Category Archives: Dalam Negeri

Blogtour-Giveaway : Khadijah

 

cover khadijah

Judul Buku      : Khadijah : First Love Never Dies
Penulis             : Irfa Hudaya
Penerbit           : Tinta Medina, Creative Imprint of Tiga Serangkai
Cetakan I         : April 2019
ISBN                  : 978-623-7011-89-7
Tebal                 : xiv,  258 halaman

 

Blurb

Khadijah menyimpan sebongkah cinta terhadap seorang lelaki yang terkenal dengan kejujurannya. Namun, wanita yang sudah pernah menikah itu ragu-ragu, apakah cintanya punya hak mendapat balasan serupa?

Dirinya urung menyatakan keinginan untuk menikahi Muhammad. Sayangnya, rasa sejernih mutiara itu malah membesar. Dengan tekad yang bulat, Khadijah menemui sepupunya, Waraqah bin Naufal.

Hati Khadijah semakin kuat setelah pertemuan itu. Lantas, akankah cintanya berbuah manis? Apakah kehadiran Khadijah dalam kehidupan Muhammad mempunyai peran yang besar?

Pembahasan tentang cinta memang tidak pernah habis dikupas, banyak buku yang menjadikan cinta sebagai tema utama. Dalam buku Khadijah First Love Never Dies juga mengambil tema cinta, namun ini berbeda dengan cerita cinta pada umumnya. Kisah cinta sejati wanita agung dengan manusia mulia Nabi Muhammad Saw. Buku ini bukan buku biografi Khadijah (istri Rasulullah),meskipun menceritakan kisah hidup Khadijah dari semenjak gadis hingga meninggal dunia, buku ini masuk dalam kategori fiksi bergenre novel religi.

Khadijah adalah seorang gadis yang cantik dan berakhlak mulia. Dengan latar belakang keluarga yang kaya raya, terpandang dan dermawan menjadikan Khadijah impian dari para pemuda maupun orangtua untuk dapat menjadi bagian dari keluarga Khuwailid. Namun orangtua Kadijah memilihkan pemuda untuk putrinya tidak berdasarkan harta atau kekayaan saja, namun yang utama adalah akhlaknya. Pilihannya jatuh pada Abu Halah an-Nabbasyi bin Zuriah, seorang pemuda yang kaya dan mempunyai akhlak mulia. Khadijah mempunyai dua orang anak dari pernikahan dengan Abu Halah yaitu Halah dan Hindun. Kebahagiaan Khadijah tidak berlangsung lama, suaminya sakit dan meninggal dunia meninggalkan kedua putranya yang masih kecil.

Orangtua Khadijah memintanya untuk menikah lagi agar anak-anak mempunyai ayah. Khadijah menyetujui pilihan orangtuanya untuk menikah dengan Athiq bin Aidz Makhzumi. Dari pernikahan dengan Athiq,ia melahirkan bayi perempuan cantik yang diberi nama Hindun. Pernikahan Khadijah dan Athiq juga tidak berlangsung lama, karena Athiq tewas dalam peperangan antar suku.

Sepeninggal suaminya yang terakhir Khadijah fokus mengurus ketiga buah hatinya, Halah,Hindun dan Hindun binti Athiq Aidz Makhzumi. Khadijah sesekali juga belajar perniagaan kepada ayahnya, ia belajar bagaimana mengelola harta peninggalan suami-suaminya dan harta dari ayahnya agar tidak habis dan lebih bermanfaat bagi orang lain. Khadijah selain dikenal sebagai wanita berakhlak mulia juga dikenal cerdas dalam berdagang.

Setelah orangtuanya meninggal Khadijah mengelola sendiri perniagaan yang diwariskan ayahnya. Suatu hari Khadijah memerlukan pemimpin kafilah yang baru untuk memimpin kafilah perdagangan ke negeri Syam. Ia memilih seseorang yang dapat dipercaya untuk mengelola perniagaanya, dan atas usulan dari asistennya, dipilih Muhammad untuk menjadi pemimpin kafilah

“Khadijah mengulang nama itu.Sebuah nama yang tiba-tiba saja seperti menyentuh hatinya. Sebuah nama yang mampu membuat dada Khadijah menghangat” (hal 47)

Sejak pertemuan pertama dengan Muhammad, hati Khadijah galau sekaligus berbunga-bunga setiap mengingat Muhammad. Khadijah baru mengalami perasaan seperti itu. Ia menyadari statusnya dan terpaut usia  cukup jauh dengan Muhammad, yang kemungkinan akan lebih memilih seorang gadis daripada dirinya. Akhirnya setelah mendengar nasihat Waraqah bin Naufal (sepupunya) tentang perasaanya, Khadijah memberanikan diri mengutus Nafisah (kerabatnya) untuk menemui Muhammad.

Akankah Muhammad langsung menerima niat baik Khadijah untuk menikah dengannya? Bagaimana peran Khadijah dalam kehidupan Muhammad ?

Novel ini sangat recommended dibaca, kisah romansa kedua insan mulia ini patut menjadi teladan khususnya bagi muslimah. Dari Khadijah kita dapat belajar menjadi seorang istri yang baik untuk suami, ibu yang menjadi teladan bagi anak-anaknya. Kehidupan rumah tangga Khadijah dan Muhammad yang diwarnai dengan keindahan dan perjuangan juga dapat menjadi teladan bagi pasangan suami istri di zaman sekarang. Dialog antara Khadijah dan anaknya maupun kepada khadimatnya saat mengajarkan makna ketuhanan, menurut saya sangat bagus untuk dipraktikan bagi kaum ibu. Kedekatan Khadijah dengan anak-anak maupun dengan sang ibu menyentuh hati. Seorang ibu memang guru yang utama dan pertama bagi anak-anaknya. Khadijah menyadari hal tersebut, sehingga tidak membiarkan anak-anaknya diasuh atau disusui oleh orang lain,sebagaimana budaya arab pada masa itu.

Novel Khadijah First Love Never Dies begitu menyentuh hati, penulis mampu menuliskan kata-kata yang mampu merasuk kedalam hati pembaca dengan quote-qoute yang indah. Bukan hanya qoute yang  indah, namun cover buku ini juga cantik, gambar hati, bunga dengan warna yang pink cukup mewakili isi novel ini.

Ada beberapa qoute atau dialog antara Khadijah dan anaknya yang kusuka , antara lain :

Tuhan kita ingin kau semakin cerdas, jika kau berpikir lebih keras.Tuhan suka kepada manusia yang suka berpikir (hal :31)

Laki-laki sejati itu selalu bertindak kesatria. Tidak memandang pada si miskin atau kaya, laki-laki atau perempuan.Jika seorang kesatria melakukan kesalahan dia pasti mau minta maaf dan bertanggung jawab (hal : 53)

Sungguh rugi jika kita hanya menuruti nafsu duniawi. Takkan ada habisnya (hal : 113)

Bahagia adalah ketika kita tersentuh atas apa yang Tuhan berikan, kemudian mensyukuri segala anugerah itu (hal : 113)

Semoga dengan membaca novel ini akan makin meningkatkan keimanan kita dan kecintaan kepada rasulullah Muhammad SAW.   Baca lebih lanjut

Iklan

9 Komentar

Filed under Blogtour-Giveaway, Dalam Negeri, Novel Religi, Review Buku

Resensi Buku : Anak Obesitas

Anak Obesitas, Rabu 5 Des 18

PANDUAN MERAWAT ANAK OBESITAS

Judul Buku      : Anak Obesitas : Dampak Kesehatan dan Perkembangan
Penulis             : dr. Rendi Aji Prihaningtyas, dkk
Penerbit           : PT. Elex Media Komputindo
Cetakan I        : 2018
ISBN               : 978-602-04-5981-3
Tebal               : 196 hal

Peresensi         : Siti Nuryanti

Kisah seorang anak bernama Arya Permana, dari Karawang, Jawa barat, yang dinobatkan sebagai anak paling gemuk didunia dengan berat badan 192 kg menjadi permasalahan serius tentang obesitas di Indonesia. Pada umumnya kaum ibu di Indonesia bangga apabila memiliki bayi yang gemuk, lucu dan menggemaskan, mereka berpendapat bahwa anak yang gemuk dan banyak makan itu sehat. Namun perlu waspada apabila anak memiliki badan berlebih dan masuk dalam kategori obesitas. Overweight adalah kelebihan berat badan diatas normal, sedangkan obesitas adalah kelebihan berat badan yang lebih berat dan berisiko menimbulkan penyakit.

Saat ini obesitas pada anak menjadi permasalahan epidemik di seluruh dunia. Menurut data WHO pada tahun 2013 menyatakan bahwa persentase anak obesitas di Indonesia tertinggi di wilayah ASEAN. Pada tahun 2013, menurut Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS), obesitas di Indonesia terjadi pada 8,8% anak usia 5-12 tahun dan 2,5% pada usia 13-15 serta makin menurun pada usia 16-18 tahun sebesar 1,6% (hal :  3)

Obesitas terjadi akibat dua faktor yaitu faktor eksogen (perilaku makan yang salah, penggunaan obat-obatan tertentu) dan faktor endogen (sindrom genetik, kelainan endokren dan monogenic genes). Jika orangtua yang memiliki kelebihan berat badan, maka risiko terjadinya kelebihan berat badan pada anak sebesar 40%, dan jika orangtua menderita obesitas, maka risiko terjadinya obesitas pada anak meningkat menjadi 70-80%  (hal:56) Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Dalam Negeri, Non Fiksi, Penerbit Elex Media, Resensi Media Cetak, Review Buku

Resensi Buku : BERDAMAI DENGAN KANKER

Berdamai dengan kanker, Senin 8 Okt hal 1

 

INSPIRASI DARI KISAH PARA PENYINTAS KANKER

Judul Buku     : Berdamai Dengan Kanker
Penulis            : Rahmi Fitria
Penerbit         : PT Elex Media Komputindo
Cetakan I        : 2018
ISBN                : 978-602-04-5330-9
Tebal              : 205 hal

Peresensi       : Siti Nuryanti

Penyakit kanker adalah salah satu penyakit yang mematikan. Menurut WHO, kanker merupakan penyebab kematian nomor tiga di Indonesia. Kanker ibarat monster yang membuat siapapun yang mendengar namanya bergidik ngeri dan bagi penderitanya seolah lonceng kematian yang kapan saja dapat menjemputnya. Berbagai metode pengobatan untuk menyembuhkan penyakit kanker dijalani dari mulai operasi, obat-obatan, kemoterapi, radiasi dan lain sebagainya.  Serangkaian pengobatan tersebut, selain membutuhkan biaya yang tidak sedikit, juga waktu yang lama dan kesabaran menghadapi rasa sakit saat pengobatan.

Buku Berdamai dengan Kanker merupakan kisah nyata dari para penyintas kanker, termasuk penulis sendiri Rahmi Fitria yang bertahan dari kanker payudara. Rahmi Fitria menjalani pengobatan Self Healing. Pusat kesehatan terpadu HanaRa di Bandung, menjadi tempat pengobatan Rahmi dan juga Kakaknya yang terkena kanker ovarium stadium empat. Metode pengobatan di HanaRa dengan “memanfaatkan kecerdasan alami tubuh (body intelligence) melalui teknik kinesiologi untuk membantu mengukur pemulihan kesehatan seseorang” (hal :24).  Menurut dr Hanson Barki, dari HanaRa bahwa tubuh manusia perlu didengarkan agar optimal potensinya. Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Dalam Negeri, Non Fiksi, Penerbit Elex Media, Resensi Media Cetak, Review Buku, Tak Berkategori

Resensi : MERAWAT INDONESIA

Radar sampit, 24 juni 2018

MEMUMPUK NASIONALISME DENGAN BELAJAR SEJARAH

 

Judul Buku      : Merawat Indonesia; Belajar dari Tokoh dan Peristiwa
Penulis             : Lukman Hakiem
Penerbit           : Pustaka Al-Kautsar
Cetakan I        : 2017
ISBN               : 978-979-592-789-1
Tebal               : 328  hal

Peresensi       : Siti Nuryanti

 

Presiden Soekarno pernah berkata bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah bangsanya sendiri. Sejarah adalah serpihan kenangan masa lalu tentang sebuah peristiwa dan tokoh-tokoh yang terlibat di dalamnya. Pada serpihan peristiwa masa lalu banyak mengandung pelajaran yang bermanfaat untuk membangun masa depan. Namun seringkali orang terlena dengan masa sekarang dan melupakan sejarah. Pada masa sekolah, salah satu pelajaran yang kurang menarik bagi siswa adalah pelajaran sejarah. Mata pelajaran sejarah memang identik dengan menghafal nama-nama tokoh, tempat dan waktu terjadinya peristiwa. Apabila cara penyampaian materi guru hanya menyuruh siswa untuk membaca atau menghafal tentu sangat membosankan, perlu inovasi dan kreatifitas guru agar pelajaran sejarah menjadi menarik dan siswa dapat mengambil manfaat dari peristiwa masa lampau tersebut.

Negeri ini menyimpan banyak pelajaran dari kisah perjuangan masa lalu para tokohnya, tentang prinsip hidup,semangat dan kesederhanaan yang semuanya menjadi faktor penting dalam terbentuknya NKRI.

Buku Merawat Indonesia; Belajar dari Tokoh dan Peristiwa berisi kisah menarik yang penuh keteladanan dari para tokoh pendiri bangsa dan peristiwa penting dalam sejarah yang tidak banyak diketahui masyarakat umum.

Salah satu peristiwa bersejarah yang jarang diketahui khalayak ramai yaitu terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Setiap tanggal 17 Agustus diperingati sebagai hari ulang tahun Kemerdekaan Indonesia, karena pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamirkan Kemerdekaan. Namun tidak banyak mengetahui bahwa tanggal 17 Agustus 1950 adalah lahirnya NKRI. Setelah merdeka pada tahun 1945, jalan menuju pemindahan kekuasaan memerlukan waktu, pemikiran dan keringat serta darah yang tidak sedikit. Sebelum terbentuk NKRI, negara ini berbentuk federasi yang dikenal dengan Republik Indonesia Serikat (RIS). Negara RIS terdiri dari Republik Indonesia, Negara Kalimantan dan Negara Indonesia Timur. Setelah melalui serangkaian perjanjian, pada tanggal 17 Agustus 1950 negara-negara bagian termasuk RI melebur menjadi satu negara baru bernama NKRI. Jadi apabila kita mengetahui sejarah, seharusnya pada saat memperingati hari kemerdekaan secara implisit juga memperingai hari terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Baca lebih lanjut

Tinggalkan komentar

Filed under Dalam Negeri, Non Fiksi, Resensi Media Cetak, Review Buku

RESENSI : Bidadari Untuk Dewa

bidadari

INSPIRASI DARI  KISAH HIDUP ENTERPRENUER MUDA

Judul Buku      : Bidadari Untuk Dewa
Penulis             : Asma Nadia
Penerbit          : KMO Publishing
Cetakan I        : Oktober 2017
ISBN               : 978-602-504-410-6
Tebal              : 528 hal

Dewa adalah salah satu dari anak muda fenomenal dan penuh kejutan, kisah hidupnya mirip permainan  Russian Roullete. Dari anak muda yang dikagumi karena menghasilkan uang satu milyar lalu terjerembab hutang delapan milyar. Namun kebangkrutan tidak membuatnya menyerah

Dewa Eka Prayoga tercatat sebagai mahasiswa jurusan kimia Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.  Kehidupan ekonomi yang memaksa Dewa untuk berfikir kreatif agar biaya kuliah terpenuhi. Pijakan pertama Dewa menjadi guru pada sebuah lembaga bimbingan belajar.

Dewa mengikuti kompetisi wirausaha di kampusnya, dimana pemenangnya akan diberi modal usaha sesuai proposal yang dibuat. Dua tahun berturut-turut mengikuti kompetisi tersebut dan menjadi pemenangnya . Hadiah yang diterimanya digunakan untuk membuka usaha kafe khusus anak muda dan usaha katering.  Dengan prestasi yang diraihnya Dewa sering diundang menjadi motivator berbagai seminar kampus di berbagai daerah. Dewa dikenal sebagai enterprenuere muda, pendapatannya makin bertambah.

Suatu hari, ibunya terjerat hutang rentenir sebesar empat puluh lima juta, dan harus segera dibayar apabila tidak ingin rumahnya disita. Kemudian Dewa menulis buku tentang tips marketing sesuai dengan yang telah dipraktikan. Bukunya best seller dan mendapatkan penghasilan yang lebih dari cukup untuk melunasi hutang ibunya.

“ Ternyata masalah bukan beban melainkan cara Allah membangunkan hamba-hambaNya supaya menemukan potensi terbaik (hal: 133)

Usaha kafe dan Katering yang dirintis Dewa, mulai sepi dan mengalami kemunduran. Dewa beralih melakukan investasi dengan temannya yang bernama Ruslan. Investasi ini berupa pengadaan laptop yang dikirim ke instansi pemerintah dengan sistem bagi hasil. Dalam jangka waktu delapan bulan Dewa berhasil berhasil menjaring  enam ratus delapan puluh lima (685) investor dengan total investasi 7,8 milliar. Dewa menjadi agen terbesar dalam jaringan usaha Ruslan. Prestasi ini makin melambungkan namanya di berbagai kalangan, kampus,masyarakat hingga pengusaha. Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Asma Nadia, Dalam Negeri, KMO Publishing, Resensi Media Cetak, Review Buku

Resensi Buku Cara Berpikir Suprarasional

 

Print

UPAYA MENDAPATKAN REZEKI DARI JALAN YANG TAK TERDUGA

Judul Buku : Cara Berpikir  Suprarasional
Penulis : Raden Ridwan Hasan Saputra
Editor : Muh. Iqbal Santosa
Penerbit : Republika Penerbit
Cetakan I : April 2017
ISBN : 978-602-0822-68-6
Tebal : X + 178 hal

Peresensi : Siti Nuryanti

Setiap orang menginginkan rezeki yang berlimpah. Berbagai cara ditempuh untuk mendapatkan kekayaan, dari cara-cara rasional seperti bekerja atau investasi hingga cara irasional seperti meminta bantuan makhluk gaib.  Kita dapat memperoleh rezeki  yang berlimpah apabila kita mampu mengubah cara berpikir kita

Cara berpikir manusia dibagi menjadi empat yaitu (1)natural yaitu berpikir secara alamiah, sifatnya rutin tanpa adanya inovasi atau antisipasi masalah, (2) rasional ; menggunakan inovasi dengan melibatkan nalar, (3) supranatural ; cara berpikir dengan meminta bantuan makhluk gaib untuk menyelesaikan masalah, seperti sesajen, susuk, akhirnya dapat mengarah perbuatan syirik  (4) suprarasional

Cara berpikir Suprarasional adalah cara berpikir orang rasional yang dipakai ketika menghadapi masalah yang sangat sulit bahkan tidak dapat diselesaikan dengan cara berpikir rasional.  Suprarasional menjadikan faktor gaib dalam hal ini adalah Allah Swt, sebagai faktor yang sangat dipertimbangkan dalam mengambil keputusan atau tindakan.

“Kuasailah cara berpikir suprarasional jika kita ingin menjadi orang-orang yang mempunyai karya besar” (hal:1)

Sebagai contoh seorang petani yang mempunyai pola pikir natural, hanya berpikir  menanam, merawat dan kemudian memanen, hasilnya langsung dijual ke tengkulak. Jika berpikir rasional, petani tersebut membuat inovasi, misalnya dengan membuat nilai tambah dari produk yang dihasilkan , sehingga nilai jualnya lebih tinggi.  Petani yang berpikir suprarasional , setelah melakukan usaha rasional secara maksimal, akan diimbangi dengan pendekatan kepada Allah Swt antara lain; sholat sunat (duha, tahajud,rawatib), puasa sunah, zakat , sedekah, infak dan ibadah ritual lainnya. Dengan mendekatkan diri kepada Allah Swt, rezeki akan datang dari arah yang tidak terduga, seperti dalam firman Allah QS : Ath-Thalaq ayat 2-3

Siapa saja yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya…” (hal : 48)

Buku ini mengajak pembaca untuk menghadapi kehidupan dengan cara berpikir suprarasional . Jika masyarakat yang berpikir suprarasional semakin banyak di negeri ini, Insya Alloh Indonesia akan menjadi negara yang baldatun thoyibatun warrobun ghofur atau negara yang subur, makmur, adil dan aman.

 

*) Resensi ini dimuat pada harian Kedaulatan Rakyat edisi Senin, 20 November 2017

Tinggalkan komentar

Filed under Dalam Negeri, Non Fiksi, Penerbit Republika, Resensi Media Cetak, Review Buku, Tak Berkategori

(Blogtour-Giveaway) MENGGAPAI MENTARI

Judul Buku : Menggapai Mentari

Penulis  : Murid Mentari Intercultural School, Jakarta

Ilustrasi Cover : Angela Steffany Budi

Ilustrasi dalam : Murid FunArt Semarang

Editor : Karyna Pramesthi

Penerbit : Funtastic-M&C Gramedia

Cetak Pertama : Oktober 2017

ISBN : 9786024286552

Tebal Buku : 167 hal

Blurb

Langit Indonesia sedang kelam. Orang-orang bermuram durja. Pasti karena isi surat kabar dan televisi yang membuat hati gundah. Banyak yang tidak lagi percaya, mentari bisa terbit lagi di langit yang gelap.

Tapi, anak-anak bangsa berlarian, bahu-membahu, menggapai sang mentari. Mentari ini yang akan mereka taruh di langit, supaya cahayanya bisa kembali menerangi seluruh Indonesia. Sehingga, terlihat lagi, Indonesia yang penuh warna, harapan dan cerita.

Inilah persembahan kisah untuk Bangsa Indonesia

Buku Menggapai Mentari yang ditulis oleh 18 (delapan belas) murid Sekolah Dasar Mentari Intercultural School menepiskan anggapan bahwa anak-anak Indonesia hanya bisa bermain gadget atau main game. Anak-anak ini membuktikan bahwa mereka juga peduli dengan berbagai isu sosial yang ada di negeri ini. Buku ini berisi delapan belas cerita yang mengangkat tema keberagaman, toleransi, nasionalisme, persahabatan dan makna pancasila di mata anak-anak.  Sebuah tema yang sebenarnya tidak ringan untuk anak-anak, tetapi mereka mampu menuliskan dengan bahasa sederhana dan ringan sehingga mudah dicerna oleh anak-anak usia SD. Diperkaya dengan ilustrasi yang indah, membuat buku ini makin menarik.

Saat membaca buku ini, saya kagum dan bangga tidak menyangka ide cerita ini ditulis oleh anak-anak. Mereka paham bagaimana makna pancasila melalui cerita yang ditulis oleh SYAHIRA NUR RANIA dengan judul Kita Pancasila dan Menjelajah Pancasila di Sekolah oleh SHERAZADE NURUL AMIRA PRASETYO.  Kedua penulis ini berusaha menyampaikan bahwa memaknai Pancasila itu bukan hal yang sulit, Pancasila bukan hal yang ada di awang-awang. Sherazade memberi contoh dengan melihat lingkungan sekolahnya, dari sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa sampai dengan sila ke-5 dapat dilihat dalam lingkungan sekolah. Pancasila ada dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kisah Tak Kenal Maka Tak Sayang oleh DESNA DIANDRA ASMORO dan Sahabatku, Siti oleh CHARLIZE ALESSANDRA HALIM menceritakan perihal toleransi antar umat beragama. Kisah persahabatan yang tidak mengenal perbedaan agama, seperti Siti yang beragama islam dan Mei Lin beragama Katholik.

Asas demokrasi juga dikisahkan melalui cerita Sama Saja,Kan ! karya ANYA IVANKA PUTRI SIREGAR yang menceritakan perihal pemilihan ketua kelompok belajar, bahwa siapa saja, laki-laki atau perempuan dapat menjadi pemimpin, asalkan mampu dan telah dipilih secara musyawarah.

Ada juga kisah tentang seorang anak perempuan yang berusaha meraih impiannya menjadi pemain sepakbola untuk membanggakan sekolah dan bangsanya , ini dikisahkan dalam cerita Keputusan Sendiri oleh AUBRIEL NABABAN Baca lebih lanjut

8 Komentar

Filed under Blogtour-Giveaway, Dalam Negeri, Penerbit Gramedia, Review Buku

(Blogtour-Giveaway) CINTA DALAM SEMANGUK SOP KAKI KAMBING

wp-image-319258420jpeg.jpegMENANTI KEHADIRAN SANG JODOH

Judul buku: Cinta dalam Semangkuk Sop Kaki Kambing
Penulis: Ifa Avianty
Penyunting: Muridatun Ni’mah
Desain isi: Dyah Ayuning Tyas
Desain Sampul: Andhu Rasydan & Naafi Nur Rohma
Penerbit: Penerbit Indiva
Jumlah halaman: 176
Cetakan 1: Oktober 2016
ISBN: 978-602-6334-03-9

Nikah itu kan tidak main-main. Buat seumur hidup, saya enggak bisa membayangkan bagaimana jadinya, jika separuh lebih hidup saya ternyata tidak bahagia ..(hal :63)

Stephanie si Putri Ketimun yang kerap patah hati. Awy sang pangeran Naga yang dimabuk asmara dan Gandhi si jejaka nerdy . Inilah kisah yang diduga cinta segitiga.

Adalah Stephanie atau Neng Steph yang sedang dilanda gelisah karena secara impulsif menerima Awy, teman masa kecilnya yang keceplosan mengungkapkan perasaanya kepada Stephanie. Padahal Stephanie tidak mempunyai perasaan apapun terhadap Awy, hanya sekedar sahabat. Lain halnya Awy yang diam-diam mencintai Neng Steph dari kecil, tetapi Awy merasa tidak enak terhadap sahabatnya Gandhi. Awalnya berniat menjodohkan Gandhi dengan Stephanie, karena melihat karakter keduanya akan sangat cocok jika mereka berjodoh. Entah kenapa Awy justru keceplosan mengungkapkan perasaanya kepada Neng Steph, sehingga statusnya mereka berubah menjadi calon suami istri. Stephanie dan Awy tidak menjalani proses pacaran.

Gue akan ada terus di samping lu, Steph…(hal :24)

Disisi lain Ghandi, merasa mempunyai perasaan khusus terhadap Stephanie saat pertama kali diperkenalkan Awy, tetapi Gandhi menyadari kalau Stephanie sudah menjadi calon istri sahabatnya. Sementara itu Stephanie di desak orangtuanya untuk segera menikah, mengingat kesehatan ibunya yang semakin menurun.Stephanie tidak mau menikah tanpa ada dasar cinta di dalam hatinya.

Understanding each other adalah bahasa dan tanda cinta yang paling universal (hal : 90)

Stephanie mengalami kebimbangan apa yang harus dipilih, apakah segera menikah dengan Awy, meskipun tanpa mencintai terlebih dahulu. Bukan hanya tidak mencintai Awy, Steph juga ragu karena latar belakang keluarganya berbeda dengan Awy yang orang betawi asli. Akankah Stephanie menunggu cinta sejatinya atau memilih Awy ?

Jadi sebetulnya aku bukan menolak menikah. Aku hanya tak lagi bisa menemukan seseorang yang bisa membuatku bergetar dan membuat semua lagu cinta kembali  indah terdengar (hal :85)

Jadi bagaimana akhir kisah Stephanie, Awy dan Gandhi? Siapa yang akan dipilih Stephanie untuk mendampinginya??

Baca lebih lanjut

28 Komentar

Filed under Blogtour-Giveaway, Dalam Negeri, Penerbit Indiva, Review Buku

PERSONA

wp-image-1660908092jpeg.jpeg

Judul Buku :PERSONA
Penulis : FAKHRISINA AMALIA
Penyunting:  TRI SAPUTRA SAKTI
Penerbit : PT.GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA
Cetakan I :  April 2016
ISBN :978-602-03-2629-0
Halaman :248 hal

Ketika seseorang menganggap kita sebagai temannya, berarti orang tersebut mempercayai kita dan merasa bahwa kita pantas menjadi temannya dari sekian banyak pilihan orang yang ada. Dan itu menunjukan bahwa, setidaknya bagi orang itu, kita istimewa (hal:157)

Ini buku kedua Fakhrisina yang saya baca, setelah All You Need is Love. Seperti buku sebelumnya yang bergenre YA (Young Adult) atau remaja dewasa .Novel Persona juga berkisah tentang remaja putri yang menginjak dewasa bernama Azura Kalila Halim.  Azura adalah seorang gadis penyendiri, lebih suka membaca manga atau komik daripada bersosialisasi dengan teman. Dari kecil lebih suka bermain sendiri atau hanya ditemani dengan mama papanya. Kehidupan Azura kecil bahagia seperti anak lainnya, hingga saat SMA , ketika kedua orangtuanya mulai terdengar bertengkar.  Kehidupan Azura mulai berubah, setiap kali ada keributan di rumah ia memilih di kamar dan menyakiti pergelangan tangannya dengan cutter  untuk meredam sakit di dalam hatinya.  Rumah yang dahulunya penuh dengan keceriaan dan kebahagiaan berubah penuh dengan kesedihan dan air mata.

Azura makin menarik diri dari teman-temannya, hingga ada murid baru pindahan yang bernama Altair Nakayama, blasteran Jepang. Azura yang tidak suka berinteraksi dengan teman-temannya, hal ini berbeda tetapi ketika Altair mengajaknya berteman ia tidak menolak. Kehadiran Altair perlahan membuat hati Azura ceria kembali, kebiasaan menyakiti diri sendiri apabila ada sesuatu yang menyakiti hatinya, sudah mulai berkurang.

Memang luar biasa  sekali pengaruh yang bisa ditimbulkan oleh kehadiran seseorang dalam hidupmu. Pada suatu waktu kau akan menjadi dirimu yang kau kenal, di lain waktu tiba-tiba kau berubah menjadi orang lain (hal : 40)

Sebelum bertemu dengan Altair, Azura secara diam-diam menyukai kakak kelasnya yang bernama Ka Nara. Pertemuan hanya sekali secara tidak sengaja saat Ka Nara memberi bantuan kepada Azura, terus membekas di hatinya ,bahkan bertahun-tahun kemudian. Tetapi sejak mengenal Altair, perlahan perasaannya terhadap Ka Nara memudar.

Altair bagaikan Malaikat yang diturunkan untuk Azura, setiap ada masalah Altair akan datang dan membantunya.Ketika tiba-tiba Altair menghilang tanpa kabar apapun, hidup Azura kembali kosong. Meski demikian ia dapat melewati masa ujian SMAnya dengan baik. Altair meninggalkan misteri yang tidak pernah di ketahui Azura .

Ada hal-hal dalam hidup yang kadang tidak bisa kita bagi ke siapapun, entah karena terlalu menyakitkan atau karena terlalu membahagiakan sehingga kita ingin menyimpannya untuk diri sendiri (hal :102)

Saat kuliah, akhirnya Azura mempunyai sahabat, satu-satunya sahabat yang dia punya setelah Altair, namanya Yara, beda jurusan dengan Azura yang jurusan Bahasa Inggris sedangkan Yara jurusan Arsitektur. Persahabatan yang dimulai dari hal sederhana saat Azura melihat gambar kupu-kupu 3 dimensi di Mading Kampus, yang ternyata itu buatan Yara.

Hidup Azura kembali berantakan saat melihat Mamanya membawa seorang laki-laki ke rumah, dia kembali menyakiti dirinya dengan cutter. Memutuskan keluar dari Rumah dan menginap di rumah Yara, dan ternyata Kak Nara adalah abang dari Yara. Azura tinggal beberapa hari di rumah Yara, ikut merasakan kedamaian dengan keluarga yang bahagia tersebut. Ketika kehidupan Azura mulai berjalan normal, Altair kembali lagi. Dan kali ini Azura dihadapkan pada kenyataan untuk memilih antara Altair atau Kak Nara. Bagaimana reaksi Altair terhadap Azura setelah menghilang tanpa kabar hampir 6 tahun?? dan siapakah sebenarnya Altair ?? Baca lebih lanjut

1 Komentar

Filed under Dalam Negeri, Fakhrisina Amali, Novel Young Adult, Penerbit Gramedia, Review Buku

Wander Woman

Judul Buku :Wander Woman
Penulis : Nina Addison, Irene Dyah, Fina Thorpe-Willet dan Silvia Iskandar
Ilustrasi Isi: Ella Elviana
Penerbit : PT.Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I : 19 September 2016
ISBN :978-602-03-3375-5
Halaman :360 hal

Bagaimana Beradaptasi Hidup secara Nomaden di Luar Negeri

“Tolkien mengatakan,“Not all those who wander are lost.” Tidak semua orang yang berkelana kehilangan arah. Tanyakan saja pada Arumi, Cilla, Sabai, dan Sofia—empat sahabat yang terpencar di berbagai negara. Dalam cerita mereka yang terinspirasi dari kisah nyata ini, “tersesat” punya makna berbeda. For them, home is never a place, but people—and sometimes even suitcases.

Novel ini berkisah tentang 4 sahabat wanita yang terpisah dan mencoba untuk tetap survive di berbagai negara. Mereka menyebut dirinya Wander Woman. Terinspirasi dari tokoh superhero Wonder Woman, tetapi Wander diartikan rajin berkelana, dipaksa hidup nomaden. 4 wanita itu adalah Arumi, Cilla, Sabai dan Sofia.

Pricilla (Cilla) adalah tipe gadis kota, yang hanya nyaman jika situasi serba terkontrol. Menikah dengan pria Eropa (William) dan dikaruniai dua anak Alex dan Emiliy. Cilla akan berkisah tentang petualangannya di Skotlandia. Keseruan Cilla di Skotlandia saat tetangganya pasangan Nicole-Jake , mengundang mereka untuk hadir dalam acara Wedding vow renewal.  Sebenarnya pesta ini tidak akan menjadi “tragedi kecil”, apabila kondisi cuaca di Skotlandia normal , ada badai hurricane yang melanda kota itu. Dan suasana pesta menjadi kacau saat  angin menerjang segala yang ada di halaman hotel tempat acara tersebut, beberapa tamu sempat terluka.Selain kondisi alam, Cilla juga dihadapkan dengan sosialisasi dan budaya disana, Cilla sempat terkaget-kaget dengan kebiasaan wanita yang berselingkuh dengan laki-laki ,bahkan bukan karena pernikahannya tidak bahagia, hanya karena bosan saja 😦  Hal lainnya, saat tinggal di Aberdeen, betapa susahnya mendapatkan SIM, sehingga terpaksa menyewa instruktur, padahal Cilla sudah dapat menyetir. Belum lagi kisah kemalingan di rumah saat pagi-pagi,di kota yang katanya damai dan tenang.

Baca lebih lanjut

3 Komentar

Filed under Buntelan, Dalam Negeri, Penerbit Gramedia, Review Buku