkan jiwa dan raga.

Saya tertarik membaca buku ini karena ingin mengetahui lebih detail kenapa wudhu dapat meningkatkan kesehatan badan, dan sekaligus mengecek apakah cara wudhu saya sudah benar. Meskipun ini bukan murni tulisan dari Syahruddin El Fikri, karena merupakan kumpulan atau disadur dari beberapa buku atau jurnal lain. Saya lihat daftar pustaka lumayan panjang 5 halaman tersendiri, ini berarti penulis banyak melakukan riset dengan membaca berbagai buku. Sehingga menjadikan buku ini  mudah dibaca dan dipahami, diperkaya juga dengan ilustrasi yang mendukung tulisan tersebut.

Ada 10 bab dalam buku ini yang secara garis besar dibagi menjadi dua yaitu membahas wudhu dari segi syariat dalam bab 5-10 ( Syariat untuk membersihkan diri, Hikmah manfaat wudhu, Wudhu batin,Kekuatan Kata , Memelihara wudhu dan posisi wudu) dan yang kedua membahas wudhu dari segi kesehatan bab 1-4 (Sehat dengan wudhu, Dari Akupuntur hingga SEFT, Empat Teori Jadi Sepi, Wudhu Aktifkan Titik-Titik Energi)

Dari melihat judul bab pembaca sudah dapat memperkirakan pembahasan dalam buku ini. Kita akan mendapat pengetahuan tambahan dan kalau benar-benar dipraktikan akan sangat bermanfaat untuk jasmani maupun rohani kita. Seperti yang disampaikan penulis di awal buku ini.

Secara rohani, orang yang selalu berwudhu maka ia akan mendapatkan berbagai manfaat dan pahala di sisi Allah Swt. Kelak, Allah akan menetapkan orang yang suka berwudhu itu ke dalam golongan orang-orang yang suka akan kebersihan (mutathahhirin), orang-orang yang suka bertaubat (tawwabin) dan golongan orang-orang yang saleh (shaalihin)

Secara jasmani, orang yang senantiasa berwudhu (dengan baik, benar dan sempurna) maka ia akan selalu sehat. Sebab bila dalam sehari semalam ia melakukan lima kali pembersihan diri dengan air (wudhu) maka akan terlepaslah berbagai kotoran dan debu yang menempel dibadannya, terutama anggota wudhu (hal 3)

Berikut saya ringkas beberapa manfaat dan hikmah wudhu berdasarkan buku ini :Lanjutkan membaca “Review : SEHAT dengan WUDHU”

Review : KUKILA

kukila

Judul Buku      : Kukila
Penulis             : M. Aan Mansyur
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ke 6   : Mei 2019
ISBN                 : 978-602-03-2181-3
Tebal                : 192 halaman

 

BLURB

Nak, dua hal aku benci dalam hidup: September dan pohon mangga. September tidak pernah mau beranjak dari rumah. Betah. Ia sibuk meletakkan neraka di seluruh penjuru. Di ruang tamu. Di ranjang. Di meja makan. Bahkan di dada.Batang pohon mangga tetap selutut persis prasasti batu. Ia berdiri mengekalkan dosa-dosa—dan dosa adalah pemimpin yang baik bagi penyesalan-penyesalan.

Kukila adalah perempuan itu, yang membenci September dan pohon mangga. Hidupnya didera rasa bersalah yang besar, kepada mantan suaminya, mantan kekasihnya, dan anak-anaknya. Kepada suratlah dia berbicara dan kepada pohon-pohonlah dia menyembunyikan masa lalu, karena rahasia, konon, akan hidup aman dalam batang-batang pohon.

Selain “Kukila (Rahasia Pohon Rahasia)”, di dalam buku ini ada dua belas cerita pendek lain, dikisahkan dalam kata-kata Aan Mansyur yang manis, bersahaja, kadang sedikit menggoda

Ada 16 cerita pendek dalam buku ini, lumayan banyak untuk buku yang tebalnya kurang dari 200 halaman. Meski bukunya relatif tipis tapi saya tidak secepat membaca novel lain dengan jumlah halaman sama. Dalam setiap cerita bagiku perlu waktu tersendiri untuk memahaminya, biasanya saya jeda sebentar, sebelum beralih ke cerita selanjutnya.

Ini buku pertama Aan Mansyur dalam bentuk cerpen yang saya baca, sebagai seorang penyair tentunya akan berpengaruh pada deretan kata yang tercipta puitis namun  tetap ringan.  Dari buku ini saya banyak menambah perbendaharaan kata; antaralain Kukila. yang menurut KBBI artinya adalah burung. Kukila (Rahasia Pohon Rahasia) menjadi salah satu judul cerpen dalam buku ini sekaligus menjadi judul buku ini.  Ada beberapa tokoh bernama Kukila dalam buku ini,meski namanya sama namun cerita dalam buku ini tidak saling terkait. Nama Kukila ada dalam cerita : Kukila (Rahasia pohon Rahasia) yang menjadi cerpen pembuka sekaligus cerita terpanjang atau cerita utama dalam buku ini, selain itu nama Kukila ada dalam cerpen “Tiba-Tiba Aku Florentino Ariza” meski bukan menjadi tokoh utama namun nama Kukila menjadi titik klimaks dalam cerpen ini.

Kata baru lainnya yang saya dapatkan di buku ini adalah Pilang artinya pohon.  Dalam cerita Kukila (Rahasia Pohon Rahasia) Kukila dan Pilang menjadi tokoh utama dalam cerita tersebut. Kukila dan Pilang, Burung dan pohon, sangat serasi namanya menjadi sepasang kekasih, meski akhir cerita tanpa terduga dan berakhir dengan duka.

Cerpen dalam buku ini memang mempunyai plot yang berbeda dengan cerita lainnya,endingnya tidak terduga,dan memberiku cukup jeda sejenak untuk merenungkan dan memahami cerita ini.  Tema yang diangkat dalam certa ini sebenarnya jamak dibahas dalam cerita -cerita lain,seperti percintaan, perselingkuhan namun di tangan penyair Aan Mansyur menjadi berbeda, lebih bermakna dan lebih berbobot. Judul dalam cerita ini juga selintas terdengar sederhana seperti  Hujan.Deras sekali, Lebaran Kali ini aku pulang, Ketinggalan pesawat  namun dieksekusi dengan pas dan tepat hingga menghasilkan cerita yang indah.

Maka wajar jika buku ini menjadi salah satu buku yang  masuk dalam 10 besar penghargaan Khatulistiwa Literary award 2013 kategori Prosa.  Bagi saya yang awam dalam pengetahuan sastra atau puisi dengan membaca kumpulan cerpen yang dibalut sentuhan sastra ini dapat memahami cerita dan makna dalam cerita tersebut.

Saya mengenal Aan Mansyur melalui film AADC 2 yang mengangkat puisi-puisi dari buku Tidak Ada NewYork Hari Ini dan dibacakan oleh Rangga. Sebagai penggemar AADC pastinya saya berusaha mencari tahu puisi atau segala sesuatu yang terlibat dalam film tersebut. Dari situ saya mulai menyukai puisi Aan Mansyur

Review : SANG PANGERAN dan Janissary Terakhir

cover sang pangeran

Judul Buku      : Sang Pangeran dan Janissary Terakhir
Penulis             : Salim A Fillah
Penerbit           : Pro-U-Media, Yogyakarta
Cetakan I         : November 2019
ISBN                  : 978-623-7490-06-7
Tebal                 : 632 halaman

Blurb

Kyai Gentayu berjingkrak, menaikkan kaki depannya sambil meringkik riang dan sesekali melonjak. Surainya berkibar terentak selaras dengan tapak-tapaknya yang berkecipak. Dengan kepala mendongak, sang penunggang tetap dapat duduk tegak. Lelaki berperawakan tinggi lagi kacak itu tampak seperti sedang menari tandak, Gerak tubuhnya melenggak sesuai lenggok tunggangannya yang rancak. Di sekeliling kuda yang menjejak-jejak,, para pengawalnya seirama berlari hingga tombak-tombak di tangan mereka turut meliuk bagai Pusaran Ombak.

“Lihat Paman! Lihat sedulur sekalian!” seru Sang Pangeran yang tiba-tiba memutar kendali kudanya sambil mengacungkan tangan ke arah Puri dan Masjid yang dikerumuk api. “Kediaman kita telah terbakar!” Dan tiada lagi tersisa tempat bagi kita di atas Bumi ini! Maka mari kita semua mencari temapt untuk diri kita di sisi Gusti Allah!”

“Kami bersama Anda, Kangjeng Pangeran! Pejah gesang fi sabilillah!”, sambut para pengikut.

“Dan demikian pula kalian, para Janissary terakhir?”, tanyanya meminta penegasan disela ringkik Gentayu yang telah hendak berpacu namun dikekang.

“Tentu, Pangeran… Kita adalah kaum, yang apabila bumi menyempit bagi kita, maka langit yang akan meluas untuk kita! Hiyaaaa!”, seru Nurkandam Pasha sambil melecut kudanya. Sang Pangeran tersenyum mantap, dan sekali dia lepaskan kekang Gentayu, dua lompatan kuda itu senilai tiga kali loncatan kawanannya.

“Hiyaaa… Hiyaaa…”, serempak yang lain turut berpacu dan turangga-turangga terbaik dari Tergalreja itu berlari ke arah terbenamnya mentari sebelum membelok ke selatan menyusur tepian Kali Bedhog.

“Maktuub..!”, Katib Pasha yang ada di barisan belakang berbisik dengan memejam mata sambil mengusap surai tunggangannya dan menunduk khusyu’. Sejak senja yang gerah, Rabu 5 Dzulhijjah 1240 Hijriah, salah satu perang sabil paling berdarah di Nusantara itu telah pecah.

 

Buku setebal 632 halaman, berhasil saya selesaikan dalam perjalanan naik kereta Jakarta-Kebumen,kurang lebih 7 jam.  Setelah sebelumnya, baca di rumah selalu terdistraksi. Kisah dalam buku ini benar-benar menghipnotisku, sehingga tidak menyadari kalau sudah tiba di akhir halaman.

Kisah ini diawali dengan setting lokasi Puri Tegalrejo tempat kediaman pangeran Diponegoro pada tahun 1825, yang bersiap-siap meninggalkan tempat yang sudah mulai terbakar dengan didampingi dua jannisary terakhir Nurkandam Pasha dan Basah Katib.

Cerita bergulir ke masa lalu pada tahun 1808 di Sublime Porte , Istanbul. Kota ini menjadi latar belakang dari Nurkandam dan Basah Katib. Dalam bab tersebut diceritakan latar belakang Basah Katib dan Nurkandam Pasha, yang merupakan putra dari Sultan Mustafa Pasha dan berakhirnya tentara militan Turki, Jannisary. Berakhirnya kejayaan Jannisarry Turki merupakan awal dari kebangkitan kejayaan islam di Nusantara.

Ada tiga puluh bab, ditambah prolog dan epilog  dalam buku ini, dimana setiap bab berganti setting dan alur, sehingga pembaca perlu jeli melihat keterangan tempat dan waktu pada setiap awal bab, karena penulis menggunakan alur maju mundur dan juga berganti-ganti sudut pandang. Mungkin ini yang terkadang sedikit menguji memory saya untuk mengingat cerita terkait sebelumnya.

Saya sangat salut dengan penulis yang menggambarkan dengan detail setiap tokoh,karakter/watak,  tempat dan kejadian-kejadian yang secara garis besar berdasarkan sejarah dan banyak tidak terungkap dalam pembelajaran kita di sekolah. Pastilah penulis melakukan banyak riset untuk menulis ini. Saya sulit membedakan mana yang sejarah dan mana yang fiksi, karena cerita ini dikemas dengan apik

Ada satu hal yang saya baru mengerti dan mungkin tidak dipelajari saat sekolah, yaitu asal muasalnya perang Diponegoro. Perang selama 5 tahun , memakan  korban 200ribu orang Jawa dan membuat bangkrut pemerintah Hindia Belanda saat itu. Dari buku ini saya mengerti bahwa awalnya dipicu karena adanya permasalahan di lingkungan Keraton Yogyakarta, ketidakadilan Patih Danurejo dan Wironegoro kerabat Pangeran Diponegoro terhadap rakyat. Pangeran Diponegoro menghukum keduanya tentang ketidakdilan yang mereka perbuat. Dan merasa tidak terima dengan hal tersebut, Patih Danurejo mendekati Belanda untuk membalas dendam kepada Pangeran Diponegoro.Lanjutkan membaca “Review : SANG PANGERAN dan Janissary Terakhir”

Review: The Boy I knew From Youtube

the boy i knew

The Boy I Knew From Youtube

 

Judul Buku      : The Boy I Knew From Youtube
Penulis             : Suarcani
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I         : Februari 2020
ISBN                  : 978-602-06-3819-5
Tebal                 : 256 halaman

Blurb

Pada hari pertama di SMA, Rai terkejut. Ternyata Pri, pemilik channel Pie Susu, adalah kakak kelasnya. Mereka sering berinteraksi di kolom komentar YouTube, bahkan lanjut ke e-mail.

Pie Susu tidak pernah mengetahui identitas Rai. Video cover lagu-lagu yang Rai nyanyikan di channel Peri Bisu hanya menayangkan sosoknya dari belakang. Itu pun sebatas pundak ke atas. Karena sudah tiga tahun Rai tidak lagi nyaman menampilkan bakat menyanyinya di dunia nyata.

Saat tiba-tiba Rai terpaksa harus tampil lagi di depan umum, Kak Pri bersedia mengiringinya dengan gitar. Persiapan lomba akustik pun menggiring interaksi mereka di dunia nyata. Namun, Rai masih tidak percaya diri. Terutama ketika gosip dan perlakuan tidak menyenangkan atas ukuran tubuhnya kembali mencuat.

Ini novel teenlit pertama yang saya baca di tahun ini, tadinya belum masuk wishlitku. Saya sudah berencana membaca novel/buku biografi di awal tahun ini, tapi justru terjeda ketika melihat cover buku the boy i knew from youtube mampir wara-wiri di timelineku. Saya langsung tertarik ketika penulisnya Suarcani, penulis asal pulau Bali ini memang menjadi salah satu penulis yang kusuka, Rule of Thirds dan The Stardust Catcher menjadi deretan buku yang kusuka, apalagi buku Rule of Thirds, Covernya suka banget dan sempat menjadi walpaper HPku :). Saya penasaran dan ku serching di aplikasi ebook GD dan menemukan sudah tersedia, langsung deh kubaca 🙂

Novel ini berlatar belakang anak SMA, dengan tokoh utama Raihani Candra (Rai) dan Pri (Kakak kelas Rai). Penulis mengambil judul yang menarik relate dengan ciri khas anak muda, yang pasti selalu akrab sosial media, Youtube.  Covernya juga menarik mencerminkan judul dan isi cerita. Sebagai novel teenlit, biasanya konflik yang tercipta tidak berat, ceritanya juga ringan, seputar persahabatan, pacaran, pelajaran dan kegiatan ekskul.  Jadi tidak heran, kalau saya dengan cepat menyelesaikan 256 halaman dalam beberapa jam. Padahal saya sedang membaca novel biografi sejarah yang berjumlah 500 halaman sudah berhari-hari belum selesai 🙂

Tema yang diangkat tidak hanya seputar pacaran, dan menurutku ini yang menarik. Tokoh utama Rai, yang mengalami krisis kepercayaan diri dan bagaimana dia berusaha meningkatkan rasa percaya dirinya, ini menjadi point utama yang menarik. Kebetulan cerita Rai relatable dengan masa sekolahku dulu..dulu banget ..iya dahulu kala,..sekarang sudah emak-emak 🙂 Tindakan bullying, body shamming memang membekas dan bisa seumur hidup tidak dapat dilupakan, buktinya saya …puluhan tahun lalu masih inget ketika ada beberapa teman yang melakukan body shamming dan itu sangat mempengaruhi kepercayaan diriku.Saya selalu takut untuk bicara atau tampil di depan orang banyak, perut mendadak bisa mules-mules persis seperti yang Rai alami.  Bahkan sampai sekarang masih merasa tidak nyaman ketika tampil di muka umum…(malah jadi curhat he..he)Lanjutkan membaca “Review: The Boy I knew From Youtube”

Chairil Anwar : Ini Kali Tak Ada Yang Mencari Cinta

cover chairil anwar

Chairil Anwar

INI KALI TAK ADA YANG MENCARI CINTA

 

Judul Buku      : Chairil Anwar : Ini Kali Tak Ada Yang Mencari Cinta
Penulis             : Sergius Sutanto
Penerbit           : Qanita
Cetakan I         : Oktober 2017
ISBN                  : 978-602-402-098-9
Tebal                 : 432 halaman

 

Blurb

Ini kali tidak ada yang mencari cinta …
Aku sendiri. Berjalan
Menyisir semenanjung, masih pengap harap
Sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
Dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap.

Seorang penyair muda, mengawali hidup penuh gelora. Gegap gempita dia masuk gelanggang perjuangan kemerdekaan, dengan deretan puisinya yang menggelegar dan mengobrak-abrik tatanan sastra masa itu.
Chairil ingin merdeka, dia ingin hidup seribu tahun, tanpa harus menghamba pada siapa pun. Tetapi, jiwanya yang bebas pun lambat laun dibebani realita yang tak seindah sastra. Wafat secara tragis menjelang usia ke-27 dan hanya meninggalkan warisan; sepasang sepatu dan kaus kaki hitam, satu ons gula merah, selembar uang rupiah, serta satu map lusuh berisi kertas-kertas sajak kepada mantan istri dan anak tercintanya. Chairil gagal menggenapi mimpi terakhirnya untuk menikahi sang istri sekali lagi.
Ini Kali Tak Ada yang Mencari Cinta, memotret pemberontakan batin Chairil Anwar di tengah amuk cinta dan cita-cita, serta skandal penjiplakan beberapa sajak yang mengguncang kesusasteraan tanah air di era 50-an. Kisah ini juga mengungkap tabir dendam yang disimpan Chairil selama bertahun-tahun. Dendam yang akhirnya membuat hidup sang penyair senantiasa gamang dan merasa terbuang sebagai “Binatang Jalang”

 

Kalau sampai waktuku

Ku mau tak seorang ‘kan merayu

Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang

Dari kumpulannya terbuang

………………………………………

(Puisi AKU )

 

Sebagai orang yang hobi baca buku, mungkin bisa dikatakan terlambat, hari ini  baru membaca buku biografi sastrawan Indonesia Chairil Anwar. Mungkin semua orang kenal Chairil Anwar, bahkan dari siswa SD atau SMP, karena pelajaran tentang puisi sudah diajarkan. Namun mengenal lebih dekat Chairil Anwar dari masa kecil, remaja, menikah hingga meninggal dunia dalam usia muda, belum tentu semua orang tahu.

Saya penasaran tentang Chairil Anwar, karena puisi AKU yang menjadi salah satu ikon film Ada Apa Dengan Cinta. Waktu Rangga membaca buku AKU, itu keren banget, dan saya membayangkan Chairil Anwar se cool Nicholas Saputra 🙂

Setelah membaca novel biografi ini, ambyar bayangan saya tentang Chairil Anwar. Meskipun ini ditulis dalam bentuk novel oleh Sergius Sutanto, namun sebagian besar isi dalam buku ini adalah fakta. Buku ini ditulis dengan melalui riset dan wawancara langsung dengan satu-satunya anak Chairil Anwar yaitu Evawani Alissa Chairil Anwar. Evawani memberikan kata pengantar dan endors dalam buku ini. Penulis juga melampirkan daftar rujukan yang berisi puluhan tulisan dari berbagai surat kabar yang membahas tentang Chairil Anwar. Lanjutkan membaca “Chairil Anwar : Ini Kali Tak Ada Yang Mencari Cinta”

Pemenang Giveaway Khadijah : First Love Never Dies

banner Khadijah

Halo book lovers…

Saat yang ditunggu-tunggu, bagi peserta giveaway adalah  pengumuman pemenang.  Sebelum saya umumkan, terlebih dahulu saya mengucapkan terima kasih kepada Mba Irfa Hudaya,  Sang Penulis dan penerbit Tiga serangkai, yang telah memberi kesempatan saya menjadi salah satu host blogtour ini. Saya mohon maaf apabila belum memenuhi harapan  selaku host blogtour ini, mengingat partisipan yang tidak banyak. Dan untuk teman-teman host terimakasih atas kerjasama dan dukungannya, semoga kita dapat kerjasama lagi di lain kesempatan.

Dan untuk semua peserta giveaway, terima kasih telah berpartisipasi dan mengunjungi blogku yang sudah dipenuhi sarang laba-laba ini 🙂

Dan pemenang Giveaway Khadijah adalaaah…..

The Winner is

Nama : Farida Endah
Akun twitter /IG : @farida_271

Selamat untuk pemenang …….

kirimkan biodata ; Nama ,Alamat lengkap dan No HP ke email:sitinuryanti@yahoo.com paling lambat 2 hari sejak pengumuman

Dan bagi  yang belum beruntung kalian dapat masih dapat mengikuti giveway di resensi.ilarizky.com

Sampai jumpa di giveaway selanjutnya

Blogtour-Giveaway : Khadijah

 

cover khadijah

Judul Buku      : Khadijah : First Love Never Dies
Penulis             : Irfa Hudaya
Penerbit           : Tinta Medina, Creative Imprint of Tiga Serangkai
Cetakan I         : April 2019
ISBN                  : 978-623-7011-89-7
Tebal                 : xiv,  258 halaman

 

Blurb

Khadijah menyimpan sebongkah cinta terhadap seorang lelaki yang terkenal dengan kejujurannya. Namun, wanita yang sudah pernah menikah itu ragu-ragu, apakah cintanya punya hak mendapat balasan serupa?

Dirinya urung menyatakan keinginan untuk menikahi Muhammad. Sayangnya, rasa sejernih mutiara itu malah membesar. Dengan tekad yang bulat, Khadijah menemui sepupunya, Waraqah bin Naufal.

Hati Khadijah semakin kuat setelah pertemuan itu. Lantas, akankah cintanya berbuah manis? Apakah kehadiran Khadijah dalam kehidupan Muhammad mempunyai peran yang besar?

Pembahasan tentang cinta memang tidak pernah habis dikupas, banyak buku yang menjadikan cinta sebagai tema utama. Dalam buku Khadijah First Love Never Dies juga mengambil tema cinta, namun ini berbeda dengan cerita cinta pada umumnya. Kisah cinta sejati wanita agung dengan manusia mulia Nabi Muhammad Saw. Buku ini bukan buku biografi Khadijah (istri Rasulullah),meskipun menceritakan kisah hidup Khadijah dari semenjak gadis hingga meninggal dunia, buku ini masuk dalam kategori fiksi bergenre novel religi.

Khadijah adalah seorang gadis yang cantik dan berakhlak mulia. Dengan latar belakang keluarga yang kaya raya, terpandang dan dermawan menjadikan Khadijah impian dari para pemuda maupun orangtua untuk dapat menjadi bagian dari keluarga Khuwailid. Namun orangtua Kadijah memilihkan pemuda untuk putrinya tidak berdasarkan harta atau kekayaan saja, namun yang utama adalah akhlaknya. Pilihannya jatuh pada Abu Halah an-Nabbasyi bin Zuriah, seorang pemuda yang kaya dan mempunyai akhlak mulia. Khadijah mempunyai dua orang anak dari pernikahan dengan Abu Halah yaitu Halah dan Hindun. Kebahagiaan Khadijah tidak berlangsung lama, suaminya sakit dan meninggal dunia meninggalkan kedua putranya yang masih kecil.

Orangtua Khadijah memintanya untuk menikah lagi agar anak-anak mempunyai ayah. Khadijah menyetujui pilihan orangtuanya untuk menikah dengan Athiq bin Aidz Makhzumi. Dari pernikahan dengan Athiq,ia melahirkan bayi perempuan cantik yang diberi nama Hindun. Pernikahan Khadijah dan Athiq juga tidak berlangsung lama, karena Athiq tewas dalam peperangan antar suku.

Sepeninggal suaminya yang terakhir Khadijah fokus mengurus ketiga buah hatinya, Halah,Hindun dan Hindun binti Athiq Aidz Makhzumi. Khadijah sesekali juga belajar perniagaan kepada ayahnya, ia belajar bagaimana mengelola harta peninggalan suami-suaminya dan harta dari ayahnya agar tidak habis dan lebih bermanfaat bagi orang lain. Khadijah selain dikenal sebagai wanita berakhlak mulia juga dikenal cerdas dalam berdagang.

Setelah orangtuanya meninggal Khadijah mengelola sendiri perniagaan yang diwariskan ayahnya. Suatu hari Khadijah memerlukan pemimpin kafilah yang baru untuk memimpin kafilah perdagangan ke negeri Syam. Ia memilih seseorang yang dapat dipercaya untuk mengelola perniagaanya, dan atas usulan dari asistennya, dipilih Muhammad untuk menjadi pemimpin kafilah

“Khadijah mengulang nama itu.Sebuah nama yang tiba-tiba saja seperti menyentuh hatinya. Sebuah nama yang mampu membuat dada Khadijah menghangat” (hal 47)

Sejak pertemuan pertama dengan Muhammad, hati Khadijah galau sekaligus berbunga-bunga setiap mengingat Muhammad. Khadijah baru mengalami perasaan seperti itu. Ia menyadari statusnya dan terpaut usia  cukup jauh dengan Muhammad, yang kemungkinan akan lebih memilih seorang gadis daripada dirinya. Akhirnya setelah mendengar nasihat Waraqah bin Naufal (sepupunya) tentang perasaanya, Khadijah memberanikan diri mengutus Nafisah (kerabatnya) untuk menemui Muhammad.

Akankah Muhammad langsung menerima niat baik Khadijah untuk menikah dengannya? Bagaimana peran Khadijah dalam kehidupan Muhammad ?

Novel ini sangat recommended dibaca, kisah romansa kedua insan mulia ini patut menjadi teladan khususnya bagi muslimah. Dari Khadijah kita dapat belajar menjadi seorang istri yang baik untuk suami, ibu yang menjadi teladan bagi anak-anaknya. Kehidupan rumah tangga Khadijah dan Muhammad yang diwarnai dengan keindahan dan perjuangan juga dapat menjadi teladan bagi pasangan suami istri di zaman sekarang. Dialog antara Khadijah dan anaknya maupun kepada khadimatnya saat mengajarkan makna ketuhanan, menurut saya sangat bagus untuk dipraktikan bagi kaum ibu. Kedekatan Khadijah dengan anak-anak maupun dengan sang ibu menyentuh hati. Seorang ibu memang guru yang utama dan pertama bagi anak-anaknya. Khadijah menyadari hal tersebut, sehingga tidak membiarkan anak-anaknya diasuh atau disusui oleh orang lain,sebagaimana budaya arab pada masa itu.

Novel Khadijah First Love Never Dies begitu menyentuh hati, penulis mampu menuliskan kata-kata yang mampu merasuk kedalam hati pembaca dengan quote-qoute yang indah. Bukan hanya qoute yang  indah, namun cover buku ini juga cantik, gambar hati, bunga dengan warna yang pink cukup mewakili isi novel ini.

Ada beberapa qoute atau dialog antara Khadijah dan anaknya yang kusuka , antara lain :

Tuhan kita ingin kau semakin cerdas, jika kau berpikir lebih keras.Tuhan suka kepada manusia yang suka berpikir (hal :31)

Laki-laki sejati itu selalu bertindak kesatria. Tidak memandang pada si miskin atau kaya, laki-laki atau perempuan.Jika seorang kesatria melakukan kesalahan dia pasti mau minta maaf dan bertanggung jawab (hal : 53)

Sungguh rugi jika kita hanya menuruti nafsu duniawi. Takkan ada habisnya (hal : 113)

Bahagia adalah ketika kita tersentuh atas apa yang Tuhan berikan, kemudian mensyukuri segala anugerah itu (hal : 113)

Semoga dengan membaca novel ini akan makin meningkatkan keimanan kita dan kecintaan kepada rasulullah Muhammad SAW.  Lanjutkan membaca “Blogtour-Giveaway : Khadijah”

Resensi : 69 Things To Be Grateful About Being Single

13 Mei 2019-single.jpeg

TIPS MENJADI SINGLE DAN BAHAGIA

Judul Buku      : 69 Things To Be Grateful About Being Single
Penulis             : Feby Indirani
Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I        : 18 September 2017
ISBN               : 978-602-03-7714-8
Tebal              : 144 halaman

Peresensi         : Siti Nuryanti

 

Dalam kultur budaya masyarakat Indonesia, yang beranggapan bahwa menikah adalah suatu keharusan maka pilihan untuk hidup melajang tentu tidak mudah diterima. Berbagai pertanyaan tentang kapan menikah, sedangkan usia sudah cukup matang akan selalu terdengar dalam berbagai kesempatan. Pandangan umum masyarakat kita, profil seseorang dianggap sempurna, apabila menikah, sukses dan mapan. Namun apabila sukses, mapan dan tidak menikah  dianggap kurang sempurna, bahkan menjadi bahan lelucon.

Padahal menikah tidak menjadi jaminan akan hidup bahagia selamanya, perlu kerja keras dan kesabaran dari kedua belah pihak pasangan. Dan tidak sedikit pasangan menikah berakhir dengan perpisahan yang saling menyakiti.

Buku 69 Things To Be Grateful About Being Single membuka pandangan bahwa hidup melajang merupakan pilihan hidup yang membahagiakan.Lanjutkan membaca “Resensi : 69 Things To Be Grateful About Being Single”

Resensi : THINK AND GROW RICH

Resensi Think and Grow Rich

13 PRINSIP MERAIH KESUKSESAN

Judul Buku      : Think and Grow Rich

Bestseller Legendaris yang Mengawali Semua Bestseller

Penulis             : Napoleon Hill (Direvisi dan diperluas oleh Dr Arthur R.Pell)

Alih bahasa     : Sugianto Yusuf
Penerbit           : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ke-8   : Juli 2018
ISBN                 : 978-979-22-3939-3
Tebal               : 294 hal

Peresensi         : Siti Nuryanti

 

Setiap orang menginginkan menjadi kaya dan sukses, berbagai tips menjadi orang sukses telah banyak ditulis.  Salah satu buku panduan menjadi orang kaya terlaris di dunia adalah buku Think and Grow Rich yang ditulis penulis legendaris Napoleon Hill. Buku ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1937 dan sampai sekarang buku ini masih menjadi buku yang ampuh dan dicari oleh masyarakat.

Buku Think and Grow Rich menjadi buku sukses terlaris sepanjang masa yang telah terjual lebih dari lima belas juta eksempelar.  Dalam versi revisi oleh Dr Arthur R Pell, disisipkan cerita orang sukses saat ini seperti Bill Gates,  Mary Kay Ash dan Dave Thomas yang telah menerapkan konsep Napoleon Hill dalam meraih kesuksesan.  Ada 13 prinsip sukses dari Napoleon Hill , yang pertama adalah hasrat. Hasrat merupakan langkah pertama yang harus dimiliki oleh sesorang yang ingin sukses. Seperti dicontohkan Edwin C Barnes seorang gelandangan memiliki hasrat yang menggebu untuk menjadi kaya dan bermitra usaha dengan Thomas A Edison.

“Orang wajib menyadari bahwa semua yang berhasil mengumpulkan kekayaan dalam jumlah besar mulai dengan memimpikan, mengharapkan,mengandaikan, menghasratkan dan merencanakan sebelum memperoleh uang mereka “ (hal : 24)

Lanjutkan membaca “Resensi : THINK AND GROW RICH”