Category Archives: Penerbit Gagas Media

Jejak Dedari

wp-image-747859604jpeg.jpeg
Judul Buku :Jejak Dedari
Penulis : Erwin Arnada
Editor: Alit Tisna Palupi
Penerbit : Gagas Media
Cetakan I : 15 November 2016
ISBN :979-780-860-0
Halaman : 324hal

Karma memang tak akan pernah menjauh dari kehidupan manusia. Apa yang diperbuat semasa hidup akan memantul kembali, berbuat baik akan berbuah baik, berbuat jahat akan berbalas jahat (halaman :319)

Ini adalah novel pertama dari Erwin Arnada yang kubaca. Setelah membaca novel ini, saya jadi tertarik untuk membaca novel sebelumnya. Novel pertama ditulis dengan judul Rumah di Seribu Ombak yang juga telah di filmkan, dimana penulis sekaligus sebagai sutradranya. Erwin Arnada bukan hanya seorang penulis, tetapi juga produser dan sutradara film. Beberapa filmnya menjadi box office di Indonesia.

Jejak Dedari ini merupakan prosa yang di narasikan dari skenario film. Jadi sebanarnya filmnya dibuat dahulu baru kemudian bukunya ditulis. Dan dikarenakan terkendala teknis, bukunya sudah launching terlebih dahulu, sedangkan filmnya direncanakan tayang di bulan Februari 2017.

Jejak Dedari mengangkat Bali dari sisi “gelap”. Selama ini Bali identik dengan keindahan pariwisata alam; pantai, laut,bukit sawah dan budayanya yang terkenal sampai mancanegara. Erwin Arnada sebagai seorang penulis dari Bali berusaha mengangkat kebudayaan masyarakat Bali yang mungkin belum banyak diketahui masyarakat umum. Ide cerita ini terinspirasi dari sebuah desa di Bali bagian utara, yaitu Desa Kolok. Di desa ini sebagian besar masyarakatnya mempunyai kelainan bisu dan tuli, secara turun temurun. penduduk yang bisu dan tuli itu dinamakan Masyarakat Kolok, mereka hidup dengan mitos-mitos yang mereka percayai sebagai bagian dari karma leluhur dan anak cucu mereka

Masa lalu yang kelam, perbuatan-perbuatan salah pada masa silam sepertinya menuntut bayar di hari kemudian (hal : 31)

Adalah Rare, seorang anak gadis yang mempunyai hambatan bisu dan tuli ,tinggal bersama ibu (Menak) dan bibinya (Uwa Ronji). Rare sekolah di SD umum yang juga menampung anak-anak bisu tuli seperti Rare atau istilahnya dinamakan SD inklusi. Pada suatu hari Rare dan teman-teman Kolok nya (istilah untuk orang yang bisu -tuli) dituduh meracuni minuman mereka yang normal sehingga mereka kesakitan dengan wajah yang bentol-bentol. Rare dituduh karena hanya dia sendiri yang tidak sakit. Masyarakat umumnya menganggap penduduk kolok sebagai orang yang mendapatkan karma dari leluhurnya, mereka terkena kutukan. Terutama Rare yang lahir bertepatan dengan Wuku Wayang, menurut tradisi Hindu di Bali anak yang lahir pada wuku wayang harus diruwat Nyapu Leger agar tidak mendapatkan kesialan sepanjang hidupnya. Dan ibunya belum melakukan upacara Nyapu Leger untuk Rare karena terkendala biaya. Rare adalah seorang gadis yang cantik ,pintar dan baik hati meskipun bisu dan tuli ia dapat mengikuti pembelajaran seperti anak normal lainnya, tetapi penderitaan datang silih berganti menyapanya. Beberapa tahun sebelumnya ayah Rare dihukum dengan dikeluarkan dari kampung mereka karena diketahui akan melakukan tindakan pelecehan terhadap Rare, dan sekarang Rare dikeluarkan dari sekolah karena dianggap bersalah.

wp-image-646438132jpeg.jpeg

 

Menak, ibunya Rare merasa prihatin dengan penderitaan yang dialami anaknya. Ia bertekad akan segera melakukan upacara ruwat Nyapu Leger untuk Rare agar, kesialan berhenti menimpanya. Meskipun dengan pengorbanan yang mungkin akan disesali seumur hidupnya, tetapi seorang ibu akan melakukan apapun untuk kebahagiaan anaknya. Pada saat bersamaan musibah juga melanda desa tersebut, kekeringan dan banyak hewan yang mati secara bersamaan. Mereka percaya, bahwa ini ulah Batara Kala yang sedang menjatuhkan bala di kampung tersebut, sehingga harus segera diadakan upacara dengan mementaskan Tarian Sanghyang Dedari. Tarian ini sakral, hanya boleh ditarikan jika desa membutuhkan pengampunan dan pertolongan kepada Ida Batara. Rare berharap dengan menjadi penari Sanghyang Dedari akan menghapus tuduhan “anak kutukan” yang melekat kepada dirinya. Dapatkan Rare menjadi penari Sanghyang Dedari ? Misteri apa yang terjadi di masa lampau hingga membuat penduduk di kampung Kolok menjadi bisu dan tuli secara turun temurun?

wp-image-1291653111jpeg.jpeg

Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Gagas Media, Penerbit Gagas Media, Review Buku

(Review) Mencari Tepi Langit

wp-image-279618447jpeg.jpeg

Judul Buku :Mencari Tepi Langit
Penulis : Fauzan Mukrim
Editor: Gita Romadhona
Penerbit : Gagas Media
Cetakan I : 2010
ISBN :979-780-411-9
Halaman :283 hal

Blurb

Pernahkan kamu mendengar teori turbulensi? Bahwa kepak sayap kupu-kupu di Kirgistan dapat menyebabkan badai di Pantura? Artinya, semesta ini semuanya saling berhubungan, berkaitan satu sama lain. Bermula dari sebuah e-mail, Horizon Shanti mendapati dirinya bukanlah siapa-siapa, bahkan juga untuk dirinya sendiri. Sebuah ruang di otak kanannya memberi sinyal, Senja-laki-laki yang baru ditemuinya itu-bisa diandalkan.

Senja tak pernah mengenal Santi sebelumnya. Namun, saat Shanti datang kepadanya, ia pun berharap mendengar sebuah akhir cerita bahagia. Hanya satu jalan yang tak bisa kau tempuh, hanya tepian langit. Pencarian menemukan kehilangan itu pun dimulai. Pencarian yang mungkin membuat mereka menyesal karena memulainya.

Novel ini saya peroleh dari ajang Blind Date  Book  Indonesia Festival Readers (IRF) yang dilaksanakan 10-11 Desember di Museum Nasional Jakarta. Sebenarnya saya beberapa kali mengikuti ajang blind date Book, dan terkadang buku yang saya peroleh tidak semua masuk kategori kesukaan saya. Tetapi mendapatkan buku “Mencari Tepi Langit” ini saya cukup surpraise dan senang. Buku sebagus ini, harusnya dari dulu sudah saya baca yaa 🙂

Saya suka covernya…sebagai reader dengan tipe judge a book by its cover tentunya cover itu salah satu yang menarik perhatianku sebelum membaca blurbnya.

Ada dua tokoh utama yang diceritakan di buku ini Horison Santi dan Senja Senantiasa. Melihat namanya saja, saya sudah penasaran, kenapa namanya berbau-bau alam..Senja dan Horison. Dan setelah beberapa halaman ,penulis menjelaskan latar belakang nama Senja. Mereka pertama kali bertemu saat Santi meminta pertolongan Senja untuk membantunya mencari orangtuanya. Santi tidak menyangka bahwa sebuah email yang tidak dikenalnya, mengaku bernama Tepi Langit, telah merubah segalanya. Santi yang menganggap selama ini ia tinggal bersama orangtua kandung, yang ternyata adalah orangtua angkat. Kenyataan yang sulit diterima setelah berpuluh tahun ia hidup di rumah tersebut. Akhirnya Santi mengambil tindakan untuk mencari orangtua kandung , yang entah di mana akan dicari. Hanya dengan berbekal nama dan kota asalnya yaitu Makasar

Sering dia berharap andai hidup seperti di film yang bisa dengan mudah diselesaikan bila tak kuat lagi menanggungnya. Atau dikasih jeda untuk istirahat sambil memikirkan sekuel selanjutnya (hal : 56)

Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Gagas Media, Penerbit Gagas Media, Review Buku

TRIK JUARA MENGATUR WAKTU

trik-juara-mengatur-waktuCARA MENGELOLA WAKTU AGAR LEBIH PRODUKTIF

Judul Buku :Trik Juara Mengatur Waktu
Penulis : Zivanna Letisha
Desainer dan ilustrator sampul:  Levina Lesmana
Penerbit : Gagas Media
Cetakan I :  April 2016
ISBN :979-780-858-0
Halaman :194 hal

Tahukah kamu bahwa kesuksesan seseorang tergantung pada bagaimana cara mereka mengatur waktunya? Setiap orang di dunia ini memiliki jatah waktu yang sama, 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 30 hari sebulan, dan 365 hari per tahun. Namun, ada pengusaha yang bisnisnya berkembang, ada juga yang tidak. Ada artis yang berhasil go international, ada juga yang one-hit-wonder saja. Ada yang jadi juara kelas, ada yang tidak. Kira-kira bagaimana, ya, para juara itu mengatur waktunya?

Ini adalah salah satu buku non fiksi favoritku, hampir 90 persen buku yang saya baca adalah fiksi. Bukan nya tidak suka dengan non fiksi, tetapi buku fiksi mampu memanjakan imajinasi saya melanglangbuana ke dunia lain…#halahbahasanya 🙂

Saya tertarik membaca buku ini, karena ini tentang waktu. Apa sih sesuatu yang sangat berharga? ternyata bukan materi, tetapi adalah waktu. Saya pernah berkhayal, andai waktu dapat diputar kembali atau andai kita dapat menghentikan waktu…jadi ingat film yang kemarin ku tonton, Dr.Stranger..salah satu adegan, tentang menghentikan waktu…

oke..back to review

Buku ini mengupas bagaimana mengelola waktu agar lebih produktif dan membuat hidup merasa lebih bahagia. Setiap orang berpotensi untuk menjadi sukses, tetapi selain usaha dan kerja keras, ada hal lain yang membedakan orang sukses dan orang biasa. Managemen waktu….setiap orang mempunyai waktu sehari yang sama atau menurut Zivanna dinamakan  “clock Time” yaitu 24 jam sehari. tetapi setiap orang menghasilkan sesuatu yang berbeda-beda.

Ada 7 hal yang dibahas dalam buku ini yaitu :

  1. Tic! Tock! : Pengertian Waktu dan Managemen waktu
  2. Knowing Your Problem : Permasalahan yang terkait Waktu
  3. Perbedaan Clock Time,Real Time dan the power of present moment
  4. Win Your Weekdays : Tips menjadikan Hari Kerja agar maksimal
  5. Win Your Weekends : Tips mengelola waktu di akhir pekan
  6. Habits For Winners : Kebiasaan yang baik akan membentuk rutinitas yang efektif
  7. The Secret Formula : Tips Meningkatkan Produktivitas dalam waktu seminimal mungkin

Baca lebih lanjut

6 Komentar

Filed under Non Fiksi, Penerbit Gagas Media, Review Buku