Review Buku : Above the Stars

Above the StarsJudul Buku : ABOVE the STARS
Penulis       : D. Wijaya
Penerbit     : ICE CUBE Imprint Kepustakaan Populer Gramedia
Cetakan I   : Juni 2015
ISBN           : 978-979-910-884-5
Halaman     : 247 halaman

Blurb

“Kau tidak takut jatuh ” tanya Mia

Danny menggeleng

“Aku takut jatuh”aku Mia dengan polos. “Kalau kau takut apa ?

Danny tidak langsung menjawab.Ia juga tidak menolakkan kaki ke tanah lagi untuk menambah kecepatan ayunan. Senyuman di wajahnya perlahan-lahan memudar. “Aku takut tidak bisa melihat selamanya”

Menurut Danny Jameson, hidupnya tidak pernah mudah. Ia punya orangtua yang protektif, mesin tik Braille yang tidak dimiliki teman-temannya, dan semacam magnet yang menarik John Schueller untuk terus mengganggunya. Namun, yang paling buruk adalah ia punya sepasang mata biru yang tidak bisa melihat. Ketika Danny berpikir Mia Berry akan menjadi satu-satunya teman yang ia punya, Will Anderson datang dan mengubah hidupnya. Will memperlihatkan kepadanya dunia yang ingin ia lihat. Will juga membuat Danny mempertanyakan sesuatu tentang dirinya. Tapi, sebelum Danny sempat menemukan jawabannya, Will menghilang

William Josiah Anderson atau biasa dipanggil Will adalah siswa pindahan dari Warren High School, University District. Will mempunyai prinsip ” hidup itu semata-mata untuk dinikmati, hidup terlalu singkat untuk diisi dengan basa-basi membosankan yang tidak kau sukai”  (hal : 5) . Dengan prinsip tersebut seringkali membuat orang lain salah paham, sehingga Will dianggap anak yang “bermasalah”. Di sekolah yang baru Will mendapatkan teman baru yaitu Mia Berry dan Danny Jameson. Meskipun Mia tidak menganggap teman karena mereka berdua seringkali bertengkar, Mia menganggap Will adalah anak yang dapat membawa pengaruh buruk bagi sahabat dekatnya Danny Jameson. Mia memang over protectiv terhadap Danny, karena sahabat kecilnya ini tidak dapat melihat, dan hanya Mia teman satu-satunya yang selalu menolong dan melindungi Danny dari ejekan teman-teman kelasnya.

Berbeda dengan Mia yang kurang bersahabat dengan Will di awal perkenalan mereka, tetapi Danny justru berteman baik dengan Will. Baginya Will berbeda dengan Mia atau orangtuanya yang terlalu over protectiv. Danny mendapatkan pengalaman – pengalaman baru bersama Will yang menganggap hidup itu harus dinikmati . Will mengajarkan Danny untuk dapat menjadi diri sendiri, beberapa kali Will mengajak Danny untuk melakukan sesuatu yang tidak pernah dibayangkan Danny, seperti membolos sekolah dan melakukan atraksi musik di jalanan. Danny sangat tidak percaya diri untuk menyanyi di depan umum, meskipun suaranya sangat bagus menurut Will.Tetapi Will memberi support dan akhirnya Danny berani tampil. Orang-orang yang di jalanan sangat antusias mendengar suara emas Danny, mereka tidak menyangka bahwa Danny tidak bisa melihat. Meskipun harus dihukum guru dan orangtuanya karena aksi membolosnya, tetapi Danny senang dapat melakukan sesuatu hal yang tadinya tampak mustahil dilakukan .

Hubungan Danny dan Will, makin dekat dari hari ke hari.Demikian juga Mia mulai bersikap baik terhadap Will, hingga suatu hari , Will mengajak Danny ke Klub Malam, seperti yang diinginkan Danny. Bahwa ada 3 hal yang ingin dilakukan dalam hidup ini, yaitu dapat bersikap seperti orang normal, pergi ke klub malam dan dicium. Dan Will berniat mengabulkan 3 hal tersebut, untuk yang pertama sudah dipenuhi saat membolos, dan yang kedua dan ketiga juga dipenuhi. Will mengajak Danny pergi jam 10 malam ke klub malam, dengan pergi keluar secara diam-diam tanpa sepengetahuan orangtuanya, mereka pergi ke klub malam. Dan sepulang dari klub malam, Will mencium kening Danny. Orangtua Danny yang mengetahui anaknya keluar tengah malam, sangat marah terhadap Danny dan Will. Sehingga Will tidak diperbolehkan lagi menemui Danny, dan ini sangat menyiksa Danny. Apalagi sejak saat itu Will juga tidak muncul di sekolah.

Danny berusaha mencari tahu keberadaan Will, dan ternyata Will pindah ke kota lain untuk berobat. Ternyata selama ini Will mengidap penyakit kanker paru-paru stadium akhir dengan metastasis ke otak. Danny sangat terpukul melihat keadaan Will. Danny mulai mengerti mengapa Will mempunyai prinsip bahwa hidup harus dinikmati, karena kita tidak bisa menjamin bahwa esok hari,sejam,sedetik kemudian kita masih hidup karena kematian dapat menjemput sewaktu-waktu.

Novel yang cukup membuat kita menitikkan airmata terutama di akhir-akhir cerita. Saya suka dibagian awal sampai pertengahan yang membahas kisah sebuah persahabatan sejati kaum remaja,yang saling support dan melengkapi tetapi ketika ternyata Danny dan Will mempunyai perasaan yang tidak semestinya, membuat cerita ini jadi sedikit ada minusnya, saya memang tidak suka dengan unsur cerita Lesbi,Gay atau semacamnya. Mungkin penulis sengaja memberi warna dalam novel ini, karena akhir-akhir ini memang isu tersebut sedang booming. Menurut saya yang membedakan dengan novel lain antarlain  penulis membuat paragraf tersendiri diluar alur cerita yang sedang berlangsung untuk menjelaskan sesuatu , seperti saat Will bertanya kepada Danny tentang menjadi buta atau tidak melihat. Meskipun sudah dijawab Danny dengan singkat. Penulis memberikan pertanyaan dan jawaban yang kemungkinan pembaca tanyakan kepada Danny, ini ada di halaman 46.

Setelah membaca novel ini sampai selesai, jadi teringat salah satu novel yang sedang populer juga berjudul The Fault in Our Star penulisnya Jhon Green dan sudah di filmkan. Sepintas ceritanya mirip, terutama di bagian akhirnya yaitu tentang seoarang remaja yang berjuang melawan penyakit kanker stadium akhir. Dan tetap dapat menjalani kehidupannya dengan happy meskipun sudah di vonis oleh dokter bahwa hidupnya tidak akan lama. Mungkin penulis juga terinspirasi oleh novel ini. Terlepas dari itu novel ini cukup inspiratif, buat pembaca. Beberapa pelajaran yang dapat saya ambil dari novel ini antara lain :

  1. Bahwa kita tidak boleh selalu terjebak dengan keterbatasan yang ada pada diri kita, karena sesungguhnya setiap diri kita pasti mempunyai kelebihan dibalik kekurangan kita.
  2. Obat yang paling mujarab terhadap penyakit yang sedang diderita adalah hati, buatlah hati menjadi senang dan nyaman, itu  dapat memperingan  rasa sakit
  3. Berbuatlah yang terbaik buat orang-orang yang menyayangi kita pada saat mereka masih hidup
  4. Pada dasarnya kenakalan remaja, bukanlah murni dari ulah remaja tersebut, tetapi  ada latar belakang dibalik tindakannya. Dan biasanya adalah keluarga adalah faktor utama yang melatarbelakanginya.
Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Novel Young Adult, Review Buku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s