Curhatanku Tentang Film Allegiant : The Divergent Series

Hai…movie mania…

Udah nonton dong film ketiga dari Divergent Series : Allegiant

Gimana pendapat kalian…? Lebih bagus dari kedua seri sebelumnya (divergent-insurgent) , biasa saja atau malah lebih jelek dibanding kedua seri sebelumnya…..???

Kalau menurutku ehhmm..gimana yaa…ntar deh ku ceritakan. . 🙂

Sekarang aku mau cerita tentang nobarnya dulu ..yeaah, aku ikutan Nonton Bareng dengan Komunitas pencinta Divergent Series yang tergabung dalam DivergentID. Dilaksanakan tanggal 20 Maret 2016, hari ketiga launching film ini di Indonesia, bertempat di Lotte Shopping Avenue  XXI Kuningan. Saat itu aku mewakili komunitasku Blog Buku Indonesia (BBI)…thankyou BBI..berdua dengan member BBI Jenny Thalia. Ini juga merupakan kopdar pertamaku dengan Jenny. Cewek cantik satu ini udah bikin aku kagum lho..baru 20 tahun tapi udah ngeluarin buku 16 ..ck..ck

Nobar yang diikuti oleh kurang lebih 100 penonton ini berlangsung cukup seru, karena di selingi dengan game-game seru,  lomba coshplay juga,ada yang berperan sebagai Tris, Evelyn atau sebagai faksi Dauntles,Erudite dsb. Hadiahnya berupa buku-buku fantasi juga. Acara ini memang di sponsori oleh penerbit Mizan Fantasi. Masing-masing peserta juga mendapatkan Godie bag kerren

godiebag

isi Godiebag #NobarAllegiant

all penonton

Sekarang saya akan bahas Filmnya…

Film ini diadaptasi dari buku dengan judul yang sama, Alllegiant karya Veronica Roth,  Review bukunya ada disni (Review Buku Allegiant ). Untuk pengemar buku atau Film Fantasi,pastinya sudah tidak asing lagi. Seri ketiga dari Divergent Series ini memang sudah di tunggu oleh para penggemarnya, dan tentu saja saya juga menantikan. Dari serial pertama Divergent dan kedua Insurgent, saya selalu mengikutinya. Untuk review insurgent ada di sini (Review Film Insurgent ). Sebagai seri penutup, tentunya ekspetasi saya cukup besar, mengingat kedua seri sebelumnya yang menuai sukses cukup besar. Tetapi tampaknya film ketiga ini tidak lebih baik dari kedua seri sebelumnya, menurut sumber beritagar Allegiant ini hanya meraup USD29juta, jauh lebih sedikit dibanding Divergent;USD54,6 juta dan Insurgent USD52,2juta

Film ini dimulai dengan suasana hiruk pikuk  kota Chicago dimana faksi-faksi tidak lagi diberlakukan. Suasana makin panas saat persidangan orang-orang yang terlibat dalam pemberontakan di insurgent, yaitu dari Faksi Erudite. Dan Dauntless yang berpihak pada Erudite. Persidangan dipimpin oleh Ketua Factionless, Evelyn dan ketua Faksi Condor, Jack Kang. Orang-orang Erudite seperti Max langsung di tembak, setelah menjalani persidangan. Termasuk di dalamnya Caleb yang juga membantu Erudite, tetapi sebelum dilaksanakan persidangan Caleb diselamatkan oleh Four dan Tris untuk dibawa serta dalam pelarian keluar perbatasan. Ada 5 orang yang berhasil keluar perbatasan yaitu Tris,Four,Cristina,Caleb dan Peter. Sedangkan Tori tertembak saat di pagar perbatasan terjadi adu tembak dengan Edgar. Setelah berhasil keluar, mereka heran dengan suasana di luar seperti kota yang hancur dan terkena radiasi, sebelum akhirnya bertemu dengan sekelompok orang dari masa depan yang dipimpin oleh Matthew untuk dibawa ke markas  di Bandara O’hare. Setelah sampai di Markas tersebut, mereka dibersihkan dari radiasi dengan cara yang aneh, masing-masing orang masuk ke dalam ruangan,di scanning, kemudian melepas semua bajunya, sehingga disini Tris jadi toples, meskipun dibuat siluet gitu…tapi ini ga banget deh. Dan ini salah satu bagian yang ga ada di buku. Dari sini aku udah mulai gelisah, kenapa alur ceritanya begini…:(

Sepanjang menonton film ini rasanya pengin berteriak, bukan karena histeris ngeliat “Four” lho..tapi memang film ini bikin emosi jiwa, karena alur ceritanya yang berbeda dengan versi buku nya. Awalnya saya mengira, mungkin karena ini di bagi part 2, jadi dibuat melenceng dari bukunya. Tapi ga segitunya juga sih…

Bahkan sampai akhir saya bengong, film yang berdurasi  120 menit ini membuat kepalaku pening dengan alur cerita yang jadi seperti ini. Karena memang mindset saya ceritanya mirip mirip lah di buku. Saya sering nonton film adaptasi dari buku, baik film Indonesia maupun film barat. Tetapi tidak ada yang melenceng sedrastis ini, bahkan dibuat endingnya berbeda sama sekali dari buku. Dan setelah berakhir barulah dikasih tahu kalau memang sengaja dibuat beda dengan bukunya, itu sudah persetujuan Veronica Roth sang penulis. Oalah Mbak Roth..jangan2 karena banyak  Fans yang komplain yah..duh..duh. Dan tahun depan ada part 2 nya yang berjudul Ascendant..padahal Allegiant itu seri terakhir lho..makin gagal paham

Jujur saja saya kecewa sebagai penggemar Divergent Series yang selalu PO untuk penerbitan buku-bukunya di Indonesia (penginya beli versi aslinya tapi dompet tipis 🙂 bahkan menonton berkali-kali untuk 2 series sebelumnya. Tetapi sekecewa dan sekeselnya, saya tetep mencintai Four..eh..maksudku tetap menyukai Divergent Series, terutama versi bukunya.

Sebenarnya apa saja hal-hal yang berbeda Film dengan Buku nya? Saya bahas hanya sebagian kecil saja, biar tidak kepanjangan, antara lain:

  1. Ada tokoh yang di insurgent cukup banyak scane nya tetapi di film Allegiant ini tidak disebut sama sekali, padahal kalo versi bukunya justru cukup banyak membahas atau membicarakan tokoh ini…Siapa dia? Uriah…yap betul. Sepanjang film ini tidak diceritakan, meskipun sempat kulihat artisnya Keiynan Lonsdale yang berperan sebagai Uriah, saat itu dia dalam kelompok Johanna di Chicago. Kalo dari versi bukunya Uriah ikut dengan Tris dkk melarikan diri keluar perbatasan
  2. Di Film banyak disuguhkan adegan yang tidak ada di buku, seperti gelembung saat Tris dkk memasuki perbatasan, alat yang dipasang di kepala istilahnya “drone” saat melakukan pencarian/penembakan dengan musuh, pesawat khusus yang membawa Tris menemui David. Itu mungkin bagian improvisasi dari film ini, tapi esensinya jadi ga ngena
  3. Di buku ada serum kematian yang menyebabkan salah satu tokoh utama meninggal, tetapi di film hanya ada serum yang menyebabkan hilang ingatan, dimana Evelyin justru menggunakan kepada Marcus, sehingga ia menjadi lupa siapa dirinya.
  4. Dalam buku sempat terjadi konflik antara Four dan Tris yang cukup dibahas banyak, terutama saat Four mengetahui ia dalah gen rusak sedangkan Tris Gen murni. Sedangkan dalam Film tidak ada konflik yang berarti, bahkan Four di Film kesannya tetap cool,kaku dan tegas berbeda dengan di buku yang cenderung melankolis
  5. Sebenarnya masih banyak lagi, karena memang sebagian besar beda dengan buku.

Meskipun ada kekecewaan tetapi kalau disuruh nonton lagi (apalagi gratis ..maunya ya.. 🙂 aku mau kok.. karena ada 5 alasan yang membuatku mau nonton film ini LAGI:

  1. Pemeran utama filmnya masih sama dengan kedua seri sebelumnya yaitu Shailene Woodley, Theo James,Miles Teller dan  Ansel Elgort. Terutama Theo James, coba cewek mana yang ga klepek2 ngeliat dia ..:) Meskipun kemungkinan sangat kecil sih berubah, tetapi artis-artis ini merupakan salah satu daya tarik utama film ini
  2. Film science Fantasy ini menurutku juga ada unsur komedinya, lumayan menghibur lho, terutama saat scene Peter yang diperankan oleh Miles Teller beberapa kali menimbulkan grr penonton. Karakter Peter yang memang cerdas-cerdas licik ini seringkali memanfaatkan berbagai cara agar mencapai keinginannya. Misalnya saat memergoki pelarian Tris dkk, saat berbicara dengan David yang dicuekin dan saat dirinya sendiri terjebak dalam perintah David
  3. Saya suka saat Scane Tris dan Four. Itu romantis banget..yaitu adegan Tris spontan turun saat mengetahui pagar kawat dialiri listrik dan ada generator listrik dibawahnya Sedangkan secara spontan juga Four turun dan melindungi Tris dari tembakan Edgar  yang mengejar mereka agar Tris aman meledakan generator Listrik tersebut.  Ditengah hujan tembakan Tris naik ke pagar lagi dengan di gendong Four. So sweet banget…:)
  4. Ada adegan yang membuatku “mrebes mili” saat Four akhirnya memanggil Evelyn dengan sebutan “Mom” Selama ini Four adalah sosok yang tegas dan cenderung bersebarangan dengan ibunya, tetapi dalam adegan saat membujuk ibunya untuk menghentikan aksinya,  ini membuatku terharu
  5. Film ini lumayan lengkap komposisinya ada unsur action, sci-fi, drama,komedi dan romance. Meskipun sebagian besar Action tetapi buat pencinta film romance masih bisa kok, nonton film ini

Nah..sekian curhatanku setelah nonton film Allegiant. Tahun depan masih ada Ascendant…apakah aku akan nonton…?? Hemm..itu kalaupun aku nonton tidak terlalu kutunggu kali ya..dan kupastikan dulu pemeran utamanya tidak ganti. Tetapi tahun depan umur Theo James udah makin bertambah lho..ini aja udah agak ketuaan ya..ups 🙂

 

 

Iklan

21 Komentar

Filed under Review Film

21 responses to “Curhatanku Tentang Film Allegiant : The Divergent Series

  1. inunrzh

    Aku juga nonton Divergent series ini Mak, tapi ga baca bukunya. Udah underestimated kalo buku d filmkan pasti jauh beda. Divergent Insurgent meninggalkan kesan. Tapi Allegiant ini, jauh dari ekspektasi. Filmnya kurang padat, terkesan dipaksa menjadi 2 part. Mgkn klo tnpa part lebih seru kali ya. Eniwe, mgkn ttp seru bagi emak soalnya nonbar hehehe

    Suka

  2. Hmmm jadi gak tertarik buat liat deh. Padahal aku yang 2 seri sebelumnya udah punya filenya.

    Suka

  3. Memang kalau baca buku/ novel lalu menonton filmnya, selalu saja ada yang “kurang” ya mbak? hehehe
    Saya belum melakukan kedua2nya sih, mungkin ntr deh mau nonton filmnya aja 😀

    Suka

  4. kak, ikut nimbrung yak. 🙂 aku belom baca novelnya, tapi udah liat semua filmnya, karena males pasti film beda banget sama buku. jadi biar ngikutin satu alur cerita yang di filmin aja. hehe
    dan pas kemaren nonton allegiant, rasanya boring banget. aku sampe tumblr an sama baca-baca fanfic di hape pas nonton. tapi overall suka sih sama four nya jadi gak terlalu kecewa

    Suka

  5. recommended film. Ulasannya sangat menarik. Senang sekali dapat berkunjung ke laman web yang satu ini. Ayo kita upgrade ilmu internet marketing, SEO dan berbagai macam optimasi sosial media pelejit omset. Langsung saja kunjungi laman web kami ya. Ada kelas online nya juga lho. Terimakasih ^_^

    Suka

  6. julievidalia

    Dengan baca banyak review jd kecewa deh.. Tapi film adaptasi emang cenderung ngecewain mau gimana lagi

    Btw, visit back my blog 🙂 http://98thoughts.blogspot.com

    Suka

  7. banyak yang kecewa ya di filmnya, padahal seri Divergent ini novel fantasi pertama saya yang bisa saya selesaikan semua serinya plus Four. Tetap penasaran tapi, tapi sayang di kota saya nggak ada bioskop hehe

    Suka

  8. Aku belum nonton karena banyak yang bilang paling buruk dari semua film Divergent. Mungkin ditayangkan bersamaan dengan BvS maka penjualannya juga jeblok, selain itu banyak yang kecewa plotnya melenceng jauh dari cerita asli. Pingin deh sesekali nonton nobar, di tempatku nggak ada, huhuhu

    Suka

  9. aristyan

    saya udah nonton divergent, insurgent dan allegiant kira kira film lanjutannya kapan keluar yaaaa masihhh menunggu nih pasti seru bangettt..

    Suka

  10. Ping-balik: January Party: Tebak Giver | Melukis Bianglala

  11. Waah, sama, ih, waktu nonton Allegiant aku juga kesel, kok alurnya jadi gitu ya. Mungkin banyak yg suka bukunya kecewa nonton ini, sehingga Ascendant nggak jadi dibikin filmnya -.-‘

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s