Dear Friend With Love

Jpeg

Judul Buku : Dear Friend with Love
Penulis : Nurilla Iryani
Penerbit : Stiletto Book
Cetakan I : Oktober 2012
ISBN : 978-602-7572-07-2
Halaman : 146 hal

Harga : Rp 33.000 (Toko Bukupedia)

Rate : 4 off 5 star

Katanya, a guy and a girl can’t be just friends. benarkah? How about Karin and Rama?

Buku yang menurutku cukup mungil dengan cover eye catching love-love ini sudah lama di rak buku. Ketika sedang beres-beres dan baru nyadar buku ini belum kubaca. Langsung kubaca dan sekali duduk selesai, kurang lebih satu jam.

Buku ini bercerita tentang dua orang sahabat yang telah bersahabat 8 tahun. Karin dan Rama. Diceritakan dengan Pov secara bergantian. Adalah Karin gadis cantik 25 tahun, single yang kesal setiap ada tante-tante rese  yang nanya kapan nikah? dan berujung pada acara perjodohan. Sedangkan sahabatnya Rama,adalah cowok yang senang sekali menjalin hubungan dengan perempuan, meskipun akhirnya kandas dalam beberapa bulan, sampai Karin hafal karena selalu menjadi “tempat sampah” ketika sedang galau saat putus cinta.  Rama sebenarnya heran, kenapa sahabatnya belum punya pacar, padahal selain cantik juga banyak cowok-cowok yang antri untuk dapat perhatiannya, tetapi tidak satupun dilirik Karin,”jangan-jangan, dia sebetulnya lesbi?” itu pikiran konyol Rama terhadap Karin. Wah kalau pikiran Rama ketahuan Karin bisa dilempar kepala Rama dengan stieletto-nya. Rama memang tidak menyadari, kalau Karin mencintai Rama #hadeuh Rama benar-benar jahat

Jadi kebayang kan, gimana perasaan Karin, setiap kali Rama curhat tentang perempuan-perempuan yang dipacarinya…#pukpukKarin. Hingga suatu hari seperti biasanya Rama bercerita tentang cewek barunya, Astrid atau Cicit panggilan kesayangan Rama, yang kalau kata Karin itu panggilan untuk Tikus. Ckk..ckkk…persahabatan mereka memang udah deket banget yaa. udah biasa banget saling nyela.

Persahabatan gue dan Karin memang sudah terlalu dekat. Seperti kunci dan gantungan kunci. Saling membutuhkan. Saling melengkapi (hal : 14)

Kali ini Karin benar-benar merasa dunia hancur, hatinya berkeping-keping jadi serpihan kecil  karena melihat keseriusan Rama yang berniat melamar Astrid, bahkan minta saran Karin bagaimana melamar Astrid dengan romantis. Kalau kata Karin lebih baik mengulang skripsi daripada memikirkan ide buat Rama ngelamar Astrid. Tetapi akhirnya dengan hati hancur Karin memberikan saran kepada Rama, yg disambut Rama dengan antusias, saking senengnya dengan ide Karin

Jealosy is n ugly thing.It makes you hate someone that you barely know. And to make it worst,you’re the one who gets hurt, not that “someone” (hal: 15)

Dan mungkin sudah saatnya Karin move on dari Rama yang selama 8th tidak pernah menganggap Karin ada yang special untuk dijadikan pacar. Secara kebetulan mama Karin dan temannya berniat menjodohkan Karin dengan Adam, teman kecilnya dulu saat masih SD di Amerika. Saat kecil sering dijadikan bahan keisengan Karin hingga Adam menangis, bagaimana setelah 20 tahun tidak bertemu?? Wow…Karin sampe menjatuhkan toples makanannya begitu bertemu pertama kali dengan Adam, yang mirip artis Rio Dewanto. Pantas aja ya…#aku juga mau..ups :). Penampilan Adam dengan segala keramahan dan perhatiannya mampu membuat Karin sedikit mengalihkan hatinya dari Rama. Karin merasa benar-benar diperhatikan layaknya princess, siapa wanita yang dapat menolak pesona Adam, tampan, baik, perhatian dan tajir

Dapatkan Karin move on dari Rama, dan menerima Adam? Lalu bagiamana kisah Rama dengan Astrid, apakah mereka benar-benar menikah? Ataukah Rama tiba-tiba meyadari bahwa ia mencintai Karin?  Nah…biar ga penasaran ,langsung baca sendiri ya…kalo spoiler ga seru 🙂

Sepanjang membaca novel ini saya cukup terhibur dengan dialog-dialog tokohnya yang konyol, bahkan monolog Karin dan Rama juga bikin ngakak. Cerita yang ringan tanpa perlu mengernyitkan dahi untuk memahami, qoute yang dibuat dengan jenaka ini juga menjadi poin tersendiri. Meskipun terkadang ada sedikit pengulangan pada beberapa pergantian Pov, dan menurut saya untuk kategori novel Indonesia terlalu banyak penggunaan bahasa inggris dalam monolog-monolog tokohnya tetapi overall saya suka novel ini. Terutama pada bagian mengeksekusi, ini yang membedakan novel lain dengan tema friendzone. Jadi untuk kalian yang sedang terjebak dalam “Friendzone”, baca deh novel ini, setidaknya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dalam hubungan kalian.

Ada beberapa qoute yang disampaikan dengan jenaka, tetapi menurutku cukup mengena di hati, antara lain :

  1. Salah satu hal klasik dalam relationship adalah woman always has problem with guy time (hal: 23)
  2. You just know when you find the one (hal :34)
  3. Andaikan ada obat untuk melupakan seseorang, produsen obat itu pasti sudah kaya raya (hal:54)
  4. Sometimes, we forgive someone just because we still him/her in our life. (hal:72)
  5. Kalo lo sedang ada masalah dengan cewek lo, jangan ajak dia ke tempat ramai. Cewek ngga akan segan-segan nangis di tempat umum dan membuat lo tampak seperti seorang ibu tiri cinderalla yang jahat (hal:96)
  6. Aku nggak percaya dua orang yang berbeda jenis kelamin bisa beneran sahabatan (hal:97)
  7. Sometimes we have to lose something to get something better (hal :104)
  8. Apa lagi yang lebih seksi dari seorang wanita yang mencintai dirinya dan tahu benar apa yang dia mau ? (hal :118)
  9. Hari Senin itu sahabatan karib sama kota Jakarta. Sama-sama malesin. Tapi harus dihadapi demi sekarung berlian (hal :121)
  10. Bukankah yang ingin dicapai semua orang adalah kebahagiaan? Kalau kamu udah berhasil dapet,kenapa kamu lepas cuma karena kamu nggak yakin ? (hal:144)

 

Iklan

2 Komentar

Filed under Dalam Negeri, Penerbit Stiletto Book, Review Buku

2 responses to “Dear Friend With Love

  1. Ping-balik: (Wrap Up Post) IRRC 2016 Januari – November 2016 | jendeladuniaku2015

  2. Ping-balik: [Resensi] Dear Friend With Love – Blog Bukupedia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s