Review Buku : Sejujurnya Aku….

25247996

Judul Buku : Sejujurnya Aku….
Penulis       : Aveus Har
Penerbit     : PT.Bentang Pustaka
Cetakan I    : Maret 2015
Jumlah hal : 208 halaman
ISBN           :978-602-291-081-7

Maaf sayang….
Ini bukan kali pertama aku menolakmu. Aku ingin, tapi aku tidak bisa. Sejak malam pertama kita yang kulewatkan dengan berkelana ke alam mimpi, sesungguhnya hatiku didera cemas. Bukannya menyambutmu dengan rona bahagia, aku justru dihantui rasa bersalah.
Setiap momen itu tiba, melihatmu yang begitu tulus, ingatanku kembali pada kesalahan terbesarku di masa lalu. Sebuah rahasia yang hingga detik ini tak berani kukatakan kepadamu. Haruskah kucari dosamu agar kita impas dan kamu bisa memaafkan aku?
Aku begitu takut kehilanganmu. Pernikahan impian bak cinderela mungkin tak akan terwujud jika aku menyingkap tabir yang selama ini kututup rapat. Entah sampai kapan, aku akan bertahan mencurangimu. Maaf…maaf.

Ini adalah novel terbaru penulis Aveus Har. Seandainya saya belum tahu penulis buku ini, pasti saya akan mengira yang menulis adalah seorang perempuan. Dari covernya pink…ini perempuan banget…terlebih lagi tokoh utamanya adalah perempuan 🙂  Tidak heran jika novel ini menjadi pemenang lomba novel “wanita dalam cerita”.

Saya memang tidak kenal langsung penulis buku ini, tetapi secara tidak sengaja saya menonton sebuah talkshow di televisi dan menampilkan aveus har yang mempunyai nama lengkap Suharso. Saya salut dengan  beliau yang ternyata seorang pedagang mie ayam tetapi bisa menulis dan telah banyak menerbitkan buku serta menjuarai berbagai perlombaan menulis .Ini menjadi motivasi tersendiri bagi saya. Ok sekian curhat tentang penulisnya.
Back to review

Charista…. tokoh Aku dalam novel ini menjadi pusat inti cerita. Dengan alur cerita maju mundur, sehingga membuat pembaca perlu mencermati. Cerita Diawali dengan malam pertama setalah resepsi pernikahan antara Charista dan Nathan. Malam pertama yang seharusnya menjadi malam paling indah bagi pasangan yang menikah, tetapi menjadi momok yang menakutkan bagi Charista

“Ini malam pertama kami. Namun, siapa wanita yang bisa menerima sentuhan ketika hati dan pikirannya diayun kegalauan? Kurasa tidak ada. Karena setiap wanita memiliki hati dan hasrat yang tidak bisa dipisahkan. Yang tidak bisa saling bertentangan (pg : 3) “

” Jika pernikahan adalah lubang jebakan,saat ini aku telah terjebak dalam lubang yang kugali sendiri (pg : 8)”

Charista bekerja sebagai pemimpin redaksi Majalah Gloria.  Suatu hari Majalah Gloria meluncurkan Edisi Pertaruhan Pernikahan yang berfokus tentang ketidakperawanan sebelum menikah. Artikel yang sempat membuat redaksi menegang, bagaimanapun masalah keperawanan sangat riskan dibahas. Setelah melalui diskusi panjang, akhirnya artikel tersebut diberi judul “Kartu Buruk dalam Pernikahan”.  isinya tentang bagaimana seorang wanita yang sudah tidak perawan menghadapi rencana pernikahannya, apakah perlu menceritakan dengan sejujurnya kepada calon suaminya dengan resiko terburuk atau akan menutupi rahasia ini.  Setelah Artikel tersebut dimuat,ada satu surel yang masuk ke redaksi dan menyampaikan bahwa masalah ketidakperawanan tidaklah sesederhana itu disampaikan, meskipun dapat ditutupi karena terkadang laki-laki tidak tahu apakah istrinya perawan atau tidak tetapi hal ini akan menjadi sumber kecemasan dan ketakutan tersendiri. Apalagi bagi wanita yang menginginkan pernikahan berjalan seindah dongeng, ini akan menjadi mimpi buruk. Itulah yang juga dirasakan oleh Charista

Pertemuan antara Nathan dan Charista berawal dari ulasan Majalah Gloria pada Rubrik “Men Said”yang memberikan polling atau komentar perihal artikel tersebut, dan hasilnya 77% responden menganggap bahwa calon istri yang tidak perawan adalah hal yang sangat mengecewakan. Dari sekian pernyataan negatif, Charista mendapat satu pernyataan yang sedikit melegakan dari Nathan

“Well,aku tidak menilai wanita dari virginitasnya semata,yang penting saling mencintai dan semua akan baik-baik saja (pg:19)

Dari pernyataan Nathan membuat Charista penasaran dan bermaksud mengenal lebih dekat, dan hal ini menjadi lebih mudah karena Majalah Gloria bekerjasama dengan perusahaan Nathan yang bergerak dalam penjualan alan-alat senam Goldies untuk membuat sebuah iklan. Perkenalan yang berlanjut pada kedekatan Charista dan Nathan,membawa pada perasaan saling mencintai. Sosok Nathan mampu membuat Charista move-on dari cinta remajanya Farel yang telah merenggut kesuciannya. Meskipun sudah saling mencintai tetapi Charista tidak langsung menjawab ketika Nathan melamarnya. Charista masih dihantui oleh ketakutan dan kecemasan, bahkan ketika akhirnya memutuskan menerima Nathan masih mengalami keraguan dan ketakutan, ditambah dengan kehadiran Farel makin membuat suasana hati Charista kacau. Ketegangan sempat terjadi sehari menjelang pernikahan mererka, tetapi Nathan tetap akan melanjutkan pernikahan ini.

Cerita ini lebih banyak mengemukakan konflik-konflik batin Charista dan kecemasannya dalam meghadapi pernikahannya dengan Nathan. Hanya beberapa bab dibagian akhir yang menceritakan kehidupan pasca pernikahan mereka, apakah Cerita ini akan Happy Ending ? ? Apakah Charista akan menceritakan sejujurnya kepada Nathan?

“Aku bisa menerima masa lalumu, tapi tidak bisa menerima ada laki-laki lain di hatimu, Ta. Aku mencintaimu. Dan, aku hanya ingin kau tahu itu sebelum benar-benar memutuskan pergi” (pg:200)

Ada satu hal yang dapat kupetik dalam cerita ini bahwa kejujuran dan keterbukaan menjadi landasan penting selain cinta atau kesetiaan dalam sebuah pernikahan

Iklan

1 Komentar

Filed under Marriage Novel, Penerbit Bentang Pustaka, Review Buku

One response to “Review Buku : Sejujurnya Aku….

  1. Setelah lihat liputan penulis di TV. Aku sanga penasaran dengan karyanya 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s