Tag Archives: Suarcani

Resensi : Rule of Thirds

Rule of thirds

MEMAAFKAN ADALAH ENERGI UNTUK HIDUP BAHAGIA

Judul Buku      : Rule Of Thirds
Penulis             : Suarcani
Penyunting      : Midya N. Santi
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I          : 27 Desember 2016
ISBN                   :978-602-03-3475-2
Halaman          : 280 hal

“Semakin lama kamu memendam amarah, semakin kamu menunda datangnya bahagia. Tidak ada yang lebih melegakan ketimbang bisa memaafkan orang lain.” (hal 184).

Memaafkan bagi sebagian besar orang, adalah hal yang sulit dilakukan. Memaafkan adalah sebuah respon atas peristiwa pahit yang telah menyakiti kita. Namun memaafkan orang lain atau diri sendiri adalah sebuah pilihan yang cerdas untuk mendapatkan kebahagiaan. Seperti yang dikisahkan Ladys dan Dias dalam novel Rule of Thirds.

Ladys adalah seorang fotografer fashion terkenal di Seol, rela meninggalkan karirnya demi mengejar cinta dan pulang ke Bali. Bagi Ladys, Bali merupakan sebuah tempat yang menyimpan kenangan buruk di masa lalu. Ladys memutuskan menemui Esa kekasihnya, agar tidak menjalani hubungan jarak jauh seperti selama setahun ini mereka jalani. Ladys tidak menyangka kehadirannya di Bali justru disambut dengan kejutan menyakitkan dari Esa. Kekasihnya telah berkhianat dan akan segera menikah dalam waktu dekat.

Dias adalah seorang Asisten Fotografer di sebuah studio foto milik kerabat Ladys. Dibalik sifatnya yang pendiam, roman mukanya yang datar dan nyaris dingin, Dias memendam kenangan pahit di masa lalunya.

Baca lebih lanjut

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Penerbit Gramedia, Resensi Media Cetak, Review Buku

RULE OF THIRDS

rot

Judul Buku :Rule Of Thirds
Penulis : Suarcani
Penyunting: Midya N. Santi
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I : 27 Desember 2016
ISBN :978-602-03-3475-2
Halaman :280 hal

 

Entah lama atau sebentar, rasa yang tertelan dari pil kebohongan itu,pahitnya tetap sama. Hanya saja, semakin sebentar kita mengulumnya,kita bisa punya banyak waktu untuk menata hati  (hal 37)

Ladys , seorang fotografer fashion terkenal di Seol rela meninggalkan karirnya demi mengejar cintanya dan pulang ke Bali. Sebuah tempat yang menyimpan kenangan buruk di masa lalu. Ladys memutuskan menemui Esa kekasihnya, agar tidak menjalani hubungan jarak jauh seperti selama setahun ini mereka jalani. Ladys tidak menyangka kehadirannya di Bali justru disambut dengan kejutan menyakitkan dari Esa. Kekasihnya telah berkhianat dan akan segera menikah dalam waktu dekat.

Dias, seorang yang sebenarnya mempunyai kemampuan fotografi yang bagus tetapi hanya dijadikan Asisten Fotografer di tempatnya bekerja. Dibalik sifatnya yang pendiam, roman mukanya yang datar dan nyaris dingin, Dias memendam kenangan pahit di masa lalunya.

Ladys dan Dias mempunyai persamaan latar belakang keluarga yang kelam, mereka dipertemukan oleh takdir, yang membawanya untuk saling menguatkan satu sama lain. Pertemuan tidak terduga yang bisa mengubah cara mereka memandang dunia.

Ini novel kedua  karya Suarcani yang saya baca setelah sebelumnya The Stardust Catcher membuat jatuh hati dengan penulis Bali ini. Ide cerita dan gaya berceritanya saya suka. Tokoh yang dibuat dalam novelnya mempunyai karakter yang kuat. Seperti di novel ini, tokoh Dias dan Ladys cukup membuat saya geregetan. Ladys yang naif dan kelihatan rapuh tetapi sebenarnya kuat meskipun kepahitan menimpanya, sebaliknya dengan Dias , yang kelihatan di luar sombong atau angkuh sebenarnya rapuh di dalamnya, dan mereka secara tidak sadar saling mengisi kekosongan masing-masing. Tokoh Tyas , sebagai adik Dias menurutku lebih dewasa untuk seusia anak SMA mungkin ini karena kehidupan yang mereka jalani

Selain karakter tokoh yang membuat novel ini recomended banget untuk dibaca adalah ide cerita dan setting tempatnya. Bali dengan keindahan alam dan budayanya dituangkan dalam sebuah ide cerita fotografi. Penulis yang tinggal di Bali pastinya mengetahui tempat yang berpotensi sangat layak diangkat dalam novelnya. Melihat begitu detailnya penyampaian tentang dunia fotografi dalam novel ini , penulis pasti melakukan riset tersendiri

Mungkin berlebihan, tapi dengan foto saya bisa lebih meghargai alam, waktu dan keadaan (hal : 129)

Novel ini menyampaikan banyak hal tentang keluarga, perselingkuhan, persahabatan , mimpi dan juga cinta. Dikemas dengan alur cerita yang menarik sehingga sukses membuat saya menitikan airmata. Cerita tentang keluarga , antara orangtua -anak atau Kakak -adik merupakan hal yang mudah membuat saya baper.

Sahabat, seseorang yang tidak akan pernah marah jika saya lukai, tapi seseorang yang akan pertama marah jika saya melukai seorang yang lain (hal : 216)

Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Buntelan, Novel Drama, Penerbit Gramedia, Review Buku

THE STARDUST CATCHER

Jpeg

Judul Buku : The Stardust Catcher
Penulis : Suarcani
Desain Sampul : Orkha Creative
Penerbit :PT.Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I : Maret 2016
ISBN : 978-602-03-2644-3
Halaman : 184 hal

Harga buku : Rp 48.000 (Toko Bukupedia )

Rate : 5 off 5 star

Blurb

“Apa harapanmu tahun ini?”

Joe: Punya alternatif lain untuk berbahagia selain dengan mencari pasangan.
Mela: Mendapat tambahan umur setidaknya empat tahun lagi, yah…. biar bisa main remi lebih lama lagi sih.

Bermula dari secarik kertas dalam jaket di commuter line, Joe dan Mela bercengkerama lewat ask.fm. Selama setahun, hanya lewat media sosial itulah mereka berhubungan. Hingga Joe tertinggal rombongan saat liburan bersama teman-teman kuliahnya. Ia tersesat di Bali. Sendirian.

Saat itulah Sally Cinnamon muncul dan mengaku sebagai peri yang akan mempertemukan Joe dengan jodohnya. Wait, peri jodoh? Yang benar saja? Ditemani Sally, Joe berusaha mencari rombongannya. Petualangan yang mempertemukannya dengan Mela, si spa therapist yang sekarat.

Apakah Mela jodoh yang dimaksud Sally? Apakah Joe benar-benar tersesat dan bukannya sengaja menghilang karena protes akan perceraian orangtuanya?

Novel The Stardust Catcher ini merupakan salah satu novel yang kuincer begitu penerbitnya mempromosikan buku ini, saat melihat covernya, ungu dan ada gambar telapak tangan,  diatasnya  percikan-percikan seperti cahaya, ini membuatku langsung berbinar. Oke..kita tidak dapat melihat buku dari covernya seperti pepatah bilang “don’t Judge book by its cover” tetapi sepertinya kata-kata ini tidak berlaku untuk novel ini. Setelah membacanya saya langsung jatuh cinta seperti saat melihat covernya.

Saya menyukai tema-tema seperti fantasy, keluarga dan persahabatan. Dan ini semua ada dalam novel ini, apalagi dikemas dalam kehidupan modern,semakin membuatku menarik, tidak banyak novel Indonesia yang bergenre seperti ini

Kisah Joe yang sedang gelisah melihat kehidupan rumah tangga orangtuanya yang diambang kehancuran. Orangtuanya sepakat akan bercerai, dan Joe menganggap mereka egois hanya memikirkan kebahagiaan mereka tanpa memikirkan anak semata wayangnya.Setelah bercerai mereka akan menikah dengan calon pasangan masing-masing yang sudah mempunyai anak

Gue turut berbela sungkawa atas wafatnya status lo jadi anak tunggal (hal:17)

Di sisi lain Mela, sedang berjuang melawan penyakit Lupus nya. Dengan bekerja sebagai spa therapist di Bali, berupaya membiayai pengobatannya sekaligus membiayai kuliah adiknya. Sejak orangtuanya meninggal Mela hanya hidup berdua dengan adiknya. Mela seorang pekerja keras dan mandiri, selalu berusaha menyembunyikan penyakit yang di deritanya. Meskipun ada Oscar, langganan spa nya yang selalu berusaha membantunya, tetapi Mela menolak belas kasihan orang lain. Pembawaan Mela yang ceria, membuat orang tidak menyangka kalau sebenarnya ia sedang sekarat,ditambah dengan kepiawaiannya bermain kartu remi

“Kenapa hanya King Hati yang tidak punya kumis? Yah ..karena hanya dia yang sempat cukuran sebelum dilukis “

“Lalu kenapa hanya King Hati yang mengarhkan pedang ke kepalanya sendiri? Tentu saja dia minder tidak punya kumis, karena itu ingin bunuh diri”  (hal 19-20)

Joe dan Mela tanpa sadar sudah saling berhubungan melalui ask.fm, dengan akun “Mela Mela Mela (stardustcatcher) ” dan “Bukan Joe Taslim”. Ketika Joe berdarmawisata dengan teman-teman kuliahnya ke Bali, Joe terpisah dengan rombongannya. Dan dari sinilah kisah Joe, Sally Cinnamon dan Mela di mulai

Baca lebih lanjut

3 Komentar

Filed under Buntelan, Dalam Negeri, Novel Young Adult, Penerbit Gramedia, Review Buku