Category Archives: Penerbit Gramedia

(Book Review) Boy Toy

Judul Buku        : Boy Toy
Penulis               : aliaZalea
Desain Cover    : Martin Dima
Penerbit             : PT.Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ke-1     : 25 April 2017
ISBN                    : 978-602-03399-1-7
Halaman            :384 hal

Harga                  : Rp 88.000,- (Yes24Book)

Blurb

Ada tiga kata yang Lea yakin tidak akan pernah diasosiasikan dengan dirinya: BOYBAND, BRONDONG, dan ABG. Sampai dia bertemu Taran, personel boyband paling ngetop se-Indonesia, yang superbrondong.

Untuk pertama kalinya Lea memahami ungkapan “never say never”, terutama ketika Taran jelas-jelas mulai mengejarnya. Dan Lea, dosen bergelar Ph.D., tiba-tiba jadi seperti ABG yang ngefans berat pada brondong personel boyband.

Saat melihat buku ini, berseliweran di timeline  saya penasaran ingin membacanya. Kisah cinta beda usia antara seorang wanita dengan laki-laki yang usianya jauh di bawahnya. Latar belakang sebagai dosen dan anak band, kayanya unik untuk dikupas.

Ini karya aliaZalea pertama yang kubaca, dan kesan pertama membaca karyanya saya suka dengan buku ini, sense of humornya lumayan menghibur. Mungkin setelah ini saya akan mencari karyanya yang lain.

Saya terhibur dengan alur cerita dan joke yang dibuatnya, buku ini lumayan mendinginkan isi kepalaku, setelah sebelumnya membaca buku sastra yang cukup membuat kening berkerut

“Dan sebagai informasi saja, boyband dan brondong itu not bad lho. Tergantung selera” ( hal: 34)

Tokoh utama adalah Taran, personil boyband PENTAGON usia 24 tahun, dan Lea , Dosen ilmu biologi , bergelar Phd berusia 33 tahun. Usia mereka terpaut 8 ( delapan) tahun. Tema tentang kisah cinta beda usia, dimana perempuan lebih tua dibanding laki- laki, kayanya lagi trend. Baru-baru ini di dunia maya, dihebohkan dengan gosip artis Bastian Steel (17) tahun dengan Chelse Islan (23) tahun. Netizen tidak rela kalau mereka pacaran, mereka menganggap sangat jomplang.  Atau kisah cinta sejati pada diri Presiden Perancis Emmanuel Macron yang menikah dengan wanita yang lebih tua 24 tahun. Cinta kan tidak bisa di arahkan kemana anak panahnya akan menembus sasaran kan..:)

oke..kembali ke kisah Lea dan Taran

Kisah perkenalan Lea dan Taran, tidak terlalu istimewa..yaitu mereka tidak sengaja bertabrakan. Pertemuan tersebut membuat Taran penasaran tentang Lea. Sosok Lea berbeda dengan wanita pada umumnya, yang biasanya akan berteriak histeris saat bertemu dengan anggota boyband Pentagon, Lea justru cenderung menghindarinya. Sebenarnya Lea tidak terlalu tahu tentang boy band yang lagi naik daun tersebut. Sikap Taran yang mengejar -ngejar Lea dengan memberikan tiket VVIP & backstage pass konsernya kepada Lea dan Bell teman dekatnya, atau saat Taran nyaris pingsan saat menemani Lea jogging, dan di saat lain bersedia menemani Lea makan siang di warung pinggir jalan. Semua hal manis yang diperbuat Taran akhirnya membuat hati Lea tergetar dan membuka hatinya.

Cara dia menatap lo, seakan lo mataharinya. Cowok kayak begitu nggak akan pernah menyia-nyiakan lo. (hal : 231)

Dialog dan adegan saat Taran pendekatan dengan Lea, cukup menghibur. Obrolan yang ringan dan terkesan main-main tetapi pas pada sasaran sering membuatku tersenyum.

Dan dia menerima gue apa adanya. Segala kegilaan dan mood gue yang lo tahu suka susah dimengerti (hal : 229)

Pengejaran Taran memang membuahkan hasil, tetapi konflik terjadi pada hubungan keduanya. Berawal dari pembicaran ibunya Taran yang tidak setuju , Taran pacaran dengan Lea, karena usianya yang jauh berbeda. Konflik berlanjut yang disertai konflik batin pada diri Lea. Dan ini yang memicu konflik besar dalam hubungan mereka. Serangan dari para haters yang tidak menyukai hubungan idolanya dengan Lea ditambah dengan Lea yang belum dapat melupakan trauma masa lalunya.  Akankah Taran dan Lea tetap bersama? atau memilih mengakhiri hubungan mereka?

Baca lebih lanjut

Iklan

2 Komentar

Filed under Penerbit Gramedia, Review Buku

Then & Now ; Dulu & Sekarang

Judul Buku        : Then & Now : Dulu & Sekarang
Penulis               : Arleen A
Desain Cover    : Martin Dima
Editor                 : Dini, Riska
Penerbit             : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ke-1     : 22 Mei 2017
ISBN                    : 978-602-03-5128-5
Halaman            : 344 hal

 

Blurb

Ruita
Gadis dari suku telinga pendek. Ia tidak menyukai suku telinga panjang, apalagi kalau harus bekerja pada mereka. Tapi lalu ia melihat mata itu, mata seorang lelaki suku telinga panjang yang sorotnya seolah dapat melihat kedalaman hati Ruita.

Atamu
Ia tidak pernah menyangka akan jatuh hati pada gadis dari suku lain yang lebih rendah derajatnya. Tapi apalah arti kekuatan lelaki berusia enam musim panas bila dihadapkan pada takdir yang lama tertulis sebelum dunia diciptakan?

Rosetta
Ia punya segalanya, termasuk kekasih yang sempurna. Tapi ketika dilamar, ia menolak tanpa tahu alasannya. Ia hanya tahu hatinya menantikan orang lain, seseorang yang belum dikenalnya.

Andrew
Ia hanya punya enam bulan untuk mencari calon istri, tapi ia tak tahu dari mana harus memulai sampai ia melihat seorang gadis berambut merah. Dan begitu saja, ia tahu ia akan melakukan apa pun untuk mendapatkan gadis itu.

Ini kisah cinta biasa: tentang dua pasang kekasih yang harus berjuang demi cinta. Namun, bukankah tidak pernah ada kisah cinta yang biasa?

Then & Now adalah novel pertama karya Arleen yang saya baca. Saat pertama kali muncul di timeline saya langsung tertarik untuk membacanya, sebagai tipe pembaca yang melihat cover buku dulu sebelum membaca isinya, tentu saja langsung tertarik dengan cover unik, yang mirip koran ini.

“Kata orang, cinta tidak mengenal apapun. Tidak tempat, tidak juga waktu”

Buku ini mengisahkan dua kisah cinta dari dua pasang kekasih yang berbeda masa, yang masing-masing mengisi cerita Then (Dulu) dan Now (Sekarang).

Pada bagian Then (Dulu) dikisahkan Ruita dan Atamu yang menjalin kisah cinta yang terlarang. Ruita adalah gadis dari suku telinga pendek yang dikenal dengan nama suku Momoki. Mereka hidup dibawah kekuasaan Suku telinga panjang atau Suku Eepe. . Kisah pertemuan Ruita dan Atamu berawal saat Ruita bekerja di keluarga Tangata Heteriki, Atamu adalah salah satu anak majikannya (petinggi dari Suku Eepe). Hanya melalui tatapan mata beberapa menit, mampu menggetarkan jiwa mereka. Cinta memang tidak mengenal waktu dan tempat, tidak mengenal suku dan derajat. Dalam kepercayaan mereka, suku Momoki harus menikah dengan sesama suku Momoki demikian juga dengan suku Eepe, mereka tidak boleh menikah, jangankan menikah bersentuhan dengan suku Momoki tidak diperbolehkan. Apabila melanggar akan di hukum, dicambuk dikucilkan dan dikeluarkan dari anggota suku Eepe. Ruita dan Atamu menjalani kisah cintanya secara sembunyi-sembunyi, setiap malam mereka bertemu di sebuah pantai yang tersembunyi. Hingga suatu hari hubungan mereka diketahui oleh tunangan Ruita, yang bernama Vai..yang merupakan anggota suku Momoki seperti Ruita

Apakah yang akan terjadi terhadap Ruita dan Atamu ?? Akankah Ruita tetap mempertahankan cintanya terhadap Atamu atau memilih mengikuti adat istiadat suku Momoki, yaitu menikah dengan sesama suku Momoki?

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Penerbit Gramedia, Review Buku

Resensi CRITICAL ELEVEN

Judul Buku         : Critical Eleven
Penulis               : Ika Natassa
Desain Sampul : Ika Natassa
Editor                 : Rosi L. Simamora
Penerbit             : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ke-8     : Desember 2015
ISBN                    : 978-602-03-1892-9
Halaman             : 344 hal

Blurb

Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah critical eleven, sebelas menit paling kritis di dalam pesawat—tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing—karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat umumnya terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu. It’s when the aircraft is most vulnerable to any danger.

In a way, it’s kinda the same with meeting people. Tiga menit pertama kritis sifatnya karena saat itulah kesan pertama terbentuk, lalu ada delapan menit sebelum berpisah—delapan menit ketika senyum, tindak tanduk, dan ekspresi wajah orang tersebut jelas bercerita apakah itu akan jadi awal sesuatu ataukah justru menjadi perpisahan.

Ale dan Anya pertama kali bertemu dalam penerbangan Jakarta-Sydney. Tiga menit pertama Anya terpikat, tujuh jam berikutnya mereka duduk bersebelahan dan saling mengenal lewat percakapan serta tawa, dan delapan menit sebelum berpisah Ale yakin dia menginginkan Anya.

Kini, lima tahun setelah perkenalan itu, Ale dan Anya dihadapkan pada satu tragedi besar yang membuat mereka mempertanyakan pilihan-pilihan yang mereka ambil, termasuk keputusan pada sebelas menit paling penting dalam pertemuan pertama mereka.

Diceritakan bergantian dari sudut pandang Ale dan Anya, setiap babnya merupakan kepingan puzzle yang membuat kita jatuh cinta atau benci kepada karakter-karakternya, atau justru keduanya

P_20170429_155334_1

Novel Critical Eleven merupakan novel karya Ika Natassa yang saya baca pertama kalinya, sebenarnya sudah dari tahun lalu saya membacanya, tetapi entah mengapa malas membuat reviewnya . Padahal buku Ika yang lainnya; The Architecture Of Love, Antologi Rasa, Twivortiare, dan a Very Yuppy Wedding, masih nangkring manis di rak buku dan belum dibuka segelnya... menanti dijamah. Memang sih saya korban diskon waktu itu beli paket buku Ika Natassa dengan harga yang lebih miring…dan ternyata saya hanya menimbunnya, dan tertarik baca yang lain dulu  😦 Nama besar ternyata tidak jadi jaminan, saya juga suka buku-bukunya, ini mungkin terkait selera. Dan kenapa saya sekarang menulis reviewnya, saya berniat membaca buku Ika yang lainnya, jadi saya pemanasan dulu dengan reread Critical Eleven. Sayangkan  kalau terlalu lama ditimbun, mungkin setelah saya membaca buku Ika yang lainnya akan menyukai

Saya tipe pembaca yang melihat cover bukunya dahulu sebelum membaca isinya. Saya suka dengan covernya biru, its favorite colour ditambah dengan gambar pesawat yang sedang terbang, sangat mewakili judul novel ini. Pantas saja ini menjadi salah satu cover terbaik dan makin salut sama penulisnya yang membuat sendiri desain sampulnya. Meskipun sekarang ada cover versi filmnya, tetapi saya tetap menyukai versi aslinya. Saya juga suka dengan bookmark nya. Oiya filmnya akan tayang bulan Mei ini dengan pemain utama Reza Rahadian dan Adinia Wirasti. Apakah aku akan nonton? ehm…entahlah, sempat melihat trailernya dan kayanya kurang greget

Critical Eleven  adalah istilah penerbangan yang baru saya ketahui saat membaca novel ini, good point untuk menambah wawasanku. Sebelas menit yang paling kritis dalam pesawat; tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing. Penulis mengaitkan istilah tersebut dengan kehidupan manusia saat pertemuan pertama. Tiga menit pertama  saat bertemu seseorang dapat dilihat senyumnya, gesture tubuhnya, itu akan menjadi kesan pertama yang terbentuk. Dulu ada iklan pasta gigi yang mempunyai slogan “pertemuan pertama begitu menggoda..selanjutnya terserah anda ..” iklan itu ada benarnya juga. Dan delapan menit terakhir sebelum berpisah  akan menentukan.

And then there’s the last eight minutes before you part with someone. Senyumnya, tindak tanduknya, ekspresi wajahnya, tanda-tanda apakah akhir pertemuan itu akan menjadi “andai kita punya waktu bareng lebih lama lagi”atau justru menjadi perpisahan yang sudah ditunggu tunggu dari tadi” (hal : 16)

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Penerbit Gramedia, Review Buku

RULE OF THIRDS

rot

Judul Buku :Rule Of Thirds
Penulis : Suarcani
Penyunting: Midya N. Santi
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I : 27 Desember 2016
ISBN :978-602-03-3475-2
Halaman :280 hal

 

Entah lama atau sebentar, rasa yang tertelan dari pil kebohongan itu,pahitnya tetap sama. Hanya saja, semakin sebentar kita mengulumnya,kita bisa punya banyak waktu untuk menata hati  (hal 37)

Ladys , seorang fotografer fashion terkenal di Seol rela meninggalkan karirnya demi mengejar cintanya dan pulang ke Bali. Sebuah tempat yang menyimpan kenangan buruk di masa lalu. Ladys memutuskan menemui Esa kekasihnya, agar tidak menjalani hubungan jarak jauh seperti selama setahun ini mereka jalani. Ladys tidak menyangka kehadirannya di Bali justru disambut dengan kejutan menyakitkan dari Esa. Kekasihnya telah berkhianat dan akan segera menikah dalam waktu dekat.

Dias, seorang yang sebenarnya mempunyai kemampuan fotografi yang bagus tetapi hanya dijadikan Asisten Fotografer di tempatnya bekerja. Dibalik sifatnya yang pendiam, roman mukanya yang datar dan nyaris dingin, Dias memendam kenangan pahit di masa lalunya.

Ladys dan Dias mempunyai persamaan latar belakang keluarga yang kelam, mereka dipertemukan oleh takdir, yang membawanya untuk saling menguatkan satu sama lain. Pertemuan tidak terduga yang bisa mengubah cara mereka memandang dunia.

Ini novel kedua  karya Suarcani yang saya baca setelah sebelumnya The Stardust Catcher membuat jatuh hati dengan penulis Bali ini. Ide cerita dan gaya berceritanya saya suka. Tokoh yang dibuat dalam novelnya mempunyai karakter yang kuat. Seperti di novel ini, tokoh Dias dan Ladys cukup membuat saya geregetan. Ladys yang naif dan kelihatan rapuh tetapi sebenarnya kuat meskipun kepahitan menimpanya, sebaliknya dengan Dias , yang kelihatan di luar sombong atau angkuh sebenarnya rapuh di dalamnya, dan mereka secara tidak sadar saling mengisi kekosongan masing-masing. Tokoh Tyas , sebagai adik Dias menurutku lebih dewasa untuk seusia anak SMA mungkin ini karena kehidupan yang mereka jalani

Selain karakter tokoh yang membuat novel ini recomended banget untuk dibaca adalah ide cerita dan setting tempatnya. Bali dengan keindahan alam dan budayanya dituangkan dalam sebuah ide cerita fotografi. Penulis yang tinggal di Bali pastinya mengetahui tempat yang berpotensi sangat layak diangkat dalam novelnya. Melihat begitu detailnya penyampaian tentang dunia fotografi dalam novel ini , penulis pasti melakukan riset tersendiri

Mungkin berlebihan, tapi dengan foto saya bisa lebih meghargai alam, waktu dan keadaan (hal : 129)

Novel ini menyampaikan banyak hal tentang keluarga, perselingkuhan, persahabatan , mimpi dan juga cinta. Dikemas dengan alur cerita yang menarik sehingga sukses membuat saya menitikan airmata. Cerita tentang keluarga , antara orangtua -anak atau Kakak -adik merupakan hal yang mudah membuat saya baper.

Sahabat, seseorang yang tidak akan pernah marah jika saya lukai, tapi seseorang yang akan pertama marah jika saya melukai seorang yang lain (hal : 216)

Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Buntelan, Novel Drama, Penerbit Gramedia, Review Buku

PERSONA

wp-image-1660908092jpeg.jpeg

Judul Buku :PERSONA
Penulis : FAKHRISINA AMALIA
Penyunting:  TRI SAPUTRA SAKTI
Penerbit : PT.GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA
Cetakan I :  April 2016
ISBN :978-602-03-2629-0
Halaman :248 hal

Ketika seseorang menganggap kita sebagai temannya, berarti orang tersebut mempercayai kita dan merasa bahwa kita pantas menjadi temannya dari sekian banyak pilihan orang yang ada. Dan itu menunjukan bahwa, setidaknya bagi orang itu, kita istimewa (hal:157)

Ini buku kedua Fakhrisina yang saya baca, setelah All You Need is Love. Seperti buku sebelumnya yang bergenre YA (Young Adult) atau remaja dewasa .Novel Persona juga berkisah tentang remaja putri yang menginjak dewasa bernama Azura Kalila Halim.  Azura adalah seorang gadis penyendiri, lebih suka membaca manga atau komik daripada bersosialisasi dengan teman. Dari kecil lebih suka bermain sendiri atau hanya ditemani dengan mama papanya. Kehidupan Azura kecil bahagia seperti anak lainnya, hingga saat SMA , ketika kedua orangtuanya mulai terdengar bertengkar.  Kehidupan Azura mulai berubah, setiap kali ada keributan di rumah ia memilih di kamar dan menyakiti pergelangan tangannya dengan cutter  untuk meredam sakit di dalam hatinya.  Rumah yang dahulunya penuh dengan keceriaan dan kebahagiaan berubah penuh dengan kesedihan dan air mata.

Azura makin menarik diri dari teman-temannya, hingga ada murid baru pindahan yang bernama Altair Nakayama, blasteran Jepang. Azura yang tidak suka berinteraksi dengan teman-temannya, hal ini berbeda tetapi ketika Altair mengajaknya berteman ia tidak menolak. Kehadiran Altair perlahan membuat hati Azura ceria kembali, kebiasaan menyakiti diri sendiri apabila ada sesuatu yang menyakiti hatinya, sudah mulai berkurang.

Memang luar biasa  sekali pengaruh yang bisa ditimbulkan oleh kehadiran seseorang dalam hidupmu. Pada suatu waktu kau akan menjadi dirimu yang kau kenal, di lain waktu tiba-tiba kau berubah menjadi orang lain (hal : 40)

Sebelum bertemu dengan Altair, Azura secara diam-diam menyukai kakak kelasnya yang bernama Ka Nara. Pertemuan hanya sekali secara tidak sengaja saat Ka Nara memberi bantuan kepada Azura, terus membekas di hatinya ,bahkan bertahun-tahun kemudian. Tetapi sejak mengenal Altair, perlahan perasaannya terhadap Ka Nara memudar.

Altair bagaikan Malaikat yang diturunkan untuk Azura, setiap ada masalah Altair akan datang dan membantunya.Ketika tiba-tiba Altair menghilang tanpa kabar apapun, hidup Azura kembali kosong. Meski demikian ia dapat melewati masa ujian SMAnya dengan baik. Altair meninggalkan misteri yang tidak pernah di ketahui Azura .

Ada hal-hal dalam hidup yang kadang tidak bisa kita bagi ke siapapun, entah karena terlalu menyakitkan atau karena terlalu membahagiakan sehingga kita ingin menyimpannya untuk diri sendiri (hal :102)

Saat kuliah, akhirnya Azura mempunyai sahabat, satu-satunya sahabat yang dia punya setelah Altair, namanya Yara, beda jurusan dengan Azura yang jurusan Bahasa Inggris sedangkan Yara jurusan Arsitektur. Persahabatan yang dimulai dari hal sederhana saat Azura melihat gambar kupu-kupu 3 dimensi di Mading Kampus, yang ternyata itu buatan Yara.

Hidup Azura kembali berantakan saat melihat Mamanya membawa seorang laki-laki ke rumah, dia kembali menyakiti dirinya dengan cutter. Memutuskan keluar dari Rumah dan menginap di rumah Yara, dan ternyata Kak Nara adalah abang dari Yara. Azura tinggal beberapa hari di rumah Yara, ikut merasakan kedamaian dengan keluarga yang bahagia tersebut. Ketika kehidupan Azura mulai berjalan normal, Altair kembali lagi. Dan kali ini Azura dihadapkan pada kenyataan untuk memilih antara Altair atau Kak Nara. Bagaimana reaksi Altair terhadap Azura setelah menghilang tanpa kabar hampir 6 tahun?? dan siapakah sebenarnya Altair ?? Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Dalam Negeri, Fakhrisina Amali, Novel Young Adult, Penerbit Gramedia, Review Buku

Wander Woman

Judul Buku :Wander Woman
Penulis : Nina Addison, Irene Dyah, Fina Thorpe-Willet dan Silvia Iskandar
Ilustrasi Isi: Ella Elviana
Penerbit : PT.Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I : 19 September 2016
ISBN :978-602-03-3375-5
Halaman :360 hal

Bagaimana Beradaptasi Hidup secara Nomaden di Luar Negeri

“Tolkien mengatakan,“Not all those who wander are lost.” Tidak semua orang yang berkelana kehilangan arah. Tanyakan saja pada Arumi, Cilla, Sabai, dan Sofia—empat sahabat yang terpencar di berbagai negara. Dalam cerita mereka yang terinspirasi dari kisah nyata ini, “tersesat” punya makna berbeda. For them, home is never a place, but people—and sometimes even suitcases.

Novel ini berkisah tentang 4 sahabat wanita yang terpisah dan mencoba untuk tetap survive di berbagai negara. Mereka menyebut dirinya Wander Woman. Terinspirasi dari tokoh superhero Wonder Woman, tetapi Wander diartikan rajin berkelana, dipaksa hidup nomaden. 4 wanita itu adalah Arumi, Cilla, Sabai dan Sofia.

Pricilla (Cilla) adalah tipe gadis kota, yang hanya nyaman jika situasi serba terkontrol. Menikah dengan pria Eropa (William) dan dikaruniai dua anak Alex dan Emiliy. Cilla akan berkisah tentang petualangannya di Skotlandia. Keseruan Cilla di Skotlandia saat tetangganya pasangan Nicole-Jake , mengundang mereka untuk hadir dalam acara Wedding vow renewal.  Sebenarnya pesta ini tidak akan menjadi “tragedi kecil”, apabila kondisi cuaca di Skotlandia normal , ada badai hurricane yang melanda kota itu. Dan suasana pesta menjadi kacau saat  angin menerjang segala yang ada di halaman hotel tempat acara tersebut, beberapa tamu sempat terluka.Selain kondisi alam, Cilla juga dihadapkan dengan sosialisasi dan budaya disana, Cilla sempat terkaget-kaget dengan kebiasaan wanita yang berselingkuh dengan laki-laki ,bahkan bukan karena pernikahannya tidak bahagia, hanya karena bosan saja 😦  Hal lainnya, saat tinggal di Aberdeen, betapa susahnya mendapatkan SIM, sehingga terpaksa menyewa instruktur, padahal Cilla sudah dapat menyetir. Belum lagi kisah kemalingan di rumah saat pagi-pagi,di kota yang katanya damai dan tenang.

Baca lebih lanjut

3 Komentar

Filed under Buntelan, Dalam Negeri, Penerbit Gramedia, Review Buku

Milana : Perempuan yang Menunggu Senja

Judul Buku : Milana : Perempuan yang Menunggu Senja
Penulis :Bernad Batubara
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I : April 2013
ISBN :978-979-22-9507-8
Halaman :192 hal

Blurb

“Kali ini saya sudah tahu namanya, Milana. Ia bercerita mengapa ia melukis senja. Dan mengapa ia selalu melakukannya di atas feri yang menyeberangi Selat Bali, dari Banyuwangi ke Jembrana. Ia sedang menunggu kekasihnya. Ia yakin suatu saat kekasihnya akan datang ke tempat ia menunggu. Ia tidak tahu kapan. Ia berkata kepada saya bahwa ia bukan saja yakin, tapi ia tahu, kekasihnya itu akan datang kepadanya.

Namun, belakangan saya baru sadar, Milana sedang menunggu seseorang yang tiada.”

Ini adalah novel karya Bernad Batubara yang saya baca…..# Hari gini baru baca novelnya?? kemana aja selama ini ??  Tidak perlu segitunya juga, tidak ada alasan khusus kok, saya belum baca…hanya belum sempat saja  🙂

Berhubung saya sudah lama ga posting…dan sudah sampai akhir bulan, hanya posting 2 tulisan..ckk..ckkk…bakalan kena tilang polisi nih…he…he. Jadi saya mau bikin review yang singkat-singkat saja

Pertama kali melihat covernya, langsung mata ini berkedip-kedip dan tangan berkoordinasi untuk mengambil dan membawa ke meja kasir. Saya memang tipe a reader “judge a book by its cover “.  Ini merupakan kumpulan cerpen yang di tulis Bernad, meskipun saya belum membaca tulisan-tulisannya, tapi sosok bernard sudah tidak asing wara wiri di TL saya 🙂

Dan terbukti famous nya sang penulis, mampu menggiring rasa penasaranku untuk membaca buku ini. Ada 15 judul cerpen dalam buku ini, dan salah satunya Milana. Yang sama penulisnya di letakan di akhir buku ini, tetapi justru membuat saya ingin membacanya untuk yang pertama sebelum ke judul-judul berikutnya. Dan cerita Milana ini cukup sukses untuk bersemangat membaca judul-judul berikutnya.  Penulis cukup mampu membuat penasaran pembaca dengan membuat judul-judul yang menggelitik dan menebak isinya. Saya terbiasa membaca daftar isi buku ini, dan memilih judul cerpen yang akan kubaca dahulu, sehingga tidak berurutan. Dari ke-15 judul itu, hampir semua sudah saya baca…“hampir” berarti ada yang belum kubaca . Tidak perlu kujelaskan di sini, judul yang mana yang tidak terbaca, tetapi menurutku wajar, kalau terkadang kita sudah merasa cukup membaca sebuah buku sampai di sini.

Pemberian judul cerpen yang singkat atau terlalu panjang, antara lain menjadi alasan  pembaca untuk membacanya, seperti Cermin, Malaikat , Tikungan, Jung (judul yang singkat) , Lelaki berpayung dan Gadis yang Mencintai Hujan (judul yang panjang). Dari kelima belas judul, selain Milana saya menyukai judul “Hanya Empat Putaran” Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Penerbit Gramedia, Review Buku

Finding Cinderella: Mencari Cinderella

Judul Buku : Finding Cinderella : Mencari Cinderella
Penulis : Colleen Hoover
Alih bahasa : Shandy Tan
Editor : Mery Riansyah
Penerbit : PT.Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I : 2006
ISBN :978-602-03-2527-9
Halaman :200 hal

Blurb

Bagi Daniel, pertemuan dengan Cinderella di sekolah tahun lalu meninggalkan kesan yang mendalam. Ruang gelap tempat mereka bertemu memang yang menyembunyikan jati diri gadis itu. Namun interaksi mereka yang begitu intens sulit di lupakan

Setelah akhirnya pacaran dengan gadis lain dan putus dengan cara yang buruk, Daniel ternyata masih penasaran ingin mencari tahu siapa Cinderella sebenarnya.Tyapi semua berubah begitu ia bertemu Six, gadis dengan nama unik dan kepribadian yang lebih unik lagi. Six betul-betul sempurna di mata Daniel, rasanya seperti di dalam dongeng saja. Hingga sebuah petunjuk dari Six menjadi kunci bagi Daniel untuk menemukan Cinderella

Setelah hampir dua bulan saya absen mereview buku, akhirnya bisa posting juga…#Salahkan kerjaan yang menumpuk 😦 . Buku ini saya baca sudah dua bulan yang lalu juga, jadi ini judulnya latepost.  Sebenarnya ini bukan salah satu whistlisku tetapi saat masuk ke toko buku, langsung terpana dengan covernya yang mejeng pada display toko. Yess..first at sight …he..he

Ini adalah novel dari seri Hopeless dan Loosing Hope, karya Collen Hoover. Dan ini adalah buku pertama karyanya yang kubaca. Saya terkesan dengan bagian awal buku ini , dimana penulis menceritakan latar belakang menjadi seorang penulis, tentang mimpi-mimpinya, bagaimana perjalanan buku ini hingga menjadi best seller The New York Times.  saya suka dengan quote of life dari penulis

“Putuskan kau ingin menjadi apa, lalu kejar keinginanmu”

Dari judulnya kupikir ini cerita mirip dongeng 1001 malam tersebut yang mungkin dikemas dengan kehidupan modern, dimana seorang pangeran bertemu dengan perempuan biasa yang akhirnya jatuh cinta dengan perempuan itu, hingga akhirnya menikah. Tetapi dugaan saya meleset :). Persamaanya dengan dongeng itu, adalah cinderella, sama -sama menghilang setelah pertemuan pertama dengan Pangeran.

Baca lebih lanjut

2 Komentar

Filed under Novel Terjemahan, Penerbit Gramedia, Review Buku

THE STARDUST CATCHER

Jpeg

Judul Buku : The Stardust Catcher
Penulis : Suarcani
Desain Sampul : Orkha Creative
Penerbit :PT.Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I : Maret 2016
ISBN : 978-602-03-2644-3
Halaman : 184 hal

Harga buku : Rp 48.000 (Toko Bukupedia )

Rate : 5 off 5 star

Blurb

“Apa harapanmu tahun ini?”

Joe: Punya alternatif lain untuk berbahagia selain dengan mencari pasangan.
Mela: Mendapat tambahan umur setidaknya empat tahun lagi, yah…. biar bisa main remi lebih lama lagi sih.

Bermula dari secarik kertas dalam jaket di commuter line, Joe dan Mela bercengkerama lewat ask.fm. Selama setahun, hanya lewat media sosial itulah mereka berhubungan. Hingga Joe tertinggal rombongan saat liburan bersama teman-teman kuliahnya. Ia tersesat di Bali. Sendirian.

Saat itulah Sally Cinnamon muncul dan mengaku sebagai peri yang akan mempertemukan Joe dengan jodohnya. Wait, peri jodoh? Yang benar saja? Ditemani Sally, Joe berusaha mencari rombongannya. Petualangan yang mempertemukannya dengan Mela, si spa therapist yang sekarat.

Apakah Mela jodoh yang dimaksud Sally? Apakah Joe benar-benar tersesat dan bukannya sengaja menghilang karena protes akan perceraian orangtuanya?

Novel The Stardust Catcher ini merupakan salah satu novel yang kuincer begitu penerbitnya mempromosikan buku ini, saat melihat covernya, ungu dan ada gambar telapak tangan,  diatasnya  percikan-percikan seperti cahaya, ini membuatku langsung berbinar. Oke..kita tidak dapat melihat buku dari covernya seperti pepatah bilang “don’t Judge book by its cover” tetapi sepertinya kata-kata ini tidak berlaku untuk novel ini. Setelah membacanya saya langsung jatuh cinta seperti saat melihat covernya.

Saya menyukai tema-tema seperti fantasy, keluarga dan persahabatan. Dan ini semua ada dalam novel ini, apalagi dikemas dalam kehidupan modern,semakin membuatku menarik, tidak banyak novel Indonesia yang bergenre seperti ini

Kisah Joe yang sedang gelisah melihat kehidupan rumah tangga orangtuanya yang diambang kehancuran. Orangtuanya sepakat akan bercerai, dan Joe menganggap mereka egois hanya memikirkan kebahagiaan mereka tanpa memikirkan anak semata wayangnya.Setelah bercerai mereka akan menikah dengan calon pasangan masing-masing yang sudah mempunyai anak

Gue turut berbela sungkawa atas wafatnya status lo jadi anak tunggal (hal:17)

Di sisi lain Mela, sedang berjuang melawan penyakit Lupus nya. Dengan bekerja sebagai spa therapist di Bali, berupaya membiayai pengobatannya sekaligus membiayai kuliah adiknya. Sejak orangtuanya meninggal Mela hanya hidup berdua dengan adiknya. Mela seorang pekerja keras dan mandiri, selalu berusaha menyembunyikan penyakit yang di deritanya. Meskipun ada Oscar, langganan spa nya yang selalu berusaha membantunya, tetapi Mela menolak belas kasihan orang lain. Pembawaan Mela yang ceria, membuat orang tidak menyangka kalau sebenarnya ia sedang sekarat,ditambah dengan kepiawaiannya bermain kartu remi

“Kenapa hanya King Hati yang tidak punya kumis? Yah ..karena hanya dia yang sempat cukuran sebelum dilukis “

“Lalu kenapa hanya King Hati yang mengarhkan pedang ke kepalanya sendiri? Tentu saja dia minder tidak punya kumis, karena itu ingin bunuh diri”  (hal 19-20)

Joe dan Mela tanpa sadar sudah saling berhubungan melalui ask.fm, dengan akun “Mela Mela Mela (stardustcatcher) ” dan “Bukan Joe Taslim”. Ketika Joe berdarmawisata dengan teman-teman kuliahnya ke Bali, Joe terpisah dengan rombongannya. Dan dari sinilah kisah Joe, Sally Cinnamon dan Mela di mulai

Baca lebih lanjut

3 Komentar

Filed under Buntelan, Dalam Negeri, Novel Young Adult, Penerbit Gramedia, Review Buku

(Review) MALAM-MALAM TERANG

malamBelajar dari Kegagalan untuk Meraih Kemenangan

Judul Buku : Malam Malam Terang
Penulis : Tasniem Fauzia Rais & Ridho Rahmadi
Editor : Donna Widjajanto
Penerbit :PT.Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I : Desember 2015
ISBN : 978-602-032-454-8
Halaman : 244 hal

Harga buku : Rp 65.000 (Toko Bukupedia )

Rate : 4 off 5 star

“Jadilah bintang yang paling terang kelak, jangan menyerah “ (hal: 09 )

Blurb

Berawal dari kegagalan memperoleh nilai ujian akhir yang cukup untuk melanjutkan sekolah di SMA impiannya di Yogya, Tasniem gadis yang saat itu baru 15 tahun, menantang dirinya untuk merantau ke luar negeri. Berbekal restu sang ibu yang rela menjual sepetak tanah, ia berangkat ke Singapura melanjutkan sekolah dengan tekad memenangi apa yang “direbut” darinya.

Hidup di Singapura dan belajar di sekolah Internasional mengantarkan tasniem melihat dunia global. Di sisi lain, remaja belasan tahun ini juga didera cobaan hidup merantau; rindu kelarga,kesepian,terasing dan uang pas-pasan seringkali merayunya untuk menyerah dan pulang

Beruntung, Tuhan kirimkan tiga teman serantau; Cecilia asal China, Aarin asli India dan Angelina dari Indonesia. Empat sekawan ini sekalipun berbeda dalam keyakinan dan banyak hal lain, berhasil melewati suka duka dan sukses membangun persahabatan. Petualangan mereka menjadi suguhan menarik sarat makna.

Mampukah Tasniem memenangi apa yang menjadi tekadnya? Mampukah ia menjadi bintang yang paling terang

Ini adalah novel pertama yang ditulis oleh sepasang suami istri Tasniem Fauzia Rais dan Ridho Rahmadi. Novel ini rencananya akan dibuat dalam trilogy, bercerita tentang kehidupan Tasniem saat remaja, dewasa hingga nanti mengarungi kehidupan rumah tangga. Membaca buku ini seolah saya sedang berbicara langsung dengan sang penulis. Buku ini memang bercerita tentang kisah nyata penulis itu sendiri, yaitu Tasniem. Awalnya saya tidak tahu kalau Tasniem adalah adik dari Hanum Salsabila Rais, putri dari Tokoh bangsa Bapak Amien Rais. Sebagai penikmat buku-buku Hanum, pastilah saya langsung “interest” untuk membaca karya dari putri Amien Rais ini.

Saat mulai membaca halaman awal, saya langsung dibuat terpana dengan gaya bahasa yang berbeda, penulis meramu cerita ini dalam bahasa-bahasa ilmiah menggunakan istilah dalam pelajaran ilmu pengetahuan alam

Huruf “S” menjadi Squamata melata yang berancang-ancang menerkamku agresif (hal:6)

Akar tunggang pohon belimbing tua di depan kelasku tiba-tiba menjadi raksasa, mirip kaki Cephalopoda (hal:11)

Meskipun novel ini seperti novel biografi yang menceritakan sosok Tasniem, tetapi membacanya tidak akan pernah bosan, dalam setiap lembarannya terkandung banyak makna. Kalimat-kalimat inspiratif banyak bertebaran dalam novel ini. Jadi menurut saya ini lebih tepat disebut sebagai novel inspiratif

“Jadikanlah kegagalan sahabat terbaikmu, karena hanya dialah yang setia dalam mengingatkan untuk selalu berusaha yang lebih baik. Tanpanya,kamu tidak akan pernah maju” (hal: 65)

“Hari esok adalah bentangan luas sabana bagi para manusia yang yakin dan penuh rencana. Hari esok adalah semenajung harapan bagi pemimpi. Hari esok hanya untuk para pejuang yang pantang berhenti ‘tuk serahkan diri “(hal :100)

“Manusia yang paling cerdas, ialah manusia yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik mempersiapkannya” (hal : 178)

“Sebuah pertandingan adalah replika kerja keras pantang menyerah demi tercapai puncak idaman. Ia adalah sebuah proses, memenangkan proses itu sendiri lebih dahsyat daripada memenangkan skor pertandingan” (hal : 98)

Baca lebih lanjut

3 Komentar

Filed under Buntelan, Dalam Negeri, Penerbit Gramedia, Review Buku