RULE OF THIRDS

rot

Judul Buku :Rule Of Thirds
Penulis : Suarcani
Penyunting: Midya N. Santi
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I : 27 Desember 2016
ISBN :978-602-03-3475-2
Halaman :280 hal

 

Entah lama atau sebentar, rasa yang tertelan dari pil kebohongan itu,pahitnya tetap sama. Hanya saja, semakin sebentar kita mengulumnya,kita bisa punya banyak waktu untuk menata hati  (hal 37)

Ladys , seorang fotografer fashion terkenal di Seol rela meninggalkan karirnya demi mengejar cintanya dan pulang ke Bali. Sebuah tempat yang menyimpan kenangan buruk di masa lalu. Ladys memutuskan menemui Esa kekasihnya, agar tidak menjalani hubungan jarak jauh seperti selama setahun ini mereka jalani. Ladys tidak menyangka kehadirannya di Bali justru disambut dengan kejutan menyakitkan dari Esa. Kekasihnya telah berkhianat dan akan segera menikah dalam waktu dekat.

Dias, seorang yang sebenarnya mempunyai kemampuan fotografi yang bagus tetapi hanya dijadikan Asisten Fotografer di tempatnya bekerja. Dibalik sifatnya yang pendiam, roman mukanya yang datar dan nyaris dingin, Dias memendam kenangan pahit di masa lalunya.

Ladys dan Dias mempunyai persamaan latar belakang keluarga yang kelam, mereka dipertemukan oleh takdir, yang membawanya untuk saling menguatkan satu sama lain. Pertemuan tidak terduga yang bisa mengubah cara mereka memandang dunia.

Ini novel kedua  karya Suarcani yang saya baca setelah sebelumnya The Stardust Catcher membuat jatuh hati dengan penulis Bali ini. Ide cerita dan gaya berceritanya saya suka. Tokoh yang dibuat dalam novelnya mempunyai karakter yang kuat. Seperti di novel ini, tokoh Dias dan Ladys cukup membuat saya geregetan. Ladys yang naif dan kelihatan rapuh tetapi sebenarnya kuat meskipun kepahitan menimpanya, sebaliknya dengan Dias , yang kelihatan di luar sombong atau angkuh sebenarnya rapuh di dalamnya, dan mereka secara tidak sadar saling mengisi kekosongan masing-masing. Tokoh Tyas , sebagai adik Dias menurutku lebih dewasa untuk seusia anak SMA mungkin ini karena kehidupan yang mereka jalani

Selain karakter tokoh yang membuat novel ini recomended banget untuk dibaca adalah ide cerita dan setting tempatnya. Bali dengan keindahan alam dan budayanya dituangkan dalam sebuah ide cerita fotografi. Penulis yang tinggal di Bali pastinya mengetahui tempat yang berpotensi sangat layak diangkat dalam novelnya. Melihat begitu detailnya penyampaian tentang dunia fotografi dalam novel ini , penulis pasti melakukan riset tersendiri

Mungkin berlebihan, tapi dengan foto saya bisa lebih meghargai alam, waktu dan keadaan (hal : 129)

Novel ini menyampaikan banyak hal tentang keluarga, perselingkuhan, persahabatan , mimpi dan juga cinta. Dikemas dengan alur cerita yang menarik sehingga sukses membuat saya menitikan airmata. Cerita tentang keluarga , antara orangtua -anak atau Kakak -adik merupakan hal yang mudah membuat saya baper.

Sahabat, seseorang yang tidak akan pernah marah jika saya lukai, tapi seseorang yang akan pertama marah jika saya melukai seorang yang lain (hal : 216)

Saya menemukan beberapa bagian kalimat yang mungkin sedikit janggal, misalnya pada : Barangkali saja ketika menciptakan saya, referensi karakter yang ada di kamus Beliau sudah sampai abjad terakhir. Jadi mau tidak mau mengulang lagi dari awal (hal : 7). Kata Beliau sepertinya kurang familiar untuk menggantikan kata Tuhan, biasanya menggunakan kata Dia. Selain itu saya kurang sepakat dengan pernyataan penulis tersebut yang seolah Tuhan dapat kehabisan ide untuk menciptakan karakter manusia, padahal menurut pemahaman saya Tuhan tidak pernah kehabisan ide 🙂 Tetapi overall, ini tidak mempengaruhi menariknya cerita. Saya sangat recomended, buku yang sarat dengan pesan moral di dalamnya

Buku ini sangat tepat buat saya, pencinta romance dengan latar belakang kisah keluarga, dimana setelah membaca buku ini saya semakin bersyukur dengan apa yang sudah saya terima selama ini; keluarga, sahabat dan cinta. Hal yang pasti membahagiakan bagi penulis tentunya, apabila bukunya dapat menjadi motivasi dan insipirasi bagi pembacanya. Dan saya mengucapkan terima kasih buat Penulis karena telah membuat cerita ini 🙂

Novel Rule of Thirds menjadi pembuka yang indah dalam tahun baru ini

Rule of Thirds, itu bukan hanya prinsip dalam menentukan komposisi sebuah foto. Namun juga prinsip untuk menentukan komposisi hidup. Sepertiga bagian dari hidup saya anggap sebagai waktu untuk mencari seseorang. Sepertiga kedua untuk saling memahami dan sepertiga terakhir adalah persiapan untuk melepas (hal : 261)

Happy Reading…..

 

Iklan

1 Komentar

Filed under Buntelan, Novel Drama, Penerbit Gramedia, Review Buku

One response to “RULE OF THIRDS

  1. Sepertinya menarik mbak..Pengen seperti tokog Ladys karena saya juga suka motret kayak dia 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s