Category Archives: Non Fiksi

Resensi : KISAH-KISAH NYESEK KKN

Kisah2 Nyesek KKN, Minggu 22 April 2018

PENGALAMAN BERHARGA MELALUI KKN

Judul Buku     : Kisah-Kisah Nyesek saat KKN
Penulis            : Frida Kurniawati, dkk
Penerbit         : DIVA Press
Cetakan I        : Januari 2018
ISBN                : 978-602-391-495-1
Tebal              : 152 hal

Peresensi       : Siti Nuryanti

kkn

Perguruan Tinggi merupakan salah satu agen perubahan bangsa. Salah satu visi perguruan tinggi adalah pengabdian masyarakat. Sudah menjadi budaya setiap universitas mempunyai program pengabdian masyarakat atau yang dikenal dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Universitas menerjunkan para mahasiswa ke masyarakat sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana.  Program ini bertujuan agar mahasiswa dapat bertukar pikiran dengan masyarakat dan memberi sumbangsih agar potensi masyarakat dapat berkembang.

Lokasi KKN biasanya selalu di pedesaan yang jauh dari perkotaan  dengan sarana dan prasarana terbatas. Hal ini dimaksudkan agar para mahasiswa belajar tentang kesederhanaan secara langsung dari masyarakat.

Buku ini berisi kisah nyata para mahasiswa saat melakukan kegiatan KKN.  Ada dua puluh empat penulis yang menceritakan pengalamannya, dari kisah yang lucu,  drama, kriminal, romantis hingga kisah horor saat di lokasi KKN. Baca lebih lanjut

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Non Fiksi, Penerbit Diva Press, Resensi Media Cetak, Review Buku

Resensi : GENERASI Phi

Generasi Phi

MEMAHAMI GENERASI MILENIAL INDONESIA

Judul Buku      : Generasi Phi π ; Memahami Milenial Pengubah Indonesia
Penulis            : Dr. Muhammad Faisal
Penerbit           : Republika
Cetakan I        : Desember 2017
ISBN               : 9786020822891
Tebal               : xvi+244 hal

Peresensi         : Siti Nuryanti

Pemuda merupakan harapan masa depan bangsa dan negara. Baik atau tidaknya bangsa di masa depan berada di pundak para pemuda. Seperti kutipan dari Soekarno sebagai berikut: “Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku sepuluh pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”. Dari kutipan tersebut kita mengetahui bahwa Soekarno mengagung-agungkan pemuda pada masanya. Buku Generasi Phi π (Pengubah Indonesia) yang ditulis oleh salah satu pendiri Youth Laboratory Indonesia menjelaskan ciri khas generasi- generasi yang ada di Indonesia. Youth Laboratory Indonesia adalah biro riset pertama di Indonesia yang mendedikasikan diri pada studi psikografi, tren, pengetahuan dan budaya anak muda Indonesia.

Pada umumnya masyarakat dunia melakukan pembagian generasi dalam generasi Baby Boomers,  X,Y, dan Z. Generasi Baby Boomers adalah yang lahir dekade tahun 1940 – 1960 , Gen X (1960-1980), Gen Y (tahun 1980 – 2000) dan Gen Z (tahun 1995 – 2012). Pembagian ini pada awalnya digunakan para pengkaji generasi ketika Perang Dunia (PD) II. Penggunaan istilah tersebut mengubah pola karakter dari satu generasi di negara Amerika Serikat. Pembagian generasi yang diterapkan di luar negeri tersebut belum tentu cocok diterapkan di Indonesia yang mengalami peristiwa politik berbeda.

Dalam buku ini, penulis membagi generasi Indonesia dalam empat kelompok, yaitu generasi alpha (α), Beta (β), Teta (θ) dan phi (π). Penggunaan huruf π berdasar abjad Yunani kuno menyimbolkan harmoni dan kesempurnaan. Huruf phi (π) dalam matematika mempresentasikan angka irasional, yaitu 3,14159265358 dan seterusnya. Hal ini mewakili generasi phi atau yang dikenal dengan Generasi Milenial yang kerap bertindak irasional, seperti mendahulukan passion dibandingkan karier (hal : 5) Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Non Fiksi, Penerbit Republika, Resensi Media Cetak, Review Buku, Tak Berkategori

Resensi : BERBENAH JADI DUIT

Berbenah jadi duit, Senin 9 April 2018

UPAYA MENYELAMATKAN KEUANGAN KELUARGA

Judul Buku      : Berbenah Jadi Duit
Penulis             : Yoon Sun-hyun

Penerjemah      : Asti Ningsih
Penerbit           : Bhuana Ilmu Populer
Cetakan I        : 2018
ISBN               : 978-602-455-389-0
Tebal               : 258  hal

Peresensi         : Siti Nuryanti

Pada zaman serba instan seperti sekarang, dimana segala sesuatu dapat dengan mudah diperoleh akan memicu seseorang untuk berperilaku konsumtif. Terkadang barang yang dibeli, bukan barang yang dibutuhkan melainkan karena tergoda oleh promosi potongan harga atau hadiah. Menurut pakar pendidikan keuangan Korea, Je Yoon-kyung menyimpulkan bahwa masyarakat Korea salah memaknai pemborosan. Pemborosan bukanlah membeli barang yang mahal, tetapi membeli barang yang tidak diperlukan (hal: xii).

Pada umumnya seseorang tidak mempunyai uang, bukan dikarenakan mempunyai penghasilan sedikit, melainkan dengan mudah menggunakan uang untuk hal-hal kecil tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Seseorang sering membeli barang-barang dengan memanfaatkan potongan harga, perilaku yang terus menerus ini membuat tanpa sadar menguras penghasilan dan membuat rumah penuh dengan barang, yang sebenarnya tidak terpakai. Berhati-hati dalam mengeluarkan uang, sama halnya meningkatkan pendapatan secara nyata. Dengan demikian untuk menambah kekayaan dapat dilakukan dengan memiliki lebih sedikit barang.

Berbagai tips menjadi orang kaya telah banyak ditulis oleh pakar keuangan atau para praktisi, namun buku Berbenah Jadi Duit memberikan solusi yang lebih aplikatif dan membuat hidup menjadi bahagia. Penulis Yoon Sun-Hyun yang merupakan Konsultan Berbenah Nomor 1 di Korea Selatan memberikan fakta dan pemahaman baru tentang pentingnya berbenah rumah. Berbenah rumah, tidak hanya membuat rumah terlihat rapi, dan nyaman dihuni, namun dapat meningkatkan kekayaan. Berbenah, selain membuat rumah leluasa juga melatih keberanian dan keyakinan terhadap diri sendiri dalam memutuskan sesuatu. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Non Fiksi, Penerbit BIP, Resensi Media Cetak, Review Buku, Tak Berkategori

RESENSI : EXCELLENT LEADERSHIP

excellent leadership, 2 April 2018

PANDUAN MENJADI PEMIMPIN SUKSES

Judul Buku      : Excellent Leadership
Penulis             : Dr.H.Cris Kuntadi,SE,MM,CA,CPA,QIA,FCMA,CGMA,CIPSAS,CfrA,Ak
Penerbit           : Bukurepublika (imprint Republika Penerbit)
Cetakan I        : Oktober 2017
ISBN               : 978-602-7595-46-0
Tebal               :Ivi + 260 hal

Peresensi      : Siti Nuryanti

Setiap kita adalah pemimpin. Ungkapan ini telah jamak diketahui masyarakat. Jika setiap kita adalah pemimpin, berarti setiap kita memikul tanggung jawab masing-masing. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pemimpin berarti 1) orang yang memimpin ; 2) petunjuk, pedoman. Kepemimpinan diartikan sebagai perihal memimpin;cara memimpin. Dengan demikian memimpin berbeda dengan memerintah, memperdaya atau menduduki jabatan tertentu. Pemimpin tidak hanya sekedar posisi tetapi perkara fungsi.

Walaupun terdapat ungkapan bahwa setiap orang adalah pemimpin, pada praktiknya kepemimpinan dalam arti publik tidak mungkin diserahkan kepada setiap orang.

 “Seseorang dapat disebut pemimpin apabila; mampu memimpin diri sendiri, memimpin orang lain, menggerakkan komunitas, mengejar sebuah visi bersama, meneguhkan keberanian, melakukan terobosan, serta membuka jalan bagi orang lain untuk bertindak “ (hal : 21)

Menurut Weber ada tiga faktor yang mempengaruhi kelahiran pemimpin, yaitu faktor tradisional (keturunan), karismatik dan legal rasional (landasan hukum). Berdasarkan survai yang dilakukan Ayres menyebutkan bahwa sepertiga pemimpin dilahirkan (faktor internal) dan dua pertiga hasil bentukan (faktor eksternal).

Dalam buku Excellent Leadership penulis memberikan pengetahuan dan tips-tips bagaimana seseorang dapat menjadi pemimpin hingga mencapai level pemimpin yang excellent. Dalam era keterbukaan seperti sekarang, seorang pemimpin mempunyai tantangan tersendiri. Penulis memberikan rumusan singkat untuk menjadi seorang pemimpin yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat saat ini.

“Ada sembilan (9) rumusan kepemimpinan EXCELLENT ; 1) Eager ; memiliki keinginan diri yang kuat  sehingga dapat memotivasi orang lain. 2) Xerophtic : memiliki kemampuan beradaptasi dengan kekurangannya. 3) Candid : tulus ikhlas tanpa pamrih. 4) Easygoing : menghadapi masalah dengan tenang. 5) Luminous : memiliki wawasan, keterampilan dan sikap yang dapat menjadi teladan bagi lingkungan. 6) Logical: memecahkan masalah secara logis berdasarkan analisa yang matang. 7)Edifying : membawa perbaikan bagi individu dan organisasinya. 8)Neutral : bebas dari konflik kepentingan pribadi dan kelompok di atas kepentingan organisasi. 9)Transparent : tidak ada yang ditutupi dalam mengelola organisasi” (hal : 38). Kesembilan rumusan tersebut disingkat menjadi EXCELLENT yang diambil dari huruf pertama masing-masing kata.l Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Non Fiksi, Penerbit Republika, Resensi Media Cetak, Review Buku

Resensi : INSPIRASI KARIER KEDUA

Inspirasi Karier Kedua, 8 Maret 2018

MEMPERSIAPKAN KARYA MENJELANG MASA PENSIUN

Judul Buku      : Inspirasi Karier Kedua
Penulis             : Mamad Samadi & Tim
Penerbit           : PT. Elex Media Komputindo
Cetakan I        : 2018
ISBN               : 978-602-04-5345-3
Tebal               : 292  hal

Masa pensiun adalah masa yang secara alamiah akan terjadi pada seseorang dalam kurun waktu tertentu. Bagi sebagian orang, masa pensiun adalah hal yang ditunggu-tunggu, namun bagi sebagian yang lain pensiun merupakan masa yang berat. Banyak orang yang tidak siap menghadapi masa pensiun, mereka beranggapan masa pensiun adalah tanda seseorang sudah tidak berguna lagi, tidak dibutuhkan lagi karena usia tua dan tidak produktif lagi. Paradigma seperti inilah yang perlu diluruskan. Selama manusia masih hidup potensi dan karier masih tetap ada, meskipun bentuknya mungkin berbeda dari yang dulu sebelum pensiun. Itulah yang disebut sebagai karier kedua (hal : 5)

Buku Inspirasi Karier Kedua ditulis oleh sepuluh penulis yang profesional di bidangnya. Buku ini memberi pandangan bahwa, pensiun hanyalah berhenti bekerja,namun tidak berhenti berkarya. Seseorang yang akan memasuki pensiun, baik pensiun sesuai waktunya atau pensiun dini, perlu mempersiapkan diri.

Persiapan pensiun, tidak hanya persiapan materi saja namun aspek Spiritual, Psikologis dan fisik juga diperhatikan. Dalam tiga bab pertama yang berjudul Mengenalku Berarti Mengenal-Mu, Tak Ada yang Tak Berubah dan Mens Sana In Carpore Sano mengupas ketiga aspek tersebut. Dalam masa pensiun, pendekatan diri kepada Sang Pencipta sangat diperlukan, semakin dekat dengan Tuhan maka akan semakin mengenal dirinya sendiri. Dengan mengenal dirinya sendiri, akan lebih mudah mengendalikan emosi diri. Pada umumnya orang yang pensiun perasaanya sensitif, mudah tersinggung atau terkena post-power syndrom. Dampak psikologis seperti itu dapat diatasi dengan merubah pola pemikiran, bahwa tidak ada yang berubah dengan pensiun.

Masa pensiun diartikan sebagai masa-masa bermalas-malasan, menikmati hidup dengan keluarga tanpa perlu berkarya. Pemikiran seperti ini harus dirubah, bahwa sebenarnya pensiun hanya status kepegawaian bagi seseorang yang bekerja pada orang lain atau perusahaan. Seorang pensiun bukan berarti tidak harus beraktivitas  lagi (hal : 31) Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Non Fiksi, Penerbit Elex Media, Resensi Media Cetak, Review Buku

Teach Like Finland

gambar teach like finland

PENDIDIKAN ALA FINLANDIA

Judul Buku      : Teach Like Finland : Mengajar Seperti Finlandia
Penulis             : Timothy D. Walker
Editor              : Adinto F. Susanto
Penerbit           : Grasindo
Cetakan I        : Juli 2017
ISBN               : 978-602-452-044-1
Tebal              : 197 hal

Beberapa tahun terakhir, Finlandia menjadi salah satu negara yang menjadi sorotan dunia dalam bidang pendidikan. Hal ini dikarenakan pada tahun 2001, OEDC (Organization for Economic Cooperation and Development) mempublikasikan hasil studi internasional bahwa siswa-siswa Finlandia yang berusia 15 tahun berhasil mencatatkan skor tertinggi di penyelenggaraan pertama PISA ( Programme for International Student Assesment) mengalahkan negara lain seperti Jepang, Korea, Singapura, Hongkong dan negara maju lainnya. Ujian tersebut meliputi keterampilan berpikir kritis pada bidang matematika, sains dan membaca.

Masyarakat dunia, bertanya seperti apa sistem pendidikan Finlandia, dengan waktu belajar relatif lebih pendek, ujian tidak terstandardisasi,  Pekerjaan Rumah (PR) yang sedikit tetapi mampu menghasilkan siswa dengan prestasi yang sangat baik.

Buku Teach Like Finland ditulis seorang guru bernama Timothy D Walker yang pindah dari Amerika ke kota Helsinski, Finlandia. Timoty akan membagikan rahasia sukses pendidikan Finlandia.

Timothy membagi strategi mengajar menjadi lima (5) kelompok yaitu Kesejahteraan, Rasa dimiliki, Kemandirian, Penguasaan dan Pola Pikir.
Faktor Kesejahteraan menjadi hal pertama yang diperhatikan dalam pendidikan Finlandia. Prasyarat bagi siswa untuk dapat belajar yaitu apabila terpenuhinya kebutuhan pokok, seperti makanan, rumah, pakaian.  Pada bagian Kesejahteraan, penulis memberikan strategi mengajar dengan membuat Jadwal Istirahat Otak.  Menurut Daniel Levitin, profesor psikologi bahwa  memberikan otak waktu untuk istirahat, melalui jeda yang teratur akan mengarah pada produktivitas dan kreativitas yang lebih besar (hal:11).

Strategi mengajar yang selanjutnya adalah rasa dimiliki, dimana setiap guru harus mengenal setiap siswanya dengan baik agar dapat memberikan metode mengajar yang tepat untuk masing-masing siswa. Guru juga harus mampu membuat kelas tersebut nyaman, tidak ada tindakan kekerasan /bullying  antar siswa .

Guru di Finland menerapkan sistem kemandirian siswa dalam proses belajar mengajar . Siswa diberikan kebebasan untuk memilih atau menentukan tema pembelajaran yang dipelajari, hal ini sekaligus mengajarkan tanggung jawab kepada siswa. Masih banyak strategi mengajar lainnya yang dipaparkan di buku ini.

Fokus dari pendidikan Finland adalah kebahagiaan yaitu kebutuhan yang diperlukan oleh semua orang termasuk anak-anak.

“Studi menunjukan bahwa kesejahteraan siswa dan nilai tes standar secara signifikan didorong oleh kurikulum kebahagiaan “(hal : 189)

Buku Teach Like Finland ini, dapat menjadi referensi untuk menentukan sistem pendidikan yang tepat bagi suatu negera. Setiap negara mempunyai budaya dan kebutuhan masing-masing, tetapi perlu dipahami bahwa pendidikan adalah hal yang perlu dipikirkan oleh semua kalangan.  Buku ini sangat recommended untuk dibaca, terutama bagi para praktisi pendidikan.

Tinggalkan komentar

Filed under Non Fiksi, Penerbit Grasindo, Review Buku

Resensi Buku Cara Berpikir Suprarasional

 

Print

UPAYA MENDAPATKAN REZEKI DARI JALAN YANG TAK TERDUGA

Judul Buku : Cara Berpikir  Suprarasional
Penulis : Raden Ridwan Hasan Saputra
Editor : Muh. Iqbal Santosa
Penerbit : Republika Penerbit
Cetakan I : April 2017
ISBN : 978-602-0822-68-6
Tebal : X + 178 hal

Peresensi : Siti Nuryanti

Setiap orang menginginkan rezeki yang berlimpah. Berbagai cara ditempuh untuk mendapatkan kekayaan, dari cara-cara rasional seperti bekerja atau investasi hingga cara irasional seperti meminta bantuan makhluk gaib.  Kita dapat memperoleh rezeki  yang berlimpah apabila kita mampu mengubah cara berpikir kita

Cara berpikir manusia dibagi menjadi empat yaitu (1)natural yaitu berpikir secara alamiah, sifatnya rutin tanpa adanya inovasi atau antisipasi masalah, (2) rasional ; menggunakan inovasi dengan melibatkan nalar, (3) supranatural ; cara berpikir dengan meminta bantuan makhluk gaib untuk menyelesaikan masalah, seperti sesajen, susuk, akhirnya dapat mengarah perbuatan syirik  (4) suprarasional

Cara berpikir Suprarasional adalah cara berpikir orang rasional yang dipakai ketika menghadapi masalah yang sangat sulit bahkan tidak dapat diselesaikan dengan cara berpikir rasional.  Suprarasional menjadikan faktor gaib dalam hal ini adalah Allah Swt, sebagai faktor yang sangat dipertimbangkan dalam mengambil keputusan atau tindakan.

“Kuasailah cara berpikir suprarasional jika kita ingin menjadi orang-orang yang mempunyai karya besar” (hal:1)

Sebagai contoh seorang petani yang mempunyai pola pikir natural, hanya berpikir  menanam, merawat dan kemudian memanen, hasilnya langsung dijual ke tengkulak. Jika berpikir rasional, petani tersebut membuat inovasi, misalnya dengan membuat nilai tambah dari produk yang dihasilkan , sehingga nilai jualnya lebih tinggi.  Petani yang berpikir suprarasional , setelah melakukan usaha rasional secara maksimal, akan diimbangi dengan pendekatan kepada Allah Swt antara lain; sholat sunat (duha, tahajud,rawatib), puasa sunah, zakat , sedekah, infak dan ibadah ritual lainnya. Dengan mendekatkan diri kepada Allah Swt, rezeki akan datang dari arah yang tidak terduga, seperti dalam firman Allah QS : Ath-Thalaq ayat 2-3

Siapa saja yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya…” (hal : 48)

Buku ini mengajak pembaca untuk menghadapi kehidupan dengan cara berpikir suprarasional . Jika masyarakat yang berpikir suprarasional semakin banyak di negeri ini, Insya Alloh Indonesia akan menjadi negara yang baldatun thoyibatun warrobun ghofur atau negara yang subur, makmur, adil dan aman.

 

*) Resensi ini dimuat pada harian Kedaulatan Rakyat edisi Senin, 20 November 2017

Tinggalkan komentar

Filed under Dalam Negeri, Non Fiksi, Penerbit Republika, Resensi Media Cetak, Review Buku, Tak Berkategori

Jelajah Gedung Perpusnas RI

me-n-rak-buku-perpusnas.jpg

Lobi Gedung Perpustakaan Nasional

Hari Sabtu tanggal 1 Oktober 2017 saya mengunjungi gedung perpustakaan nasional yang baru di jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta pusat.  Sebenarnya saya tidak merencanakan kesana, tujuan awal saya ke Monas. Saya memang ingin refreshing, ke Monas dan naik ke puncaknya untuk menikmati pemandangan jakarta dari puncak, tetapi ternyata tiket ke puncak sudah habis. Jadi saya hanya mengunjugi museum dan Cawan Monas. Saat akan pulang dan melihat gedung yang tinggi di seberang Monas, langsung tertarik kesana, gedung yang tinggi itu adalah Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) .

Waktu menunjukan jam 15.30 Wib, saat saya memasuki gedung perpusnas. Awalnya saya ragu apakah sudah dibuka untuk umum, karena saat peresmian tanggal 14 September oleh presiden Jokowi, diinformasikan bahwa Perpustakaan akan dibuka untuk umum secara resmi tanggal 06 Oktober 2017. Dan saat saya masuk ke gedung ternyata telah dibuka dan security bilang jam 16.00 tutup, jadi saya hanya punya waktu 30 menit untuk menjelajah gedung ini.

Gedung Perpusnas RI merupakan gedung tertinggi di dunia untuk gedung perpustakaan dengan ketinggian 126,3 m dan memiliki 27 lantai plus basement. Saat di Salemba gedung perpusnas hanya memiliki 3 lantai dan menurut info petugasnya , gedung perpusnas sepi pengunjung.  Sekarang Indonesia sudah memiliki gedung perpustakaan tertinggi di dunia, semoga semangat masyarakat untuk membaca dan mengunjungi perpustakaan juga ikut meningkat.

Langsung saja kita masuk ke gedung perpusnas yuk… Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Artikel, Non Fiksi, Tak Berkategori

Review : Waspada Jejak Haram Yang Mengintai

jejak haram.jpg

Judul Buku     : Waspada Jejak Haram Yang Mengintai
Penulis            : Riawani Elyta & Risa Mutia
Penerbit         : Qibla – Penerbit Bhuana Ilmu Populer
Cetakan I        : 2017
ISBN                : 978-602-394-748-5
Tebal              : 127 hal

“ Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya”

(QS.Al-Maidah : 88 )

Tahun ini target membaca saya 60 buku dalam setahun telah terpenuhi, tetapi setelah saya lihat sebagian besar adalah buku fiksi. Buku non fiksi  terkadang terasa “berat” dan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan fiksi, kalau membaca buku fiksi tidak terasa telah sampai di akhir cerita. Dan bulan ini buku yang saya baca adalah buku ” Waspada Jejak Haram Yang Mengintai”  karya duet kakak-beradik Riawani Elyta dan Risa Mutia. Saya pernah membaca buku fiksi karya Riawani yang berjudul A Miracle of Touch.

Buku ini tidak terlalu tebal hanya 127 halaman, tetapi menurut saya justru lebih mudah dicerna pembaca. Buku Waspada Jejak Haram yang Mengintai bagi seorang ibu seperti saya sangat bermanfaat. Dalam kehidupan sehari-hari peran seorang ibu antara lain menyiapkan makanan bagi keluarga. Pengetahuan tentang makanan haram,halal dan thayyib (baik) sangat diperlukan oleh seorang ibu.

Edukasi perihal makanan halal,haram dan thayyib sangat diperlukan  agar tidak terjebak kedalam hal-hal yang diharamkan. Tugas edukasi bukan hanya tugas seorang ibu, atau pendidik saja, tetapi tugas semua orang, bahkan seorang anak sejak dini diperkenalkan hal yang haram dan halal.  Hal yang dapat dikenalkan kepada anak tentang halal dan haram antara lain dapat di sarankan  saat membeli jajanan melihat logo halal yang tercantum dalam kemasan pembungkusnya, apabila tidak ada logo halal, tidak diperbolehkan memakan makanan tersebut. Hal ini sering saya praktikan kepada anak saya, ketika diajak ke supermarket mereka memilih makanan atau jajanan sendiri, tetapi saya berpesan agar melihat logo halal terlebih dahulu sebelum membeli makanan tersebut.  Dan hal ini efektif untuk mengedukasi arti pentingnya kehalalan makanan terhadap anak-anak. Saat saya belanja makanan, anak-anak juga selalu mengecek apakah ada logo halal di kemasan makanan yang saya beli. Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Buntelan, Non Fiksi, Penerbit BIP, Review Buku

Passion Stories

Jpeg

MENGGALI INSPIRASI KREATIF DARI ORANG SUKSES

Judul Buku : Passion Stories
Penulis : Qalbinur Nawawi
Editor: Fachmy Casofa
Penerbit : Metagraf, Creative Imprint of Tiga Serangkai
Cetakan I :  Mei 2017
ISBN :978-602-6328-28-1
Halaman :158 hal

 

Mengenal konsep diri adalah fondasi sukses dalam berkarier.  Mengetahui apa yang menjadi passion kita adalah bagian penting dari mengenal konsep diri. Hal yang menjadi kendala saat seseorang telah menemukan passion nya adalah ketika mendapatkan cobaan, ia menyerah dan memutuskan berhenti dari bidang yang disuka, beralih ke bidang yang dia tidak suka atas nama tuntutan hidup. Buku ini hadir untuk memberi pencerahan bagi seseorang yang tengah mengalami permasalahan dalam meraih cita-citanya dan meningkatkan semangat yang mungkin sedang turun.

Buku Passion Stories berisi cerita sepuluh orang yang sukses pada bidang masing-masing. Kesuksesan yang telah diraih adalah berawal dari passion dan ketika mendapatkan cobaan mereka tidak menyerah, selalu mencoba bangkit saat terjatuh.  Bagian cover buku tertulis sepuluh nama tokoh pada masing-masing gambar animasi lego. Pada bidang enterprenuer  diwakili tokoh Hendy Setiono dan Sandiaga Uno. Bidang musik, ada Dewa Budjana dan Rini Wulandari. Bidang atletik mengisahkan tokoh olahraga Taufik Hidayat dan Umar Syarif. Bidang entertainment, diwakili tokoh Dion Wiyoko dan Wulandary Herman. Penulis buku diwakili oleh tokoh Dewi Lestari. Arbain Rambey mewakili bidang fotografi.

Hendy Setiono adalah pemilik Kebab Turki Baba Rafi yang mempunyai 12.000 outlet tersebar di seluruh Indonesia dan 8 negara. Kesuksesan Hendy Setiono tidak secara instan diperoleh.  Ia mengalami jatuh bangun dan hampir bangkrut, tetapi karena yakin bahwa ini adalah passion-nya, maka kegagalan menjadikannya pelajaran hingga menemukan formula bisnis yang melesatkan usahanya.  “Follow your heart, believe in your dreams, and live your values “ (hal:8)

Sandiago Uno merupakan salah satu dari 30 orang terkaya di Indonesia. Ia mempunyai prinsip hidup  “ Bila kamu berbuat baik, sesungguhnya kebaikan itu akan berbalik lagi pada dirimu sendiri “ (hal :22). Prinsip tersebut diwujudkan melalui program Berlari untuk Berbagi (BuB). Berawal hobinya lari marathon, Sandiago Uno melakukan penggalangan dana untuk membantu orang lain yang membutuhkan  seperti sekolah di daerah, yayasan penyandang dissabilitas, panti sosial dan sebagainya.  Dalam mengelola bisnisnya Sandiago Uno mempunyai empat prinsip Kerja 4 AS yaitu Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas dan Kerja Ikhlas. Jadikan pekerjaan sebagai ibadah kita  kepada Allah SWT, Insya Allah jika prinsip Kerja 4 AS menjadi pedoman kita dalam bekerja, kesuksesan pun akan senantiasa bersama kita (hal: 28)

Dalam bidang musik, Dewa Budjana dan Rini Wulandari juga mengawali karier musiknya karena passion. Sejak usia SMP, Dewa salah satu gitaris group band Gigi telah menekuni dunia musik.  Meskipun tidak mempunyai pendidikan formal pada bidang musik, dan keterbatasan peralatan musik, tetapi dengan motivasi yang tinggi dan semangat untuk terus belajar, Dewa akhirnya dapat mewujudkan impiannya menjadi musisi yang berprestasi Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Non Fiksi, Resensi Media Cetak, Review Buku