Category Archives: Non Fiksi

Teach Like Finland

gambar teach like finland

PENDIDIKAN ALA FINLANDIA

Judul Buku      : Teach Like Finland : Mengajar Seperti Finlandia
Penulis             : Timothy D. Walker
Editor              : Adinto F. Susanto
Penerbit           : Grasindo
Cetakan I        : Juli 2017
ISBN               : 978-602-452-044-1
Tebal              : 197 hal

Beberapa tahun terakhir, Finlandia menjadi salah satu negara yang menjadi sorotan dunia dalam bidang pendidikan. Hal ini dikarenakan pada tahun 2001, OEDC (Organization for Economic Cooperation and Development) mempublikasikan hasil studi internasional bahwa siswa-siswa Finlandia yang berusia 15 tahun berhasil mencatatkan skor tertinggi di penyelenggaraan pertama PISA ( Programme for International Student Assesment) mengalahkan negara lain seperti Jepang, Korea, Singapura, Hongkong dan negara maju lainnya. Ujian tersebut meliputi keterampilan berpikir kritis pada bidang matematika, sains dan membaca.

Masyarakat dunia, bertanya seperti apa sistem pendidikan Finlandia, dengan waktu belajar relatif lebih pendek, ujian tidak terstandardisasi,  Pekerjaan Rumah (PR) yang sedikit tetapi mampu menghasilkan siswa dengan prestasi yang sangat baik.

Buku Teach Like Finland ditulis seorang guru bernama Timothy D Walker yang pindah dari Amerika ke kota Helsinski, Finlandia. Timoty akan membagikan rahasia sukses pendidikan Finlandia.

Timothy membagi strategi mengajar menjadi lima (5) kelompok yaitu Kesejahteraan, Rasa dimiliki, Kemandirian, Penguasaan dan Pola Pikir.
Faktor Kesejahteraan menjadi hal pertama yang diperhatikan dalam pendidikan Finlandia. Prasyarat bagi siswa untuk dapat belajar yaitu apabila terpenuhinya kebutuhan pokok, seperti makanan, rumah, pakaian.  Pada bagian Kesejahteraan, penulis memberikan strategi mengajar dengan membuat Jadwal Istirahat Otak.  Menurut Daniel Levitin, profesor psikologi bahwa  memberikan otak waktu untuk istirahat, melalui jeda yang teratur akan mengarah pada produktivitas dan kreativitas yang lebih besar (hal:11).

Strategi mengajar yang selanjutnya adalah rasa dimiliki, dimana setiap guru harus mengenal setiap siswanya dengan baik agar dapat memberikan metode mengajar yang tepat untuk masing-masing siswa. Guru juga harus mampu membuat kelas tersebut nyaman, tidak ada tindakan kekerasan /bullying  antar siswa .

Guru di Finland menerapkan sistem kemandirian siswa dalam proses belajar mengajar . Siswa diberikan kebebasan untuk memilih atau menentukan tema pembelajaran yang dipelajari, hal ini sekaligus mengajarkan tanggung jawab kepada siswa. Masih banyak strategi mengajar lainnya yang dipaparkan di buku ini.

Fokus dari pendidikan Finland adalah kebahagiaan yaitu kebutuhan yang diperlukan oleh semua orang termasuk anak-anak.

“Studi menunjukan bahwa kesejahteraan siswa dan nilai tes standar secara signifikan didorong oleh kurikulum kebahagiaan “(hal : 189)

Buku Teach Like Finland ini, dapat menjadi referensi untuk menentukan sistem pendidikan yang tepat bagi suatu negera. Setiap negara mempunyai budaya dan kebutuhan masing-masing, tetapi perlu dipahami bahwa pendidikan adalah hal yang perlu dipikirkan oleh semua kalangan.  Buku ini sangat recommended untuk dibaca, terutama bagi para praktisi pendidikan.

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Non Fiksi, Penerbit Grasindo, Review Buku

Resensi Buku Cara Berpikir Suprarasional

 

Print

UPAYA MENDAPATKAN REZEKI DARI JALAN YANG TAK TERDUGA

Judul Buku : Cara Berpikir  Suprarasional
Penulis : Raden Ridwan Hasan Saputra
Editor : Muh. Iqbal Santosa
Penerbit : Republika Penerbit
Cetakan I : April 2017
ISBN : 978-602-0822-68-6
Tebal : X + 178 hal

Peresensi : Siti Nuryanti

Setiap orang menginginkan rezeki yang berlimpah. Berbagai cara ditempuh untuk mendapatkan kekayaan, dari cara-cara rasional seperti bekerja atau investasi hingga cara irasional seperti meminta bantuan makhluk gaib.  Kita dapat memperoleh rezeki  yang berlimpah apabila kita mampu mengubah cara berpikir kita

Cara berpikir manusia dibagi menjadi empat yaitu (1)natural yaitu berpikir secara alamiah, sifatnya rutin tanpa adanya inovasi atau antisipasi masalah, (2) rasional ; menggunakan inovasi dengan melibatkan nalar, (3) supranatural ; cara berpikir dengan meminta bantuan makhluk gaib untuk menyelesaikan masalah, seperti sesajen, susuk, akhirnya dapat mengarah perbuatan syirik  (4) suprarasional

Cara berpikir Suprarasional adalah cara berpikir orang rasional yang dipakai ketika menghadapi masalah yang sangat sulit bahkan tidak dapat diselesaikan dengan cara berpikir rasional.  Suprarasional menjadikan faktor gaib dalam hal ini adalah Allah Swt, sebagai faktor yang sangat dipertimbangkan dalam mengambil keputusan atau tindakan.

“Kuasailah cara berpikir suprarasional jika kita ingin menjadi orang-orang yang mempunyai karya besar” (hal:1)

Sebagai contoh seorang petani yang mempunyai pola pikir natural, hanya berpikir  menanam, merawat dan kemudian memanen, hasilnya langsung dijual ke tengkulak. Jika berpikir rasional, petani tersebut membuat inovasi, misalnya dengan membuat nilai tambah dari produk yang dihasilkan , sehingga nilai jualnya lebih tinggi.  Petani yang berpikir suprarasional , setelah melakukan usaha rasional secara maksimal, akan diimbangi dengan pendekatan kepada Allah Swt antara lain; sholat sunat (duha, tahajud,rawatib), puasa sunah, zakat , sedekah, infak dan ibadah ritual lainnya. Dengan mendekatkan diri kepada Allah Swt, rezeki akan datang dari arah yang tidak terduga, seperti dalam firman Allah QS : Ath-Thalaq ayat 2-3

Siapa saja yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya…” (hal : 48)

Buku ini mengajak pembaca untuk menghadapi kehidupan dengan cara berpikir suprarasional . Jika masyarakat yang berpikir suprarasional semakin banyak di negeri ini, Insya Alloh Indonesia akan menjadi negara yang baldatun thoyibatun warrobun ghofur atau negara yang subur, makmur, adil dan aman.

 

*) Resensi ini dimuat pada harian Kedaulatan Rakyat edisi Senin, 20 November 2017

Tinggalkan komentar

Filed under Dalam Negeri, Non Fiksi, Penerbit Republika, Resensi Dimuat Media Cetak, Review Buku, Tak Berkategori

Jelajah Gedung Perpusnas RI

me-n-rak-buku-perpusnas.jpg

Lobi Gedung Perpustakaan Nasional

Hari Sabtu tanggal 1 Oktober 2017 saya mengunjungi gedung perpustakaan nasional yang baru di jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta pusat.  Sebenarnya saya tidak merencanakan kesana, tujuan awal saya ke Monas. Saya memang ingin refreshing, ke Monas dan naik ke puncaknya untuk menikmati pemandangan jakarta dari puncak, tetapi ternyata tiket ke puncak sudah habis. Jadi saya hanya mengunjugi museum dan Cawan Monas. Saat akan pulang dan melihat gedung yang tinggi di seberang Monas, langsung tertarik kesana, gedung yang tinggi itu adalah Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) .

Waktu menunjukan jam 15.30 Wib, saat saya memasuki gedung perpusnas. Awalnya saya ragu apakah sudah dibuka untuk umum, karena saat peresmian tanggal 14 September oleh presiden Jokowi, diinformasikan bahwa Perpustakaan akan dibuka untuk umum secara resmi tanggal 06 Oktober 2017. Dan saat saya masuk ke gedung ternyata telah dibuka dan security bilang jam 16.00 tutup, jadi saya hanya punya waktu 30 menit untuk menjelajah gedung ini.

Gedung Perpusnas RI merupakan gedung tertinggi di dunia untuk gedung perpustakaan dengan ketinggian 126,3 m dan memiliki 27 lantai plus basement. Saat di Salemba gedung perpusnas hanya memiliki 3 lantai dan menurut info petugasnya , gedung perpusnas sepi pengunjung.  Sekarang Indonesia sudah memiliki gedung perpustakaan tertinggi di dunia, semoga semangat masyarakat untuk membaca dan mengunjungi perpustakaan juga ikut meningkat.

Langsung saja kita masuk ke gedung perpusnas yuk… Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Artikel, Non Fiksi, Tak Berkategori

Review : Waspada Jejak Haram Yang Mengintai

jejak haram.jpg

Judul Buku     : Waspada Jejak Haram Yang Mengintai
Penulis            : Riawani Elyta & Risa Mutia
Penerbit         : Qibla – Penerbit Bhuana Ilmu Populer
Cetakan I        : 2017
ISBN                : 978-602-394-748-5
Tebal              : 127 hal

“ Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya”

(QS.Al-Maidah : 88 )

Tahun ini target membaca saya 60 buku dalam setahun telah terpenuhi, tetapi setelah saya lihat sebagian besar adalah buku fiksi. Buku non fiksi  terkadang terasa “berat” dan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan fiksi, kalau membaca buku fiksi tidak terasa telah sampai di akhir cerita. Dan bulan ini buku yang saya baca adalah buku ” Waspada Jejak Haram Yang Mengintai”  karya duet kakak-beradik Riawani Elyta dan Risa Mutia. Saya pernah membaca buku fiksi karya Riawani yang berjudul A Miracle of Touch.

Buku ini tidak terlalu tebal hanya 127 halaman, tetapi menurut saya justru lebih mudah dicerna pembaca. Buku Waspada Jejak Haram yang Mengintai bagi seorang ibu seperti saya sangat bermanfaat. Dalam kehidupan sehari-hari peran seorang ibu antara lain menyiapkan makanan bagi keluarga. Pengetahuan tentang makanan haram,halal dan thayyib (baik) sangat diperlukan oleh seorang ibu.

Edukasi perihal makanan halal,haram dan thayyib sangat diperlukan  agar tidak terjebak kedalam hal-hal yang diharamkan. Tugas edukasi bukan hanya tugas seorang ibu, atau pendidik saja, tetapi tugas semua orang, bahkan seorang anak sejak dini diperkenalkan hal yang haram dan halal.  Hal yang dapat dikenalkan kepada anak tentang halal dan haram antara lain dapat di sarankan  saat membeli jajanan melihat logo halal yang tercantum dalam kemasan pembungkusnya, apabila tidak ada logo halal, tidak diperbolehkan memakan makanan tersebut. Hal ini sering saya praktikan kepada anak saya, ketika diajak ke supermarket mereka memilih makanan atau jajanan sendiri, tetapi saya berpesan agar melihat logo halal terlebih dahulu sebelum membeli makanan tersebut.  Dan hal ini efektif untuk mengedukasi arti pentingnya kehalalan makanan terhadap anak-anak. Saat saya belanja makanan, anak-anak juga selalu mengecek apakah ada logo halal di kemasan makanan yang saya beli. Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Buntelan, Non Fiksi, Penerbit BIP, Review Buku

Passion Stories

Jpeg

MENGGALI INSPIRASI KREATIF DARI ORANG SUKSES

Judul Buku : Passion Stories
Penulis : Qalbinur Nawawi
Editor: Fachmy Casofa
Penerbit : Metagraf, Creative Imprint of Tiga Serangkai
Cetakan I :  Mei 2017
ISBN :978-602-6328-28-1
Halaman :158 hal

 

Mengenal konsep diri adalah fondasi sukses dalam berkarier.  Mengetahui apa yang menjadi passion kita adalah bagian penting dari mengenal konsep diri. Hal yang menjadi kendala saat seseorang telah menemukan passion nya adalah ketika mendapatkan cobaan, ia menyerah dan memutuskan berhenti dari bidang yang disuka, beralih ke bidang yang dia tidak suka atas nama tuntutan hidup. Buku ini hadir untuk memberi pencerahan bagi seseorang yang tengah mengalami permasalahan dalam meraih cita-citanya dan meningkatkan semangat yang mungkin sedang turun.

Buku Passion Stories berisi cerita sepuluh orang yang sukses pada bidang masing-masing. Kesuksesan yang telah diraih adalah berawal dari passion dan ketika mendapatkan cobaan mereka tidak menyerah, selalu mencoba bangkit saat terjatuh.  Bagian cover buku tertulis sepuluh nama tokoh pada masing-masing gambar animasi lego. Pada bidang enterprenuer  diwakili tokoh Hendy Setiono dan Sandiaga Uno. Bidang musik, ada Dewa Budjana dan Rini Wulandari. Bidang atletik mengisahkan tokoh olahraga Taufik Hidayat dan Umar Syarif. Bidang entertainment, diwakili tokoh Dion Wiyoko dan Wulandary Herman. Penulis buku diwakili oleh tokoh Dewi Lestari. Arbain Rambey mewakili bidang fotografi.

Hendy Setiono adalah pemilik Kebab Turki Baba Rafi yang mempunyai 12.000 outlet tersebar di seluruh Indonesia dan 8 negara. Kesuksesan Hendy Setiono tidak secara instan diperoleh.  Ia mengalami jatuh bangun dan hampir bangkrut, tetapi karena yakin bahwa ini adalah passion-nya, maka kegagalan menjadikannya pelajaran hingga menemukan formula bisnis yang melesatkan usahanya.  “Follow your heart, believe in your dreams, and live your values “ (hal:8)

Sandiago Uno merupakan salah satu dari 30 orang terkaya di Indonesia. Ia mempunyai prinsip hidup  “ Bila kamu berbuat baik, sesungguhnya kebaikan itu akan berbalik lagi pada dirimu sendiri “ (hal :22). Prinsip tersebut diwujudkan melalui program Berlari untuk Berbagi (BuB). Berawal hobinya lari marathon, Sandiago Uno melakukan penggalangan dana untuk membantu orang lain yang membutuhkan  seperti sekolah di daerah, yayasan penyandang dissabilitas, panti sosial dan sebagainya.  Dalam mengelola bisnisnya Sandiago Uno mempunyai empat prinsip Kerja 4 AS yaitu Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas dan Kerja Ikhlas. Jadikan pekerjaan sebagai ibadah kita  kepada Allah SWT, Insya Allah jika prinsip Kerja 4 AS menjadi pedoman kita dalam bekerja, kesuksesan pun akan senantiasa bersama kita (hal: 28)

Dalam bidang musik, Dewa Budjana dan Rini Wulandari juga mengawali karier musiknya karena passion. Sejak usia SMP, Dewa salah satu gitaris group band Gigi telah menekuni dunia musik.  Meskipun tidak mempunyai pendidikan formal pada bidang musik, dan keterbatasan peralatan musik, tetapi dengan motivasi yang tinggi dan semangat untuk terus belajar, Dewa akhirnya dapat mewujudkan impiannya menjadi musisi yang berprestasi Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Non Fiksi, Resensi Dimuat Media Cetak, Review Buku

(Blogtour-Giveaway) 30 PASPOR : The Peacekeepers’ Journey

30 paspor.jpg

Judul Buku : 30 Paspor The Peacekeepers’ Journey
Penulis : J.S Khairen
Penyunting : Shinta, Novikasari Eka S
Penerbit : Noura
Cetakan I :  Maret 2017
ISBN :978-602-385-219-2
Halaman :392 hal

Blurb

Setelah sukses dengan edisi 1 dan 2 dari ’30 Paspor di Kelas Sang Profesor,’ J.S. Khairen yang merupakan asisten dari Prof. Rhenald Kasali kembali menuliskan kumpulan cerita, sekaligus karya ke enamya. Kali ini dengan tema The Peacekeepers’ Journey. Inspirasi cerita dan pesan yang tertuang, mempunyai kesan penting tersendiri dibanding dua edisi sebelumnya.

Di kelas 30 Paspor kali ini, mahasiswa Pak Rhenald ditugaskan tak hanya pergi ke luar negeri, tetapi juga menjadi relawan, terlibat dalam kegiatan sosial, atau membantu siapa pun yang membutuhkan. Tujuannya, merajut perdamaian!

Berbagai petualangan seru pun terjadi. Dikejar-kejar orang asing, kehilangan koper, bahkan salah seorang mahasiswa hampir dirampok. Berbekal teri kacang sebagai alat diplomasi, hingga tak sengaja ditemani artis terkenal di sebuah negara, semua mewarnai suka duka peralanan mereka.

Tugas yang awalnya ditentang banyak orang terbukti jadi ajang “latihan terbang”. Kesasar di negeri orang telah menumbuhkan mental self driving-pribadi yang bebas, mandiri, dan bertanggung jawab dalam menentukan arah hidup sendiri.

Buku 30 Paspor The Peacekeepers’ Journey adalah buku ketiga yang terbit setelah 30 Paspor di Kelas Sang Profesor edisi 1 dan 2 tahun 2014. Dan saya baru pertama membaca buku ini…
Buku yang sangat insipiratif, makin kagum dengan sosok sang Profesor . Metode pengajarannya “out of the box“, ini patut dijadikan contoh oleh tenaga pengajar di Indonesia, dalam mendidik generasi bangsa sehingga akan menghasilkan generasi yang tidak bermental “passenger” tetapi “drivers“. Selama ini saya hanya melihat sosok Prof.Renald Kasali di televisi tetapi dalam Launching 30 Paspor : The Peackeeper’s Journey  beberapa minggu yang lalu di Perpustakaan UI saya melihat langsung dan mendengarkan kuliah singkatnya perihal manajemen (ini reviewnya  Launching 30 Paspor : The Peackeeper’s Journey)

Salah satu kekuatan buku ini ada pada halaman pertama Kata Pengantar Prof.Rhenald Kasali, Ph.D “Melepas Kodi dan Mengajarkan Rajawali Terbang”  Kata Pengantar yang disampaikan sangat insipratif

Tak banyak orang yang mengerti bahwa keunggulan yang dicapai manusia kelak tak pernah lepas dari seberapa hebat ia terlatih menghadapi aneka kesulitan dan tantangan kehidupan (hal : xii )

Profesor memberikan contoh nyata sejarah penemuan benua Amerika. Apabila Columbus tidak berani menjelajah dunia dan  kesasar, mungkin saja Benua Amerika baru ditemukan beberapa abad kemudian dan sejarah yang kita jalani hari ini akan berbeda sama sekali. Columbus harusnya mencari negara India, tetapi ia tidak pernah sampai kesana , justru tersasar di benua lain

Buku ketiga ini masih berkisah tentang perjalanan 30 mahasiswa Kelas Pemasaran Internasional Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Setelah sukses dengan program pembelajaran dengan metode kesasar di negara lain, dimana satu mahasiswa harus pergi sendirian ke satu negara yang bahasanya tidak serumpun dengan Indonesia, dan tidak boleh dibantu oleh siapapun yang dikenal selama di sana. Maka pada buku yang ketiga ini, Profesor mengharuskan mahasiswa pergi ke dua negara sekaligus dan disana harus membantu masyarakat setempat atau volunter. Jadi bukan hanya kesasar atau travelling saja. Baca lebih lanjut

22 Komentar

Filed under Blogtour-Giveaway, Non Fiksi, Penerbit Noura Books, Review Buku

DIET KENYANG : dengan Cooking Hypnotherapi

Jpeg

Judul Buku :Diet Kenyang dengan Cooking Hypnotherapi
Penulis : Dewi Hughes, S.Pd.,M.Si.,CHt,Cl
Editor: Cindy Kus Untari
Penerbit : PT Grasindo
Cetakan I :  Maret 2017
ISBN :978-602-375-870-8
Halaman :69 hal

Untuk kesekian kalinya dalam setahun, saya harus disuntik pain killer oleh dokter karena sakit pinggang yang membuat saya hampir lumpuh. Setelah disuntik, saya biasanya melenggang ringan keluar dari ruang praktik dokter sambil tersenyum lebar. Tapi kali ini, hal itu tidak terjadi! Saya tidak merasakan perubahan sama sekali,

padahal obat yang harus diminum sudah ditambah.

Lalu, dari mana saya harus memulai?

#DietKenyang dengan Cooking Hypnotherapy ini bukan hanya membahas masalah makan. Ini bukan hanya sebuah diet untuk tubuh. Tak kalah penting, pikiran juga harus diberi nutrisi dan dikuatkan dengan ilmu hypnotherapy. Diet menjadi jauh lebih ringan dan mudah ketika kita sudah mampu mengelola pikiran.

Saya sudah membuktikan keterampilan menanamkan sugesti melalui hypnotherapy dan telah berhasil memberi ‘big change to my life’. Mengubah dengan cara yang ringan dan menyenangkan. Dalam sekejap, saya menjadi sehat dan bahagia. Langsing itu… bonus!

Cantik…siapa sih perempuan yang tidak mau cantik? Hampir semua perempuan pasti menginginkan cantik atau enak dipandang mata. Dan perempuan cantik itu identik dengan bentuk badan yang ideal, tidak gemuk.  Meskipun ada beberapa orang yang meyakini bahwa Big is beautiful seperti hal nya artis Indonesia yang bernama Desak Made Hugheshia Dewi atau dikenal dengan Dewi Hughes. Yang kita kenal Dewi Hughes adalah salah satu artis Indonesia yang mempunyai berat badan berlebih, 150 kg dan terlihat selalu ceria di layar kaca. Dewi Hughes awalnya berfikir bahwa big is beautiful, tetapi ketika beberapa penyakit mulai mampir ke tubuhnya akibat kegemukan, dia bertekad harus mulai perduli dengan kesehatan tubuhnya.

Dalam launching buku Diet Kenyang beberapa hari yang lalu, saya hampir tidak mengenalnya..tubuhnya sekarang begitu langsing, berat badan hanya 70 kg, turun 80 kg dari berat semula 150 kg.

Wow..gimana bisa yaa..saya berbulan-bulan diet dan olahraga paling hanya turun 1kg, itu juga sebentar naik lagi..ibarat yoyo, naik turun terus 🙂

Dewi Hughes, awalnya juga sudah mencoba berbagai tips diet yang ada, dan olahraga tetapi tidak berhasil. Akhirnya dia mencoba diet dengan caranya tersendiri. Dewi Hughes pernah mengikuti kelas khusus bidang hipnoterapi ( ilmu pengelolaan pikiran), dengan ilmu ini ia menerapkan untuk membantu permasalahanya berkaitan dengan berat badan

Saya begitu sibuk berfokus pada tubuh hingga lupa pada soul and mind yang menunggu dan berharap saya menyapa dan berbuat baik kepadanya ( hal:8)

Metode diet yang digunakan Dewi Hughes mengkombinasikan antara pola makan dan hypnotherapy.  Dewi hughes mengkonsumsi makanan sehat Real Food  yaitu makanan yang tumbuh dari tanah, yang disinari matahari dan tanpa olahan. Dengan metode ini Dewi Hughes berhasil menurunkan berat badannya menjadi 75 kg.

Diet yang unik, karena tidak menderita kelaparan. Bukan hanya langsing tetapi juga bahagia. Metode ini dituliskan dalam buku Diet Kenyang dengan Cooking Hypnotherapy.  Baca lebih lanjut

13 Komentar

Filed under Buntelan, Non Fiksi, Penerbit Grasindo, Review Buku

Launching 30 Paspor : The Peackeeper’s Journey

30paspor.jpg

Hai Book Lover…

Hari Kamis, 23 Maret 2017, saya berkesempatan mengikuti launching Buku ketiga dari 30 Paspor, yang ditulis J.S Khairen yaitu 30 PASPOR : The Peacekeepers Journey di Perpustakaan Universitas Indonesia.

Sebenarnya saya tidak merencanakan akan menghadiri launching ini, mengingat pelaksanaanya di hari kerja. Tetapi secara kebetulan hari tersebut saya ada tugas keluar, dan berdekatan dengan kampus UI Depok. Setelah pekerjaan saya selesai saya langsung meluncur ke lokasi.

Dan ini adalah pertama kalinya memasuki area kampus Universitas Indonesia, yah..saya sudah 12 tahun tinggal di Jakarta dan baru menginjakkan kakinya di kampus kuning ini . Begitu saya memasuki kampus ini….

Saya menyesal kenapa, saat kuliah dulu tidak mendaftar disini..#eh, belum tentu diterima juga yaa:).  Suasana kampus ini sangat mendukung untuk menimba ilmu, udara yang sejuk, pepohonan di sepanjang jalan dan danau yang makin melengkapi kenyamanan kampus ini. Saya yakin mahasiswa akan betah berlama-lama di kampus ini…(eh,bukan berarti lama lulusnya)

wp-image-582738526jpeg.jpeg

Danau di depan Masjid Kampus UI

Saat saya memasuki kawasan Masjid, untuk sholat dhuhur saya makin terpesona dengan kesyahduan Masjid ini . Meskipun saat itu siang hari, tetapi suasana temaram seperti sore atau menjelang malam hari, di dalam Masjid bahkan lampu-lampu juga sudah dinyalakan. Tempat yang sangat mendukung untuk khusyuk beribadah, jauh dari hiruk-pikuk dunia luar.

Sebenarnya saya ingin berlama-lama di Kampus ini, terutama saya penasaran dengan Perpustakaannya. Saya belum sempat masuk ke perpustakaan, karena waktu yang terbatas. Bahkan acara belum selesai saya harus meninggalkan tempat ini, tugas sudah menungguku di kantor . Mungkin lain kali saya akan berkeliling lebih lama dan melihat-lihat koleksi buku di Perpustakaan

Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Event Buku, Non Fiksi, Penerbit Noura Books

(Book Review) JOURNEY TO ANDALUSIA

Menelusuri Jejak Cahaya Islam di Negeri Spanyol

Judul : Journey to Andalusia: Jelajah Tiga Daulah
Penulis : Marfuah Panji Astuti
Penerbit : Buana Ilmu Populer
Tebal Buku : 190 halaman
Cetakan Pertama: Januari 2017
ISBN : 978-602-394-391-3

Apa yang terjadi bila ayat-ayat Allah ditukar dengan dendang lagu dan tarian ? Saat itulah pendulum kehancuran mulai bergoyang. Semuanya tidak musnah seketika. Kemunduran Andalusia berlangsung selama 200 tahun, hingga jejaknya benar-benat sirna . innalilahi wa innailahi roji’un (hal : 157)

Andalusia….

Kalau kita mendengar nama ini, apa yang terlintas dalam pikiran kita? Pikiran kita mungkin langsung ke sebuah kota di negara timur tengah;seperti Turki atau Arab? Mungkin, belum banyak yang mengetahui kalau Wilayah Andalusia berada di Portugal,Spanyol dan sebagian Perancis. Penulis akan mengisahkan perjalanannya ke Andalusia melalui Maroko dengan menyeberangi Selat Gibraltar.

Mengapa Andalusia ??

Karena ini adalah negeri sejuta cahaya, islam pernah menyinari negeri itu selama 800 tahun (711-1492) dengan ilmu pengetahuan, peradaban dan kemanusiaan. Di saat Barat masih menganggap penyakit sebagai kutukan, dokter muslim di Andalusia telah berhasil melakukan pembedahan, mengklasifikasi penyakit, meracik obat bahkan mendirikan rumah sakit. Bukan hanya itu saja kalkulus, algoritma, trigonometri adalah hasil pemikiran ilmuwan muslim, yang tanpa itu semua tidak ada revolusi digital yang dapat kita nikmati semua seperti sekarang.

Apakah Cordoba masih berpendar cahaya? Seperti apa Mezquita? Semolek apa istana Alhambra?

Buku Journey To Andalusia adalah buku catatan perjalanan sang Penulis, yang biasa di panggil Mba Uttiek saat melakukan perjalanan selepas Umrah dari Maroko-Andalusia tahun 2014. Buku dengan cover seorang muslimah remaja yang sedang melintas di depan istana Alhambra sangat mewakili pesan yang ingin di sampaikan penulis. Melalui buku ini diharapkan remaja islam tidak hanya mengenal kota -kota di Spanyol seperti  Madrid atau Barcelona yang identik dengan sepak bola tetapi banyak kota-kota di Spanyol seperti Granada, Cordova yang masih menyimpan jejak sejarah islam yang dapat diambil hikmahnya

Rute yang diambil penulis untuk menuju Andalusia dimulai dari Cassablanca-Rabat-Fes-Tanger menyeberang Selat Gibraltar ke Tarifa lalu masuk Andalusia. Penulis sengaja memilih rute ini dengan maksud ingin menapaktilasi jejak perjuangan Musa bin Nushair dan panglimanya Thariq bin Ziyad saat menaklukkan semenanjung Iberia Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Non Fiksi, Penerbit BIP, Review Buku

Launching Buku “Journey to Andalusia”

wp-image-12666263jpeg.jpeg

Hari ini, Sabtu tanggal 21 Januari 2017, saya mengikuti peluncuran buku terbaru karya Marfuah Panji Astuti atau biasa disapa Uttiek Herlambang dengan judul ” Jelajah Tiga Daulah : Journey to Andalusia “ bertempat Gramedia Central Park, Jakarta barat. Acara ini di selenggarakan oleh penerbit Bhuana Ilmu Populer (BIP) sebagai penerbit yang menerbitkan buku ini. Uttiek Herlambang bekerja sebagai wartawan di kelompok Kompas Gramedia; antara lain pernah menjadi wartawan di Majalah Jakarta-Jakarta, Gramedia Online, Tabloid Nakita dan saat ini aktif di Tabloid Nova. Buku Journey to Andalusia adalah kisah perjalanan Uttiek pada tahun 2014, menjelajahi Andalusia.

wp-image-315500965jpeg.jpeg

Acara yang berlangsung selama kurang lebih dua jam, dari jam 15.00 – 17.00 Wib ini diikuti oleh undangan dan blogger yang berjumlah 30 orang. Dan Alhamdulillah saya berkesempatan untuk mengikutinya. Acara di awali dengan registrasi dan setiap peserta mendapatkan godiebag berisi 1 buku Journey to Andalusia, Voucher Gramedia, Press rilis dan Box Snack .

wp-image-1300751431jpeg.jpeg

isi Godiebag

Setelah peserta datang semua, acara dibuka oleh MC  Kak Pauline dari Penerbit BIP yang memperkenalkan sekilas tentang penulis dan sinopsis Buku Jelajah Tiga Daulah : Journey to Andalusia. Dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis dari manajemen BIP kepada penulis

wp-image-1253197693jpeg.jpeg

Acara kemudian dilanjutkan dengan talkshow dan tanya jawab tentang penulisan Buku Journey to Andalusia. Berdasarkan penjelasan Mba Uttiek, latar belakang penulisan buku ini karena tidak banyak generasi muslim yang masih mengetahui jejak sejaran Andalusia . Islam pernah menyinari negeri itu dengan ilmu pengetahuan, peradaban dan kemanusiaan selama 800 tahun, jadi lebih dari 2/3 sejarah islam ada di sana. Kalkulus,algoritma,trigonometri, aljabar adalah hasil pemikiran ilmuwan muslim bagi kemajuan peradaban. Tanpa penemuan-penemuan itu tidak ada revolusi digital yang saat ini kita nikmati.

Buku ini merupakan buku catatan perjalanan penulis saat di Andalusia, ini bukan hanya sekedar catatan perjalanan yang menjelaskan bahwa islam pernah di Andalusia, wilayah yang saat ini bernama Spanyol, Portugal dan sebagian Perancis, tetapi juga mengingatkan bahwa benderang itu bersumber dari islam

Buku Jelajah Tiga Daulah: Journey to Andalusia adalah seri pertama dari tiga buku yang rencananya akan ditulis oleh mba Uttiek. Buku yang kedua berjudul Journey to The Greatest Ottoman dan buku ketiganya berjudul Journey to Abbasiyah

Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Artikel, Event Buku, Non Fiksi, Penerbit BIP, Review Buku