Resensi : TITIP RINDU KE TANAH SUCI

Titip rindu 16 jan 19.jpg

INSPIRASI WANITA PENJUAL NASI

MERAIH IMPIAN KE TANAH SUCI

 

Judul Buku : Titip Rindu Ke Tanah Suci
Penulis : Aguk Irawan MN
Penerbit : Republika Penerbit
Cetakan I : Desember 2017
ISBN : 978-602-082-287-7
Tebal : vi + 366 hal

Peresensi : Siti Nuryanti
Menunaikan rukun islam yang ke lima adalah impian semua umat islam. Namun tidak semua orang dapat menunaikan ibadah haji. Diperlukan kesiapan mental dan materi, agama islam hanya mewajibkan kepada yang mampu secara materi maupun mental.
Melalui novel ini, penulis bermaksud menyampaikan pesan bahwa impian yang tampaknya mustahil, dapat terwujud, apabila di laksanakan dengan bersungguh-sungguh, bersabar dan tidak kenal putus asa, serta selalu berdoa.

Adalah Mak Siti, seorang janda beranak satu, penjual Nasi Megono (Nasi khas kota Kebumen) setiap hari menjajakan dagangnya di stasiun Cakung, Jakarta. Mak Siti mempunyai impian pergi haji. Impian yang menjadi cibiran dan gunjingan para tetangga, mereka menganggap Mak Siti bermimpi. Namun Mak Siti tidak memperdulikan gunjingan. Meskipun penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Mak Siti menyisihkan uangnya, lima ribu, dua ribu atau paling banyak sepuluh ribu setiap harinya dan disimpan dalam sebuah ember. Setelah sepuluh tahun uang tersebut berjumlah tujuh puluh delapan juta delapan ratus ribu rupiah. Baca lebih lanjut

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Novel Religi, Penerbit Republika, Resensi Media Cetak, Review Buku

Resensi : GRAPHOLOGY FOR US

graphology 1 feb 19

KENALI POTENSI DIRI MELALUI TULISAN TANGAN

Judul Buku      : Graphology for us

Penulis             : Sri Erji Wahyuni
Penerbit           : PT. Elex Media Komputindo
Cetakan I        : 2018
ISBN               : 978-602-04-5892-2
Tebal               : 167 hal

Peresensi         : Siti Nuryanti

Di era digital seperti sekarang, makin sedikit orang yang menulis surat menggunakan tulisan tangan. Masyarakat lebih memilih menggunakan komputer yang lebih praktis dan cepat dalam pengiriman pesan. Menulis dengan tangan membutuhkan waktu tersendiri, saat membuat lengkungan atau coretan kita dapat merasakan kehalusan dan kelenturan emosi yang dapat meningkatkan konsentrasi. Tulisan tangan merupakan kombinasi unik dari pemikiran dan perasaan.

Pada tahun 1870 Jean Michon berkebangsaan Perancis menciptakan istilah Graphology, yaitu  ilmu pengetahuan yang digunakan untuk menginterpretasikan karakter dan kepribadian seseorang melalui tulisan tangannya. Dan sejak itu graphology dikenal luas di dunia, bahkan di Pengadilan Tinggi Australia digunakan sebagai sumber data untuk menganalisis kasus kejahatan karena hasil analisis tulisan tangan 85-95% keakuratan seperti tes sidik jari atau DNA. (hal 5)

Dalam buku Graphology for us, penulis memberikan metode membaca bentuk tulisan tangan yang dikaitkan dengan kepribadian, karakter, emosional, minat-bakat dan potensi seseorang. Penulis merupakan seorang profesional Handwriting Analyst yang telah berpengalaman memberikan pelatihan dan konsultasi grafology lebih dari sepuluhribu jam, sehingga mampu menyampaikan dengan bahasa dan metode yang mudah dipahami pembaca.

Melalui buku ini pembaca dapat belajar menganalisis tulisan tangan, namun sebelum mempraktikkan, perlu dipersiapkan hal-hal berikut, antara lain : sample tulisan berjumlah seribu kata ditulis dalam bentuk paragraf pada selembar kertas tanpa garis, menulis menggunakan bollpoin, bukan pensil atau spidol, perhatikan setiap tanda yang muncul dalam sample tulisan dengan seksama, fokus pada bagaimana tulisan dibuat bukan pada apa yang ditulis. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Non Fiksi, Penerbit Elex Media, Resensi Media Cetak, Review Buku

Resensi : OTHER STREAM OF INCOME

Other stream on income, Senin 4 Feb 19Strategi Menciptakan Penghasilan Tambahan

Judul : Other Stream of Income

Penulis : Ryan Filbert

Tebal : 176 halaman

Penerbit : PT Elex Media Komputindo

Cetakan 1 : 2018

ISBN : 978-602-04-5893-9

Setiap hari, orang bekerja keras untuk mendapat penghasilan. Meskti telah banting tulang menggunakan seluruh waktunya, belum mampu penghasilannya sesuai dengan harapan. Sebaliknya, yang bekerja santai malah makin kaya. Orang kaya mampu membuat uangnya bekerja.

Buku Other Stream of Income menginformasikan cara menambah arus penghasilan dari pendapatan lain. Ada tiga golongan tipe orang mengelola arus pendapatan. Golongan kelewat lancar di mana arus pendapatan dan pengeluaran sangat lancar. Ketika uang masuk, seketika itu juga keluar melalui jalur pengeluaran. Golongan ini dikategorikan orang miskin.

Golongan kelihatan kaya. Mereka ini mengelola pengeluaran dengan cara utang untuk menambah pendapatan. Mereka ini tidak lebih baik dari golongan pertama karena ketika berhenti bekerja harus memikirkan pengeluaran dan membayar utang.

Golongan memang kaya. Ini adalah kelompok orang yang mampu mengelola pendapatan menjadi aset. Kemudian, aset akan menghasilkan uang sebagai pendapatan untuk membiayai pengeluaran. Golongan ketiga ini yang diinginkan semua orang. Untuk mencapai golongan ketiga seseorang harus mempunyai other income. Dengan mengumpulkan other income sedikit demi sedikit sehingga dapat melampaui pendapatan utama. Tujuannya, memiliki passive income.

Sumber other stream of income adalah sektor riil dan pasar modal. Sektor riil dapat dimulai tanpa modal. Strateginya, antara lain menjual produk/jasa orang lain (dropship), membuat produk dan jasa sendiri serta membangun kekayaan intelektual.

Pada era digital, bisnis dropship menjadi lebih mudah. Kita dapat membuat website sendiri. Melalui sosial media atau bergabung dengan marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak dan sebagainya. “Dropship itu bisnis yang memiliki risiko paling rendah sekaligus paling tinggi. Memiliki risiko paling tinggi karena produknya sama. Maka, yang membedakan adalah harga dan pelayanan (hal 37).”

Bisnis lain yang mempunyai risiko rendah adalah menjual produk yang tidak berfisik seperti pulsa. Di era digital, pulsa telah menjadi kebutuhan primer seperti makanan dan pakaian. Saat ini, hampir semua orang memiliki handphone. Orang lebih memilih ketinggalan dompet daripada handphone. Maka, pulsa menjadi ladang bisnis cukup menjanjikan. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Non Fiksi, Penerbit Elex Media, Resensi Media Cetak, Review Buku

Resensi : LOVE IS THE ANSWER

15 jan 19

HIDUP BAHAGIA DAN BERMAKNA

DENGAN CINTA

Judul Buku      : Love Is The Answer
Penulis             : Arvan Pradiansyah
Penerbit           : Transmedia
Cetakan I        : 2018
ISBN               : 978-602-1036-81-5
Tebal               : 264 hal

Peresensi         : Siti Nuryanti

 

Dalam kehidupan sehari-hari kita mempunyai masalah yang terkadang membuat kita putus asa, depresi dan mengalami kesedihan karena tidak mendapatkan penyelesainnya. Dari masalah ekonomi,  karir, hubungan dengan keluarga, teman, pasangan dan lain sebagainya. Bahkan seorang remaja pernah beritakan bunuh diri karena tidak lulus ujian sekolah. Seorang suami yang tega membunuh istri dan anaknya karena permasalahan ekonomi. Banyak hal yang dapat menyebabkan seseorang depresi dan tidak bahagia, dari masalah yang  ringan hingga masalah berat.

Dalam buku  Love is the Answer penulis memberikan satu solusi untuk semua permasalahan hidup yang kita hadapi, yaitu menggunakan pendekatan yang sama; CINTA. Dalam konsep Yunani ada empat jenis cinta yaitu Eros (cinta birahi), Philia (cinta persahabatan), Agape (cinta tak bersyarat) dan Forge (cinta antara orangtua dan anak). Dalam buku ini lebih fokus membahas cinta tak bersyarat (hal : xxviii).

Dalam keseharian kata cinta, sering terdengar diucapkan oleh pasangan kekasih, pasangan suami istri atau orangtua kepada anak. Makna cinta hanya dipahami sebagai cinta eros, philia dan forge. Konsep cinta agape memang tidak mudah dilakukan, namun hal ini sangat penting dalam kehidupan manusia. Penulis mendefinisikan cinta adalah kemanpuan kita untuk melihat dari sudut pandang orang lain, merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain bahkan menghayati suasana kehidupan orang lain (hal : 174).  Dari definisi tersebut hal pertama yang dilakukan adalah mengalahkan ego kita. Pemahaman yang terlihat sederhana, namun sulit untuk dipraktikan. Pada dasarnya manusia adalah makhluk egois, namun egois ada yang bersifat negatif dan positif.  Egois yang negatif yaitu mencintai dirinya semata-mata untuk dirinya sendiri bukan untuk orang lain. Dalam cinta berlaku rumus ; mencintai diri sendiri, mendahului mencintai orang lain. Dengan melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain, perasaan kita senantiasa diliputi cinta dan belas kasih yang tiada terputus. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Resensi Media Cetak, Review Buku

Resensi Buku : Anak Obesitas

Anak Obesitas, Rabu 5 Des 18

PANDUAN MERAWAT ANAK OBESITAS

Judul Buku      : Anak Obesitas : Dampak Kesehatan dan Perkembangan
Penulis             : dr. Rendi Aji Prihaningtyas, dkk
Penerbit           : PT. Elex Media Komputindo
Cetakan I        : 2018
ISBN               : 978-602-04-5981-3
Tebal               : 196 hal

Peresensi         : Siti Nuryanti

Kisah seorang anak bernama Arya Permana, dari Karawang, Jawa barat, yang dinobatkan sebagai anak paling gemuk didunia dengan berat badan 192 kg menjadi permasalahan serius tentang obesitas di Indonesia. Pada umumnya kaum ibu di Indonesia bangga apabila memiliki bayi yang gemuk, lucu dan menggemaskan, mereka berpendapat bahwa anak yang gemuk dan banyak makan itu sehat. Namun perlu waspada apabila anak memiliki badan berlebih dan masuk dalam kategori obesitas. Overweight adalah kelebihan berat badan diatas normal, sedangkan obesitas adalah kelebihan berat badan yang lebih berat dan berisiko menimbulkan penyakit.

Saat ini obesitas pada anak menjadi permasalahan epidemik di seluruh dunia. Menurut data WHO pada tahun 2013 menyatakan bahwa persentase anak obesitas di Indonesia tertinggi di wilayah ASEAN. Pada tahun 2013, menurut Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS), obesitas di Indonesia terjadi pada 8,8% anak usia 5-12 tahun dan 2,5% pada usia 13-15 serta makin menurun pada usia 16-18 tahun sebesar 1,6% (hal :  3)

Obesitas terjadi akibat dua faktor yaitu faktor eksogen (perilaku makan yang salah, penggunaan obat-obatan tertentu) dan faktor endogen (sindrom genetik, kelainan endokren dan monogenic genes). Jika orangtua yang memiliki kelebihan berat badan, maka risiko terjadinya kelebihan berat badan pada anak sebesar 40%, dan jika orangtua menderita obesitas, maka risiko terjadinya obesitas pada anak meningkat menjadi 70-80%  (hal:56) Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Dalam Negeri, Non Fiksi, Penerbit Elex Media, Resensi Media Cetak, Review Buku

RESENSI BUKU: HANUM DAN RANGGA

hanum&rangga,5 Des 18.jpeg

MEMILIH KARIER ATAU KELUARGA

Judul Buku : HANUM & RANGGA : Faith & The City
Penulis :Hanum Salsabila Rais dan Rangga Almahendra
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tanggal Terbit: 29 Oktober 2018
ISBN : 978-602-06-1863-0
Halaman :240 hal

Peresensi : Siti Nuryanti

Menikah dan memiliki keluarga yang bahagia adalah impian setiap perempuan. Namun peran perempuan menjadi kompleks ketika memasuki jenjang pernikahan. Keinginan untuk menjadi seorang istri atau ibu yang memberikan sepenuhnya waktu untuk keluarga, dan satu sisi ada keinginan untuk memajukan karier yang mungkin telah dirintis sebelum menikah.

Perbedaan persepsi antara pasangan suami istri mengenai pilihan istri yang memilih keluarga atau karier terkadang menimbulkan konflik tersendiri dalam keluarga. Seperti yang dikisahkan Rangga dan Hanum dalam buku ini.

Buku Hanum & Rangga : Faith & The City mengisahkan perjalanan pasangan suami istri yang sedang bersama-sama menjalankan tugasnya di New York. Hanum, seorang jurnalis yang bertugas membuat tulisan terkait tragedi WTC di NewYork. Rangga ditugaskan oleh professornya untuk menghadiri seminar seorang Bisnisman bernama Philipus Brown, sekaligus mengundangnya untuk menjadi pembicara di kampusnya.

Setelah menyelesaikan tugasnya masing-masing Rangga dan Hanum memutuskan untuk kembali ke Wina namun saat chek in British Airways di bandara JFK, mereka dikejutkan oleh kedatangan Andy Cooper yang menawarkan Hanum sebuah kontrak kerja di Global New York TV (GNTV). Hanum langsung menerima tawaran tersebut, ini adalah impiannya bekerja sebagai jurnalis di kota New York, terlebih yang menawarkan adalah Andy Cooper, wartawan idolanya sejak belia. Tanpa meminta pendapat dari suaminya Hanum menyetujui kontrak kerja selama tiga minggu di GNTV. Dan dari bandara ini semua berawal sebuah kisah yang menguji kesetiaan, impian dan keyakinan.

Andy Cooper memberikan Hanum sebuah program TV tentang muslim di Amerika yang bernama Insights Muslims. Hanum bersama dengan mitranya Sam mulai merancang program tersebut, mereka harus membuat program TV yang mempunyai rating dan share yang baik. Hari-hari Hanum selanjutnya disibukkan dengan pekerjaannya di GNTV, hingga mengabaikan suaminya Rangga. Setiap hari Hanum berangkat pagi sebelum Rangga bangun dan pulang larut malam saat Rangga telah tertidur, bahkan beberapa hari Rangga makan dengan mie instan. Hubungan Rangga dan Hanum semakin renggang, untuk menghabiskan waktu Rangga melamar pekerjaan di sebuah perpustakaan milik Philipus Brown. Rangga ditugaskan untuk membuat tulisan tentang islam dan peradabannya,yang akan diterbitkan di Brown Publisher. Tulisan dengan tema islam dan peradabannya biasanya ditulis oleh Hanum, namun saat ini Hanum sedang disibukkan dengan ajang pembuktian diri di GNTV, Hanum sedang berkutat dengan ambisinya. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Hanum Salsabila Rais, Penerbit Gramedia, Resensi Media Cetak, Review Buku

Pemenang Giveaway : Bukan Cinta Monyet

blogtour

Halo semua…

Sudah menunggu yaa…siapa yang mendapatkan buku Bukan Cinta Monyet ? Sebelum saya umumkan, terlebih dahulu saya mengucapkan terima kasih kepada Penerbit Divapress yang telah memberi kesempatan saya menjadi salah satu host blogtour ini dan untuk Mas Dion selaku koordinator host blogtour ini atas kerjasama dan dukungannya, serta teman-teman host, semoga kita dapat kerjasama lagi

Dan untuk semua peserta giveaway, terima kasih telah berpartisipasi dan mengunjungi blogku ..

Dan pemenang Giveaway Bukan Cinta Monyet adalaaah…..

 

The Winner is

Noedy

Twitter : @noedy96

Selamat untuk pemenang …….

kirimkan biodata ; Nama ,Alamat lengkap dan No HP ke email:sitinuryanti@yahoo.com paling lambat 2 hari sejak pengumuman

Dan bagi  yang belum beruntung kalian dapat masih dapat mengikuti giveway di blog www.peekthebook.com

Terima kasih

1 Komentar

Filed under Blogtour-Giveaway

Resensi : Matinya Perusahaan Gara-Gara SOP

matinya perusahaan gara2 sop. 31 okt 18

MERAIH KEUNTUNGAN PERUSAHAAN DENGAN MENERAPKAN

SOP YANG BENAR

Judul Buku      : Matinya Perusahaan Gara-Gara SOP
Penulis             : Suryono Ekotama
Penerbit           : PT. Elexmedia Komputindo
Cetakan I        : 2018
ISBN               : 978-602-04-5500-6
Tebal               : 254  hal

Peresensi         : Siti Nuryanti

 

Dalam dunia kerja kita sering mendengar istilah SOP ( Standar Operating Procedure). Setiap perusahaan biasanya memiliki SOP guna membantu karyawan mempermudah menyelesaikan pekerjaan. SOP adalah alur atau tata kerja yang distandarisasi. Perusahaan yang memiliki SOP tentunya berharap adanya peningkatan keuntungan atau pengembangan perusahaan. Namun tidak sedikit perusahaan yang mengalami kemunduran atau justru kebangkrutan meskipun telah menerapkan SOP yang telah disusun.

Buku Matinya Perusahaan Gara-Gara SOP menjelaskan secara rinci penyebab kegagalan penerapan SOP yang merugikan perusahaan beserta solusi praktis yang mudah dan telah teruji. Ditulis oleh praktisi bisnis membuat pembaca lebih mudah memahami dan mempraktikannya.

Penulis menjelaskan dua puluh enam (26) alasan yang menjadi penyebab SOP tidak berjalan bahkan menyebabkan kebangkrutan.

Penyebab SOP tidak berjalan antara lain penyusun SOP yang tidak kompeten. Ada beberapa hal yang harus dimiliki oleh seorang penyusun SOP yaitu memiliki pengalaman bisnis praktis dan intuisi bisnis yang cukup, visioner dan mempunyai kemampuan berpikir global. Apabila SOP disusun oleh penyusun yang tidak kompeten, maka kemungkinan yang dapat terjadi antara lain SOP tidak dapat diterapkan, dan apabila diterapkan tidak terjadi perubahan atau malah merugi.

Kesalahan yang kedua apabila SOP disusun tanpa memperhatikan struktur organisasi dan deskripsi pekerjaan. Hal ini diibaratkan bangunan tanpa fondasi yang dapat runtuh sewaktu-waktu karena tidak ada pijakannya. Seperti halnya apabila perusahaan tidak mempunyai visi misi perusahaan maka tidak mempunyai arah dan tujuan yang tepat. Suatu perusahaan harus mempunyai corporate value dan corporate culture. Corporate value adalah nilai-nilai yang ditanamkan oleh pendiri perusahaan ke dalam perusahaan yang didirikannya, sedangkan corporate culture adalah kebiasaan melakukan pekerjaan yang diulang-ulang (hal : 93). Dalam pembuatan SOP harus mempertimbangkan corporate value dan corporate culture, jika tidak maka SOP tersebut pasti gagal. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Non Fiksi, Penerbit Elex Media, Resensi Media Cetak, Review Buku

Pemenang Giveaway : Berdamai dengan Kanker

banner blogtour

Selamat pagi….

Sudah menunggu yaa…siapa yang mendapatkan buku Berdamai Dengan Kanker ? Sebelum saya umumkan, terlebih dahulu saya mengucapkan terima kasih kepada Mba Rahmi Fitri (penulis) yang telah memberi kesempatan saya menjadi salah satu host blogtour ini dan untuk teman-teman blogger Mba Putri dan Dhila yang sudah bersedia menjadi host.

Dan pemenang Giveaway Berdamai dengan Kanker adalaaah…..

 

The Winner is

Sukma Meganingrum

Selamat untuk pemenang …….

kirimkan biodata ; Nama ,Alamat lengkap dan No HP ke email:sitinuryanti@yahoo.com paling lambat 2 hari sejak pengumuman

Dan bagi  yang belum beruntung kalian masih dapat mengikuti blogtour ini di blognya storiesbetweenthelines.wordpress.com

Sampai jumpa di Giveaway selanjutnya..

1 Komentar

Filed under Blogtour-Giveaway

Blogtour-Giveaway : BUKAN CINTA MONYET

BCM

Judul Buku : Bukan Cinta Monyet
Penulis : Purnama Teduh
Penerbit : Laksana
Cetakan I : 2018
ISBN : 978-602-407-423-4
Tebal : 348 hal

 

Blurb

“Kalau aku suka sama side , gimana?” ucap Indar tiba-tiba. Bukan rasa suka sebagai kakak atau adik, apalagi sekedar teman. Aku menyukai side layaknya sebagai gadis”

Kala Indar mengungkapkan perasaannya, Lika menganggap remaja itu terkena demam cinta monyet. Demam yang cepat reda seiring berlalunya waktu dan bergantinya tempat. Namun sekian tahun kemudian, mantan muridnya ini bahkan berencana memaling-mencuri-Lika

Adalah Lalu Indar Bangsawan yang biasa disapa Indar, siswa SMA kelas dua belas SMA di Lombok yang menyukai Lika, seorang staf sekaligus guru ekskul karate di sekolahnya. Pernyataan Indar di sebuah warung es, saat perjalanan mencari buku UN tidak terlalu ditanggapi oleh Lika. Dia beranggapan bahwa itu adalah cinta monyet anak SMA, apalagi hati Lika sudah terpaut dengan teman satu profesinya yang bernama Arung. Awalnya Arung adalah pemuda yang suka melirik cewek-cewek ABG di sekolahnya, namun semenjak cinta Arung diterima Lika, dia berhenti dari kebiasaannya.

“Jadi, akhirnya kamu menjatuhkan pilihan padaku? “

Arung menggeleng.”Kamu bukan pilihan, Lika, tapi tujuanku (hal : 69)

Hubungan Arung dan Lika tidak diketahui khalayak umum, mereka menjalani secara normalnya hubungan antar patner kerja. Bahkan malam minggu, tidak dilewati layaknya pasangan yang sedang berpacaran. Arung dan Lika hanya bertemu di hari kerja di kantor, kalaupun berkunjung ke rumah Lika juga di hari kerja. Hubungan Arung dan Lika terkendala saat Arung memutuskan kuliah di luar pulau Lombok.  Pada beberapa bulan pertama komunikasi Arung dan Lika lancar melalui telepon seluler, namun tidak berapa lama komunikasi mereka terputus . Arung menghilang tanpa kabar.

Di sisi lain, Indar selalu berusaha menarik perhatian Lika, meskipun Lika hanya menganggapnya sebagai teman saja. Dari mulai menemani pulang sekolah dengan menuntun sepedanya dan bercerita tentang asal usul nama Indar, yang membuat Lika pertama kali penasaran karena keunikan namanya. Pada saat yang lain, Indar sengaja membonceng  Lika naik motor selama dua jam agar Lika terhindar dari mabuk darat saat di Bus yang membawa rombongan perpisahan siswa.

Dan ketika ujian telah selesai, Indar kembali menanyakan perihal perasaannya kepada Lika. Indar berangggapan bahwa mereka bukan lagi status siswa dan guru lagi

“Aku pernah berada di usiamu sekarang, Indar. Kagum atau mengidolakan lawan jenis yang lebih dewasa darimu itu sesuatu yang biasa. Dan sesuatu yang biasa itu tidak seharusnya kamu tanggapi serius. Percaya padaku, suatu hari kamu pasti akan mentertawakan tindakanmu hari ini” (hal:181)

Setelah menyadari bahwa Lika tidak menerimanya, Indar memutuskan pergi kuliah ke luar kota . Dan Lika kembali sendiri , karena Arung dan Indar sama-sama meneruskan pendidikanya di luar pulau, hingga setelah empat tahun kemudian, kedua orang tersebut muncul di depan Lika dalam waktu bersamaan. Arung terlebih dahulu datang dan mengatakan akan menikah dengan Lika. Beberapa hari setelah kedatangan Arung, Indar mengunjungi Lika. Indar mengajak Lika menonton Festival Mandalika . Festival yang sangat ingin di tonton Lika beberapa tahun lalu. Nama lengkap Lika adalah Mandalika Putri, memang berasal dari legenda pulau Lombok. Menurut legenda  Putri Mandalika yang rela menceburkan diri di laut dan berubah menjadi nyale atau cacing laut demi menghindarkan rakyat dari kesusahan akibat perang.

Bagaimana kisah Lika, Arung dan Indar ? Kepada siapa akhirnya Lika akan menikah?

Baca lebih lanjut

19 Komentar

Filed under Blogtour-Giveaway, Penerbit Diva Press