Resensi : JADILAH KREATIF Apapun Masalahnya

Resensi Menjadi kreatif dalam berbagai masalah

MENJADI KREATIF DALAM BERBAGAI MASALAH

Judul Buku      : Jadilah Kreatif Apapun Masalahnya
Penulis             : Jubilee Enterprise
Penerbit           : PT Elex Media Komputindo
Cetakan I        : 2018
ISBN               : 978-602-04-5487-0
Tebal               : 124  hal

Peresensi         : Siti Nuryanti

Dalam dunia yang penuh dengan permasalahan dan persaingan diperlukan kreativitas agar dapat bertahan hidup dan sukses dalam berbagai bidang yang diinginkan. Kesuksesan dan kreativitas adalah dua hal yang saling terkait. Jika menginginkan kesuksesan , maka jadilah orang yang kreatif. Kreativitas biasanya diiringi dengan adanya masalah. Semakin banyak masalah, maka kreativitas yang dihasilkan juga banyak. Ada sebagian orang yang menganggap dirinya tidak kreatif, terlebih lagi ketika menghadapi berbagai masalah, sering menjadi putus asa.

Buku  Jadilah Kreatif Apapun Masalahnya  membantu pembaca untuk mempelajari berbagai cara menjadi orang kreatif yang dapat mengatasi banyak masalah. Dalam buku ini menjelaskan tiga karakter utama yang harus dimiliki orang kreatif yaitu The Explorer (Sang penjelajah), The Warrior (Sang Kesatria) dan The Saint (Sang orang suci). Pada umumnya seorang penjelajah mempunyai kelebihan dalam hal meneliti, Sang Kesatria mempunyai karakter keteguhan hati dan Sang orang suci biasanya sering berkontemplasi.

“Cara berpikir kreatif kita sebenarnya memiliki karakter tertentu, karakter yang bisa diwakilkan dalam bentuk; meneliti,meneguhkan hati dan berkontemplasi” (hal : 4)

Seseorang dapat memiliki salah satu atau ketiga karakter tersebut dalam dirinya.

Buku ini memberikan contoh kasus bagaimana seorang The Explorer, The Warrior dan The Saint mengaplikasikan karakter tersebut sehingga dapat menghasilkan ide-ide cemerlang dalam kehidupan sehari-hari. Contoh kasus yang disajikan terkait dengan karakter yang ada dalam diri seorang the explorer  antara lain berpikirlah di luar kebiasaan. Untuk dapat berpikir berbeda atau diluar kebiasaan dapat dilakukan dengan mengubah kebiasaan-kebiasaan rutin. Misalnya, apabila kita seorang pembicara yang serius, maka sesekali mencoba membuat sandiwara ketika melakukan presentasi. Atau makan di restorant fast food ayam goreng dengan menggunakan garpu.

“Salah satu unsur kreativitas adalah kemampuan untuk menerima hal-hal baru di luar kebiasaan atau aturan yang umum bagi kita” (hal:13.

Contoh kasus lainnya dalam pembuatan Kereta Api Shinkasen  di Jepang. Desain moncong kereta menyerupai model paruh pisau burung Kingfisher yang sanggup mengatasi masalah udara dan membantu menghemat bahan bakar. Apabila ingin kreatif, carilah kemiripan pola atau obyek lain dan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dalam wujud cara berpikir atau berperilaku.

Bagi mayoritas orang kreatif, mencari ide baru yang orisinil mungkin mudah, namun mempertahankan ide itu agar tetap menyala, bisa jadi merupakan usaha yang sulit. Karakter The Warrior  dalam hal ini mempunyai keteguhan hati sangat diperlukan dalam proses mempertahankan ide dan merealisasikan. Contoh kasus dalam karakter sang kesatria antara lain berani berkata “tidak” untuk aktivitas-aktivitas yang dapat mengganggu ritme kreativitas. Seperti yang dilakukan penulis buku Built to Last dan Good and Great, Jim Collins. Dari menulis buku  Jim Collins bertransformasi menjadi seorang pembicara sukses, namun ia membatasi tawaran menjadi pembicara hanya 18 kali dalam setahun. Hal ini dilakukukan agar memiliki waktu “quality time” untuk melakukan riset dan menulis buku. Jadi berani berkata “tidak” adalah bagian dari kreativitas.

Kreativitas juga diperlukan kecepatan, apabila seseorang menemukan ide bagus secara mendadak, maka harus diwujudkan secepatnya. Hal ini dimaksudkan agar tidak didahului oleh orang lain dan sekaligus menjaga semangat tidak pudar sebelum ide tersebut terwujud.

Dalam proses kreativitas sering kali diperlukan waktu untuk menyendiri atau menarik dari keriuhan duniawi. Hal ini merupakan karakter dari seorang The Saint. Seperti yang  dilakukan oleh komponis dunia Mozart.

“ Ketika aku menjadi diriku sendiri,benar-benar sendirian,dalam kondisi baik-katakanlah bepergian menggunakan kereta atau berjalan kaki setelah manyantap makanan-keadaan seperti itulah ketika ide-ideku mengalir dalam kondisi terbaik dan melimpah (Wolfgang Amadeus Mozart : hal :115)

KesendirIan dapat menciptakan fokus. Tanpa fokus kreativitas yang diproduksi dapat salah sasaran. Kesendirian juga memberi kesempatan otak untuk berimajinasi dan  mengeksplorasi tanpa batas.

Buku ini mengajak pembaca untuk menyerap inspirasi dari contoh kasus yang digambarkan oleh ketiga ciri karakter orang kreatif yaitu the explorer, the warrior dan the saint. Disampaikan dengan gaya bahasa yang sederhana dan contoh kongkrit. Dengan membaca buku ini diharapkan pembaca dapat mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi orang yang kreatif saat menghadapi berbagai masalah.

*) tulisan ini dimuat di koran Kabar Madura, 6 Juli 2018

 

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Penerbit Elex Media, Resensi Media Cetak, Review Buku, Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s