Category Archives: Novel Drama

RULE OF THIRDS

rot

Judul Buku :Rule Of Thirds
Penulis : Suarcani
Penyunting: Midya N. Santi
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I : 27 Desember 2016
ISBN :978-602-03-3475-2
Halaman :280 hal

 

Entah lama atau sebentar, rasa yang tertelan dari pil kebohongan itu,pahitnya tetap sama. Hanya saja, semakin sebentar kita mengulumnya,kita bisa punya banyak waktu untuk menata hati  (hal 37)

Ladys , seorang fotografer fashion terkenal di Seol rela meninggalkan karirnya demi mengejar cintanya dan pulang ke Bali. Sebuah tempat yang menyimpan kenangan buruk di masa lalu. Ladys memutuskan menemui Esa kekasihnya, agar tidak menjalani hubungan jarak jauh seperti selama setahun ini mereka jalani. Ladys tidak menyangka kehadirannya di Bali justru disambut dengan kejutan menyakitkan dari Esa. Kekasihnya telah berkhianat dan akan segera menikah dalam waktu dekat.

Dias, seorang yang sebenarnya mempunyai kemampuan fotografi yang bagus tetapi hanya dijadikan Asisten Fotografer di tempatnya bekerja. Dibalik sifatnya yang pendiam, roman mukanya yang datar dan nyaris dingin, Dias memendam kenangan pahit di masa lalunya.

Ladys dan Dias mempunyai persamaan latar belakang keluarga yang kelam, mereka dipertemukan oleh takdir, yang membawanya untuk saling menguatkan satu sama lain. Pertemuan tidak terduga yang bisa mengubah cara mereka memandang dunia.

Ini novel kedua  karya Suarcani yang saya baca setelah sebelumnya The Stardust Catcher membuat jatuh hati dengan penulis Bali ini. Ide cerita dan gaya berceritanya saya suka. Tokoh yang dibuat dalam novelnya mempunyai karakter yang kuat. Seperti di novel ini, tokoh Dias dan Ladys cukup membuat saya geregetan. Ladys yang naif dan kelihatan rapuh tetapi sebenarnya kuat meskipun kepahitan menimpanya, sebaliknya dengan Dias , yang kelihatan di luar sombong atau angkuh sebenarnya rapuh di dalamnya, dan mereka secara tidak sadar saling mengisi kekosongan masing-masing. Tokoh Tyas , sebagai adik Dias menurutku lebih dewasa untuk seusia anak SMA mungkin ini karena kehidupan yang mereka jalani

Selain karakter tokoh yang membuat novel ini recomended banget untuk dibaca adalah ide cerita dan setting tempatnya. Bali dengan keindahan alam dan budayanya dituangkan dalam sebuah ide cerita fotografi. Penulis yang tinggal di Bali pastinya mengetahui tempat yang berpotensi sangat layak diangkat dalam novelnya. Melihat begitu detailnya penyampaian tentang dunia fotografi dalam novel ini , penulis pasti melakukan riset tersendiri

Mungkin berlebihan, tapi dengan foto saya bisa lebih meghargai alam, waktu dan keadaan (hal : 129)

Novel ini menyampaikan banyak hal tentang keluarga, perselingkuhan, persahabatan , mimpi dan juga cinta. Dikemas dengan alur cerita yang menarik sehingga sukses membuat saya menitikan airmata. Cerita tentang keluarga , antara orangtua -anak atau Kakak -adik merupakan hal yang mudah membuat saya baper.

Sahabat, seseorang yang tidak akan pernah marah jika saya lukai, tapi seseorang yang akan pertama marah jika saya melukai seorang yang lain (hal : 216)

Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Buntelan, Novel Drama, Penerbit Gramedia, Review Buku

(Review) To Be With You

to be with you

SETELAH KESEDIHAN ADA KEBAHAGIAAN MENANTI

Judul Buku : To Be With You
Penulis : Indah Hanaco
Editor : Afrianty P.Pardede
Penerbit :PT. Elex Media Komputindo
Cetakan I : 2016
ISBN : 978-602-02-8244-2
Halaman : 397 hal

Harga : Rp 77.800 (Toko Bukupedia )

Rate : 4 off 5 star

To be With You….seperti judul lagu yaa…memang sepertinya penulis terinspirasi lagu Mr Big ini, dibagian awal buku ini ada lirik lagu To Be With You dari Mr Big. Dan sesaat sebelum meneruskan membaca, saya mendengarkan lagunya.

Saat membaca prolog buku ini, saya langsung menyiapkan hati…cerita yang berkisah tentang patah hati, ini selalu menguras airmataku. Untungnya Mba Indah, Sang Penulis mampu meramu cerita ini, sehingga tidak hanya sedih, baper, tapi ada romantis dan lucunya juga.

Kisah yang di awali dengan patah hatinya Ludmilla Farani aka Mila, karena kekasihnya yang telah menjalani hubungan 3 tahun tiba-tiba memutuskan sebelah pihak tanpa alasan yang masuk akal. Meskipun akhirnya diketahui karena menikah dengan wanita lain dan karena uang, yang akhirnya makin membuat hatinya terluka dan tersakiti. Mila benar-benar merasakan hati yang “menyembilu”.Istilah baru yang ku kenal dari tulisan mba Indah (iih bergidik rasanya..ini bener sakit luar biasa kayanya)

Patah hati itu ternyata tidak menyakitkan. Jauh lebih parah dibanding itu, sebenarnya. Mirip hewan berbisa yang sengatannya meracuni hidup seseorang entah sampai kapan. (Pg : 55)

Hati manusia cuma satu. Tidak ada yang mampu mereparasi yang sudah rusak  (hal : 117)

Patah hati membuat Mila melakukan berbagai hal untuk melupakannya, termasuk bekerja lebih banyak dari hari biasanya untuk mengelola toko Cinta Cokelat. Toko Cokelat warisan dari ibu nya yang telah meninggal. Hidup Milla memang akrab dengan kesedihan, saat kecil orangtuanya berpisah. Dan setelah ibunya meninggal Milla hidup dengan kedua kakak laki-lakinya ,Stanley dan Edmund. Saat hatinya sedikit berbahagia karena mempunyai Hardy, tiba-tiba seketika harapannya harus terhempas.

Declan Eugene Arsjad, seorang aktivis lingkungan yang sering kali gagal dalam menjalani hubungan dengan perempuan, hingga sama Maxim saudaranya menjuluki Playboy. Padahal sebenarnya karena Declan lebih mencintai dunia aktivis. Itulah alasan berpisah dengan Ruth, Sang Mantan. Tetapi pertemuan tak di sengaja di Amsterdam dengan Ruth, menimbulkan kembali getar di hati Declan yang membuatnya kembali ke Indonesia untuk mendapatkan kembali Ruth.

Pertemuan Declan dan Mila di sebuah restoran, menjadi babak baru dalam cerita ini. Declan dan Mila sepakat bekerjasama untuk membantu Declan meraih kembali cinta lamanya yang belum kelar. Hubungan Declan-Mila makin hari terlihat akrab dan ada “chemistry” satu sama lain

Declan memenuhi syarat menjadi penggembira untuk hati yang sedang diamuk tornado (hal:173)

Aku patah hati dua kali, karena mantanku dan karena kamu. Sial, aku jatuh cinta padamu (hal :256)

Cinta tidak pernah sama kadarnya pada dua orang yang berbeda (hal:325)

Cinta semestinya tidak menuntut untuk melakukan seleksi. Cinta itu membebaskan (hal :09)

Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Novel Drama, Penerbit Elex Media, Review Buku

(Review) DERMAGA MASA LALU

Jpeg

Judul Buku : Dermaga Masa Lalu
Penulis : Ainun Nufus & Asri Rahayu
Cover :Erlina Essen
Penerbit : Diandra Kreatif
Cetakan I :April 2015
ISBN : 978-602-336-144-1
Halaman : 187 hal

 

Saat aku membeli buku ini, saya belum tahu sama sekali tema dan isi ceritanya, salah satu penulis yang kebetulan juga temen di komunitas buku merekomendasikannya. Ini adalah buku pertama Asri Rahayu, dan sebagai penikmat buku aku selalu haus akan cerita baru yang ditulis oleh penulis baru juga. Saya sangat appreciate sama penulis muda berbakat seperti mereka, yang telah menghasilkan karya-karya yang keren

Dermaga Masa Lalu mengisahkan perjuangan Krystal untuk melupakan masa lalu yang telah membuat hatinya tersakiti. Melupakan kenangan bersama sahabatnya Zico. Bukannya Krystal membencinya, tetapi bertemu dan mengingatnya hanya akan menambah luka hatinya

Mencintai sahabat adalah kesalahannya, dan menyatakan cinta saat kesempatan sudah berlalu adalah kesalahan yang memberinya penyesalan terdalam (hal : 8)

Krystal dan Zico adalah dua orang sahabat sejak masa sekolah hingga mereka bekerja, tetapi takdir membuat mereka berpisah dengan cara tersakiti satu sama lainnya, setidaknya yang paling merasakan disini adalah Krystal. Hingga takdir juga yang mempertemukan mereka kembali. Krystal tidak menyangka bahwa Direktur di tempat ia bekerja adalah Zico, orang yang paling ingin dihindari di muka bumi ini.

Sejak pertemuan itu perasaan Krystal kembali kacau, karena Zico yang sekarang berbeda dengan Zico saat terakhir bertemu yang memilih menghindar dan menjauh dari Krystal. Zico sekarang bersikap manis seolah kejadian di masalalu bukanlah hal yang berarti buat Zico. Pertahanan Krystal hampir goyah,dengan sikap Zico yang sangat perhatian. Tetapi kemudian tersadar ketika ada sosok anak kecil yang memanngilnya “Daddy”. Zico sudah menjadi suami orang,ayah dari seorang anak yang lucu. Hatinya kembali terluka dan ia memilih resign dari pekerjaanya untuk menghindari Zico Baca lebih lanjut

6 Komentar

Filed under Novel Drama, Review Buku, Self Publishing

(Book Review): Broken Vow

IMG_20160120_115635

Judul Buku         : Broken Vow
Penulis               :  Yuris Afrizal
Desain Cover    : Theresia Rosary
Editor                 : Weka Swasti
Penerbit             : Stiletto Book
Cetakan ke-1     : Agustus 2015
ISBN                    : 978-602-7572-41-6
Halaman             : 274 hal

 

 

Ini adalah novel pertama penerbit Stiletto Book yang kubaca, saya tertarik dengan buku ini saat membaca sinopsis dibelakang buku ini, tentang pernikahan, persahabatan dan kesedihan. Dan saya pernah melewati itu semua dalam kehidupanku sehingga membacanya seolah saya termasuk ada dalam cerita. Tema yang diangkat penulis sangat pas untuk para wanita, yang masih single atau sudah menikah, karena tentang sebuah pernikahan dilihat dari sisi yang berbeda.

Adalah tiga wanita yang bersahabat Amara, Nadya dan Irena mempunyai cerita kehidupan pernikahan masing-masing yang penuh luka. Ditulis secara bergantian dengan 3 pov dan alur cerita yang maju mundur.

Amara

Dia punya segalanya. Kecantikan yang sempurna dan kehidupan pernikahan yang diimpikan setiap perempuan

Nadya

Wanita karier yang menikah pada usia 30 tahun dengan Dion hanya untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan yang selalu mengganggunya

Irena

Si Superwoman. Berkarier dan menjadi ibu rumah tangga sekaligus. Menikah pada usia 22 tahun dengan Arjuna yang lebih tua tujuh tahun. Mereka saling mencintai dan telah mempunyai dua anak

Di awali dengan kegundahan Nadya menghadapi pernikahannya di usia yang cukup matang  untuk seorang wanita 30 tahun

“Kenapa kita harus menikah? kenapa menjadi perempuan single di usia tigapuluhan itu harus menakutkan?” (pg : 1)

“Apa menikah membuat kita bahagia? “Bahagia itu relatif. Tergantung gimana lo memandang pernikahan lo. “(pg:5)

Dengan ditemani dua sahabatnya yang sudah menikah lebih dahulu meyakinkan Nadya di hari pernikahannya dengan Dion, meskipun dalam hati Nadya masih belum bisa menerima kehadiran Dion dalam kehidupannya. Nadya bahkan yakin belum tentu bahagia menikah dengan Dion, padahal Nadya sendiri yang meminta Dion untuk menikahinya, karena di hatinya masih ada Leo. Jadi kenapa Nadya mau menikah dengan Dion..?

Beralih cerita kepada Amara yang flashback 5 tahun lalu saat menikah dengan Don Juan konglomerat negeri ini yang bernama Nathan Adiwinata, sebuah pernikahan yang diimpikan semua orang. Pernikahan yang glamour dengan pasangan pengantin yang saling mencintai dan sangat serasi, Amara sangat cantik dan Nathan pemuda yang diidamkan semua wanita karena paras tampan dan kekayaanya.Dilanjutkan dengan kisah perkenalan mereka di sebuah acara tahun baru di hotel, yang akhirnya menjadi gedung resepsi pernikahan mereka. Apakah pernikahan Amara bahagia..? tentu sangat bahagia tetapi kebahagiaan itu hanya bertahan  5 tahun

Irena, seorang ibu dengan dua orang anak sekaligus berprofesi sebagai wanita karier, manajer marketing sebuah perusahaan hari-harinya supersibuk. Setiap hari bangun jam 4 pagi untuk menyiapkan segala keperluan suami dan anak-anaknya, tanpa asisten rumah tangga, karena tidak ada yang betah menjaga Aaron anak laki-lakinya yang berusia 8 tahun. Menikah dengan Juna seorang Manajer Bank Swasta di Jakarta. Kehidupan meraka sudah mapan dan lengkap, ini potret keluarga kecil bahagia yang diidam-idamkan banyak orang.  Tetapi , seperti pepatah bilang rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau. Jadi apa yang tampak di luar belum tentu sama seperti isinya. Begitulah kisah tiga wanita ini Baca lebih lanjut

5 Komentar

Filed under Marriage Novel, Novel Drama, Penerbit Stiletto Book, Review Buku

Antara Ambisi dan Nurani

Faith

Judul Buku : Faith and The City
Penulis :Hanum Salsabila Rais dan Rangga Almahendra
Desain Sampul : Orkha Creative
Desain Isi : Ayu Lestari
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I : 2015
ISBN :978-602-03-2433-3
Halaman :227 hal

Setelah malam penganugerahan Hero of The Year untuk Phillipus Brown, semua wartawan menginginkan wawancara eksklusif dengan Phillipus Brown dan Azima Hussein beserta kedua anak gadis mereka Sarah Hussein dan Layla Brown. Pasutri penyatu jembatan yang terpisah, pasangan yang dirundung kebahagiaan, Hanum dan Rangga, tak pelak ikut menikmati media frenzy. Bagi Hanum, New York City masih ingin menahannya. Tidak bagi Rangga, tugas belajar dan riset telah menunggu setia di Wina.
Out of the blue, Cooper dari Global NewYork TV hadir dalam hidup mereka. Ia menawarkan sebuah penawaran mustahil tertolak oleh Hanum : menjadi produser sebuah acara Global NewYork TV yang meliput dunia Islam dan Amerika.
Ini adalah secuplik dunia media yang gelap, dunia rating dan share yang manis sekaligus menjebak. New York yang elegan, namun mengintai mahligai soliditas Hanum dan Rangga. New York yang romantis, mengembuskan mantra magis, namun melahirkan kenyataan ironis.
Akankah Hanum mampu mengelak dari pesona Cooper dan New York City? Mampukah Rangga mempertahankan cinta sejatinya dari impian yang membelitnya?
Atau jangan-jangan impian yang menjadi kenyataan, tetaplah ilusi, jika melupakan iman dan keyakinan?

Novel ini merupakan lanjutan dari novel sebelumnya Bulan Terbelah di Langit Amerika, Review bukunya dapat dibaca disini Review Bulan Terbelah di Langit Amerika, yang telah di filmkan pada bulan Desember 2015 , rencananya juga di buat dalam 2 part, dimana part 2 direncanakan rilis pada tahun ini.

Kisah Hanum dan Rangga saat di kota New York untuk menjalankan tugas masing-masing. Mereka diberi waktu 3 minggu untuk melaksanakan tugas tersebut, dan tugasnya dapat diselesaikan dengan sangat baik. Bahkan secara tidak sengaja mereka menjadi selebritis sesaat kerena terekam kamera wartawan dan sempat di wawancara saat malam penganugerahan Hero of the year untuk Philipus Brown.

Novel ini diawali dengan hiruk-pikuk wartawan yang meminta wawancara ekslusif kepada Philipus Brown dan Azima, tetapi mereka sepakat untuk menolak tawaran-tawaran tersebut. Rangga dan Hanum memutuskan untuk kembali ke Wina karena tugas mereka telah selesai, tetapi saat chek in British Airways di bandara JFK, mereka dikejutkan oleh kedatangan Andy Cooper yang menawarkan Hanum sebuah kontrak kerja di Global New York TV (GNTV). Hanum langsung menerima tawaran tersebut, ini adalah impiannya bekerja sebagai jurnalis di kota New York, apalagi yang menawarkan Andy Cooper wartawan idolanya sejak belia. Bahkan tanpa meminta pendapat dari suaminya Hanum menyetujui kontrak kerja selama tiga minggu di GNTV. Dan dari bandara ini semua berawal sebuah kisah yang menguji kesetiaan, impian dan keyakinan.  Baca lebih lanjut

6 Komentar

Filed under Hanum Salsabila Rais, Novel Drama, Novel Religi, Penerbit Gramedia, Review Buku

BELLA : Sekolah Tak Perlu Air Mata

IMG_20160121_200700

Judul Buku : BELLA : Sekolah Tak Perlu Air Mata
Penulis : Munif Chatib
Penyunting Naskah : Budhyastuti R.H
Desainer Sampul : Rizqa Sadida
Ilustrasi Isi : Salsabila Chatib
Penerbit : PT. Mizan Pustaka
Cetakan I : Juli 2015
ISBN : 978-602-0851-15-0
Halaman : 200 hal

Buku dapat di beli : Bukupedia.com

Blurb

“Barisan Angka dan Huruf X atay Y, Simbol =,+, dan lain-lain tiba-tiba berdiri semua. Lalu berjalan pelan-pelan menuju baju bella, mencoba meraih kancing baju Bella. Dan satu per satu memanjat sampai ke leher. Jumlahnya bertambah banyak, memaksa membuka mulut Bella. Bella mencoba menutup mulutnya dengan tanganya.Terlambat satu angka berhasil lolos…Akhirya , Bella tersungkur di mejana tak kuat lagi

Itulah yang terjadi setiap kali Bella menghadapi lembar soal matematika. Mungkinkah Alwan dan Salma membawa Bella, sang putri tercinta, keluar dari derita disleksia dan diskalkulia? Menyembuhkan luka hati terdalam? “

Ini adalah novel pendidikan yang kubaca pertama kalinya. Novel yang berkisah tentang sepasang suami istri yang mempunyai anak dengan memiliki hambatan disleksia dan diskalkulia. Mungkin beberapa orang bertanya apa itu disleksia dan diskalkulia. Apakah itu penyakit yang berbahaya, apakah penyebabnya, apakah menular, apakah dapat sembuh..? dan sederet pertanyaan lainnya. Novel ini sedikit banyak dapat menjawab pertanyaan pertanyaan ini.

Buku ini diawali dengan kisah perjuangan Salma yang sedang melahirkan anak pertamanya dengan Alwan suaminya. Setelah sepuluh jam berjuang, akhirnya lahirlah anak perempuan yang cantik dan sehat, berbeda dengan ibunya, Salma koma selama empat hari akibat pendarahan hebat yang dialami saat melahirkan. Setelah empat hari koma Salma kemudian sadar dan menanyakan akan diberinama siapa anaknya.

“Salsabila. Kukutip dari Surah Al-Insaan ayat 18. nanti penhuni surga akan diberi minuman khas oleh Allah yang diambil dari sebuah mata air di surga. Mata air suga itu bernama Salsabil” (pg: 06)

Kebahagiaan sepasang suami istri tersebut terhenti saat dokter memberitahukan bahwa ada masalah pada dinding rahim Salma, semacam penipisan dinding rahim atau Adenomiosis yang mengakibatkan kemungkinan Salma untuk hamil lagi sulit. Sebuah kenyataan yang sedikit mengikis senyum Salma dan Alwan, tetapi Alwan mencoba menghibur dan memotivasi agar selalu bersyukur . Dua Tahun berlalu, Bella, panggilan untuk Salsabila tumbuh tidak seperti anak normal seusianya, di usianya yang sudah dua tahun tersebut, harusnya Bella sudah dapat berbicara lancar, tetapi Bella hanya dapat mengatakan ba-ba dan ma-ma. Alwan dan Salma gelisah, khawatir anaknya bisu, autis atau hambatan lainnya, bagaimana dengan sekolahnya nanti, bagaimana dengan masa depannya…berbagai kekhawatiran muncul di pikiran mereka. Sebagai seorang psikolog Alwan mencari tahu penyebab dan hal-hal yang berkaitan dengan perkembangan Bella.  Alwan bekerja sebagai motivator di sebuah perusahaan, pengetahuannya sedikit banyak membantu dalam mendidik Bella, dibantu oleh seorang sahabatnya Jauhari yang juga Psikiater.

Dari Jauhari, Alwan mengetahui kalau Bella mengalami hambatan yang bernama “Disleksia”

“Disleksia itu hambatan di otak yang menyebabkan seorang anak sulit berbicara. Penyebab utamanya adalah masalah nutrisi pada saat ibunya hamil” (pg: 12)

Alwan kemudian mencari tahu tentang disleksia, ternyata orang-orang besar yang sukses di kemudian hari seperti Albert Einstein adalah penderita disleksia, baru dapat membaca saat kelas 4 SD, tetapi ternyata disleksia tidak menjadi hambatan bahkan membuatnya menjadi lebih maju dibanding orang-orang normal lainnya. Hal ini memotiasi Alwan dan Salma untuk terus berjuang dan semangat mendampingi Bella dalam setiap perkembanganya. Baca lebih lanjut

9 Komentar

Filed under Lomba Resensi Bukupedia, Novel Drama, Penerbit Mizan, Review Buku

Review : 3 (Alif,Lam,Mim)

27278384

Judul Buku : 3
Penulis : Primadonna Angela
Diadaptasi dari skenario oleh Anggi Umbara, Bounty Umbara dan Fajar Umbara
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan 1 : 2015
ISBN : 978-602-03-2094-6
Jumlah halaman : 232 hal

 

 

 

Blurb

Alif, Lam, dan Mim. Tiga sahabat seperguruan yang menjalani hidup berbeda sejak Indonesia menjadi negara liberal. Alif teguh sebagai penegak hukum. Lam berkarier sebagai wartawan, memaparkan kebenaran sebagaimana yang dilihatnya. Mim tetap setia di padepokan, meski Indonesia mencurigai mereka yang beragama.

Satu demi satu konflik bergulir. Dalam situasi genting, garis antara kawan dan lawan mengabur, dan mereka bertiga harus terus berjuang demi negara, keluarga, dan sahabat yang mereka sayangi…

Buku 3 merupakan novelisasi  film yang berjudul sama. Filmnya telah rilis di Bioskop tanggal 1 Oktober 2015, dimana skenario ditulis oleh 3 umbara (Anggy Umbara, Bonty Umbara dan Fajar Umbara).  Saya tertarik membaca novel ini, karena tema yang diangkat cukup kontroversial yaitu tentang Indonesia pada suatu masa tepatnya tahun 2034 yang menganut paham Liberal, dimana dasar negara tidak lagi pancasila, tetapi catur sila. Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, dihilangkan. Agama dianggap sudah tidak penting dalam suatu tatanan negara. Ini sepertinya menjadi film atau novel bergenre dystopia  Futuristic Indonesia pertama yang kubaca.  Baca lebih lanjut

2 Komentar

Filed under Novel Drama, Novel Religi, Penerbit Gramedia, Review Buku

Review : HOME (Saling Menjauh tapi Saling Merindu..)

homeJudul Buku                 : HOME

Penulis                        : IVA AFIANTI

Editor                         : ARINI HIDAJATI

Penerbit                     : DIVA Press

ISBN                            : 978-602-255-300-7

Cetakan I                    : SEPTEMBER 2013

Halaman                     : 388 Hal

Menjual rumah ini bukan hanya menjual sebuah bangunan fisik. Bagi saya, rumah ini adalah kenangan, sejarah, cinta, dan… kehidupan itu sendiri. Pada setiap dinding, ruang, dan lekuk likunya, ada cerita tersendiri. Pahit, manis, asam, getir, semua lengkap.”

“Sejak dulu, saya selalu berusaha bersetia pada setiap kenangan itu. Lalu, ketika sekarang suami saya begitu ingin menjualnya, di mana lagi saya akan meletakkan semua kenangan itu? Hati saya jelas tak mampu menampung semuanya…. Saya, dan kami, perlu sesuatu yang berwujud untuk mewadahi kenangan itu.”

“Benarkah Kurt ingin menjualnya karena rumah itu kini hanya menyimpan pedihnya sunyi semenjak anak-anak mereka meninggalkan mereka berumah tangga dan berjauhan?

“Truly, bisakah kau membantu memecahkan kebekuan ini?”

***

Sebuah novel unik dan sangat menyentuh. Menyadarkan akan pentingnya hakikat cinta, ketulusan, kegairahan, kasih sayang, dan juga nilai kebersamaan. Dan, terutama arti sebenarnya dari sebuah rumah bagi kita semua.

Buku ini kuperoleh saat komunitas buku mengadakan event dalam rangka menggalang donasi, diantara beberapa buku yang ditawarkan, salah satu yang membuatku tertarik adalah novel karya Iva Afianti berjudul “HOME”.  Saat saya membaca sinopsis di belakang buku ini, entah mengapa bertepatan juga dengan suasana hatiku, yang saat itu juga sedang gundah gulana memikirkan sebuah rumah, yang sudah kutempati seumur anak saya (baru 8th) dan harus kutinggalkan. Dan ini menambah “feel “saya, saat membaca buku ini 🙂

Kisah ini berawal dari kegundahan sepasang suami istri  (Kurt dan Bea) yang sudah lanjut usia yang merasa anak dan mantunya menjauh dari mereka , sehingga sang suami memutuskan untuk menjual rumah yang saat ini mereka tempati. Rumah yang sudah ditempati oleh beberapa generasi sebelum mereka, Rumah besar dengan gaya Belanda ini memang warisan turun temurun dari nenek moyang mereka. Tetapi kenapa Kurt berkeras untuk menjualnya?? Benarkah hanya karena rumah itu terlalu besar untuk dihuni hanya dua orang yang sudah usia senja, sehingga kesulitan untuk merawatnya? Benarkah mereka hanya ingin pindah ke sebuah rumah yang lebih kecil dan tidak ditengah kota seperti sekarang? ataukah karena ada alasan lain yang disembunyikan mereka? Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Marriage Novel, Novel Drama, Penerbit Diva Press, Review Buku