PERSONA

wp-image-1660908092jpeg.jpeg

Judul Buku :PERSONA
Penulis : FAKHRISINA AMALIA
Penyunting:  TRI SAPUTRA SAKTI
Penerbit : PT.GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA
Cetakan I :  April 2016
ISBN :978-602-03-2629-0
Halaman :248 hal

Ketika seseorang menganggap kita sebagai temannya, berarti orang tersebut mempercayai kita dan merasa bahwa kita pantas menjadi temannya dari sekian banyak pilihan orang yang ada. Dan itu menunjukan bahwa, setidaknya bagi orang itu, kita istimewa (hal:157)

Ini buku kedua Fakhrisina yang saya baca, setelah All You Need is Love. Seperti buku sebelumnya yang bergenre YA (Young Adult) atau remaja dewasa .Novel Persona juga berkisah tentang remaja putri yang menginjak dewasa bernama Azura Kalila Halim.  Azura adalah seorang gadis penyendiri, lebih suka membaca manga atau komik daripada bersosialisasi dengan teman. Dari kecil lebih suka bermain sendiri atau hanya ditemani dengan mama papanya. Kehidupan Azura kecil bahagia seperti anak lainnya, hingga saat SMA , ketika kedua orangtuanya mulai terdengar bertengkar.  Kehidupan Azura mulai berubah, setiap kali ada keributan di rumah ia memilih di kamar dan menyakiti pergelangan tangannya dengan cutter  untuk meredam sakit di dalam hatinya.  Rumah yang dahulunya penuh dengan keceriaan dan kebahagiaan berubah penuh dengan kesedihan dan air mata.

Azura makin menarik diri dari teman-temannya, hingga ada murid baru pindahan yang bernama Altair Nakayama, blasteran Jepang. Azura yang tidak suka berinteraksi dengan teman-temannya, hal ini berbeda tetapi ketika Altair mengajaknya berteman ia tidak menolak. Kehadiran Altair perlahan membuat hati Azura ceria kembali, kebiasaan menyakiti diri sendiri apabila ada sesuatu yang menyakiti hatinya, sudah mulai berkurang.

Memang luar biasa  sekali pengaruh yang bisa ditimbulkan oleh kehadiran seseorang dalam hidupmu. Pada suatu waktu kau akan menjadi dirimu yang kau kenal, di lain waktu tiba-tiba kau berubah menjadi orang lain (hal : 40)

Sebelum bertemu dengan Altair, Azura secara diam-diam menyukai kakak kelasnya yang bernama Ka Nara. Pertemuan hanya sekali secara tidak sengaja saat Ka Nara memberi bantuan kepada Azura, terus membekas di hatinya ,bahkan bertahun-tahun kemudian. Tetapi sejak mengenal Altair, perlahan perasaannya terhadap Ka Nara memudar.

Altair bagaikan Malaikat yang diturunkan untuk Azura, setiap ada masalah Altair akan datang dan membantunya.Ketika tiba-tiba Altair menghilang tanpa kabar apapun, hidup Azura kembali kosong. Meski demikian ia dapat melewati masa ujian SMAnya dengan baik. Altair meninggalkan misteri yang tidak pernah di ketahui Azura .

Ada hal-hal dalam hidup yang kadang tidak bisa kita bagi ke siapapun, entah karena terlalu menyakitkan atau karena terlalu membahagiakan sehingga kita ingin menyimpannya untuk diri sendiri (hal :102)

Saat kuliah, akhirnya Azura mempunyai sahabat, satu-satunya sahabat yang dia punya setelah Altair, namanya Yara, beda jurusan dengan Azura yang jurusan Bahasa Inggris sedangkan Yara jurusan Arsitektur. Persahabatan yang dimulai dari hal sederhana saat Azura melihat gambar kupu-kupu 3 dimensi di Mading Kampus, yang ternyata itu buatan Yara.

Hidup Azura kembali berantakan saat melihat Mamanya membawa seorang laki-laki ke rumah, dia kembali menyakiti dirinya dengan cutter. Memutuskan keluar dari Rumah dan menginap di rumah Yara, dan ternyata Kak Nara adalah abang dari Yara. Azura tinggal beberapa hari di rumah Yara, ikut merasakan kedamaian dengan keluarga yang bahagia tersebut. Ketika kehidupan Azura mulai berjalan normal, Altair kembali lagi. Dan kali ini Azura dihadapkan pada kenyataan untuk memilih antara Altair atau Kak Nara. Bagaimana reaksi Altair terhadap Azura setelah menghilang tanpa kabar hampir 6 tahun?? dan siapakah sebenarnya Altair ??

Saat mulai membacanya, sedikit tidak fokus, karena alur yang maju mundur, saya harus melihat tanggal di setiap awal babnya. Tetapi karena menikmati cerita ini, lambat laun tidak menjadi kendala dengan alur yang campuran. Saya tidak menduga dengan ending cerita ini, penulis begitu pandai mengecoh saya, sehingga sama sekali tidak terfikir akan ending yang seperti itu. Wow..its surpraise….kerrenn . Atau karena saya begitu hanyut dalam perasaan Azura yang begitu kuat dan terluka. Atau demikian terlena dengan sosok Altair yang penuh misteri. Bahkan saya tidak terlalu fokus pada tokoh Kak Nara, di awal cerita. Sedangkan justru Kak Nara yang banyak mengambil peran di akhir-akhir cerita.
Saya makin salut dengan penulis muda ini, karya-karyanya selalu menghipnotis. Saya suka dengan judul buku ini “Persona” ini istilah baru yang saya tahu.Judul ini yang membuatku penasaran untuk membacanya. Saya sempat googling arti dari kata persona, diartikan sebagi topeng yang digunakan para pemain teater saat bersandiwara di atas panggung. Dan ini sangat mewakili dengan cerita ini.

Kelebihan lain novel ini terletak pada tokoh-tokoh yang mempunyai karakter kuat, setting lokasi yang mengangkat kebudayaan lokal setempat, dan ide cerita yang berbeda. Ini rekomen banget buat yang mau belajar tentang psikiologi dari novel ini. Saya tidak akan spoiler, kenapa ada ilmu psikolog di  novel ini. Tetapi ini ada qoute yang sedikit menggambarkan cerita ini :

Setiap kali kamu merasa kalau segala sesuatu yang ada dalam hidup kamu nggak nyata, ingat aku. Aku nyata (hal : 236)

Sedikit masukan novel ini, ada beberapa kosa kata bahasa Jepang, akan lebih baik ada catatan kaki, agar tidak menduga-duga terjemahannya..he..he . Oiya saya sedikit kurang klik dengan epilognya, sebenarnya tidak ada pakai epilog itu tidak apa-apa sih…tapi ini tidak mempengaruhi kerennya novel ini 🙂

Saya paling meleleh saat Altair mengatakan:

” ….Jika akhirnya kau merasa, katakanlah – memerlukan teman,” Aku ada di sini”. Aku tidak tahu apa saja yang kau lakukan pada dirimu sendiri, tapi jika kau merasa perlu tempat berlari atau bersembunyi..”Aku juga ada di sini ” (hal:33-34)

Ada beberapa quote yang saya suka :

Kadang-kadang, kedekatan kita dengan seseorang justru tampak dari betapa tidak seringnya kita bertemu, tapi kita selalu punya waktu-waktu menyenangkan dalam pertemuan yang tidak sering itu (hal : 133)

Passion itu kadang lebih powerful daripada cinta. (hal :135)

Aku, bahkan siapapun tidak ada yang benar benar akan bersamamu selamanya. Jadi jangan berhenti melakukan sesuatu yang ingin kau lakukan hanya karena orang lain. Kau harus hidup untuk dirimu sendiri (hal :188)

 

*) Di muat di Surat Kabar Kedaulatan Rakyat hari Sabtu, 18 Maret 2017

Resensi di KR sabtu,18 Maret

Iklan

1 Komentar

Filed under Dalam Negeri, Fakhrisina Amali, Novel Young Adult, Penerbit Gramedia, Review Buku

One response to “PERSONA

  1. Ping-balik: (Wrap Up Post) IRRC 2016 Januari – November 2016 | jendeladuniaku2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s