Tag Archives: Blogging

Pemenang Giveaway Khadijah : First Love Never Dies

banner Khadijah

Halo book lovers…

Saat yang ditunggu-tunggu, bagi peserta giveaway adalah  pengumuman pemenang.  Sebelum saya umumkan, terlebih dahulu saya mengucapkan terima kasih kepada Mba Irfa Hudaya,  Sang Penulis dan penerbit Tiga serangkai, yang telah memberi kesempatan saya menjadi salah satu host blogtour ini. Saya mohon maaf apabila belum memenuhi harapan  selaku host blogtour ini, mengingat partisipan yang tidak banyak. Dan untuk teman-teman host terimakasih atas kerjasama dan dukungannya, semoga kita dapat kerjasama lagi di lain kesempatan.

Dan untuk semua peserta giveaway, terima kasih telah berpartisipasi dan mengunjungi blogku yang sudah dipenuhi sarang laba-laba ini 🙂

Dan pemenang Giveaway Khadijah adalaaah…..

The Winner is

Nama : Farida Endah
Akun twitter /IG : @farida_271

Selamat untuk pemenang …….

kirimkan biodata ; Nama ,Alamat lengkap dan No HP ke email:sitinuryanti@yahoo.com paling lambat 2 hari sejak pengumuman

Dan bagi  yang belum beruntung kalian dapat masih dapat mengikuti giveway di resensi.ilarizky.com

Sampai jumpa di giveaway selanjutnya

2 Komentar

Filed under Blogtour-Giveaway, Novel Religi

Blogtour-Giveaway : Khadijah

 

cover khadijah

Judul Buku      : Khadijah : First Love Never Dies
Penulis             : Irfa Hudaya
Penerbit           : Tinta Medina, Creative Imprint of Tiga Serangkai
Cetakan I         : April 2019
ISBN                  : 978-623-7011-89-7
Tebal                 : xiv,  258 halaman

 

Blurb

Khadijah menyimpan sebongkah cinta terhadap seorang lelaki yang terkenal dengan kejujurannya. Namun, wanita yang sudah pernah menikah itu ragu-ragu, apakah cintanya punya hak mendapat balasan serupa?

Dirinya urung menyatakan keinginan untuk menikahi Muhammad. Sayangnya, rasa sejernih mutiara itu malah membesar. Dengan tekad yang bulat, Khadijah menemui sepupunya, Waraqah bin Naufal.

Hati Khadijah semakin kuat setelah pertemuan itu. Lantas, akankah cintanya berbuah manis? Apakah kehadiran Khadijah dalam kehidupan Muhammad mempunyai peran yang besar?

Pembahasan tentang cinta memang tidak pernah habis dikupas, banyak buku yang menjadikan cinta sebagai tema utama. Dalam buku Khadijah First Love Never Dies juga mengambil tema cinta, namun ini berbeda dengan cerita cinta pada umumnya. Kisah cinta sejati wanita agung dengan manusia mulia Nabi Muhammad Saw. Buku ini bukan buku biografi Khadijah (istri Rasulullah),meskipun menceritakan kisah hidup Khadijah dari semenjak gadis hingga meninggal dunia, buku ini masuk dalam kategori fiksi bergenre novel religi.

Khadijah adalah seorang gadis yang cantik dan berakhlak mulia. Dengan latar belakang keluarga yang kaya raya, terpandang dan dermawan menjadikan Khadijah impian dari para pemuda maupun orangtua untuk dapat menjadi bagian dari keluarga Khuwailid. Namun orangtua Kadijah memilihkan pemuda untuk putrinya tidak berdasarkan harta atau kekayaan saja, namun yang utama adalah akhlaknya. Pilihannya jatuh pada Abu Halah an-Nabbasyi bin Zuriah, seorang pemuda yang kaya dan mempunyai akhlak mulia. Khadijah mempunyai dua orang anak dari pernikahan dengan Abu Halah yaitu Halah dan Hindun. Kebahagiaan Khadijah tidak berlangsung lama, suaminya sakit dan meninggal dunia meninggalkan kedua putranya yang masih kecil.

Orangtua Khadijah memintanya untuk menikah lagi agar anak-anak mempunyai ayah. Khadijah menyetujui pilihan orangtuanya untuk menikah dengan Athiq bin Aidz Makhzumi. Dari pernikahan dengan Athiq,ia melahirkan bayi perempuan cantik yang diberi nama Hindun. Pernikahan Khadijah dan Athiq juga tidak berlangsung lama, karena Athiq tewas dalam peperangan antar suku.

Sepeninggal suaminya yang terakhir Khadijah fokus mengurus ketiga buah hatinya, Halah,Hindun dan Hindun binti Athiq Aidz Makhzumi. Khadijah sesekali juga belajar perniagaan kepada ayahnya, ia belajar bagaimana mengelola harta peninggalan suami-suaminya dan harta dari ayahnya agar tidak habis dan lebih bermanfaat bagi orang lain. Khadijah selain dikenal sebagai wanita berakhlak mulia juga dikenal cerdas dalam berdagang.

Setelah orangtuanya meninggal Khadijah mengelola sendiri perniagaan yang diwariskan ayahnya. Suatu hari Khadijah memerlukan pemimpin kafilah yang baru untuk memimpin kafilah perdagangan ke negeri Syam. Ia memilih seseorang yang dapat dipercaya untuk mengelola perniagaanya, dan atas usulan dari asistennya, dipilih Muhammad untuk menjadi pemimpin kafilah

“Khadijah mengulang nama itu.Sebuah nama yang tiba-tiba saja seperti menyentuh hatinya. Sebuah nama yang mampu membuat dada Khadijah menghangat” (hal 47)

Sejak pertemuan pertama dengan Muhammad, hati Khadijah galau sekaligus berbunga-bunga setiap mengingat Muhammad. Khadijah baru mengalami perasaan seperti itu. Ia menyadari statusnya dan terpaut usia  cukup jauh dengan Muhammad, yang kemungkinan akan lebih memilih seorang gadis daripada dirinya. Akhirnya setelah mendengar nasihat Waraqah bin Naufal (sepupunya) tentang perasaanya, Khadijah memberanikan diri mengutus Nafisah (kerabatnya) untuk menemui Muhammad.

Akankah Muhammad langsung menerima niat baik Khadijah untuk menikah dengannya? Bagaimana peran Khadijah dalam kehidupan Muhammad ?

Novel ini sangat recommended dibaca, kisah romansa kedua insan mulia ini patut menjadi teladan khususnya bagi muslimah. Dari Khadijah kita dapat belajar menjadi seorang istri yang baik untuk suami, ibu yang menjadi teladan bagi anak-anaknya. Kehidupan rumah tangga Khadijah dan Muhammad yang diwarnai dengan keindahan dan perjuangan juga dapat menjadi teladan bagi pasangan suami istri di zaman sekarang. Dialog antara Khadijah dan anaknya maupun kepada khadimatnya saat mengajarkan makna ketuhanan, menurut saya sangat bagus untuk dipraktikan bagi kaum ibu. Kedekatan Khadijah dengan anak-anak maupun dengan sang ibu menyentuh hati. Seorang ibu memang guru yang utama dan pertama bagi anak-anaknya. Khadijah menyadari hal tersebut, sehingga tidak membiarkan anak-anaknya diasuh atau disusui oleh orang lain,sebagaimana budaya arab pada masa itu.

Novel Khadijah First Love Never Dies begitu menyentuh hati, penulis mampu menuliskan kata-kata yang mampu merasuk kedalam hati pembaca dengan quote-qoute yang indah. Bukan hanya qoute yang  indah, namun cover buku ini juga cantik, gambar hati, bunga dengan warna yang pink cukup mewakili isi novel ini.

Ada beberapa qoute atau dialog antara Khadijah dan anaknya yang kusuka , antara lain :

Tuhan kita ingin kau semakin cerdas, jika kau berpikir lebih keras.Tuhan suka kepada manusia yang suka berpikir (hal :31)

Laki-laki sejati itu selalu bertindak kesatria. Tidak memandang pada si miskin atau kaya, laki-laki atau perempuan.Jika seorang kesatria melakukan kesalahan dia pasti mau minta maaf dan bertanggung jawab (hal : 53)

Sungguh rugi jika kita hanya menuruti nafsu duniawi. Takkan ada habisnya (hal : 113)

Bahagia adalah ketika kita tersentuh atas apa yang Tuhan berikan, kemudian mensyukuri segala anugerah itu (hal : 113)

Semoga dengan membaca novel ini akan makin meningkatkan keimanan kita dan kecintaan kepada rasulullah Muhammad SAW.   Baca lebih lanjut

9 Komentar

Filed under Blogtour-Giveaway, Dalam Negeri, Novel Religi, Review Buku

Resensi : 69 Things To Be Grateful About Being Single

13 Mei 2019-single.jpeg

TIPS MENJADI SINGLE DAN BAHAGIA

Judul Buku      : 69 Things To Be Grateful About Being Single
Penulis             : Feby Indirani
Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I        : 18 September 2017
ISBN               : 978-602-03-7714-8
Tebal              : 144 halaman

Peresensi         : Siti Nuryanti

 

Dalam kultur budaya masyarakat Indonesia, yang beranggapan bahwa menikah adalah suatu keharusan maka pilihan untuk hidup melajang tentu tidak mudah diterima. Berbagai pertanyaan tentang kapan menikah, sedangkan usia sudah cukup matang akan selalu terdengar dalam berbagai kesempatan. Pandangan umum masyarakat kita, profil seseorang dianggap sempurna, apabila menikah, sukses dan mapan. Namun apabila sukses, mapan dan tidak menikah  dianggap kurang sempurna, bahkan menjadi bahan lelucon.

Padahal menikah tidak menjadi jaminan akan hidup bahagia selamanya, perlu kerja keras dan kesabaran dari kedua belah pihak pasangan. Dan tidak sedikit pasangan menikah berakhir dengan perpisahan yang saling menyakiti.

Buku 69 Things To Be Grateful About Being Single membuka pandangan bahwa hidup melajang merupakan pilihan hidup yang membahagiakan. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Non Fiksi, Penerbit Gramedia, Resensi Media Cetak, Review Buku

RESENSI : Please be Mine

Please be mine

TRAUMA KEHILANGAN MENJADIKAN BIPOLAR DISODER

Judul Buku      : Please Be Mine
Penulis             : Eugenia Rakhma
Penerbit           : Bhuana Sastra (Imprint dari Penerbit BIP)
Cetakan I        : 2018
ISBN               : 978-602-455-466-8
Tebal               : 184 hal

Peresensi         : Siti Nuryanti

Masa remaja biasanya identik dengan hari-hari yang penuh dengan kebahagiaan dan keceriaan, namun bagi sebagian orang, masa remaja dapat menjadi masa yang kelam dan penuh kesedihan. Kita sering mendengar berita tentang remaja yang depresi dan bunuh diri karena hal-hal sepele. Memang, masa remaja merupakan masa yang rentan dengan stress, karena dalam masa remaja terjadi perubahan fisik dari anak-anak menjadi dewasa, namun secara mental masih belum dapat bertindak sebagai orang dewasa.

Dalam novel Please be Mine penulis menceritakan kisah remaja dengan segala permasalahannya, antara lain persahabatan, percintaan, sekolah dan keluarga. Dikisahkan dua orang remaja SMA  bernama Evan dan Kiara yang telah menjalin persahabatan sejak kecil. Evan selalu membantu Kiara dalam berbagai masalah yang dihadapinya. Dari TK sampai dengan SMP, Kiara dan Evan selalu satu kelas. Namun saat memasuki kelas 1 SMA, Evan dan Kiara tidak sekelas, hal ini membuat Evan kesal karena tidak dapat mengawasi Kiara yang masih bersedih pasca diputus oleh kekasihnya Ferdian . Evan semakin mengkhawatirkan Kiara, ketika mengetahui Ferdian yang telah mempunyai kekasih baru , berada dalam kelas yang sama dengan Kiara. Kedekatan Ferdian dengan Marischa, kekasihnya membuat Kiara makin bersedih, beruntung ada teman sebangkunya Tantra yang selalu menghibur Kiara. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Penerbit BIP, Resensi Media Cetak, Review Buku

Resensi : TITIP RINDU KE TANAH SUCI

Titip rindu 16 jan 19.jpg

INSPIRASI WANITA PENJUAL NASI

MERAIH IMPIAN KE TANAH SUCI

 

Judul Buku : Titip Rindu Ke Tanah Suci
Penulis : Aguk Irawan MN
Penerbit : Republika Penerbit
Cetakan I : Desember 2017
ISBN : 978-602-082-287-7
Tebal : vi + 366 hal

Peresensi : Siti Nuryanti
Menunaikan rukun islam yang ke lima adalah impian semua umat islam. Namun tidak semua orang dapat menunaikan ibadah haji. Diperlukan kesiapan mental dan materi, agama islam hanya mewajibkan kepada yang mampu secara materi maupun mental.
Melalui novel ini, penulis bermaksud menyampaikan pesan bahwa impian yang tampaknya mustahil, dapat terwujud, apabila di laksanakan dengan bersungguh-sungguh, bersabar dan tidak kenal putus asa, serta selalu berdoa.

Adalah Mak Siti, seorang janda beranak satu, penjual Nasi Megono (Nasi khas kota Kebumen) setiap hari menjajakan dagangnya di stasiun Cakung, Jakarta. Mak Siti mempunyai impian pergi haji. Impian yang menjadi cibiran dan gunjingan para tetangga, mereka menganggap Mak Siti bermimpi. Namun Mak Siti tidak memperdulikan gunjingan. Meskipun penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Mak Siti menyisihkan uangnya, lima ribu, dua ribu atau paling banyak sepuluh ribu setiap harinya dan disimpan dalam sebuah ember. Setelah sepuluh tahun uang tersebut berjumlah tujuh puluh delapan juta delapan ratus ribu rupiah. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Novel Religi, Penerbit Republika, Resensi Media Cetak, Review Buku

Resensi : OTHER STREAM OF INCOME

Other stream on income, Senin 4 Feb 19Strategi Menciptakan Penghasilan Tambahan

Judul : Other Stream of Income

Penulis : Ryan Filbert

Tebal : 176 halaman

Penerbit : PT Elex Media Komputindo

Cetakan 1 : 2018

ISBN : 978-602-04-5893-9

Setiap hari, orang bekerja keras untuk mendapat penghasilan. Meskti telah banting tulang menggunakan seluruh waktunya, belum mampu penghasilannya sesuai dengan harapan. Sebaliknya, yang bekerja santai malah makin kaya. Orang kaya mampu membuat uangnya bekerja.

Buku Other Stream of Income menginformasikan cara menambah arus penghasilan dari pendapatan lain. Ada tiga golongan tipe orang mengelola arus pendapatan. Golongan kelewat lancar di mana arus pendapatan dan pengeluaran sangat lancar. Ketika uang masuk, seketika itu juga keluar melalui jalur pengeluaran. Golongan ini dikategorikan orang miskin.

Golongan kelihatan kaya. Mereka ini mengelola pengeluaran dengan cara utang untuk menambah pendapatan. Mereka ini tidak lebih baik dari golongan pertama karena ketika berhenti bekerja harus memikirkan pengeluaran dan membayar utang.

Golongan memang kaya. Ini adalah kelompok orang yang mampu mengelola pendapatan menjadi aset. Kemudian, aset akan menghasilkan uang sebagai pendapatan untuk membiayai pengeluaran. Golongan ketiga ini yang diinginkan semua orang. Untuk mencapai golongan ketiga seseorang harus mempunyai other income. Dengan mengumpulkan other income sedikit demi sedikit sehingga dapat melampaui pendapatan utama. Tujuannya, memiliki passive income.

Sumber other stream of income adalah sektor riil dan pasar modal. Sektor riil dapat dimulai tanpa modal. Strateginya, antara lain menjual produk/jasa orang lain (dropship), membuat produk dan jasa sendiri serta membangun kekayaan intelektual.

Pada era digital, bisnis dropship menjadi lebih mudah. Kita dapat membuat website sendiri. Melalui sosial media atau bergabung dengan marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak dan sebagainya. “Dropship itu bisnis yang memiliki risiko paling rendah sekaligus paling tinggi. Memiliki risiko paling tinggi karena produknya sama. Maka, yang membedakan adalah harga dan pelayanan (hal 37).”

Bisnis lain yang mempunyai risiko rendah adalah menjual produk yang tidak berfisik seperti pulsa. Di era digital, pulsa telah menjadi kebutuhan primer seperti makanan dan pakaian. Saat ini, hampir semua orang memiliki handphone. Orang lebih memilih ketinggalan dompet daripada handphone. Maka, pulsa menjadi ladang bisnis cukup menjanjikan. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Non Fiksi, Penerbit Elex Media, Resensi Media Cetak, Review Buku

Resensi Buku : Anak Obesitas

Anak Obesitas, Rabu 5 Des 18

PANDUAN MERAWAT ANAK OBESITAS

Judul Buku      : Anak Obesitas : Dampak Kesehatan dan Perkembangan
Penulis             : dr. Rendi Aji Prihaningtyas, dkk
Penerbit           : PT. Elex Media Komputindo
Cetakan I        : 2018
ISBN               : 978-602-04-5981-3
Tebal               : 196 hal

Peresensi         : Siti Nuryanti

Kisah seorang anak bernama Arya Permana, dari Karawang, Jawa barat, yang dinobatkan sebagai anak paling gemuk didunia dengan berat badan 192 kg menjadi permasalahan serius tentang obesitas di Indonesia. Pada umumnya kaum ibu di Indonesia bangga apabila memiliki bayi yang gemuk, lucu dan menggemaskan, mereka berpendapat bahwa anak yang gemuk dan banyak makan itu sehat. Namun perlu waspada apabila anak memiliki badan berlebih dan masuk dalam kategori obesitas. Overweight adalah kelebihan berat badan diatas normal, sedangkan obesitas adalah kelebihan berat badan yang lebih berat dan berisiko menimbulkan penyakit.

Saat ini obesitas pada anak menjadi permasalahan epidemik di seluruh dunia. Menurut data WHO pada tahun 2013 menyatakan bahwa persentase anak obesitas di Indonesia tertinggi di wilayah ASEAN. Pada tahun 2013, menurut Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS), obesitas di Indonesia terjadi pada 8,8% anak usia 5-12 tahun dan 2,5% pada usia 13-15 serta makin menurun pada usia 16-18 tahun sebesar 1,6% (hal :  3)

Obesitas terjadi akibat dua faktor yaitu faktor eksogen (perilaku makan yang salah, penggunaan obat-obatan tertentu) dan faktor endogen (sindrom genetik, kelainan endokren dan monogenic genes). Jika orangtua yang memiliki kelebihan berat badan, maka risiko terjadinya kelebihan berat badan pada anak sebesar 40%, dan jika orangtua menderita obesitas, maka risiko terjadinya obesitas pada anak meningkat menjadi 70-80%  (hal:56) Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Dalam Negeri, Non Fiksi, Penerbit Elex Media, Resensi Media Cetak, Review Buku

Blogtour-Giveaway : BUKAN CINTA MONYET

BCM

Judul Buku : Bukan Cinta Monyet
Penulis : Purnama Teduh
Penerbit : Laksana
Cetakan I : 2018
ISBN : 978-602-407-423-4
Tebal : 348 hal

 

Blurb

“Kalau aku suka sama side , gimana?” ucap Indar tiba-tiba. Bukan rasa suka sebagai kakak atau adik, apalagi sekedar teman. Aku menyukai side layaknya sebagai gadis”

Kala Indar mengungkapkan perasaannya, Lika menganggap remaja itu terkena demam cinta monyet. Demam yang cepat reda seiring berlalunya waktu dan bergantinya tempat. Namun sekian tahun kemudian, mantan muridnya ini bahkan berencana memaling-mencuri-Lika

Adalah Lalu Indar Bangsawan yang biasa disapa Indar, siswa SMA kelas dua belas SMA di Lombok yang menyukai Lika, seorang staf sekaligus guru ekskul karate di sekolahnya. Pernyataan Indar di sebuah warung es, saat perjalanan mencari buku UN tidak terlalu ditanggapi oleh Lika. Dia beranggapan bahwa itu adalah cinta monyet anak SMA, apalagi hati Lika sudah terpaut dengan teman satu profesinya yang bernama Arung. Awalnya Arung adalah pemuda yang suka melirik cewek-cewek ABG di sekolahnya, namun semenjak cinta Arung diterima Lika, dia berhenti dari kebiasaannya.

“Jadi, akhirnya kamu menjatuhkan pilihan padaku? “

Arung menggeleng.”Kamu bukan pilihan, Lika, tapi tujuanku (hal : 69)

Hubungan Arung dan Lika tidak diketahui khalayak umum, mereka menjalani secara normalnya hubungan antar patner kerja. Bahkan malam minggu, tidak dilewati layaknya pasangan yang sedang berpacaran. Arung dan Lika hanya bertemu di hari kerja di kantor, kalaupun berkunjung ke rumah Lika juga di hari kerja. Hubungan Arung dan Lika terkendala saat Arung memutuskan kuliah di luar pulau Lombok.  Pada beberapa bulan pertama komunikasi Arung dan Lika lancar melalui telepon seluler, namun tidak berapa lama komunikasi mereka terputus . Arung menghilang tanpa kabar.

Di sisi lain, Indar selalu berusaha menarik perhatian Lika, meskipun Lika hanya menganggapnya sebagai teman saja. Dari mulai menemani pulang sekolah dengan menuntun sepedanya dan bercerita tentang asal usul nama Indar, yang membuat Lika pertama kali penasaran karena keunikan namanya. Pada saat yang lain, Indar sengaja membonceng  Lika naik motor selama dua jam agar Lika terhindar dari mabuk darat saat di Bus yang membawa rombongan perpisahan siswa.

Dan ketika ujian telah selesai, Indar kembali menanyakan perihal perasaannya kepada Lika. Indar berangggapan bahwa mereka bukan lagi status siswa dan guru lagi

“Aku pernah berada di usiamu sekarang, Indar. Kagum atau mengidolakan lawan jenis yang lebih dewasa darimu itu sesuatu yang biasa. Dan sesuatu yang biasa itu tidak seharusnya kamu tanggapi serius. Percaya padaku, suatu hari kamu pasti akan mentertawakan tindakanmu hari ini” (hal:181)

Setelah menyadari bahwa Lika tidak menerimanya, Indar memutuskan pergi kuliah ke luar kota . Dan Lika kembali sendiri , karena Arung dan Indar sama-sama meneruskan pendidikanya di luar pulau, hingga setelah empat tahun kemudian, kedua orang tersebut muncul di depan Lika dalam waktu bersamaan. Arung terlebih dahulu datang dan mengatakan akan menikah dengan Lika. Beberapa hari setelah kedatangan Arung, Indar mengunjungi Lika. Indar mengajak Lika menonton Festival Mandalika . Festival yang sangat ingin di tonton Lika beberapa tahun lalu. Nama lengkap Lika adalah Mandalika Putri, memang berasal dari legenda pulau Lombok. Menurut legenda  Putri Mandalika yang rela menceburkan diri di laut dan berubah menjadi nyale atau cacing laut demi menghindarkan rakyat dari kesusahan akibat perang.

Bagaimana kisah Lika, Arung dan Indar ? Kepada siapa akhirnya Lika akan menikah?

Baca lebih lanjut

19 Komentar

Filed under Blogtour-Giveaway, Penerbit Diva Press

Resensi : Rule of Thirds

Rule of thirds

MEMAAFKAN ADALAH ENERGI UNTUK HIDUP BAHAGIA

Judul Buku      : Rule Of Thirds
Penulis             : Suarcani
Penyunting      : Midya N. Santi
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I          : 27 Desember 2016
ISBN                   :978-602-03-3475-2
Halaman          : 280 hal

“Semakin lama kamu memendam amarah, semakin kamu menunda datangnya bahagia. Tidak ada yang lebih melegakan ketimbang bisa memaafkan orang lain.” (hal 184).

Memaafkan bagi sebagian besar orang, adalah hal yang sulit dilakukan. Memaafkan adalah sebuah respon atas peristiwa pahit yang telah menyakiti kita. Namun memaafkan orang lain atau diri sendiri adalah sebuah pilihan yang cerdas untuk mendapatkan kebahagiaan. Seperti yang dikisahkan Ladys dan Dias dalam novel Rule of Thirds.

Ladys adalah seorang fotografer fashion terkenal di Seol, rela meninggalkan karirnya demi mengejar cinta dan pulang ke Bali. Bagi Ladys, Bali merupakan sebuah tempat yang menyimpan kenangan buruk di masa lalu. Ladys memutuskan menemui Esa kekasihnya, agar tidak menjalani hubungan jarak jauh seperti selama setahun ini mereka jalani. Ladys tidak menyangka kehadirannya di Bali justru disambut dengan kejutan menyakitkan dari Esa. Kekasihnya telah berkhianat dan akan segera menikah dalam waktu dekat.

Dias adalah seorang Asisten Fotografer di sebuah studio foto milik kerabat Ladys. Dibalik sifatnya yang pendiam, roman mukanya yang datar dan nyaris dingin, Dias memendam kenangan pahit di masa lalunya.

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Penerbit Gramedia, Resensi Media Cetak, Review Buku

(Blogtour-Giveaway) MENGGAPAI MENTARI

Judul Buku : Menggapai Mentari

Penulis  : Murid Mentari Intercultural School, Jakarta

Ilustrasi Cover : Angela Steffany Budi

Ilustrasi dalam : Murid FunArt Semarang

Editor : Karyna Pramesthi

Penerbit : Funtastic-M&C Gramedia

Cetak Pertama : Oktober 2017

ISBN : 9786024286552

Tebal Buku : 167 hal

Blurb

Langit Indonesia sedang kelam. Orang-orang bermuram durja. Pasti karena isi surat kabar dan televisi yang membuat hati gundah. Banyak yang tidak lagi percaya, mentari bisa terbit lagi di langit yang gelap.

Tapi, anak-anak bangsa berlarian, bahu-membahu, menggapai sang mentari. Mentari ini yang akan mereka taruh di langit, supaya cahayanya bisa kembali menerangi seluruh Indonesia. Sehingga, terlihat lagi, Indonesia yang penuh warna, harapan dan cerita.

Inilah persembahan kisah untuk Bangsa Indonesia

Buku Menggapai Mentari yang ditulis oleh 18 (delapan belas) murid Sekolah Dasar Mentari Intercultural School menepiskan anggapan bahwa anak-anak Indonesia hanya bisa bermain gadget atau main game. Anak-anak ini membuktikan bahwa mereka juga peduli dengan berbagai isu sosial yang ada di negeri ini. Buku ini berisi delapan belas cerita yang mengangkat tema keberagaman, toleransi, nasionalisme, persahabatan dan makna pancasila di mata anak-anak.  Sebuah tema yang sebenarnya tidak ringan untuk anak-anak, tetapi mereka mampu menuliskan dengan bahasa sederhana dan ringan sehingga mudah dicerna oleh anak-anak usia SD. Diperkaya dengan ilustrasi yang indah, membuat buku ini makin menarik.

Saat membaca buku ini, saya kagum dan bangga tidak menyangka ide cerita ini ditulis oleh anak-anak. Mereka paham bagaimana makna pancasila melalui cerita yang ditulis oleh SYAHIRA NUR RANIA dengan judul Kita Pancasila dan Menjelajah Pancasila di Sekolah oleh SHERAZADE NURUL AMIRA PRASETYO.  Kedua penulis ini berusaha menyampaikan bahwa memaknai Pancasila itu bukan hal yang sulit, Pancasila bukan hal yang ada di awang-awang. Sherazade memberi contoh dengan melihat lingkungan sekolahnya, dari sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa sampai dengan sila ke-5 dapat dilihat dalam lingkungan sekolah. Pancasila ada dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kisah Tak Kenal Maka Tak Sayang oleh DESNA DIANDRA ASMORO dan Sahabatku, Siti oleh CHARLIZE ALESSANDRA HALIM menceritakan perihal toleransi antar umat beragama. Kisah persahabatan yang tidak mengenal perbedaan agama, seperti Siti yang beragama islam dan Mei Lin beragama Katholik.

Asas demokrasi juga dikisahkan melalui cerita Sama Saja,Kan ! karya ANYA IVANKA PUTRI SIREGAR yang menceritakan perihal pemilihan ketua kelompok belajar, bahwa siapa saja, laki-laki atau perempuan dapat menjadi pemimpin, asalkan mampu dan telah dipilih secara musyawarah.

Ada juga kisah tentang seorang anak perempuan yang berusaha meraih impiannya menjadi pemain sepakbola untuk membanggakan sekolah dan bangsanya , ini dikisahkan dalam cerita Keputusan Sendiri oleh AUBRIEL NABABAN Baca lebih lanjut

8 Komentar

Filed under Blogtour-Giveaway, Dalam Negeri, Penerbit Gramedia, Review Buku