THE STARDUST CATCHER

Jpeg

Judul Buku : The Stardust Catcher
Penulis : Suarcani
Desain Sampul : Orkha Creative
Penerbit :PT.Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I : Maret 2016
ISBN : 978-602-03-2644-3
Halaman : 184 hal

Harga buku : Rp 48.000 (Toko Bukupedia )

Rate : 5 off 5 star

Blurb

“Apa harapanmu tahun ini?”

Joe: Punya alternatif lain untuk berbahagia selain dengan mencari pasangan.
Mela: Mendapat tambahan umur setidaknya empat tahun lagi, yah…. biar bisa main remi lebih lama lagi sih.

Bermula dari secarik kertas dalam jaket di commuter line, Joe dan Mela bercengkerama lewat ask.fm. Selama setahun, hanya lewat media sosial itulah mereka berhubungan. Hingga Joe tertinggal rombongan saat liburan bersama teman-teman kuliahnya. Ia tersesat di Bali. Sendirian.

Saat itulah Sally Cinnamon muncul dan mengaku sebagai peri yang akan mempertemukan Joe dengan jodohnya. Wait, peri jodoh? Yang benar saja? Ditemani Sally, Joe berusaha mencari rombongannya. Petualangan yang mempertemukannya dengan Mela, si spa therapist yang sekarat.

Apakah Mela jodoh yang dimaksud Sally? Apakah Joe benar-benar tersesat dan bukannya sengaja menghilang karena protes akan perceraian orangtuanya?

Novel The Stardust Catcher ini merupakan salah satu novel yang kuincer begitu penerbitnya mempromosikan buku ini, saat melihat covernya, ungu dan ada gambar telapak tangan,  diatasnya  percikan-percikan seperti cahaya, ini membuatku langsung berbinar. Oke..kita tidak dapat melihat buku dari covernya seperti pepatah bilang “don’t Judge book by its cover” tetapi sepertinya kata-kata ini tidak berlaku untuk novel ini. Setelah membacanya saya langsung jatuh cinta seperti saat melihat covernya.

Saya menyukai tema-tema seperti fantasy, keluarga dan persahabatan. Dan ini semua ada dalam novel ini, apalagi dikemas dalam kehidupan modern,semakin membuatku menarik, tidak banyak novel Indonesia yang bergenre seperti ini

Kisah Joe yang sedang gelisah melihat kehidupan rumah tangga orangtuanya yang diambang kehancuran. Orangtuanya sepakat akan bercerai, dan Joe menganggap mereka egois hanya memikirkan kebahagiaan mereka tanpa memikirkan anak semata wayangnya.Setelah bercerai mereka akan menikah dengan calon pasangan masing-masing yang sudah mempunyai anak

Gue turut berbela sungkawa atas wafatnya status lo jadi anak tunggal (hal:17)

Di sisi lain Mela, sedang berjuang melawan penyakit Lupus nya. Dengan bekerja sebagai spa therapist di Bali, berupaya membiayai pengobatannya sekaligus membiayai kuliah adiknya. Sejak orangtuanya meninggal Mela hanya hidup berdua dengan adiknya. Mela seorang pekerja keras dan mandiri, selalu berusaha menyembunyikan penyakit yang di deritanya. Meskipun ada Oscar, langganan spa nya yang selalu berusaha membantunya, tetapi Mela menolak belas kasihan orang lain. Pembawaan Mela yang ceria, membuat orang tidak menyangka kalau sebenarnya ia sedang sekarat,ditambah dengan kepiawaiannya bermain kartu remi

“Kenapa hanya King Hati yang tidak punya kumis? Yah ..karena hanya dia yang sempat cukuran sebelum dilukis “

“Lalu kenapa hanya King Hati yang mengarhkan pedang ke kepalanya sendiri? Tentu saja dia minder tidak punya kumis, karena itu ingin bunuh diri”  (hal 19-20)

Joe dan Mela tanpa sadar sudah saling berhubungan melalui ask.fm, dengan akun “Mela Mela Mela (stardustcatcher) ” dan “Bukan Joe Taslim”. Ketika Joe berdarmawisata dengan teman-teman kuliahnya ke Bali, Joe terpisah dengan rombongannya. Dan dari sinilah kisah Joe, Sally Cinnamon dan Mela di mulai

“Kenapa kamu harus selalu ngikutin aku? Karena saya Sally, peri jodoh kamu!” …. Peri? Mana mungkin peri bisa muntah? (hal 55)

Joe awalnya ketakutan saat pertama kali melihat Sally, karena hanya dia sendiri yang melihat gadis kecil itu sedangkan teman-teman lainnya tidak melihatnya. Ketakutan Joe berubah menjadi kekesalan karena menganggap kehadiran Sally membawa sial baginya. Tetapi Sally selalu mengikuti dan mencoba membantu Joe, saat ia terpisah dengan rombongannya. Hingga akhirnya Joe dapat menerima kehadiran Sally

Saya cahaya,tidak hanya mengusir gelap, tapi bisa juga membuatmu hangat (hal:98)

Sementara itu Mela, diculik dan kondisinya mengkhawatirkan. Ia di masukkan ke dalam bagasi mobil dengan tubuhnya yang tersimpan dalam karung. Sally yang menyadari bahwa Mela dalam bahaya, segera menyelamatkannya dengan mengajak Joe. Apakah mereka dapat menyelamatkan Mela?? Apakah mereka berjodoh??

Buku ini membuatku kembali ke masa kecil, cerita dongeng fairytopia adalah salah satu kegemaranku. Dan ketika digabungkan dengan kehidupan modern, dongeng ini menjadi sungguh berarti dan sarat makna. Saya suka dengan tokoh Mela, yang mempunyai karakter kuat, dan mempunyai sense of humor yang bikin ngakak saat membaca dialog-dialog Mela. Jadi novel ini memang komplit, ada cerita inspiratif, drama, komedi dan romance juga

Penulis juga sangat bagus mengeksekusi cerita ini, saya tidak menyangka akhir cerita ini begitu berbeda dari perkiraanku. Meskipun cerita ini tergolong ringan, tetapi banyak mengandung pesan moral di dalamnya. Saya juga tidak banyak menemukan kekurangan dalam buku ini, hanya ada kesalahan typo atau pengulangan kata pada halaman 123 paragraf ketiga pada kalimat “…akhirnya menjelma menjelma sakit ketika kehilangan.” ini terjadi pengulangan kata “menjelma’ . Tetapi tidak mengurangi keindahan cerita ini.

Ada beberapa Qoute yang kusuka dalam novel ini :

  1. Mereka memang terlihat, tapi sesungguhnya mereka tidak hadir buat kamu. Mereka hanya akan diam, sama sekali tidak bereaksi ketika kamu menangis, ketika kamu marah, ketika kamu membutuhkan (hal:99)
  2. Sejahat jahatnya orangtua, hanya mereka yang akan tetap menyerukan doamu, bahkan ketika kamu sudah melepas doamu untuk mereka (hal : 100)
  3. Rasa memiliki itu ternyata menyesatkan, hanya membuai sejenak sebelum akhirnya menjelma sakit ketika kehilangan (hal:123)
  4. Kebahagiaan kamu itu letaknya bukan di tangan mereka,tetapi di tanganmu sendiri (hal : 170)
  5. Sebagai cahaya kecil di langit yang luas, tidak  masalah jika saya kalah dari matahari.Tetapi akan ada satu masa ketika saya lebih hebat dari matahari (hal: 103)
  6. Kamu tahu bagaimana komposisi keluarga yang seimbang dan baik itu? Antara orangtua dan anak tidak ada yang saling memaksakan kehendak. (hal:169)
  7. Dua orang yang berjodoh tidak selalu harus jadi kekasih. Cinta sangat universal bukan ? (hal: 177)

 

 

 

 

 

 

Iklan

3 Komentar

Filed under Buntelan, Dalam Negeri, Novel Young Adult, Penerbit Gramedia, Review Buku

3 responses to “THE STARDUST CATCHER

  1. Ping-balik: (Wrap Up Post) IRRC 2016 Januari – November 2016 | jendeladuniaku2015

  2. Ping-balik: RULE OF THIRDS | jendeladuniaku2015

  3. m88

    Hi everybody, here every person is sharing these knowledge, so it’s good to
    read this website, and I used to visit this website all the
    time.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s