Category Archives: Penerbit Mizan

Pemenang Giveaway Habibie Ya Nour El Ain

btga-habibie

Assalamualaikum wr.wb.

Tidak terasa putaran pertama blogtour #HabibieYaNourElAin telah berakhir dan saatnya saya menentukan pemenangnya.

Sebelumnya terima kasih buat Penulis Maya Lestari GF dan Penerbit Dar Mizan, atas kesempatannya menjadi host blogtour, mohon maaf apabila banyak kekurangan. Semoga saya diajak kerjasama lagi he..he.. Untuk temen-temen host : Princess Asri, Rizky dan Dion semoga saya dapat menjadi host bareng kalian lagi

Teman-teman yang sudah berpartisipasi dalam blogtour ini, terimakasih semuanya. Jawaban kalian bagus-bagus, tetapi hanya ada satu pemenang.

Bismillah..

Dan inilah pemenang giveaway Habibie Ya Nour El Ain yang mendapatkan buku dari penerbit dan ebook dari penulisnya

The Winner is

 Fera Lestari @feralestari95

Dan ini jawabannya

Jika orangtua meminta saya melanjutkan sekolah ke pesantren, saya akan bersedia. Banyak hal yang hanya bisa didapatkan di pesantren. Pesantren masa sekarang tidak hanya berfokus pada kitab-kitab klasik, tetapi sekarang sudah dimasukkan kurikulum pendidikan pengetahuan umum, atau yang lebih dikenal dengan istilah boarding school. Santri-santrinya selain mendapat pengetahuan agama, mereka juga akan mendapatkan pengetahuan umum yang tidak berbeda dengan sekolah lain pada umumnya.
Selain pengetahuan, ekskul di pesantren juga tidak kalah menarik dengan sekolah umum. Ada ekskul pramuka, pencak silat, komputer, dll. Dan yang lebih istimewa adalah para santri menggunakan bahasa asing dalam percakapan sehari-hari. Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Itulah alasan kenapa saya mau masuk pesantren, karena saya juga seorang alumni pesantren. Dan saya sangat beruntung orangtua saya dulu membuat keputusan yang bagus untuk saya.
Kalau kita melihat dari segi peraturan, memang peraturan di pesantren super ketat dan disiplin. Tapi itu semua demi mendidik kita agar bisa mandiri dan bisa mengurus diri kita sendiri. Lagipula persahabatan di pesantren lebih akrab dan bermakna. Karena kita bersama teman-teman 24 jam sehari. Melakukan berbagai kegiatan bersama-sama. Bahkan senang dan susah dijalani bersama-sama.
Tapi, hal yang sangat saya syukuri dengan masuk pesantren adalah saya belajar untuk menutup aurat dengan sempurna. Menjadi muslimah seutuhnya. Jauh dari pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan. Menjadi pribadi yang lebih anggun, mandiri, dan bisa menentukan pilihan saya sendiri karena orangtua sudah percaya dengan saya.

Selamat untuk pemenang …….

kirimkan biodata ; Nama ,Alamat lengkap dan No HP ke email:sitinuryanti@yahoo.com paling lambat 2 hari sejak pengumuman

Dan bagi  yang belum beruntung kalian masih bisa mengikuti di putaran selanjutnya di blog Kak Dion yulianto

Sampai jumpa di blogtour-giveaway selanjutnya

Wassalamualaikum wr.wb

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Penerbit Mizan

(BLOGTOUR-GIVEAWAY) Habibie Ya Nour El Ain

Judul Buku: Habibie Ya Nour El Ain
Penulis : Maya Lestari GF
Penerbit : DAR! Mizan
Tebal Buku : 240 halaman
Cetakan Pertama: Desember 2016
ISBN : 978-602-420-298-9
habibie-2

Blurb

Barra Sadewa, anak SMA yang mengaku tidak percaya Tuhan, dipaksa kepala sekolahnya untuk mondok dua minggu di Pesantren Nurul Ilmi. Ia datang dengan segudang kebencian. Mengira pesantren itu adalah penjara yang lain lagi dalam hidupnya. Tepat saat ia memasuki gerbang pesantren dan mengira telah melakukan kebodohan terbesar dalam hidupnya, ia bertemu Nilam, putri pemilik pesantren yang pendiam dan sangat menjaga etika pergaulan. Dalam beberapa detik segalanya berubah. Bukan hanya bagi Barra, tapi juga Nilam. Pertemuan mereka hanya sekejap, tapi jejaknya membekas sepanjang usia.

Dalam pertemuan-pertemuan yang sebentar, Barra dan Nilam menyaksikan sulur-sulur nasib mereka saling bertemu dan membelit. Mereka bercakap tanpa suara. Rahasia-rahasia hati mereka hanya disampaikan melalui pandangan mata.Bertahun-tahun Barra dan Nilam hanya menuangkan cinta itu dalam surat-surat yang tersimpan. Sampai akhirnya, ketika Barra memutuskan untuk menyatakan segalanya, semua sudah terlambat.

“Aku hanyalah meteor yang terbakar tanpa sisa di atmosfernya. Aku takkan pernah jatuh ke buminya, takkan mungkin menciptakan kawah di jantungnya.”

Novel ini berlatar belakang kehidupan pesantren dengan segala peraturan dan pergaulan antara santri putra dan putri yang terbatas, tetapi jika ada sepasang manusia yang saling memendam perasaan cinta, itu adalah takdir mereka

Adalah Barra Sadewa seorang anak SMA yang dikenal sebagai anak yang nakal di sekolahnya, dan ia juga tidak pernah sholat, karena mengaku tidak percaya kepada Tuhan. Kepala Sekolah memaksanya untuk mondok dua minggu di Pesantren Nurul Ilmu, berharap Barra Sadewa berubah menjadi lebih baik dan mengenal Tuhan.

Masuk di pesantren selama dua minggu, telah membuat Barra berubah. Ia yang tadinya menganggap bahwa dunia tidak adil, bahwa Tuhan kejam karena dari kecil selalu hidup dalam penderitaan. Tetapi di pesantren itu ia merasa dihargai, disayangi, diterima apa adanya, bahkan pesantren yang penuh dengan sederetan aturan dan larangan, Barra tidak dipaksa mengikutinya. Ustad dan santri disana sangat ramah dan bersahabat, terutama Pemimpin Pesantren tersebut, Buya. Dengan kasih sayang layaknya seorang ayah kepada anaknya, Buya memberikan nasihat tanpa terkesan menggurui tetapi menyejukkan dan menenangkan

Kadang orang tak memerlukan banyak nasihat. Mereka cuma butuh melihat, bahwa mereka diterima dan disayangi. Kasih sayang adalah nasihat yang paling baik ( hal :115)

Saya sangat terkesan dengan sosok Buya, beliau sangat menyayangi santri-santrinya. Setiap santri yang selesai di Pesantren dan lulus kuliah, maka Buya akan menanam satu bunga mawar,sebagai tanda kelulusan mereka. Sehingga kebun di Pesantren penuh dengan bunga mawar.Ini secara tidak langsung, penulis mengkampanyekan global warming yaa..:) kalau setiap orang merayakan sesuatu dengan menanam pohon atau tanaman, pasti dunia tidak akan sepanas sekarang ..:)

Dan di Pondok Pesantren ini Barra bertemu dengan Nilam, salah satu santri yang merupakan putri pemilik Pesantren tersebut. Pertemuan yang hanya terjadi beberapa kali tanpa ada pembicaraan panjang, telah membuat keduanya jatuh cinta sedemikian dalam tanpa pernah terungkap satu-sama lain. Bahkan setelah bertahun-tahun kemudian

Cinta adalah sesuatu yang berada di luar dimensi manusia. Ia tidak berada dalam rencana-rencana atau cita-cita. Tidak punya ruang dan waktu. Cinta diciptakan dengan dimensi dan logikanya sendiri dan diciptakan Tuhan untuk masuk ke alam manusia dengan cara yang tidak mampu kita pahami (hal:14)

habibie-qoute

Barra dan Nilam saling menulis surat untuk mengungkapkan isi hatinya, tanpa pernah surat tersebut terkirim.Hingga setelah delapan tahun kemudian, ketika akhirnya Nilam menjalani proses ta’aruf dengan Haris, teman dari Abangnya. Saat menyadari bahwa semua sudah terlambat.

Novel ini ditulis dengan sudut pandang Nilam, tetapi sesekali penulis akan bercerita dari sudut pandang Barra, melalui surat-surat yang ditulisnya untuk Nilam.

habibie-qoute-1
Novel yang ditulis begitu indahnya dengan tata bahasa yang menghipnotis pembacanya untuk selalu membaca tiap detail kalimat yang terangkai indah. Saya sungguh menikmati novel ini, syarat dengan nilai filosofis. Gambaran kehidupan pesantren yang diceritakan penulis, begitu berbeda dengan bayanganku selama ini. Ada musik dan lagu-lagu modern yang boleh dimainkan,buku-buku tidak terbatas pada kitab ihya ulumiddin atau buku islam saja,tetapi ada banyak buku umumnya.Menurut saya ada yang kurang pas tentang metode di pesantren tersebut.Ada suatu waktu santri putra dan putri dapat bertemu yaitu saat di perpustakaan dan pelajaran pilihan, dimana saat belajar santri putra-putri di campur. Sepengatahuan saya, tempat tinggal dan tempat belajar santri putra biasanya selalu terpisah dengan santri putri.

Bagaimana kisah Barra dan Nilam, apakah mereka tetap akan memendam perasaan tanpa pernah saling mengetahui ?? Apakah mereka dapat bersatu dalam pernikahan??

Aku mencintai dia, aku hanya tidak tahu bagaimana cara mengatakannya. Jadi , kubiarkan saja diriku terluka, tanpa tahu cara menyembuhkannya (Nilam : 163)

Baca lebih lanjut

23 Komentar

Filed under Blogtour-Giveaway, Dar Mizan, Novel Religi, Penerbit Mizan, Review Buku

Tetap Saja Kusebut (Dia) Cinta : Kumpulan Cerpen Tasaro GK

Judul Buku :Tetap Saja Kusebut (Dia) Cinta
Penulis : Tasaro GK
Penyunting: Indradaya S.P
Penerbit : Qanita PT.Mizan Pustaka
Cetakan I : Mei 2013
ISBN :978-602-9225-88-4
Halaman : 264 hal

wp-image-1452524960jpeg

Cinta itu hanyalah tenaga untuk menjalani hidup, bukan ujung perjalanan yang menjadi tujuan (TSKDC : Puisi ; hal 14)

Pada pernikahan – pernikahan lampau, ketika kata cinta bahkan tidak pernah dilisankan begitu rupa, imbasnya mampu mencengkeram hati begitu lama (TSKDC : Puisi ; hal 15)

Itu adalah beberapa qoute dalam kumpulan cerpen yang berjudul  Puisi. Dalam bagian pertama ini, langsung menarik perhatianku, kisah dokter yang berbeda dengan orang yang berprofesi dokter pada umumnya. Dia adalah Dokter yang mempunyai hobi baca puisi, suka menyanyi, gaul, humoris, dan sangat perhatian dengan pasien tua yang berusia hampir 60tahun ini. Dan kisah pasien ini mempunyai arti sendiri bagi Dokter dan bagi pembaca cerita ini.

Buku ini terdiri dari 9 cerpen yang masing-masing mempunyai tema yang berbeda-beda. Awalnya saya tidak tahu, kalau buku ini merupakan kumpulan cerpen. Kupikir ini novel dengan tema cinta atau romance, tetapi ternyata ini sastra. Saya membeli karena tertarik dengan cover nya , kombinasi hamparan langit biru dan taman bunga dengan seorang gadis yang melintas . Lay out dari buku ini juga menarik, dalam tiap babnya kertasnya dibuat warna yang berbeda, ada biru, kuning, hijau , pink dsb. Ini tentu menambah cantik bukunya. Selain itu nama besar Tasaro GK, juga menjadi pertimbanganku. Buku yang kubaca pertama dari penulis ini adalah Serial Muhammad, yang menjadi best seller nasional. Setelah membuka bab demi bab , selalu diselipin lukisan karya Dredha Gora Hadiwijaya. Saya tidak mengenal Pelukis ini, seperti saya juga buta soal keindahan lukisan. Cukuplah menikmati buku ini yang sebenarnya sedikit “berat” dengan bahasa sastranya

9 cerita dalam buku ini saya suka, semua kubaca sampai habis. Meskipun ada beberapa bagian yang saya masih meraba-raba maknanya. Masing-masing cerita mempunyai nilai ketertarikan tersendiri. Tampaknya penulis suka dengan hal-hal yang tidak biasa di masyarakat kita, dan di tulis dengan bahasa yang enak, mengena di hati.
Sebagian besar tema-tema sosial kemasyarakatan, antara lain kisah seorang yang tergabung dalam Kelompok aktivis keagamaan (dalam cerita : Bukan Malaikat Rehat), kisah tentang penyimpangan seksual (Tuhan Ngga Pernah Iseng)dan (Separuh mati), Perilaku yang terlihat aneh di masyarakat, menyukai hal2 yang bersifat sadis (Roman Psikopat), Kisah Penulis yang sedang naik daun dan go internasional (Atarih). Untuk cerita Atarih ini pikiran saya terbawa sama salah satu penulis Indonesia yang memang sedang terkenal, Andrea Hirata. Secara kebetulan nama Atarih adalah kebalikan dari Hirata, mungkin benar penulis terinspirasi dari Andrea Hirata

Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Dalam Negeri, Penerbit Mizan, Review Buku

BELLA : Sekolah Tak Perlu Air Mata

IMG_20160121_200700

Judul Buku : BELLA : Sekolah Tak Perlu Air Mata
Penulis : Munif Chatib
Penyunting Naskah : Budhyastuti R.H
Desainer Sampul : Rizqa Sadida
Ilustrasi Isi : Salsabila Chatib
Penerbit : PT. Mizan Pustaka
Cetakan I : Juli 2015
ISBN : 978-602-0851-15-0
Halaman : 200 hal

Buku dapat di beli : Bukupedia.com

Blurb

“Barisan Angka dan Huruf X atay Y, Simbol =,+, dan lain-lain tiba-tiba berdiri semua. Lalu berjalan pelan-pelan menuju baju bella, mencoba meraih kancing baju Bella. Dan satu per satu memanjat sampai ke leher. Jumlahnya bertambah banyak, memaksa membuka mulut Bella. Bella mencoba menutup mulutnya dengan tanganya.Terlambat satu angka berhasil lolos…Akhirya , Bella tersungkur di mejana tak kuat lagi

Itulah yang terjadi setiap kali Bella menghadapi lembar soal matematika. Mungkinkah Alwan dan Salma membawa Bella, sang putri tercinta, keluar dari derita disleksia dan diskalkulia? Menyembuhkan luka hati terdalam? “

Ini adalah novel pendidikan yang kubaca pertama kalinya. Novel yang berkisah tentang sepasang suami istri yang mempunyai anak dengan memiliki hambatan disleksia dan diskalkulia. Mungkin beberapa orang bertanya apa itu disleksia dan diskalkulia. Apakah itu penyakit yang berbahaya, apakah penyebabnya, apakah menular, apakah dapat sembuh..? dan sederet pertanyaan lainnya. Novel ini sedikit banyak dapat menjawab pertanyaan pertanyaan ini.

Buku ini diawali dengan kisah perjuangan Salma yang sedang melahirkan anak pertamanya dengan Alwan suaminya. Setelah sepuluh jam berjuang, akhirnya lahirlah anak perempuan yang cantik dan sehat, berbeda dengan ibunya, Salma koma selama empat hari akibat pendarahan hebat yang dialami saat melahirkan. Setelah empat hari koma Salma kemudian sadar dan menanyakan akan diberinama siapa anaknya.

“Salsabila. Kukutip dari Surah Al-Insaan ayat 18. nanti penhuni surga akan diberi minuman khas oleh Allah yang diambil dari sebuah mata air di surga. Mata air suga itu bernama Salsabil” (pg: 06)

Kebahagiaan sepasang suami istri tersebut terhenti saat dokter memberitahukan bahwa ada masalah pada dinding rahim Salma, semacam penipisan dinding rahim atau Adenomiosis yang mengakibatkan kemungkinan Salma untuk hamil lagi sulit. Sebuah kenyataan yang sedikit mengikis senyum Salma dan Alwan, tetapi Alwan mencoba menghibur dan memotivasi agar selalu bersyukur . Dua Tahun berlalu, Bella, panggilan untuk Salsabila tumbuh tidak seperti anak normal seusianya, di usianya yang sudah dua tahun tersebut, harusnya Bella sudah dapat berbicara lancar, tetapi Bella hanya dapat mengatakan ba-ba dan ma-ma. Alwan dan Salma gelisah, khawatir anaknya bisu, autis atau hambatan lainnya, bagaimana dengan sekolahnya nanti, bagaimana dengan masa depannya…berbagai kekhawatiran muncul di pikiran mereka. Sebagai seorang psikolog Alwan mencari tahu penyebab dan hal-hal yang berkaitan dengan perkembangan Bella.  Alwan bekerja sebagai motivator di sebuah perusahaan, pengetahuannya sedikit banyak membantu dalam mendidik Bella, dibantu oleh seorang sahabatnya Jauhari yang juga Psikiater.

Dari Jauhari, Alwan mengetahui kalau Bella mengalami hambatan yang bernama “Disleksia”

“Disleksia itu hambatan di otak yang menyebabkan seorang anak sulit berbicara. Penyebab utamanya adalah masalah nutrisi pada saat ibunya hamil” (pg: 12)

Alwan kemudian mencari tahu tentang disleksia, ternyata orang-orang besar yang sukses di kemudian hari seperti Albert Einstein adalah penderita disleksia, baru dapat membaca saat kelas 4 SD, tetapi ternyata disleksia tidak menjadi hambatan bahkan membuatnya menjadi lebih maju dibanding orang-orang normal lainnya. Hal ini memotiasi Alwan dan Salma untuk terus berjuang dan semangat mendampingi Bella dalam setiap perkembanganya. Baca lebih lanjut

9 Komentar

Filed under Lomba Resensi Bukupedia, Novel Drama, Penerbit Mizan, Review Buku

SANG PENCERAH : Novelisasi Kehidupan K.H Ahmad Dahlan dan Perjuangannya Mendirikan Muhamadiyah

220px-Sang_Pencerah

Judul Buku :  SANG PENCERAH
Novelisasi Kehidupan K.H Ahmad Dahlan dan Perjuangannya Mendirikan Muhamadiyah
Penulis : Akmal Naseery Basral
Penerbit : Mizan Pustaka
Cetakan I : Tahun 2010
ISBN : 978-797-433-596-3
Halaman : 461 halaman

Sebenarnya buku ini cukup lama tidak saya sentuh, saya masih membaca buku-buku yang belakangan kubeli daripada buku ini, karena saya akan cepat bosan membaca biografi atau sejarah seseorang, hingga saat bulan Ramadhan seperti ini, ingin membaca buku yang bersifat religi, akhirnya pilihanku membaca Sang Pencerah. Dan saat kubaca baik-baik dibawah judul Sang Pencerah ada kalimat “Novelisasi Kehidupan K.H Ahmad Dahlan…” membuatku tertarik, kupikir ini murni buku sejarah yang hanya berisi data-data dan angka, tetapi ternyata disuguhkan dalam bentuk novel cerita seperti novel fiksi kesukaanku.

Ini kisah kehidupan salah satu tokoh nasional kita, K.H. Ahmad Dahlan dari masa kecil sampai menjadi tokoh besar yang telah mendirikan salah satu Organisasi Keislaman Terbesar di Indonesia yaitu Muhamadiyah.
Muhammad Darwis nama pemberian dari Ayahnya K.H Abu Bakar dan Ibunya Siti Aminah, lahir pada tanggal 01 Agusutus tahun 1868. Atau Raden Ngabei Ngabdul Darwis,nama pemberian Sri Sultan Hamengkubuwono VII, mengingat kedekatan Ayahnya dengan Keraton sebagai seorang penghulu Kesultanan, yang bertugas menjadi khatib tetap Masjid Gede Kauman, Masjid kebanggaan Keraton tempat ibadah kerabat Keraton dari jaman Sri Sultan Hamengkubuwono I sampai dengan sekarang.
Muhamad Darwis konon mempunyai darah keturunan langsung dari salah satu Wali songo penyebar agama islam di Jawa yaitu Syeikh Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik. Dari garis keturunan ayahnya, jadi Muhammad Darwis dari golongan ulama dan priyayi, pada jamanya kasta seperti ini sangat berpengaruh terhadap tatanan kehidupan social saat itu. Lahir dan dibesarkan dalam lingkungan ulama membuat Darwis menjadi anak yang cerdas,kritis dan soleh. Umur 10 tahun sudah dapat berbahasa Arab dan mengkhatamkan Al-Qur’an yang pada masanya saat itu, baca tulis mengaji jarang ada yang mempunyai kemampuan seperti itu. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Novel Religi, Penerbit Mizan, Review Buku

ALLEGIANT : #3 Divergent Trilogy

allegiant

Judul Buku : Allegiant
Penulis : Veronica Roth
Penerbit Indonesia : PT.Mizan Pustaka
Cetakan I : Mei 2014
Jumlah halaman : 492 hal
ISBN : 978-979-433-837-7
Penerjemah : Nur Aini dan Indira Briantari Asni

Allegiant ini merupakan the last series Divergent Trilogy. Kalau yang namanya the last, ini biasanya memang sangat ditunggu-tunggu,apalagi jika sudah membaca seri 1 dan 2 sebelumnya, pasti sudah tidak sabar.
Dan ini yang ku alami, begitu penerbit memberikan info akan segera diterjemahkan, saya langsung order, menunggu kuranglebih sebulan sampai buku ini diterbitkan.Saat saya buat review ini, karena sudah agak lama juga, saya perlu “reread” untuk mengingat kembali detail ceritanya.

“Bagaimana bila seluruh hidupmu adalah dusta? Dan satu kebenaran-seperti satu pilihan -mengubah semua yang kau percaya”  Itu adalah tagline dibuku ini yang menurutku sangat mewakili semua seri divergent trilogy, karena memang begitu banyak hal yang terungkap di seri pamungkas ini. Kalau di buku pertama masih terfokus pada masa inisiasi faksi Dauntles (Faksi yang dipilih tokoh utama Tris dan Four), di buku ke-2 sudah mulai mengungkap tentang faksi-faksi yang ada dan latar belakang pembentukan faksi-faksi tersebut, sehingga ada muncul nama Edith Prior (apakah masih ada familiy dengan Tris Prior…akan dibahas di buku 3)

Allegiant sebagai buku pamungkas divergent trilogy, agak membuat saya heran karena jumlah halamannya lebih sedikit dibandingkan seri sebelumnya, yah..meskipun kuantitas tidak selalu menjamin kualitas :). Tetapi ekspetasiku sudah terlanjur tinggi, jadi langsung kubaca.  Dan ini juga yang membedakan dengan 2 buku sebelumnya, karena ada 2 POV (Point Of View) dari Four dan Tris, awalnya sempat bingung, tetapi karena di tiap awal bab ada tertulis PoV, So itsnot problem.

Di awali dengan Tris dan kedua temannya Christina dan Cara yang berada di penjara, ingat dengan buku 2, Tris di tuduh melakukan pemberontakan, jadi disinilah mereka oleh Evelyn Jhonson di tahan. Tentu saja Four kekasih Tris tidak tinggal diam, berusaha membantu agar segera terbebas. Di Buku ke-3 ini hubungan tris dan Four yang awalnya sempat memanas kini sudah mulai kembali akur. Sementara konflik masih tetap berlanjut antara kelompok yang ingin tetap berkuasa yang dippimpin oleh Evelyn (ibunya Four) dan sekelompok lain yang memberontak yang dinamakan “Allegiant = SETIA”

Setelah Tris bebas, mereka berusaha untuk keluar dari kota, melewati perbatasan, Tris -Four serta teman-temanya ingin mengetahui apa yang ada di luar perbatasan, akhirnya mereka berhasil keluar, meskipun akhirnya ada yang tertembak Tory  meninggal pada saat pelarian tersebut. Dan disinilah mereka banyak dikejutkan beberapa hal. Ternyata mereka hanya eksperiment oleh orang-orang yang berada di luar perbatasan. dan kota Chicago tempat asal Tris dan teman-temanya merupakan salah satu kota yang berhasil dalam eksperimen tersebut. Lembaga yang membuat eksperimen tersebut dinamakan Biro Kesejahteraan Genetika yang dipimpin oleh David. Dulu manusia percaya, bahwa setiap DNA ada gen jahat, sehingga perlu diperbaiki. Seiring berkembangnya waktu, terbentuk Gen yang sudah baik atau MG (murni Genetis) dan Rusak Genetis (RG). Hal ini juga yang sempat memicu pertengkaran antara Tris dan Four, dimana Tris terdeteksi sebagai gen yang baik MG sedangkan Four masih Rusak Genetis (RG), bahkan terjadi pemberontakan terhadap biro dimana Four juga terlibat di dalamnya. Meskipun akhirnya mereka kembali bersama dan saling memahami satu sama lain. Apalagi di akhir cerita ketika Biro Kesejahteraan genetik akan melakukan eksprimen kembali dengan  menghapus ingatan semua orang, Tris dan Four bekerjasama untuk menyelamatkan orang-orang yang dicintanya.

Sebenarnya endingnya sangat mengejutkan, karena Sad Ending…biasanya novel-novel yang kubaca selalu happy ending,happily after ever he..he..tetapi ini lain. Awalnya sempat nyesel dan ga terima sama veronica roth yang bikin akhir cerita begitu. Tetapi setelah kubaca berulang kali, ini memang yang terbaik buat keseluruhan cerita ini. Saya setuju bahwa setiap orang harus berani mengambil pilihan dan setiap pilihan itu ada resikonya. Dan sekali lagi bahwa sejauh-jauhnya kita pergi, keluarga adalah tempat kembali…lho,,ini nyambung ga ya 🙂

Saya dari awal memang sudah suka dengan sosok Tris, perempuan yang tegar, berani, smart dan penyayang. Menurutku Mba veronica Roth, ingin menyampaikan bahwa remaja seharusnya lebih banyak berkarya dan berani melakukan atau membuat hal-hal yang berbeda tetapi positif dengan tetap mengindahkan oranngtua atau keluarga. Karena jaman sekarang banyak remaja yang tergerus jaman dengan tidak menghormati orangtua. Kalau ini sih murni pendapat saya..secara saya udah emak-emak, yang aware dengan anak dan remaja :). Pokoknya ini recomended banget deh buat dibaca, bukan hanya ada drama saja, tetapi ada unsur sains, dan action juga

1 Komentar

Filed under Novel Terjemahan, Novel Young Adult, Penerbit Mizan, Review Buku, Veronica Roth

INSURGENT : Trilogi Divergent series 2

 

insurgent

Judul Buku : Insurgent

Penulis : Veronica Roth

Penerbit : Mizan pustaka

Halaman : 500 hal

Tahun Terbit: 2013

Dapat di beli : bukupedia.com

Ini adalah buku kedua dari trilogi divergent, di buku kedua ini akan ada karakter -karakter baru, yang di buku pertama hanya di ceritakan selintas, tapi di buku ini dibahas jelas seperti orangtua four atau tobias. Dan saya makin suka dengan tokoh Tris di buku ini, sosok yang kuat, tegar ,pemberani dan sekaligus penyayang.  Salah satu alasan saya menyukai trilogi divergent ini karena karakter utama nya perempuan seperti Tris

“satu pilihan bisa mengubahmu, atau justru menghancurkanmu.”

Konsekuensi pilihan yang diambilnya membuat Tris terjebak dalam faksi pengkhianat yang membunuh keluarganya. Kini, Tris harus mencoba menyelamatkan orang-orang yang disayanginya, juga dirinya sendiri, sementara benaknya dikacaukan oleh berbagai pertanyaan tentang kesetiaan, identitas, dan pengampunan.
Ketika ancaman perang dan perpecahan faksi semakin mengancam, Tris harus memutuskan, tetap pada identitasnya sebagai Dauntless atau memunculkan dirinya yang sejati. Sebagai Divergent. Sebuah identitas yang dianggap berbahaya dan dihindari semua faksi.

Berhasil kabur dari peperangan Abnegation dan Dauntles. Tris, Tobias, Peter, Marcus (pemimpin abnegation, sekaligus ayahnya Tobias), dan Caleb (kakak Tris yang masuk Erudite) pergi ke faksi Amity untuk mencari perlindungan. Amity ini yang memang sifat faksinya menjunjung kedamaian, mereka nerima mereka. disini Tris membuntuti Marcus yang berduaan dengan Johanna (juru bicara faksi Amity, Amity ini tdk punya pemimpin), Johanna membujuk Marcus untuk memberi tahu rahasia yang hanya Abnegation yang tahu, dan yang membuat Abnegation rela mati. Tapi Marcus menolak. Tris juga nyoba untuk mengetahui kebenaran rahasia ini, tapi Marcus tetep nolak.

tiba-tiba Dauntles pembelot (Dauntles yang berkhianat dengan bersekutu bareng Erudite) menyerang markas Amity, bukan menyerang Amitynya tapi Abnegation. Tapiii Abnegation berhasil berpencar, Tris, Tobias, Caleb dan Susan (tetangga Tris waktu di abnegation) berhasil kabur dan menaiki kereta yang ditumpangi factionless, dan mereka awalnya disuruh keluar, cuma pas Four ngaku sebagai Tobias Eaton, mereka diterima dan dibawa ke markas factionless yang ternyata pemimpin mereka, Evelyn, adalah ibu kandung Tobias. mereka, factionless ingin mnyerang Erudite dan memusnahkan apa yang namanya faksi ini. dan makin kompleks permasalahanya…alur yang tidak terduga

Di buku dua ini, kita bisa tahu lebih banyak tentang Amity, Candor, pokoknya kelima faksi ini, factionless juga ikut diceritain. semua faksi berperan walau tdk banyak. Karakter para tokoh disini juga semakin jelas, bikin kaget sendiri.

Dan disini seperti terlihat sisi Tris yang lemah, kok dia berasa nangis terus ya? disini Tris juga memendam banyak rahasia, begitu juga Four yang menyebabkan hubungan mereka up and down.Tapi justru menurutku Tris adalah sosok yang paling kuat…setelah kubaca sampai endingnya
Jadi, intinya ya jangan terlalu percaya sama orang lain bahkan keluarga kamu sendiri, Satu-satunya yang bisa kamu percaya adalah dirimu sendiri, just like what Tris does, walaupun di tengah nanti terlihat tris seperti orang yang menyebalkan dan berpikir tanpa akal sehat tapi menurut saya , She does that because she want to survive and save everyone from the evilness of Jeanine from Erudite.
Just like in war, people die, so does in Insurgent. prepare yourself not to be dissapointed/ sad
Intinya di novel ini nanti sebagian rahasi besar yang ditutup-tutupi akhirnya terbuka dan semua orang mengetahui kebenarannya, kenapa Divergent di anggap berbahaya, kenapa Tris bisa jadi Divergent, dan memiliki 3 sifat dari 5 fraksi yaitu Dauntless, Abnegation dan Erudite.
” Kebenaran itu kadang sangat menyakitkan, but, you have to get over it and move on”
kalian masih akan menemukan The Braveness, The action and The lovely moment from Insurgent

Untuk memperoleh buku ini dapat di beli di  Bukupedia.com

## Quotes :
• “Berapa lama pun seseorang dilatih agar jadi berani, kita tak penah tahu apakah mereka memang berani atau tidak hingga sesuatu yang nyata terjadi.”
• aku pernah membaca bahwa menangis itu tak dapat dijelaskan secara ilmiah. fungsi air mata hanyalah untuk membasahi mata. Tak ada alasan yang jelas mengapa kelenjar air mata memproduksi banyak air mata saat emosi.
• “Aku tak tahu kau hidup di dunia yang mana, tapi diduniaku orang-orang hanya melakukan sesuatu untuk orang lain karena dua alasan. Yang pertama, jika orang itu menginginkan sesuatu sebagai balsannya. Dan yang kedua, jika orang itu merasa berutang pada orang lain.” –
• Aku menyadari orang itu memiliki berlapis-lapis rahasia. Jika kita pikir kenal dan memahami meraka, tapi motivasi mereka selalu tersembunyi dari kita, terkubur di dalam hati mereka. Kita tak akan pernah mengenal mereka, tapi terkadang kita memutuskan untuk memercayai mereka

Tinggalkan komentar

Filed under Lomba Resensi Bukupedia, Novel Terjemahan, Novel Young Adult, Penerbit Mizan, Review Buku, Veronica Roth

DIVERGENT

Judul Buku   : Divergent

Penulis  : Veronica Rooth

Penerbit: Mizan Fantasi

Tahun Terbit : Juli 2012

Genre : Fantasy

Halaman :543 hal

ISBN :979-433-697-1

Penerjemah : Anggun Prameswari

Novel Divergent merupakan buku pertama dari Trilogy Divergent penulis Veronica Roth
Menurutku ini novel sciene fiksi. Novel ini bercerita tentang kehidupan masa depan, pasca perang nuklir yang menimbulkan kehancuran dunia.
Berlatar belakang tempat di chicago masa depan, negara bagian terbesar Amerika serikat
Sistem pemerintahan Chicago berubah akibat perang nuklir . Masyarakat pada masa itu dikelompokan menjadi faksi-faksi. Semua yang telah berusia 16 tahun diwajibkan untuk memilih faksi/kelompoknya sendiri. untuk menentukan faksi yang dipilih akan ditentukan berdasarkan hasil tes masing-masing orang, akan tetapi setiap orang berhak menentukan pilihan faksinya apakah sesuai dengan hasil tes atau akan menyeberang/meninggalkan faksi yang merupakan hasil tes tersebut.
Satu pilihan, menentukan apa yang harus kau percaya
Satu pilihan, memastikan siapa yang kau turuti, selamanya
Ada 5 faksi :
1. Faksi Amity (The peaceful) bagi mereka yang mencintai kedamaian dengan simbolnya yaitu pohon
2. Faksi Erudite (the intelligent)bagi mereka yang haus akan ilmu dan tidak tahan dengan ketidaktahuan, bersimbol Mata.
3. Faksi Candor (the honest)bagi mereka yang menghargai kejujuran dan membenci kebohongan, bersimbol Timbangan.
4. Faksi Abnegation (the selfless) bagi mereka yang tidak pernah egois, bersimbol dua tangan menengadah keatas.
5. Faksi Dauntless (the brave)bagi mereka para pemberani, bersimbol lingkaran dengan nyala api.

Adalah Beatrice Prior. Gadis kurus, pendek yang telah mencapai usia 16 tahun dan berasal dari faksi Abnegation. Tumbuh di lingkungan Abnegation, Beatrice diajarkan untuk tidak egois dan menolong sesama tanpa pamrih. Namun, Beatrice tidak merasa cocok dan yakin dengan kehidupan yang diajarkan oleh orang tuanya.
Berbeda dengan Caleb, kakaknya yang tidak egois dan selalu mementingkan orang lain. Sebelum upacara pemilihan, Beatrice harus menjalani sebuah tes. Aptitude test. Hasil tes Beatrice menunjukkan bahwa dia memiliki 3 sifat faksi yaitu Abnegation, Erudite dan Dauntless. Yang bisa juga disebut dengan Divergent. Tori (pengawas test Beatrice) memutuskan akan menghapus hasil tes Beatrice dan menggantinya dengan Abnegation. Karena menjadi Divergent adalah suatu hal yang berbahaya, Tori pun menasehati untuk menyimpan rahasianya rapat rapat.

Upacara pemilihan tiba, Beatrice dikagetkan dengan keputusan Caleb untuk pindah faksi ke Erudite.
Beatrice pun memutuskan untuk meninggalkan Abnegation dan pindah faksi ke Dauntless.
Beatrice memilih meninggalkan Faksi Abnegation yang tanpa pamrih untuk bergabung dengan para pemberani di Faksi Dauntless. Meninggalkan orangtuanya, membuang namanya untuk hidup bersama faksi yang baru. Beatrice merubah namanya menjadi Tris, berharap menemukan jati dirinya bersama para Dauntless. Namun, Tris harus lulus inisiasi terlebih dulu agar bisa diterima. Tak ada jalan kembali. Tak lulus inisiasi berarti Tris akan bergabung dengan orang-orang yang terbuang. Hidup menggelandang.
Meski merasa bersalah kepada kedua orang tuanya, Beatrice sama sekali tidak menyesali keputusannya.

Menjadi seorang anggota resmi Dauntless, Tris harus mengikuti serangkaian tes inisiasi yang keras, brutal dan sadis. Tris hanya memiliki 2 pilihan, maju atau mundur. Apabila ia mundur, ia akan menjadi gelandangan tidak memiliki faksi. Tris harus kerja keras untuk bisa lolos tes inisiasi yang brutal dan tak kenal ampun. antara lain meloncat dari kereta api yang sedang melaju tinggi, terjun dari atap setinggi lebih dari 6 m, bertarung dengan tanpa kata menyerah. semua itu menantang adrenalin kita
Setelah berkali-kali babak belur dan pingsan akibat berantem tangan kosong, dilempari pisau akhirnya Tris berhasil melewati Tahap pertama (tes fisik) . dan selanjutnya tahap kedua yang lebih sulit Tes Simulasi

Tes simulasi ini berupa tes dimana seseorang pikiranya masuk dalam dunia ketakutannya, dan harus bisa menghadapi ketakutan yang ada pada dirinya sendiri.
Dalam tes simulasi ini Tris mampu melewati dengan sangat baik, bahkan menempati ranking ke 2, dari yang sebelumnya ranking terendah. Hal ini membuat beberapa temannya iri dan mereka menyakiti dan hampir membunuhnya, pada saat yang tepat instrukturnya Four (Tobias Eaton ) berhasil menolongnya…..dan selanjutnya hubungan mereka makin intens.
Four juga yang membantu Tris melewati tahap simulasi, apabila tris tetap melewati tes simulasi terlalu cepat dapat membahayakan nyawa Tris, karena para pemimpin Dauntless akan mengetahui bahwa Tri adalah Divergent. Dan mereka memburu divergent
Four membantu Tris bagaimana menghadapi tes silumasi ketakutannya sehingga pemimpin dauntles tidak curiga.
Dan finaly…Tris berhasil. Secara resmi telah menjadi anggota Faksi Dauntless
ini bukan akhir seperti novel lainnya yang langsung happy ending….justru ini baru permulaan….

Disini Tris kehilangan orang-orang yang dicintainya; kedua orangtuanya, sahabatnya, diwaktu bersamaan….dan hampir membunuh Four orang yang dicintainya

Novel ini disi dengan ketegangan-ketegangan yang tidak berkesudahan, dari awal sampai akhir …dan makin lengkap dengan sesekali moments manis Tris dan Four
setelah membaca novel ini sangat penasaran untuk membaca sekuelnya…buku 2 : insurgent

Buku ini menempati posisi 6 dalam daftar buku berseri terlaris The New York Times pada tanggal 22 Mei 2011, dan tetap menempati posisi tersebut selama 11 minggu. Divergent juga bertengger selama 39 minggu di posisi puncak daftar buku anak-anak terlaris tahun 2012.
Divergent juga telah meraih sejumlah penghargaan, termasuk Buku Favorit Tahun 2012 dari Goodreads, Best Book of The Year DI Barnes & Noble, Publisher Weekly, Amazon.com, dan NPR.

Buku ini sudah di filmkan tanggal 20 Maret 2014 dengan pemeran utama Shailen Woodly (Tris) dan Theo James (Four)

Film ini merupakan salah satu film favoritku, yang berkali-kali ku tonton. Meskipun ada beberapa adegan yang berbeda di novel dan filmnya antara lain saat ibu tris datang berkunjung, kalau di buku datang secara terang-terangan dalam acara hari kunjungan dauntles, tetapi di film ibunya datang secara sembunyi-sembunyi dan tidak boleh ketahuan dengan peserta atau instruktur dauntles. Ada adegan saat salah satu peserta inisiasi Albert, matanya di tusuk pisau oleh peserta lain Peter, mungkin ini terlalu sadis jadi tidak ditayangkan, tetapi masuk dalam salahsatu “deleted scane”. Selain itu adegan saat Tris dan Four berciuman untuk pertama kali , kalau di buku mereka berdua ada di bebatuan dekat air terjun, sedangkan di film berada di salah satu gedung markas Dauntles.

Film ini merupakan salah satu film terlaris di holywood dan tentunya di Indonesia, terbukti tahun ini sekuelnya insurgent juga tayang pada tanggal 20 Maret 2015

#Quotes :
• Satu pilihan, menentukan apa yang harus kau percaya. Satu pilihan, memastikan siapa yang kau turuti, selamanya
• Becoming fearless is not the point. That’s Impossible. It’s learning how to control your fear, and how to be free with it.”-
• Sometimes crying or laughing are the only options left, and laughing feels better right now.” –
• Dan, saat kau bertindak tanpa memperdulikan dirimu sendiri, itulah titik terberani dirimu
• kita hanya perlu membiarkan rasa bersalah menjadi pengingat agar kita menjadi lebih baik

Tinggalkan komentar

Filed under Novel Terjemahan, Novel Young Adult, Penerbit Mizan, Review Buku, Veronica Roth