Review: The Boy I knew From Youtube

the boy i knew

The Boy I Knew From Youtube

 

Judul Buku      : The Boy I Knew From Youtube
Penulis             : Suarcani
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I         : Februari 2020
ISBN                  : 978-602-06-3819-5
Tebal                 : 256 halaman

Blurb

Pada hari pertama di SMA, Rai terkejut. Ternyata Pri, pemilik channel Pie Susu, adalah kakak kelasnya. Mereka sering berinteraksi di kolom komentar YouTube, bahkan lanjut ke e-mail.

Pie Susu tidak pernah mengetahui identitas Rai. Video cover lagu-lagu yang Rai nyanyikan di channel Peri Bisu hanya menayangkan sosoknya dari belakang. Itu pun sebatas pundak ke atas. Karena sudah tiga tahun Rai tidak lagi nyaman menampilkan bakat menyanyinya di dunia nyata.

Saat tiba-tiba Rai terpaksa harus tampil lagi di depan umum, Kak Pri bersedia mengiringinya dengan gitar. Persiapan lomba akustik pun menggiring interaksi mereka di dunia nyata. Namun, Rai masih tidak percaya diri. Terutama ketika gosip dan perlakuan tidak menyenangkan atas ukuran tubuhnya kembali mencuat.

Ini novel teenlit pertama yang saya baca di tahun ini, tadinya belum masuk wishlitku. Saya sudah berencana membaca novel/buku biografi di awal tahun ini, tapi justru terjeda ketika melihat cover buku the boy i knew from youtube mampir wara-wiri di timelineku. Saya langsung tertarik ketika penulisnya Suarcani, penulis asal pulau Bali ini memang menjadi salah satu penulis yang kusuka, Rule of Thirds dan The Stardust Catcher menjadi deretan buku yang kusuka, apalagi buku Rule of Thirds, Covernya suka banget dan sempat menjadi walpaper HPku :). Saya penasaran dan ku serching di aplikasi ebook GD dan menemukan sudah tersedia, langsung deh kubaca 🙂

Novel ini berlatar belakang anak SMA, dengan tokoh utama Raihani Candra (Rai) dan Pri (Kakak kelas Rai). Penulis mengambil judul yang menarik relate dengan ciri khas anak muda, yang pasti selalu akrab sosial media, Youtube.  Covernya juga menarik mencerminkan judul dan isi cerita. Sebagai novel teenlit, biasanya konflik yang tercipta tidak berat, ceritanya juga ringan, seputar persahabatan, pacaran, pelajaran dan kegiatan ekskul.  Jadi tidak heran, kalau saya dengan cepat menyelesaikan 256 halaman dalam beberapa jam. Padahal saya sedang membaca novel biografi sejarah yang berjumlah 500 halaman sudah berhari-hari belum selesai 🙂

Tema yang diangkat tidak hanya seputar pacaran, dan menurutku ini yang menarik. Tokoh utama Rai, yang mengalami krisis kepercayaan diri dan bagaimana dia berusaha meningkatkan rasa percaya dirinya, ini menjadi point utama yang menarik. Kebetulan cerita Rai relatable dengan masa sekolahku dulu..dulu banget ..iya dahulu kala,..sekarang sudah emak-emak 🙂 Tindakan bullying, body shamming memang membekas dan bisa seumur hidup tidak dapat dilupakan, buktinya saya …puluhan tahun lalu masih inget ketika ada beberapa teman yang melakukan body shamming dan itu sangat mempengaruhi kepercayaan diriku.Saya selalu takut untuk bicara atau tampil di depan orang banyak, perut mendadak bisa mules-mules persis seperti yang Rai alami.  Bahkan sampai sekarang masih merasa tidak nyaman ketika tampil di muka umum…(malah jadi curhat he..he)Lanjutkan membaca “Review: The Boy I knew From Youtube”

Chairil Anwar : Ini Kali Tak Ada Yang Mencari Cinta

cover chairil anwar

Chairil Anwar

INI KALI TAK ADA YANG MENCARI CINTA

 

Judul Buku      : Chairil Anwar : Ini Kali Tak Ada Yang Mencari Cinta
Penulis             : Sergius Sutanto
Penerbit           : Qanita
Cetakan I         : Oktober 2017
ISBN                  : 978-602-402-098-9
Tebal                 : 432 halaman

 

Blurb

Ini kali tidak ada yang mencari cinta …
Aku sendiri. Berjalan
Menyisir semenanjung, masih pengap harap
Sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
Dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap.

Seorang penyair muda, mengawali hidup penuh gelora. Gegap gempita dia masuk gelanggang perjuangan kemerdekaan, dengan deretan puisinya yang menggelegar dan mengobrak-abrik tatanan sastra masa itu.
Chairil ingin merdeka, dia ingin hidup seribu tahun, tanpa harus menghamba pada siapa pun. Tetapi, jiwanya yang bebas pun lambat laun dibebani realita yang tak seindah sastra. Wafat secara tragis menjelang usia ke-27 dan hanya meninggalkan warisan; sepasang sepatu dan kaus kaki hitam, satu ons gula merah, selembar uang rupiah, serta satu map lusuh berisi kertas-kertas sajak kepada mantan istri dan anak tercintanya. Chairil gagal menggenapi mimpi terakhirnya untuk menikahi sang istri sekali lagi.
Ini Kali Tak Ada yang Mencari Cinta, memotret pemberontakan batin Chairil Anwar di tengah amuk cinta dan cita-cita, serta skandal penjiplakan beberapa sajak yang mengguncang kesusasteraan tanah air di era 50-an. Kisah ini juga mengungkap tabir dendam yang disimpan Chairil selama bertahun-tahun. Dendam yang akhirnya membuat hidup sang penyair senantiasa gamang dan merasa terbuang sebagai “Binatang Jalang”

 

Kalau sampai waktuku

Ku mau tak seorang ‘kan merayu

Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang

Dari kumpulannya terbuang

………………………………………

(Puisi AKU )

 

Sebagai orang yang hobi baca buku, mungkin bisa dikatakan terlambat, hari ini  baru membaca buku biografi sastrawan Indonesia Chairil Anwar. Mungkin semua orang kenal Chairil Anwar, bahkan dari siswa SD atau SMP, karena pelajaran tentang puisi sudah diajarkan. Namun mengenal lebih dekat Chairil Anwar dari masa kecil, remaja, menikah hingga meninggal dunia dalam usia muda, belum tentu semua orang tahu.

Saya penasaran tentang Chairil Anwar, karena puisi AKU yang menjadi salah satu ikon film Ada Apa Dengan Cinta. Waktu Rangga membaca buku AKU, itu keren banget, dan saya membayangkan Chairil Anwar se cool Nicholas Saputra 🙂

Setelah membaca novel biografi ini, ambyar bayangan saya tentang Chairil Anwar. Meskipun ini ditulis dalam bentuk novel oleh Sergius Sutanto, namun sebagian besar isi dalam buku ini adalah fakta. Buku ini ditulis dengan melalui riset dan wawancara langsung dengan satu-satunya anak Chairil Anwar yaitu Evawani Alissa Chairil Anwar. Evawani memberikan kata pengantar dan endors dalam buku ini. Penulis juga melampirkan daftar rujukan yang berisi puluhan tulisan dari berbagai surat kabar yang membahas tentang Chairil Anwar. Lanjutkan membaca “Chairil Anwar : Ini Kali Tak Ada Yang Mencari Cinta”

Pemenang Giveaway Khadijah : First Love Never Dies

banner Khadijah

Halo book lovers…

Saat yang ditunggu-tunggu, bagi peserta giveaway adalah  pengumuman pemenang.  Sebelum saya umumkan, terlebih dahulu saya mengucapkan terima kasih kepada Mba Irfa Hudaya,  Sang Penulis dan penerbit Tiga serangkai, yang telah memberi kesempatan saya menjadi salah satu host blogtour ini. Saya mohon maaf apabila belum memenuhi harapan  selaku host blogtour ini, mengingat partisipan yang tidak banyak. Dan untuk teman-teman host terimakasih atas kerjasama dan dukungannya, semoga kita dapat kerjasama lagi di lain kesempatan.

Dan untuk semua peserta giveaway, terima kasih telah berpartisipasi dan mengunjungi blogku yang sudah dipenuhi sarang laba-laba ini 🙂

Dan pemenang Giveaway Khadijah adalaaah…..

The Winner is

Nama : Farida Endah
Akun twitter /IG : @farida_271

Selamat untuk pemenang …….

kirimkan biodata ; Nama ,Alamat lengkap dan No HP ke email:sitinuryanti@yahoo.com paling lambat 2 hari sejak pengumuman

Dan bagi  yang belum beruntung kalian dapat masih dapat mengikuti giveway di resensi.ilarizky.com

Sampai jumpa di giveaway selanjutnya

Blogtour-Giveaway : Khadijah

 

cover khadijah

Judul Buku      : Khadijah : First Love Never Dies
Penulis             : Irfa Hudaya
Penerbit           : Tinta Medina, Creative Imprint of Tiga Serangkai
Cetakan I         : April 2019
ISBN                  : 978-623-7011-89-7
Tebal                 : xiv,  258 halaman

 

Blurb

Khadijah menyimpan sebongkah cinta terhadap seorang lelaki yang terkenal dengan kejujurannya. Namun, wanita yang sudah pernah menikah itu ragu-ragu, apakah cintanya punya hak mendapat balasan serupa?

Dirinya urung menyatakan keinginan untuk menikahi Muhammad. Sayangnya, rasa sejernih mutiara itu malah membesar. Dengan tekad yang bulat, Khadijah menemui sepupunya, Waraqah bin Naufal.

Hati Khadijah semakin kuat setelah pertemuan itu. Lantas, akankah cintanya berbuah manis? Apakah kehadiran Khadijah dalam kehidupan Muhammad mempunyai peran yang besar?

Pembahasan tentang cinta memang tidak pernah habis dikupas, banyak buku yang menjadikan cinta sebagai tema utama. Dalam buku Khadijah First Love Never Dies juga mengambil tema cinta, namun ini berbeda dengan cerita cinta pada umumnya. Kisah cinta sejati wanita agung dengan manusia mulia Nabi Muhammad Saw. Buku ini bukan buku biografi Khadijah (istri Rasulullah),meskipun menceritakan kisah hidup Khadijah dari semenjak gadis hingga meninggal dunia, buku ini masuk dalam kategori fiksi bergenre novel religi.

Khadijah adalah seorang gadis yang cantik dan berakhlak mulia. Dengan latar belakang keluarga yang kaya raya, terpandang dan dermawan menjadikan Khadijah impian dari para pemuda maupun orangtua untuk dapat menjadi bagian dari keluarga Khuwailid. Namun orangtua Kadijah memilihkan pemuda untuk putrinya tidak berdasarkan harta atau kekayaan saja, namun yang utama adalah akhlaknya. Pilihannya jatuh pada Abu Halah an-Nabbasyi bin Zuriah, seorang pemuda yang kaya dan mempunyai akhlak mulia. Khadijah mempunyai dua orang anak dari pernikahan dengan Abu Halah yaitu Halah dan Hindun. Kebahagiaan Khadijah tidak berlangsung lama, suaminya sakit dan meninggal dunia meninggalkan kedua putranya yang masih kecil.

Orangtua Khadijah memintanya untuk menikah lagi agar anak-anak mempunyai ayah. Khadijah menyetujui pilihan orangtuanya untuk menikah dengan Athiq bin Aidz Makhzumi. Dari pernikahan dengan Athiq,ia melahirkan bayi perempuan cantik yang diberi nama Hindun. Pernikahan Khadijah dan Athiq juga tidak berlangsung lama, karena Athiq tewas dalam peperangan antar suku.

Sepeninggal suaminya yang terakhir Khadijah fokus mengurus ketiga buah hatinya, Halah,Hindun dan Hindun binti Athiq Aidz Makhzumi. Khadijah sesekali juga belajar perniagaan kepada ayahnya, ia belajar bagaimana mengelola harta peninggalan suami-suaminya dan harta dari ayahnya agar tidak habis dan lebih bermanfaat bagi orang lain. Khadijah selain dikenal sebagai wanita berakhlak mulia juga dikenal cerdas dalam berdagang.

Setelah orangtuanya meninggal Khadijah mengelola sendiri perniagaan yang diwariskan ayahnya. Suatu hari Khadijah memerlukan pemimpin kafilah yang baru untuk memimpin kafilah perdagangan ke negeri Syam. Ia memilih seseorang yang dapat dipercaya untuk mengelola perniagaanya, dan atas usulan dari asistennya, dipilih Muhammad untuk menjadi pemimpin kafilah

“Khadijah mengulang nama itu.Sebuah nama yang tiba-tiba saja seperti menyentuh hatinya. Sebuah nama yang mampu membuat dada Khadijah menghangat” (hal 47)

Sejak pertemuan pertama dengan Muhammad, hati Khadijah galau sekaligus berbunga-bunga setiap mengingat Muhammad. Khadijah baru mengalami perasaan seperti itu. Ia menyadari statusnya dan terpaut usia  cukup jauh dengan Muhammad, yang kemungkinan akan lebih memilih seorang gadis daripada dirinya. Akhirnya setelah mendengar nasihat Waraqah bin Naufal (sepupunya) tentang perasaanya, Khadijah memberanikan diri mengutus Nafisah (kerabatnya) untuk menemui Muhammad.

Akankah Muhammad langsung menerima niat baik Khadijah untuk menikah dengannya? Bagaimana peran Khadijah dalam kehidupan Muhammad ?

Novel ini sangat recommended dibaca, kisah romansa kedua insan mulia ini patut menjadi teladan khususnya bagi muslimah. Dari Khadijah kita dapat belajar menjadi seorang istri yang baik untuk suami, ibu yang menjadi teladan bagi anak-anaknya. Kehidupan rumah tangga Khadijah dan Muhammad yang diwarnai dengan keindahan dan perjuangan juga dapat menjadi teladan bagi pasangan suami istri di zaman sekarang. Dialog antara Khadijah dan anaknya maupun kepada khadimatnya saat mengajarkan makna ketuhanan, menurut saya sangat bagus untuk dipraktikan bagi kaum ibu. Kedekatan Khadijah dengan anak-anak maupun dengan sang ibu menyentuh hati. Seorang ibu memang guru yang utama dan pertama bagi anak-anaknya. Khadijah menyadari hal tersebut, sehingga tidak membiarkan anak-anaknya diasuh atau disusui oleh orang lain,sebagaimana budaya arab pada masa itu.

Novel Khadijah First Love Never Dies begitu menyentuh hati, penulis mampu menuliskan kata-kata yang mampu merasuk kedalam hati pembaca dengan quote-qoute yang indah. Bukan hanya qoute yang  indah, namun cover buku ini juga cantik, gambar hati, bunga dengan warna yang pink cukup mewakili isi novel ini.

Ada beberapa qoute atau dialog antara Khadijah dan anaknya yang kusuka , antara lain :

Tuhan kita ingin kau semakin cerdas, jika kau berpikir lebih keras.Tuhan suka kepada manusia yang suka berpikir (hal :31)

Laki-laki sejati itu selalu bertindak kesatria. Tidak memandang pada si miskin atau kaya, laki-laki atau perempuan.Jika seorang kesatria melakukan kesalahan dia pasti mau minta maaf dan bertanggung jawab (hal : 53)

Sungguh rugi jika kita hanya menuruti nafsu duniawi. Takkan ada habisnya (hal : 113)

Bahagia adalah ketika kita tersentuh atas apa yang Tuhan berikan, kemudian mensyukuri segala anugerah itu (hal : 113)

Semoga dengan membaca novel ini akan makin meningkatkan keimanan kita dan kecintaan kepada rasulullah Muhammad SAW.  Lanjutkan membaca “Blogtour-Giveaway : Khadijah”

Resensi : 69 Things To Be Grateful About Being Single

13 Mei 2019-single.jpeg

TIPS MENJADI SINGLE DAN BAHAGIA

Judul Buku      : 69 Things To Be Grateful About Being Single
Penulis             : Feby Indirani
Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I        : 18 September 2017
ISBN               : 978-602-03-7714-8
Tebal              : 144 halaman

Peresensi         : Siti Nuryanti

 

Dalam kultur budaya masyarakat Indonesia, yang beranggapan bahwa menikah adalah suatu keharusan maka pilihan untuk hidup melajang tentu tidak mudah diterima. Berbagai pertanyaan tentang kapan menikah, sedangkan usia sudah cukup matang akan selalu terdengar dalam berbagai kesempatan. Pandangan umum masyarakat kita, profil seseorang dianggap sempurna, apabila menikah, sukses dan mapan. Namun apabila sukses, mapan dan tidak menikah  dianggap kurang sempurna, bahkan menjadi bahan lelucon.

Padahal menikah tidak menjadi jaminan akan hidup bahagia selamanya, perlu kerja keras dan kesabaran dari kedua belah pihak pasangan. Dan tidak sedikit pasangan menikah berakhir dengan perpisahan yang saling menyakiti.

Buku 69 Things To Be Grateful About Being Single membuka pandangan bahwa hidup melajang merupakan pilihan hidup yang membahagiakan.Lanjutkan membaca “Resensi : 69 Things To Be Grateful About Being Single”

Resensi : THINK AND GROW RICH

Resensi Think and Grow Rich

13 PRINSIP MERAIH KESUKSESAN

Judul Buku      : Think and Grow Rich

Bestseller Legendaris yang Mengawali Semua Bestseller

Penulis             : Napoleon Hill (Direvisi dan diperluas oleh Dr Arthur R.Pell)

Alih bahasa     : Sugianto Yusuf
Penerbit           : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ke-8   : Juli 2018
ISBN                 : 978-979-22-3939-3
Tebal               : 294 hal

Peresensi         : Siti Nuryanti

 

Setiap orang menginginkan menjadi kaya dan sukses, berbagai tips menjadi orang sukses telah banyak ditulis.  Salah satu buku panduan menjadi orang kaya terlaris di dunia adalah buku Think and Grow Rich yang ditulis penulis legendaris Napoleon Hill. Buku ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1937 dan sampai sekarang buku ini masih menjadi buku yang ampuh dan dicari oleh masyarakat.

Buku Think and Grow Rich menjadi buku sukses terlaris sepanjang masa yang telah terjual lebih dari lima belas juta eksempelar.  Dalam versi revisi oleh Dr Arthur R Pell, disisipkan cerita orang sukses saat ini seperti Bill Gates,  Mary Kay Ash dan Dave Thomas yang telah menerapkan konsep Napoleon Hill dalam meraih kesuksesan.  Ada 13 prinsip sukses dari Napoleon Hill , yang pertama adalah hasrat. Hasrat merupakan langkah pertama yang harus dimiliki oleh sesorang yang ingin sukses. Seperti dicontohkan Edwin C Barnes seorang gelandangan memiliki hasrat yang menggebu untuk menjadi kaya dan bermitra usaha dengan Thomas A Edison.

“Orang wajib menyadari bahwa semua yang berhasil mengumpulkan kekayaan dalam jumlah besar mulai dengan memimpikan, mengharapkan,mengandaikan, menghasratkan dan merencanakan sebelum memperoleh uang mereka “ (hal : 24)

Lanjutkan membaca “Resensi : THINK AND GROW RICH”

RESENSI : Please be Mine

Please be mine

TRAUMA KEHILANGAN MENJADIKAN BIPOLAR DISODER

Judul Buku      : Please Be Mine
Penulis             : Eugenia Rakhma
Penerbit           : Bhuana Sastra (Imprint dari Penerbit BIP)
Cetakan I        : 2018
ISBN               : 978-602-455-466-8
Tebal               : 184 hal

Peresensi         : Siti Nuryanti

Masa remaja biasanya identik dengan hari-hari yang penuh dengan kebahagiaan dan keceriaan, namun bagi sebagian orang, masa remaja dapat menjadi masa yang kelam dan penuh kesedihan. Kita sering mendengar berita tentang remaja yang depresi dan bunuh diri karena hal-hal sepele. Memang, masa remaja merupakan masa yang rentan dengan stress, karena dalam masa remaja terjadi perubahan fisik dari anak-anak menjadi dewasa, namun secara mental masih belum dapat bertindak sebagai orang dewasa.

Dalam novel Please be Mine penulis menceritakan kisah remaja dengan segala permasalahannya, antara lain persahabatan, percintaan, sekolah dan keluarga. Dikisahkan dua orang remaja SMA  bernama Evan dan Kiara yang telah menjalin persahabatan sejak kecil. Evan selalu membantu Kiara dalam berbagai masalah yang dihadapinya. Dari TK sampai dengan SMP, Kiara dan Evan selalu satu kelas. Namun saat memasuki kelas 1 SMA, Evan dan Kiara tidak sekelas, hal ini membuat Evan kesal karena tidak dapat mengawasi Kiara yang masih bersedih pasca diputus oleh kekasihnya Ferdian . Evan semakin mengkhawatirkan Kiara, ketika mengetahui Ferdian yang telah mempunyai kekasih baru , berada dalam kelas yang sama dengan Kiara. Kedekatan Ferdian dengan Marischa, kekasihnya membuat Kiara makin bersedih, beruntung ada teman sebangkunya Tantra yang selalu menghibur Kiara.Lanjutkan membaca “RESENSI : Please be Mine”

Resensi : TITIP RINDU KE TANAH SUCI

Titip rindu 16 jan 19.jpg

INSPIRASI WANITA PENJUAL NASI

MERAIH IMPIAN KE TANAH SUCI

 

Judul Buku : Titip Rindu Ke Tanah Suci
Penulis : Aguk Irawan MN
Penerbit : Republika Penerbit
Cetakan I : Desember 2017
ISBN : 978-602-082-287-7
Tebal : vi + 366 hal

Peresensi : Siti Nuryanti
Menunaikan rukun islam yang ke lima adalah impian semua umat islam. Namun tidak semua orang dapat menunaikan ibadah haji. Diperlukan kesiapan mental dan materi, agama islam hanya mewajibkan kepada yang mampu secara materi maupun mental.
Melalui novel ini, penulis bermaksud menyampaikan pesan bahwa impian yang tampaknya mustahil, dapat terwujud, apabila di laksanakan dengan bersungguh-sungguh, bersabar dan tidak kenal putus asa, serta selalu berdoa.

Adalah Mak Siti, seorang janda beranak satu, penjual Nasi Megono (Nasi khas kota Kebumen) setiap hari menjajakan dagangnya di stasiun Cakung, Jakarta. Mak Siti mempunyai impian pergi haji. Impian yang menjadi cibiran dan gunjingan para tetangga, mereka menganggap Mak Siti bermimpi. Namun Mak Siti tidak memperdulikan gunjingan. Meskipun penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Mak Siti menyisihkan uangnya, lima ribu, dua ribu atau paling banyak sepuluh ribu setiap harinya dan disimpan dalam sebuah ember. Setelah sepuluh tahun uang tersebut berjumlah tujuh puluh delapan juta delapan ratus ribu rupiah.Lanjutkan membaca “Resensi : TITIP RINDU KE TANAH SUCI”

Resensi : GRAPHOLOGY FOR US

graphology 1 feb 19

KENALI POTENSI DIRI MELALUI TULISAN TANGAN

Judul Buku      : Graphology for us

Penulis             : Sri Erji Wahyuni
Penerbit           : PT. Elex Media Komputindo
Cetakan I        : 2018
ISBN               : 978-602-04-5892-2
Tebal               : 167 hal

Peresensi         : Siti Nuryanti

Di era digital seperti sekarang, makin sedikit orang yang menulis surat menggunakan tulisan tangan. Masyarakat lebih memilih menggunakan komputer yang lebih praktis dan cepat dalam pengiriman pesan. Menulis dengan tangan membutuhkan waktu tersendiri, saat membuat lengkungan atau coretan kita dapat merasakan kehalusan dan kelenturan emosi yang dapat meningkatkan konsentrasi. Tulisan tangan merupakan kombinasi unik dari pemikiran dan perasaan.

Pada tahun 1870 Jean Michon berkebangsaan Perancis menciptakan istilah Graphology, yaitu  ilmu pengetahuan yang digunakan untuk menginterpretasikan karakter dan kepribadian seseorang melalui tulisan tangannya. Dan sejak itu graphology dikenal luas di dunia, bahkan di Pengadilan Tinggi Australia digunakan sebagai sumber data untuk menganalisis kasus kejahatan karena hasil analisis tulisan tangan 85-95% keakuratan seperti tes sidik jari atau DNA. (hal 5)

Dalam buku Graphology for us, penulis memberikan metode membaca bentuk tulisan tangan yang dikaitkan dengan kepribadian, karakter, emosional, minat-bakat dan potensi seseorang. Penulis merupakan seorang profesional Handwriting Analyst yang telah berpengalaman memberikan pelatihan dan konsultasi grafology lebih dari sepuluhribu jam, sehingga mampu menyampaikan dengan bahasa dan metode yang mudah dipahami pembaca.

Melalui buku ini pembaca dapat belajar menganalisis tulisan tangan, namun sebelum mempraktikkan, perlu dipersiapkan hal-hal berikut, antara lain : sample tulisan berjumlah seribu kata ditulis dalam bentuk paragraf pada selembar kertas tanpa garis, menulis menggunakan bollpoin, bukan pensil atau spidol, perhatikan setiap tanda yang muncul dalam sample tulisan dengan seksama, fokus pada bagaimana tulisan dibuat bukan pada apa yang ditulis.Lanjutkan membaca “Resensi : GRAPHOLOGY FOR US”

Resensi : OTHER STREAM OF INCOME

Other stream on income, Senin 4 Feb 19Strategi Menciptakan Penghasilan Tambahan

Judul : Other Stream of Income

Penulis : Ryan Filbert

Tebal : 176 halaman

Penerbit : PT Elex Media Komputindo

Cetakan 1 : 2018

ISBN : 978-602-04-5893-9

Setiap hari, orang bekerja keras untuk mendapat penghasilan. Meskti telah banting tulang menggunakan seluruh waktunya, belum mampu penghasilannya sesuai dengan harapan. Sebaliknya, yang bekerja santai malah makin kaya. Orang kaya mampu membuat uangnya bekerja.

Buku Other Stream of Income menginformasikan cara menambah arus penghasilan dari pendapatan lain. Ada tiga golongan tipe orang mengelola arus pendapatan. Golongan kelewat lancar di mana arus pendapatan dan pengeluaran sangat lancar. Ketika uang masuk, seketika itu juga keluar melalui jalur pengeluaran. Golongan ini dikategorikan orang miskin.

Golongan kelihatan kaya. Mereka ini mengelola pengeluaran dengan cara utang untuk menambah pendapatan. Mereka ini tidak lebih baik dari golongan pertama karena ketika berhenti bekerja harus memikirkan pengeluaran dan membayar utang.

Golongan memang kaya. Ini adalah kelompok orang yang mampu mengelola pendapatan menjadi aset. Kemudian, aset akan menghasilkan uang sebagai pendapatan untuk membiayai pengeluaran. Golongan ketiga ini yang diinginkan semua orang. Untuk mencapai golongan ketiga seseorang harus mempunyai other income. Dengan mengumpulkan other income sedikit demi sedikit sehingga dapat melampaui pendapatan utama. Tujuannya, memiliki passive income.

Sumber other stream of income adalah sektor riil dan pasar modal. Sektor riil dapat dimulai tanpa modal. Strateginya, antara lain menjual produk/jasa orang lain (dropship), membuat produk dan jasa sendiri serta membangun kekayaan intelektual.

Pada era digital, bisnis dropship menjadi lebih mudah. Kita dapat membuat website sendiri. Melalui sosial media atau bergabung dengan marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak dan sebagainya. “Dropship itu bisnis yang memiliki risiko paling rendah sekaligus paling tinggi. Memiliki risiko paling tinggi karena produknya sama. Maka, yang membedakan adalah harga dan pelayanan (hal 37).”

Bisnis lain yang mempunyai risiko rendah adalah menjual produk yang tidak berfisik seperti pulsa. Di era digital, pulsa telah menjadi kebutuhan primer seperti makanan dan pakaian. Saat ini, hampir semua orang memiliki handphone. Orang lebih memilih ketinggalan dompet daripada handphone. Maka, pulsa menjadi ladang bisnis cukup menjanjikan.Lanjutkan membaca “Resensi : OTHER STREAM OF INCOME”