Tag Archives: Dongeng

Resensi Dongeng Fantasi Pembentuk Kepribadian Baik

Resensi dongeng dimuat di KR 22 April 2017

Judul Buku :Dongeng Fantasi Pembentuk Kepribadian Baik
Penulis : Kazuhana El Ratna Mida
Ilustrator: Wilsa Pratiwi
Penerbit : Visi Mandiri
Cetakan I : 2017
ISBN :978-602-317-318-1
Halaman :143 hal

 

Membangun karakter bangsa, harus dimulai dengan membangun karakter anak. Pembentukan karakter anak dimulai sejak dini, bahkan saat anak masih dalam kandungan. Pada masa  Golden Age  atau masa usia emas (0-6 tahun) adalah saat yang tepat untuk menanamkan karakter, karena pada usia tersebut perkembangan otak mengalami peningkatan yang sangat pesat.  Ada berbagai cara untuk menanamkan karakter anak,  salah satunya melalui dongeng.

Dongeng merupakan salah satu media yang dapat menyampaikan berbagai pesan dan informasi. Melalui dongeng , pesan dan informasi dikemas secara menarik dalam kemasan latar cerita -tokoh sehingga mudah dicerna anak-anak. Dongeng yang mengandung pesan atau nilai sosial yang baik dapat menjadi sarana bagi anak anak untuk belajar tentang budi pekerti dan  peran sertanya dalam kehidupan bermasyarakat. Mendengarkan dongeng juga menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak.

Buku “Dongeng Fantasi Pembentuk Kepribadian Baik” dapat menjadi salah satu referensi bacaan bagi anak maupun orangtua. Buku ini berisi lima belas cerita dongeng fantasi yang disajikan secara menarik dengan ilustrasi gambar berwarna yang apik serta gaya bercerita yang mudah dipahami anak-anak. Pada setiap akhir bagian cerita  penulis menyampaikan pesan moral yang terkandung dalam cerita tersebut. Jadi buku ini sangat tepat untuk orangtua ataupun guru dalam pembelajaran pembentukan karakter anak.

Buku ini memberikan cerita dengan pesan moral yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari  antara lain cerita Lori Barbie Berambut Cokelatberkisah tentang seorang anak bernama Sari  mempunyai boneka barbie yang diberi nama Lori. Suatu hari Lori ingin menjadi manusia, karena merasa bosan dan tidak enak menjadi boneka, tidak bisa keluar,tidak bisa sekolah.Dan pada saat yang sama Sari juga ingin menjadi boneka, karena dengan menjadi boneka tidak perlu mengerjakan PR atau membantu ibu. Hingga suatu hari mereka bermimpi bertukar peran; Sari menjadi boneka sedangkan Lori menjadi manusia. Namun setelah menjadi peran yang diinginkan, mereka sedih ternyata , tidak semudah dan menyenangkan yang mereka pikirkan. Dari kisah ini pembaca dapat mengambil hikmahnya, bahwa kita harus mensyukuri apa yang telah diberikan Tuhan. Tidak berlu berandai-andai menjadi orang lain. Karena menjadi diri sendiri itu lebih menyenangkan (hal : 124)

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Penerbit Visi Mandiri, Review Buku, Tak Berkategori