Category Archives: Penerbit Diva Press

(Review) Dark Romance

2017-04-13_22.46.06

ROMANTISME CINTA TERLARANG

Judul Buku :Dark Romance
Penulis : Zephyr
Editor:Muhajjah Saratini
Penerbit : Senja
Cetakan I :  Januari 2017
ISBN : 978-602-391-326-8
Halaman : 204 hal

Blurb

Seharusnya, cahaya dan kegelapan yang berpendar dari tubuh keduanya yang berasal dari bangsa berbeda akan saling menyakiti. Namun, yang terjadi pada pertemuan keduanya sungguh tak terduga.

Faye memejam, bersiap merasakan sakit ketika kegelapan pekat Eugene menyentuh pipinya. Namun beberapa detik telah berlalu dan tak ada rasa sakit sama sekali. Gadis itu termangu. Ia sama sekali tak merasakan sakit ketika devoile itu menyentuh kulitnya.

Eugene terperanjat melihat fyriel di depannya tak memberikan reaksi apa pun. Mata yang bersudut tajam itu melebar, menatap mata Faye yang berkilau bagai kristal berwarna ungu. Kulit yang disentuhnya pun terasa begitu lembut bagai sutra. Eugene membeku melihat bibir tipis Faye yang merekah berwarna jingga. Sesaat, kecantikan fyriel itu membiusnya.

Awalnya saya tahu buku ini dari info blogtour yang berseliweran di time line ku, penasaran dan aku membaca sinopsisnya. Sebagai pembaca genre romance fantasy, buku ini langsung memikatku, ternyata buku ini berjodoh, Saya menjadi salah satu pemenang giveaway ini. Terima kasih @Sharie dan @Divapress

Dikisahkan sebuah kerajaan Asyre yang dihuni oleh tiga bangsa yaitu bangsa devoile yang membawa sifat-sifat kegelapan, bangsa Fyrel yang membawa cahaya kebaikan yang berpendar di tubuhnya dan bangsa manusia yang membawa kegelapan sekaligus cahaya di hatinya. Suatu hari, manusia yang bernama Hayden, menemukan tambang Escudo, yaitu tambang kristal yang sanggup membunuh bangsa devoile yang kebal senjata. Hayden mengadu domba bangsa devoile dan Fyrel dengan memanfaatkan Escudo tersebut. Sebagai hukumannya Dewi Freya mengutuk Hayden dan bangsa manusia turun dari langit ke bumi, sedangkan bangsa devoile dan fyrel tidak pernah bersatu lagi. Kerajaan Asyre terpecah menjadi dua bagian ; Asyre timur dihuni bangsa fyrel dengan raja Atlura, Sang Cahaya terkuat dan Asyre barat dihuni oleh bangsa devoile dengan rajanya Zodic, sang Kegelapan terpekat. Mereka dipisahkan dengan daerah pembatas hutan Deep Forest.

Seorang gadis dari bangsa Fyrel yang bernama Faye, tersesat di hutan Deep Forest. Di hutan tersebut bertemu dengan seekor troll berkepala tiga yang berusaha menyerangnya, nyawa Faye terselamatkan oleh bangsa devoile yang bernama Eugene. Pertemuan pertama yang membawa keduanya pada perasaan cinta yang terlarang. Seharusnya cahaya dan kegelapan yang berpendar pada kedua tubuh bangsa fyrel dan devoile, jika bertemu akan saling menyakiti, tetapi hal tersebut tidak terjadi pada keduanya.

Ini gila. Aku bahkan tak mendapatkan satu literatur pun yang menyebutnya tentang percintaan antara fyrel dan devoile-dua bangsa yang begitu berlawanan. Hanya aku dan Eugene yang menorehkn sejarah semacam ini (hal :73)

Disisi lain sahabat baik faye yang sudah seperti kakanya sendiri,  Kyrion justru mencintai Faye. Sedangkan teman wanita Faye yang bernama Clarina mencintai Kyrion..cinta segi empat yang membuat baper, karena menyimpan kesedihan akibat tidak berbalas

Cinta bukan sesuatu yang bisa kau paksakan (hal :83)

Hubungan Faye dan Eugene dilakukan secara sembunyi-sembunyi di hutan Deep Forest. Dan akhirnya hubungan mereka diketahui Raja Atlur dan Raja Sodic, dan ini menimbulkan kemarahan kedua belah pihak kerajaan, hingga peperanganpun terjadi.

Bagimana kelanjutan hubungan Faye dan Eugene, apakah mereka akan bisa bersatu? Saya ga akan spoiler…yang jelas endingnya ini diluar dugaanku…dan ini jadi salah satu nilai plusnya… Baca lebih lanjut

Iklan

2 Komentar

Filed under Penerbit Diva Press, Review Buku, Senja

(Book Review) Reruntuhan Musim Dingin

wp-image-1664727900jpeg.jpeg

Memaknai Cinta Melalui Karya Sastra

Judul Buku : Reruntuhan Musim Dingin
Penulis : Sungging Raga
Penyunting: Ainini
Penerbit : DIVA Press
Cetakan I : Januari 2016
ISBN :978-602-391-079-3
Tebal Buku: 204 hal

Sastra adalah seni yang memangsa dan menjarah. Apa yang dijarahnya adalah kehidupan. Tak ada sastra yang ditulis dari ruang hampa, sastra  senantiasa ditulis di atas kanvas kenyataan (hal:11)

Kata Pengantar yang disampaikan Tia Setiadi (Penyair dan Kritikus Sastra) dalam buku Reruntuhan Musim Dingin menjelaskan bahwasanya karya sastra adalah lukisan kenyataan yang digelar di atas kanvas kertas dengan kalimat metafor dan simbol yang diberaikannya sehingga terkadang sulit dideteksi penjarahannya. Karya sastra adalah hasil perenungan atau refleksi dari kehidupan sehari-hari. Seperti halnya tentang Cinta yang disampaikan Sungging Raga melalui kumpulan cerita pilihan Reruntuhan Musim Dingin.

Kisah cinta dalam dunia cerpen adalah hal biasa tetapi melalui cerita-cerita yang disampaikan oleh Sungging Raga kisah cinta tidak membuatnya klise. Alur cerita yang berkelok-kelok, naik turun, terkadang pembaca juga dikejutkan dengan tikungan yang menukik tajam. Hingga di akhir cerita pembaca bisa tersenyum,terdiam,atau bahkan menangis. Tata bahasa yang indah dan absurd menjadi daya tarik pembaca, seperti terlihat dari judul-judul : Selebrasi Perpisahan, Dermaga Patah hati, Melankolia Laba-Laba, Abnormaphobia, Lovelornia 

Ada 22 cerita dalam kumcer ini, dan semuanya mempunyai tema sama yaitu cinta , tetapi Sungging Raga mengemas cerita dalam tokoh,setting dan kisah yang berbeda keabsurdannya. Seperti cerita Rayuan Sungai Serayu , dikisahkan tentang kehebohan Sungai Serayu yang tiba-tiba raib, jalur sungai bukan hanya mengering,tetapi juga tanahnya menjadi datar seperti tanah biasa. Hal tersebut dikarenakan Sungai Serayu telah berubah wujud menjadi seorang gadis cantik. Gadis itu sedang merayu seorang pemuda, yang tidak percaya, bagaimana mungkin sungai dapat berbicara seperti layaknya manusia.Kisah cinta yang absurd antara sebuah sungai dengan manusia. Kisah yang mirip pada cerita Melankolia Laba-Laba, kisah seekor Laba-laba yang mencintai seorang manusia yang selalu dilihatnya di kamarnya.Di akhir kisah ketika manusia itu mati, berubah menjadi laba-laba . Atau kisah bunga Edelweis dalam cerita Sihir Edelweis, seorang pemuda yang mencintai perempuan jelmaan dari bunga edelweis

Kisah lain yang kuanggap absurd yaitu  Biografi Sepasang Rangka; berkisah tentang kehidupan mayat di kuburan yang sudah menjadi rangka. Kisah cinta sepasang rangka hingga mereka menikah, kuburan menjadi ramai karena pesta pernikahan yang dilaksanakan seperti halnya pernikahan di dunia nyata ada musik,lampu,makanan.  Untuk cerita terakhir ini, jangankan berimajinasi perihal kisah cinta seperti sepasang rangka tersebut, membayangkan dunia kematian saja rasanya tidak sanggup. Padahal itu adalah satu-satunya hal yang pasti di kehidupan ini sesuai pesan yang terkandung  dalam cerita Tak ada Kematian di Alaska. Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Penerbit Diva Press, Review Buku

(Book Review) Seaside

seaside.jpeg

Ketika Dendam Mengikis Hati Nurani

Judul Buku : Seaside ; dendam takkan pernah terhapus waktu
Penulis : Ziggy  Zezsyazeoviennaazabrizkie
Penyunting: Misni Parjiati
Penerbit : Senja
Cetakan I : 2016
ISBN :978-602-391-263-6
Halaman : 236 hal

Blurb

Awalnya, dia hanya gadis biasa. Juga mulai terbiasa menghadapi guncangan besar ketika ayahnya masuk penjara akibat ulah musuh-musuhnya. Tapi, begitu dibutakan oleh amarah, dia mulai mengumpulkan setiap informasi dan menyusun rencana balas dendam.

Gadis itu membuat kesepakatan dengan iblis. Langkah penuh risiko dia lalui, dibantu oleh seseorang yang masih misterius.

Satu demi satu targetnya berjatuhan. Dan dia menikmati setiap tetes darah yang mengalir di tangannya. Apakah masih ada tempat untuk nurani? Apakah dia masih mampu memaafkan

Ini adalah buku kedua karya Ziggy yang kubaca, sebelumnya saya pernah membaca  “Jakarta Sebelum Pagi”. Buku Seaside ini berbeda sekali dengan buku yang kubaca sebelumnya, genre thriller yang ditulis Ziggy kali ini lebih saya sukai.

Berbicara dendam, itu salah satu hal yang mengerikan. Karena dendam dapat membuat orang melakukan apa saja untuk membalas dendamnya, saat dendam kita pupuk laksana api yang disiram minyak, semakin membara.

Seperti tokoh Aku dalam buku Seaside ini, diceritakan awalnya hanya seorang gadis biasa yang kuliah jurusan hukum di Bandung. Dan semuanya berubah ketika ayahnya yang seorang pengacara difitnah hingga dipenjarakan saat sedang berusaha membongkar korupsi pejabat negara. Tokoh Aku sebelum kuliah di Bandung, tinggal bersama ayahnya di Lampung. Sejak ayahnya berada di rumah tahanan Jakarta, ia sering berkunjung seminggu sekali ke Jakarta. Gadis itu tidak terima ayahnya yang tidak bersalah dipenjarakan, oleh sekelompok pejabat yang tidak ingin praktik  korupsinya terbongkar. Secara diam-diam ia mencari orang-orang yang dapat diajak kerjasama untuk membalas dendam

Mata dibalas mata ? Why shoul i be satisfied with their eyes if i can make them pay with their blood?  (hal:45)

Orang pertama yang ditemui untuk mulai menjalankan aksinya adalah Iman (Information man). Iman memberikan link tentang orang-orang  yang dapat membantunya. Antara lain Anon, meski itu bukan nama sebenarnya. Selama menjalankan misinya gadis itu tidak memberikan nama aslinya kepada mitra bisnisnya demikian juga sebaliknya. Gadis itu telah membuat perjanjian dengan iblis.

Anon melatih gadis itu ilmu beladiri, cara menggunakan senjata tajam maupun pistol. Sebelumnya gadis itu telah melakukan latihan fisik di Gym dengan personal trainer yang bernama Alisha, ini menjadi dasar untuk pelatihan fisik yang lebih berat. Setelah gadis itu terlatih dengan baik, dia justru membunuh pelatihnya sendiri, ia khawatir rahasianya terbongkar. Dan ini adalah pembunuhan pertama yang dilakukan gadis itu. Sampai disini saya sudah mulai ngeri, bagaimana mungkin dengan mudahnya dia membunuh seseorang yang tidak bersalah, bahkan yang sudah membantunya, hanya karena kekhawatiran? Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Novel Thriller, Penerbit Diva Press, Review Buku

Review : HOME (Saling Menjauh tapi Saling Merindu..)

homeJudul Buku                 : HOME

Penulis                        : IVA AFIANTI

Editor                         : ARINI HIDAJATI

Penerbit                     : DIVA Press

ISBN                            : 978-602-255-300-7

Cetakan I                    : SEPTEMBER 2013

Halaman                     : 388 Hal

Menjual rumah ini bukan hanya menjual sebuah bangunan fisik. Bagi saya, rumah ini adalah kenangan, sejarah, cinta, dan… kehidupan itu sendiri. Pada setiap dinding, ruang, dan lekuk likunya, ada cerita tersendiri. Pahit, manis, asam, getir, semua lengkap.”

“Sejak dulu, saya selalu berusaha bersetia pada setiap kenangan itu. Lalu, ketika sekarang suami saya begitu ingin menjualnya, di mana lagi saya akan meletakkan semua kenangan itu? Hati saya jelas tak mampu menampung semuanya…. Saya, dan kami, perlu sesuatu yang berwujud untuk mewadahi kenangan itu.”

“Benarkah Kurt ingin menjualnya karena rumah itu kini hanya menyimpan pedihnya sunyi semenjak anak-anak mereka meninggalkan mereka berumah tangga dan berjauhan?

“Truly, bisakah kau membantu memecahkan kebekuan ini?”

***

Sebuah novel unik dan sangat menyentuh. Menyadarkan akan pentingnya hakikat cinta, ketulusan, kegairahan, kasih sayang, dan juga nilai kebersamaan. Dan, terutama arti sebenarnya dari sebuah rumah bagi kita semua.

Buku ini kuperoleh saat komunitas buku mengadakan event dalam rangka menggalang donasi, diantara beberapa buku yang ditawarkan, salah satu yang membuatku tertarik adalah novel karya Iva Afianti berjudul “HOME”.  Saat saya membaca sinopsis di belakang buku ini, entah mengapa bertepatan juga dengan suasana hatiku, yang saat itu juga sedang gundah gulana memikirkan sebuah rumah, yang sudah kutempati seumur anak saya (baru 8th) dan harus kutinggalkan. Dan ini menambah “feel “saya, saat membaca buku ini 🙂

Kisah ini berawal dari kegundahan sepasang suami istri  (Kurt dan Bea) yang sudah lanjut usia yang merasa anak dan mantunya menjauh dari mereka , sehingga sang suami memutuskan untuk menjual rumah yang saat ini mereka tempati. Rumah yang sudah ditempati oleh beberapa generasi sebelum mereka, Rumah besar dengan gaya Belanda ini memang warisan turun temurun dari nenek moyang mereka. Tetapi kenapa Kurt berkeras untuk menjualnya?? Benarkah hanya karena rumah itu terlalu besar untuk dihuni hanya dua orang yang sudah usia senja, sehingga kesulitan untuk merawatnya? Benarkah mereka hanya ingin pindah ke sebuah rumah yang lebih kecil dan tidak ditengah kota seperti sekarang? ataukah karena ada alasan lain yang disembunyikan mereka? Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Marriage Novel, Novel Drama, Penerbit Diva Press, Review Buku