Jelajah Gedung Perpusnas RI

me-n-rak-buku-perpusnas.jpg

Lobi Gedung Perpustakaan Nasional

Hari Sabtu tanggal 1 Oktober 2017 saya mengunjungi gedung perpustakaan nasional yang baru di jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta pusat.  Sebenarnya saya tidak merencanakan kesana, tujuan awal saya ke Monas. Saya memang ingin refreshing, ke Monas dan naik ke puncaknya untuk menikmati pemandangan jakarta dari puncak, tetapi ternyata tiket ke puncak sudah habis. Jadi saya hanya mengunjugi museum dan Cawan Monas. Saat akan pulang dan melihat gedung yang tinggi di seberang Monas, langsung tertarik kesana, gedung yang tinggi itu adalah Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) .

Waktu menunjukan jam 15.30 Wib, saat saya memasuki gedung perpusnas. Awalnya saya ragu apakah sudah dibuka untuk umum, karena saat peresmian tanggal 14 September oleh presiden Jokowi, diinformasikan bahwa Perpustakaan akan dibuka untuk umum secara resmi tanggal 06 Oktober 2017. Dan saat saya masuk ke gedung ternyata telah dibuka dan security bilang jam 16.00 tutup, jadi saya hanya punya waktu 30 menit untuk menjelajah gedung ini.

Gedung Perpusnas RI merupakan gedung tertinggi di dunia untuk gedung perpustakaan dengan ketinggian 126,3 m dan memiliki 27 lantai plus basement. Saat di Salemba gedung perpusnas hanya memiliki 3 lantai dan menurut info petugasnya , gedung perpusnas sepi pengunjung.  Sekarang Indonesia sudah memiliki gedung perpustakaan tertinggi di dunia, semoga semangat masyarakat untuk membaca dan mengunjungi perpustakaan juga ikut meningkat.

Langsung saja kita masuk ke gedung perpusnas yuk…

Saat menuju lobi gedung, sepanjang jalan ada ruangan di sebelah kanan-kiri yang berisi tentang sejarah literasi indonesia dan dunia dari jaman dahulu, seperti daun lontar, primbon dan sebagainya.

Memasuki lantai 1 yang menjadi lobi gedung perpustakaan nasional , saya mulai dibuat decak kagum dengan rak buku yang sangat tinggi ada ribuan buku yang terpajang disana.

rak-buku-perpusnas1.jpg

Selain itu ada lukisan presiden RI dari presiden pertama Soekarno sampai dengan presiden sekarang Joko Widodo, dan di sebelah lukisan tersebut ada buku-buku biografi dari masing-masing presiden.

Di lobi ada daftar denah lantai berjumlah 24 lantai , jadi pengunjung tidak kebingungan mencari ruangan yang ingin dituju

Denah lantai.jpg

Denah lantai Gedung Perpusnas

 

Berikut denah lantai gedung perpusnas :

Lantai 1 : Lobi dan Display

Lantai 2 : Layanan Keanggotaan dan penulusaran informasi

Lantai 3 : Zona promosi budaya gemar membaca

Lantai 4 : Area Pameran dan kantin

Lantai 5 : Area Perkantoran

Lantai 6 : Data Center dan Mushola

Lantai 7 : Layanan Koleksi Anak, Lansia dan disabilitas

Lantai 8 : Layanan Koleksi Audio visual

Lantai 9 : Layanan Koleksi Naskah Nusantara

Lantai 10 : Penyimpanan koleksi deposit

Lantai 11 : Penyimpanan koleksi monograf tertutup

Lantai 12 : Ruang baca Koleksi Deposit

Lantai 13 : Ruang baca Koleksi Monograf Tertutup

Lantai 14 : Layanan Koleksi Buku Langka

Lantai 15 : Layanan Koleksi buku referensi

Lantai 16 : Layanan Koleksi Foto, Peta dan Lukisan

Lantai 17 : AIPI

Lantai 18 : AIPI

Lantai 19 : Layanan Multimedia

Lantai 20 : Layanan Berkala Mutakhir dan Ilmu Perpustakaan

Lantai 21 : Layanan Koleksi Monograf Terbuka (000-499)

Lantai 22 : Layanan Koleksi Monograf Terbuka (500 – 999)

Lantai 23 : Layanan Koleksi Mancanegara dan Majalah Terjilid

Lantai 24 : Layanan Koleksi Budaya Nusantara dan Eksekutif Lounge

Saat saya kesana perpustakaan belum sepenuhnya buka, hanya beberapa lantai yang sudah buka antara lain lantai 1, 2 ,3, 7,  21 dan lantai 22. Dalam setiap lantai di pintu lift masing-masing lantai ada nama ruangannya.

Bagi yang sudah mempunyai kartu perpustakaan nasional, masih berlaku di gedung perpustaakan nasional yang baru ini, jadi tidak perlu membuat baru. Bagi yang belum punya kalian dapat membuat di lantai 2, syaratnya hanya membawa KTP asli dan tidak dipungut biaya. Ruangan pembuatan kartu sangat nyaman, luas, sofa yang empuk, komputer banyak, berbeda waktu masih di Salemba, selain ruangan yang sempit, komputer untuk input data juga terbatas. Setiap calon anggota perpustakaan yang akan membuat kartu, mengisi sendiri formulir secara online.

P_20170930_152707.jpg

Ruang Pembuatan Kartu Perpustakaan

Setelah mempunyai kartu perpusnas, kalian dapat menikmati berbagai layanan di perpustakaan nasional. Tetapi saat itu, belum dibuka peminjaman, jadi hanya membaca di tempat. Oiya, jangan lupa menitipkan tas dan barang lainnya saat akan menuju ruang baca . Tempat penitipan barang ada di lantai 2 di dekat ruangan pembuatan kartu anggota.  Jam operasional perpustakaan , Senin – Sabtu (jam 08.00 – 16.00 Wib) hari minggu tutup.

Demikian jalan-jalan singkatku ke perpustakaan nasional , karena sudah sore kesana jadi tidak sempat membaca. Lain kali saya akan kesana lagi dan harus lebih pagi agar puas melahap koleksi-koleksi perpusnas.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dapat menjadi salah satu alternatif wisata edukatif bagi masyarakat Jabodetabek saat weekend.  Bagi penggemar buku , perpusnas ibarat surga, akan betah berlama-lama di sana 🙂  Oiya yang sudah memiliki anak, tidak perlu khawatir ada ruangan khusus untuk anak-anak , arena bermain dilengkapi permainan edukatif dan buku-buku.  Jadi orangtua dan anak sama-sama dapat membaca buku. Semoga minat baca masyarakat Indonesia semakin meningkat dengan adanya perpustakaan nasional ini.

SALAM LITERASI ….!!

 

Tinggalkan komentar

Filed under Artikel, Non Fiksi, Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s