Tag Archives: Zee

(Book Review) Seaside

seaside.jpeg

Ketika Dendam Mengikis Hati Nurani

Judul Buku : Seaside ; dendam takkan pernah terhapus waktu
Penulis : Ziggy  Zezsyazeoviennaazabrizkie
Penyunting: Misni Parjiati
Penerbit : Senja
Cetakan I : 2016
ISBN :978-602-391-263-6
Halaman : 236 hal

Blurb

Awalnya, dia hanya gadis biasa. Juga mulai terbiasa menghadapi guncangan besar ketika ayahnya masuk penjara akibat ulah musuh-musuhnya. Tapi, begitu dibutakan oleh amarah, dia mulai mengumpulkan setiap informasi dan menyusun rencana balas dendam.

Gadis itu membuat kesepakatan dengan iblis. Langkah penuh risiko dia lalui, dibantu oleh seseorang yang masih misterius.

Satu demi satu targetnya berjatuhan. Dan dia menikmati setiap tetes darah yang mengalir di tangannya. Apakah masih ada tempat untuk nurani? Apakah dia masih mampu memaafkan

Ini adalah buku kedua karya Ziggy yang kubaca, sebelumnya saya pernah membaca  “Jakarta Sebelum Pagi”. Buku Seaside ini berbeda sekali dengan buku yang kubaca sebelumnya, genre thriller yang ditulis Ziggy kali ini lebih saya sukai.

Berbicara dendam, itu salah satu hal yang mengerikan. Karena dendam dapat membuat orang melakukan apa saja untuk membalas dendamnya, saat dendam kita pupuk laksana api yang disiram minyak, semakin membara.

Seperti tokoh Aku dalam buku Seaside ini, diceritakan awalnya hanya seorang gadis biasa yang kuliah jurusan hukum di Bandung. Dan semuanya berubah ketika ayahnya yang seorang pengacara difitnah hingga dipenjarakan saat sedang berusaha membongkar korupsi pejabat negara. Tokoh Aku sebelum kuliah di Bandung, tinggal bersama ayahnya di Lampung. Sejak ayahnya berada di rumah tahanan Jakarta, ia sering berkunjung seminggu sekali ke Jakarta. Gadis itu tidak terima ayahnya yang tidak bersalah dipenjarakan, oleh sekelompok pejabat yang tidak ingin praktik  korupsinya terbongkar. Secara diam-diam ia mencari orang-orang yang dapat diajak kerjasama untuk membalas dendam

Mata dibalas mata ? Why shoul i be satisfied with their eyes if i can make them pay with their blood?  (hal:45)

Orang pertama yang ditemui untuk mulai menjalankan aksinya adalah Iman (Information man). Iman memberikan link tentang orang-orang  yang dapat membantunya. Antara lain Anon, meski itu bukan nama sebenarnya. Selama menjalankan misinya gadis itu tidak memberikan nama aslinya kepada mitra bisnisnya demikian juga sebaliknya. Gadis itu telah membuat perjanjian dengan iblis.

Anon melatih gadis itu ilmu beladiri, cara menggunakan senjata tajam maupun pistol. Sebelumnya gadis itu telah melakukan latihan fisik di Gym dengan personal trainer yang bernama Alisha, ini menjadi dasar untuk pelatihan fisik yang lebih berat. Setelah gadis itu terlatih dengan baik, dia justru membunuh pelatihnya sendiri, ia khawatir rahasianya terbongkar. Dan ini adalah pembunuhan pertama yang dilakukan gadis itu. Sampai disini saya sudah mulai ngeri, bagaimana mungkin dengan mudahnya dia membunuh seseorang yang tidak bersalah, bahkan yang sudah membantunya, hanya karena kekhawatiran? Baca lebih lanjut

Iklan

1 Komentar

Filed under Novel Thriller, Penerbit Diva Press, Review Buku