(Blogtour-Giveway ) Silence : Akiyoshi Rikako

Judul Buku : Silence
Penulis : Akiyoshi Rikako
Penerbit : Haru Media
Cetakan I : Desember 2017
ISBN : 978-602-6383-38-9
Tebal : 322 hal

Blurb

Kenapa aku tidak bisa keluar dari pulau ini?

Miyuki dibesarkan di Yuki-no- Shima, sebuah pulau terpencil yang konon dilindungi oleh Simatama-san, dewa penjaga pulau. Miyuki yang bermimpi menjadi artis akhirnya keluar dari pulau itu dan tinggal di Tokyo, meskipun ditentang oleh kedua orangtuanya.

Setelah lama tidak pulang, akhirnya tahun ini Miyuki akan pulang bersama dengan Toshiaki, kekasihnya. Meski awalnya Miyuki tidak menyadarinya, tapi sepertinya Simatama-san tahu ada yang tidak beres dengan Toshiaki.

Apa pun yang terjadi, Shimatama-san pasti melindunginya, kan?

Silence mengkisahkan seorang gadis bernama Miyuki yang berasal dari pulau terpencil. Yuki-no-Shima, pulau yang ditutupi salju tebal dan terlihat misterius ini, mempunyai penduduk tiga ratus jiwa dimana masyarakatnya masih tradisional dan memegang teguh adat serta budaya setempat .

Kecantikan dan kemampuan menyanyi Miyuki terkenal di seluruh Yuki-no-Shima. Ia mempunyai impian untuk menjadi artis terkenal. Melalui ajang pencarian anggota girlband, Miyuki berhasil mewakili daerahnya dan penyeleksian terakhir di Tokyo. Impiannya tinggal selangkah lagi menjadi kenyataan, untuk menjadi artis. Namun impiannya terhalang restu orangtua, yang tidak mengijinkan Miyuki pergi ke Tokyo kecuali untuk meneruskan kuliah disana.

“ Lucunya, walaupun sudah dua puluh tahun berlalu, perasaan yang mengutuk kedua orangtuanya masih ada dalam sudut hati “ (hal:20)

Kekecewaan Miyuki terhadap orangtuanya tidak hilang meski sudah dua puluh tahun berlalu. Miyuki, memang akhirnya pergi ke Tokyo setelah tamat SMA, untuk meneruskan kuliah dan mencoba kembali meraih impiannya. Namun Miyuki harus puas hanya menjadi Manajer Artis. Miyahara Kaori adalah artis muda yang dibimbing Miyuki. Berkat kerja keras dan kedisiplinan Miyuki, Kaori menjadi artis muda yang terkenal di Jepang.

Kesibukan Miyuki membuatnya tidak pulang ke rumah di Yuki-no-Shima selama beberapa tahun. Miyuki memutuskan pulang ketika berniat memperkenalkan kekasihnya, Toshiaki kepada orangtuanya, sekaligus meminta restu untuk menikah. Dan sesampainya di Yuki-no-Shima, banyak peristiwa yang terjadi di sana. Kejadian yang diluar perkiraan, yang membuat Miyuki tidak dapat keluar dan tinggal kembali di Yuki-no-Shima, apakah ini dikarenakan ada campur tangan Shimatama-san, Dewa Pelindung Pulau tersebut? Bagaimana rencana pernikahan Miyuki dan Toshiaki? Apakah orangtua Miyuki merestuinya?

“…kepada Shimatama-san. Aku akan berdoa, kumohon jangan biarkan Kakak keluar dari Yuki-no-Shima “(hal:162)

Baca lebih lanjut

Iklan

10 Komentar

Filed under Blogtour-Giveaway, Penerbit Haru, Review Buku

RESENSI : Perempuan-Perempuan Pengukir Sejarah

Perempuan pengukir sejarah, KR Senin,12 Feb 18

MENGENAL PEREMPUAN PERKASA NUSANTARA

Judul Buku      : Perempuan-Perempuan Pengukir Sejarah
Penulis             : Mulyono Atmosiswatoputra
Penerbit           : Bhuana Ilmu Populer
Cetakan I        : 2018
ISBN               : 978-602-455-271-8
Tebal               : 327 hal

 

Eksistensi perempuan merupakan bagian penting dari sebuah masyarakat, bangsa dan komunitas manusia. Dahulu, perempuan Indonesia sering dianggap orang belakang, yang hanya mengurusi dapur,sumur dan kasur. Perempuan menjadi kaum yang terpinggirkan. Namun, ada beberapa perempuan yang mampu berkompetisi di dunia, saat kekuatan di dominasi oleh laki-laki.

Buku Perempuan-Perempuan Pengukir Sejarah  menceritakan delapan belas (18) tokoh wanita yang mempunyai peranan sangat penting dalam perjuangan bangsa Indonesia.
Sejak jaman kerajaan, perempuan sudah berdampingan dengan laki-laki. Ada beberapa Kerajaan yang dipimpin oleh perempuan dan mengalami masa kejayaan, seperti Kerajaan Majapahit, yang dipimpin oleh Tribhuanatunggadewi Jayawisnuwardhani, Ratu Sima di Kerajaan Kalingga dan Ratu Kalinyamat dari Jepara.

Pada masa penjajahan merebut kemerdekaan banyak tokoh perempuan yang berjuang di garis depan, memimpin langsung pasukan melawan penjajah. Tokoh perempuan tersebut antara lain Laksamana Keumalahayati merupakan laksamana perempuan pertama di Indonesia memimpin dua ribu pasukan perempuan melawan Kapal Perang Portugis, Nyi Ageng Serang yang berjuang bersama Pangeran Diponegara di barisan depam, Martha Christina Tiahahu bersama rakyat Maluku melawan kolonial Belanda . Dalam hal social, budaya dan pendidikan ada Nyai Ahmad Dahlan, istri KH.Ahmad Dahlan yang mendirikan organisasi perempuan pertama Aisyiah dan RA Kartini yang membentuk sekolah untuk kaum perempuan.
Pada awal dan pasca kemerdekaan ada Ibu Inggit Ganarsih, HR Rasuna Said, SK Trimurti, Ibu Tin Suharto dan Megawati Sukarnoputri.

Penulis menceritakan masing-masing tokoh dengan detail dari riwayat keluarga, perjuangan, hingga masa akhir hidupnya. Banyak hal yang bisa dipetik dari membaca kisah tokoh-tokoh pengukir sejarah ini. Dengan membaca buku ini, kita banyak belajar tentang sejarah Indonesia, dari era kerajaan, masa perjuangan merebut kemerdekaan hingga masa pasca kemerdekaan. Peranan perempuan di Indonesia sudah ada sejak jaman dahulu. Dibalik kelembutan dan kebijaksanan seorang perempuan tersimpan keberanian, kegigihan, untuk ikut andil membangun bangsa ini. Semoga dapat menginspirasi perempuan-perempuan Indonesia agar lebih banyak berkarya.

 

*) dimuat di Koran Kedaulatan Rakyat, Senin 12 Februari 2018

Tinggalkan komentar

Filed under Penerbit BIP, Resensi Dimuat Media Cetak, Review Buku

Resensi : Rule of Thirds

Rule of thirds

MEMAAFKAN ADALAH ENERGI UNTUK HIDUP BAHAGIA

Judul Buku      : Rule Of Thirds
Penulis             : Suarcani
Penyunting      : Midya N. Santi
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I          : 27 Desember 2016
ISBN                   :978-602-03-3475-2
Halaman          : 280 hal

“Semakin lama kamu memendam amarah, semakin kamu menunda datangnya bahagia. Tidak ada yang lebih melegakan ketimbang bisa memaafkan orang lain.” (hal 184).

Memaafkan bagi sebagian besar orang, adalah hal yang sulit dilakukan. Memaafkan adalah sebuah respon atas peristiwa pahit yang telah menyakiti kita. Namun memaafkan orang lain atau diri sendiri adalah sebuah pilihan yang cerdas untuk mendapatkan kebahagiaan. Seperti yang dikisahkan Ladys dan Dias dalam novel Rule of Thirds.

Ladys adalah seorang fotografer fashion terkenal di Seol, rela meninggalkan karirnya demi mengejar cinta dan pulang ke Bali. Bagi Ladys, Bali merupakan sebuah tempat yang menyimpan kenangan buruk di masa lalu. Ladys memutuskan menemui Esa kekasihnya, agar tidak menjalani hubungan jarak jauh seperti selama setahun ini mereka jalani. Ladys tidak menyangka kehadirannya di Bali justru disambut dengan kejutan menyakitkan dari Esa. Kekasihnya telah berkhianat dan akan segera menikah dalam waktu dekat.

Dias adalah seorang Asisten Fotografer di sebuah studio foto milik kerabat Ladys. Dibalik sifatnya yang pendiam, roman mukanya yang datar dan nyaris dingin, Dias memendam kenangan pahit di masa lalunya.

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Penerbit Gramedia, Resensi Dimuat Media Cetak, Review Buku

Resensi : Catatan Juang

cat.juang

MENGGALI INSPIRASI DARI BUKU HARIAN

Judul Buku      : Catatan Juang
Penulis             : Fiersa Besari
Penerbit           : Mediakita
Cetakan I        : 2017
ISBN               : 978-979-794-549-7
Tebal               : vi+306 hal

Peresensi         : Siti Nuryanti

 

Pada era digital, dimana masyarakat menggunakan sosial media sebagai media untuk mencurahkan perasaan atau permasalahan hidup masih ada sebagian orang yang mengungkapkannya melalui tulisan pada sebuah buku harian. Buku harian merupakan salah satu cara yang baik untuk menyimpan dan mencatat masa lalu serta merencanakan masa depan. Buku harian juga dapat membantu mengatur suasana hati dan emosi, bahkan dapat memberikan inspirasi atau motivasi bagi orang lain. Seperti yang dikisahkan dalam buku Catatan Juang.

Kasuarina atau Suar adalah tokoh utama dalam buku ini, seorang wanita yang memiliki impian menjadi sineas tetapi terjebak dalam rutinitas sebagai marketing asuransi pada sebuah bank. Impiannya terkubur dikarenakan sang ayah jatuh sakit, sehingga Suar memiliki inisiatif untuk membantu keuangan keluarga, meskipun ayahnya tidak meminta hal tersebut.

Dalam perjalanan pulang, Suar menemukan buku catatan bersampul merah yang terjatuh di angkutan umum. Suar bermaksud mengetahui si empunya buku tersebut, dengan membuka dan membaca tulisan-tulisan di dalamnya. Pada halaman pertama tertulis “Seseorang yang akan menemani setiap langkahmu dengan satu kebaikan kecil setiap harinya, Tertanda Juang “ (hal : 7). Suar membaca tulisan selanjutnya dan terjebak dalam kisah-kisah yang ditulis oleh Juang. Hidup Suar mulai berubah karena terinspirasi dari Catatan Juang. Suar mempertimbangkan kembali impiannya menjadi seorang Sineas.

Jangan lupa bahwa manusia mempunyai mimpi-mimpi untuk diraih. Dan jangan lupa bahwa Tuhan menciptakanmu berjalan di muka bumi ini untuk sesuatu yang baik, maka berbuat baiklah untuk sesama, melebihi kau berbuat baik untuk dirimu sendiri” (hal : 173)

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Penerbit Media Kita, Resensi Dimuat Media Cetak, Review Buku

Kilas Balik Tahun 2017

gambar resensi 2017

Hai teman-teman …Selamat Tahun Baru 2018 !!!

Sudah terlambat banget yaa….wkk..wkkk… sudah mau satu bulan, baru ngucapin ?? Lebih baik terlambat kan…daripada tidak sama sekali…Tapi ini sudah setengah bulan tahun 2018…kemana saja kemarin ??

Dan lihat judul postingannya…KILAS BALIK 2017, ini lebih dari terlambat..harusnya ini diposting di akhir 2017…ckk..ckk …

hadeuh bakalan ditimpuk pembaca ga yaa…..aku nulis postingan begini

Tapi aku yakin yang baca postinganku, orangnya sabar, baik hati, tidak sombong dan suka menabung…jadi biarkan aku meneruskan celotehku ini.

Bagaimana tahun 2017 yang telah kalian alami ? Pasti banyak kenangan yang telah dilewati, baik kenangan manis, pahit atau asam   (kaya permen nano-nano yaa..)

Apapun yang telah kita lalui, harus tetap bersyukur bahwa kita mampu melewati semua itu dan yakinlah setiap kejadian dapat diambil pembelajaran untuk masa depan (sok jadi motivator 🙂

Dan sehubungan dengan kesenanganku di dunia literasi, saya bersyukur masih dapat melakukan aktivitasku ditengah serbuan tugas kantor, tugas seorang ibu, tugas seorang istri dan tugas-tugas yang lainnya .

Dari tahun 2015, saya mulai menjalani hobi baca buku. Awal saya membaca buku setahun hanya 20 buku, kemudian tahun 2016 naik menjadi 50 buku dan tahun 2017 kemarin target 60 buku, saya berhasil menyelesaikan 74 buku

GR challange.jpg

Goodreads Challange

Seiring meningkatnya jumlah buku yang dibaca, sayangnya tidak diimbangi dengan meningkatnya menulis review buku yang telah dibaca. Tahun 2017, saya menyelesaikan 74 buku, tetapi review buku yang ditulis hanya 38, jadi cuma setengahnya. Hal ini sama seperti tahun 2016, hanya setengahnya yang direview.

Jadi kesimpulannya, saya tidak ada kemajuan dalam menulis review buku di blog …huuh sedih..tapi ada yang membuatku bersyukur dengan tahun 2017 lalu. Apakah itu ?? Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under About This Blog, Artikel, Tak Berkategori

Teach Like Finland

gambar teach like finland

PENDIDIKAN ALA FINLANDIA

Judul Buku      : Teach Like Finland : Mengajar Seperti Finlandia
Penulis             : Timothy D. Walker
Editor              : Adinto F. Susanto
Penerbit           : Grasindo
Cetakan I        : Juli 2017
ISBN               : 978-602-452-044-1
Tebal              : 197 hal

Beberapa tahun terakhir, Finlandia menjadi salah satu negara yang menjadi sorotan dunia dalam bidang pendidikan. Hal ini dikarenakan pada tahun 2001, OEDC (Organization for Economic Cooperation and Development) mempublikasikan hasil studi internasional bahwa siswa-siswa Finlandia yang berusia 15 tahun berhasil mencatatkan skor tertinggi di penyelenggaraan pertama PISA ( Programme for International Student Assesment) mengalahkan negara lain seperti Jepang, Korea, Singapura, Hongkong dan negara maju lainnya. Ujian tersebut meliputi keterampilan berpikir kritis pada bidang matematika, sains dan membaca.

Masyarakat dunia, bertanya seperti apa sistem pendidikan Finlandia, dengan waktu belajar relatif lebih pendek, ujian tidak terstandardisasi,  Pekerjaan Rumah (PR) yang sedikit tetapi mampu menghasilkan siswa dengan prestasi yang sangat baik.

Buku Teach Like Finland ditulis seorang guru bernama Timothy D Walker yang pindah dari Amerika ke kota Helsinski, Finlandia. Timoty akan membagikan rahasia sukses pendidikan Finlandia.

Timothy membagi strategi mengajar menjadi lima (5) kelompok yaitu Kesejahteraan, Rasa dimiliki, Kemandirian, Penguasaan dan Pola Pikir.
Faktor Kesejahteraan menjadi hal pertama yang diperhatikan dalam pendidikan Finlandia. Prasyarat bagi siswa untuk dapat belajar yaitu apabila terpenuhinya kebutuhan pokok, seperti makanan, rumah, pakaian.  Pada bagian Kesejahteraan, penulis memberikan strategi mengajar dengan membuat Jadwal Istirahat Otak.  Menurut Daniel Levitin, profesor psikologi bahwa  memberikan otak waktu untuk istirahat, melalui jeda yang teratur akan mengarah pada produktivitas dan kreativitas yang lebih besar (hal:11).

Strategi mengajar yang selanjutnya adalah rasa dimiliki, dimana setiap guru harus mengenal setiap siswanya dengan baik agar dapat memberikan metode mengajar yang tepat untuk masing-masing siswa. Guru juga harus mampu membuat kelas tersebut nyaman, tidak ada tindakan kekerasan /bullying  antar siswa .

Guru di Finland menerapkan sistem kemandirian siswa dalam proses belajar mengajar . Siswa diberikan kebebasan untuk memilih atau menentukan tema pembelajaran yang dipelajari, hal ini sekaligus mengajarkan tanggung jawab kepada siswa. Masih banyak strategi mengajar lainnya yang dipaparkan di buku ini.

Fokus dari pendidikan Finland adalah kebahagiaan yaitu kebutuhan yang diperlukan oleh semua orang termasuk anak-anak.

“Studi menunjukan bahwa kesejahteraan siswa dan nilai tes standar secara signifikan didorong oleh kurikulum kebahagiaan “(hal : 189)

Buku Teach Like Finland ini, dapat menjadi referensi untuk menentukan sistem pendidikan yang tepat bagi suatu negera. Setiap negara mempunyai budaya dan kebutuhan masing-masing, tetapi perlu dipahami bahwa pendidikan adalah hal yang perlu dipikirkan oleh semua kalangan.  Buku ini sangat recommended untuk dibaca, terutama bagi para praktisi pendidikan.

Tinggalkan komentar

Filed under Non Fiksi, Penerbit Grasindo, Review Buku

IKAN-IKAN MATI

IKAN-IKAN MATI

PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU MANUSIA

Judul Buku      : Ikan-Ikan Mati
Penulis             : Roy Saputra
Penerbit          : Media Kita
Cetakan I         : 2017
ISBN                 : 978-979-794-543-5
Tebal                : vi + 318 hal

“ The good thing is, I don’t have to prove anything to anyone in social media.

Kinda think life is easier that way” (hal : 131)

 Di zaman sekarang, hampir semua orang mempunyai media sosial seperti facebook, twitter, instagram, path, whatsaap, line dan sebagainya. Internet telah menjadi kebutuhan pokok yang tidak kalah penting dengan makanan atau pakaian. Benda ajaib yang dikenal dengan smartphone tidak terlepas dari genggaman. Kita dapat melihat dalam berbagai kesempatan, di stasiun, terminal, kendaraan dan di tempat lainnya orang selalu menunduk sambil bermain dengan smartphone masing-masing. Dengan adanya media sosial, arus informasi dan komunikasi berjalan sangat cepat tetapi di sisi lain perilaku masyarakat juga mengalami perubahan. Kita sering melihat media sosial menjadi medan tempur antar golongan, mulai dari mencaci, menghina,menyindir dan bahasa negatif lainnya. Masyarakat mudah sekali tersulut emosinya dengan berita dari media sosial yang belum tentu kebenarannya. Dalam berbagai diskusi di televisi, menyebutkan bahwa kebhinekaan Indonesia sedang terancam.

Fenomena dan keresahan sosial tersebut diangkat dalam Novel Ikan-Ikan Mati. Dalam buku ini menceritakan kota Jakarta di masa datang, belasan tahun dari sekarang. Tokoh utama dalam buku ini adalah Gilang Kusuma yang menjabat sebagai corporate relationship manager di bank milik pemerintah. Sebuah bank yang memfokuskan bisnisnya pada penyaluran kredit level korporasi. Seperti golongan menengah pada umumnya Gilang selalu berpenampilan rapi,  mengikuti perkembangan trend dan teknologi. Ketika ada peluncuran smartphone baru, Gilang juga mengganti gadgetnya dengan yang model baru atau ketika ada heboh discount kafe baru Gilang akan berbondong-bondong mendatangi bersama teman-temannya. Gilang dan teman kantornya  bernama Jaelani, Latheef dan Bobby tidak pernah terlepas dari gadgetnya yang tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi saja. Smartphone mereka dilengkapi dengan fitur IKA (Indonesia Kindness App). Aplikasi penjaga harmoni, penyaring suara negatif di ranah digital, penghapus kisruh di dunia maya  (hal 140 ). Aplikasi ini mendeteksi segala sesuatu yang akan diupload di sosial media, apabila content tidak mengandung SARA atau hal negatif, maka dapat terpublikasi. Dan orang yang telah upload hal-hal positif akan mendapat poin. Demikian juga sebaliknya, apabila komunikasi dengan bahasa negatif, aplikasi IKA akan mendeteksi dan secara otomatis poin berkurang. Gilang dan teman-temannya selalu mengumpulkan poin dengan rajin upload foto-foto atau postingan yang positif ke facebook. Poin-poin tersebut dapat ditukarkan ke merchant-merchant tertentu, seperti kafe, bioskup, kelab malam, e-commerce dan transportasi publik. Perilaku Gilang dan teman-temannya dilakukan oleh hampir semua orang di Jakarta.

“Memang setiap harinya, manusia selalu dihadapkan dengan belasan pilihan yang bisa berbuah pengalaman dan pembelajaran. Namun di zaman semaju ini, biarlah beberapa proses pengambilan keputusan itu diambil alih oleh aplikasi” (hal: 224)

Baca lebih lanjut

3 Komentar

Filed under Penerbit Media Kita, Resensi Dimuat Media Cetak, Review Buku

Resensi Buku Cara Berpikir Suprarasional

 

Print

UPAYA MENDAPATKAN REZEKI DARI JALAN YANG TAK TERDUGA

Judul Buku : Cara Berpikir  Suprarasional
Penulis : Raden Ridwan Hasan Saputra
Editor : Muh. Iqbal Santosa
Penerbit : Republika Penerbit
Cetakan I : April 2017
ISBN : 978-602-0822-68-6
Tebal : X + 178 hal

Peresensi : Siti Nuryanti

Setiap orang menginginkan rezeki yang berlimpah. Berbagai cara ditempuh untuk mendapatkan kekayaan, dari cara-cara rasional seperti bekerja atau investasi hingga cara irasional seperti meminta bantuan makhluk gaib.  Kita dapat memperoleh rezeki  yang berlimpah apabila kita mampu mengubah cara berpikir kita

Cara berpikir manusia dibagi menjadi empat yaitu (1)natural yaitu berpikir secara alamiah, sifatnya rutin tanpa adanya inovasi atau antisipasi masalah, (2) rasional ; menggunakan inovasi dengan melibatkan nalar, (3) supranatural ; cara berpikir dengan meminta bantuan makhluk gaib untuk menyelesaikan masalah, seperti sesajen, susuk, akhirnya dapat mengarah perbuatan syirik  (4) suprarasional

Cara berpikir Suprarasional adalah cara berpikir orang rasional yang dipakai ketika menghadapi masalah yang sangat sulit bahkan tidak dapat diselesaikan dengan cara berpikir rasional.  Suprarasional menjadikan faktor gaib dalam hal ini adalah Allah Swt, sebagai faktor yang sangat dipertimbangkan dalam mengambil keputusan atau tindakan.

“Kuasailah cara berpikir suprarasional jika kita ingin menjadi orang-orang yang mempunyai karya besar” (hal:1)

Sebagai contoh seorang petani yang mempunyai pola pikir natural, hanya berpikir  menanam, merawat dan kemudian memanen, hasilnya langsung dijual ke tengkulak. Jika berpikir rasional, petani tersebut membuat inovasi, misalnya dengan membuat nilai tambah dari produk yang dihasilkan , sehingga nilai jualnya lebih tinggi.  Petani yang berpikir suprarasional , setelah melakukan usaha rasional secara maksimal, akan diimbangi dengan pendekatan kepada Allah Swt antara lain; sholat sunat (duha, tahajud,rawatib), puasa sunah, zakat , sedekah, infak dan ibadah ritual lainnya. Dengan mendekatkan diri kepada Allah Swt, rezeki akan datang dari arah yang tidak terduga, seperti dalam firman Allah QS : Ath-Thalaq ayat 2-3

Siapa saja yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya…” (hal : 48)

Buku ini mengajak pembaca untuk menghadapi kehidupan dengan cara berpikir suprarasional . Jika masyarakat yang berpikir suprarasional semakin banyak di negeri ini, Insya Alloh Indonesia akan menjadi negara yang baldatun thoyibatun warrobun ghofur atau negara yang subur, makmur, adil dan aman.

 

*) Resensi ini dimuat pada harian Kedaulatan Rakyat edisi Senin, 20 November 2017

Tinggalkan komentar

Filed under Dalam Negeri, Non Fiksi, Penerbit Republika, Resensi Dimuat Media Cetak, Review Buku, Tak Berkategori

(Blogtour-Giveaway) MENGGAPAI MENTARI

Judul Buku : Menggapai Mentari

Penulis  : Murid Mentari Intercultural School, Jakarta

Ilustrasi Cover : Angela Steffany Budi

Ilustrasi dalam : Murid FunArt Semarang

Editor : Karyna Pramesthi

Penerbit : Funtastic-M&C Gramedia

Cetak Pertama : Oktober 2017

ISBN : 9786024286552

Tebal Buku : 167 hal

Blurb

Langit Indonesia sedang kelam. Orang-orang bermuram durja. Pasti karena isi surat kabar dan televisi yang membuat hati gundah. Banyak yang tidak lagi percaya, mentari bisa terbit lagi di langit yang gelap.

Tapi, anak-anak bangsa berlarian, bahu-membahu, menggapai sang mentari. Mentari ini yang akan mereka taruh di langit, supaya cahayanya bisa kembali menerangi seluruh Indonesia. Sehingga, terlihat lagi, Indonesia yang penuh warna, harapan dan cerita.

Inilah persembahan kisah untuk Bangsa Indonesia

Buku Menggapai Mentari yang ditulis oleh 18 (delapan belas) murid Sekolah Dasar Mentari Intercultural School menepiskan anggapan bahwa anak-anak Indonesia hanya bisa bermain gadget atau main game. Anak-anak ini membuktikan bahwa mereka juga peduli dengan berbagai isu sosial yang ada di negeri ini. Buku ini berisi delapan belas cerita yang mengangkat tema keberagaman, toleransi, nasionalisme, persahabatan dan makna pancasila di mata anak-anak.  Sebuah tema yang sebenarnya tidak ringan untuk anak-anak, tetapi mereka mampu menuliskan dengan bahasa sederhana dan ringan sehingga mudah dicerna oleh anak-anak usia SD. Diperkaya dengan ilustrasi yang indah, membuat buku ini makin menarik.

Saat membaca buku ini, saya kagum dan bangga tidak menyangka ide cerita ini ditulis oleh anak-anak. Mereka paham bagaimana makna pancasila melalui cerita yang ditulis oleh SYAHIRA NUR RANIA dengan judul Kita Pancasila dan Menjelajah Pancasila di Sekolah oleh SHERAZADE NURUL AMIRA PRASETYO.  Kedua penulis ini berusaha menyampaikan bahwa memaknai Pancasila itu bukan hal yang sulit, Pancasila bukan hal yang ada di awang-awang. Sherazade memberi contoh dengan melihat lingkungan sekolahnya, dari sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa sampai dengan sila ke-5 dapat dilihat dalam lingkungan sekolah. Pancasila ada dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kisah Tak Kenal Maka Tak Sayang oleh DESNA DIANDRA ASMORO dan Sahabatku, Siti oleh CHARLIZE ALESSANDRA HALIM menceritakan perihal toleransi antar umat beragama. Kisah persahabatan yang tidak mengenal perbedaan agama, seperti Siti yang beragama islam dan Mei Lin beragama Katholik.

Asas demokrasi juga dikisahkan melalui cerita Sama Saja,Kan ! karya ANYA IVANKA PUTRI SIREGAR yang menceritakan perihal pemilihan ketua kelompok belajar, bahwa siapa saja, laki-laki atau perempuan dapat menjadi pemimpin, asalkan mampu dan telah dipilih secara musyawarah.

Ada juga kisah tentang seorang anak perempuan yang berusaha meraih impiannya menjadi pemain sepakbola untuk membanggakan sekolah dan bangsanya , ini dikisahkan dalam cerita Keputusan Sendiri oleh AUBRIEL NABABAN Baca lebih lanjut

7 Komentar

Filed under Blogtour-Giveaway, Dalam Negeri, Penerbit Gramedia, Review Buku

Jelajah Gedung Perpusnas RI

me-n-rak-buku-perpusnas.jpg

Lobi Gedung Perpustakaan Nasional

Hari Sabtu tanggal 1 Oktober 2017 saya mengunjungi gedung perpustakaan nasional yang baru di jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta pusat.  Sebenarnya saya tidak merencanakan kesana, tujuan awal saya ke Monas. Saya memang ingin refreshing, ke Monas dan naik ke puncaknya untuk menikmati pemandangan jakarta dari puncak, tetapi ternyata tiket ke puncak sudah habis. Jadi saya hanya mengunjugi museum dan Cawan Monas. Saat akan pulang dan melihat gedung yang tinggi di seberang Monas, langsung tertarik kesana, gedung yang tinggi itu adalah Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) .

Waktu menunjukan jam 15.30 Wib, saat saya memasuki gedung perpusnas. Awalnya saya ragu apakah sudah dibuka untuk umum, karena saat peresmian tanggal 14 September oleh presiden Jokowi, diinformasikan bahwa Perpustakaan akan dibuka untuk umum secara resmi tanggal 06 Oktober 2017. Dan saat saya masuk ke gedung ternyata telah dibuka dan security bilang jam 16.00 tutup, jadi saya hanya punya waktu 30 menit untuk menjelajah gedung ini.

Gedung Perpusnas RI merupakan gedung tertinggi di dunia untuk gedung perpustakaan dengan ketinggian 126,3 m dan memiliki 27 lantai plus basement. Saat di Salemba gedung perpusnas hanya memiliki 3 lantai dan menurut info petugasnya , gedung perpusnas sepi pengunjung.  Sekarang Indonesia sudah memiliki gedung perpustakaan tertinggi di dunia, semoga semangat masyarakat untuk membaca dan mengunjungi perpustakaan juga ikut meningkat.

Langsung saja kita masuk ke gedung perpusnas yuk… Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Artikel, Non Fiksi, Tak Berkategori