Category Archives: Asma Nadia

Surga Yang Tak Dirindukan

surga yang tak dirindukan
Judul Buku : SURGA yang tak DIRINDUKAN
Penulis : Asma Nadia
Penerbit : ASMA NADIA Publishing House
ISBN : 978-602-9055-21-4
Halaman : 308 halaman

Ini adalah novel kedua Asma Nadia yang telah ku review, dan selalu menjadi ciri khas Asma Nadia memberikan quote-quote dalam setiap awal bagian cerita, seperti di bagian awal buku ini tertulis “Pintu yang terbuka Tak selamanya siap untuk disinggahi”. Cocok sekali diletakan awal cerita, pembaca memang seolah diibaratkan memasuki sebuah rumah dengan melewati sebuah pintu rumah atau istana. Sebenarnya novel ini berjudul Istana Kedua yang telah diterbitkan dan di edit kembali dengan beberapa penambahan dibagian belakang berupa testimony dari beberapa wanita tentang poligami yang dirangkum oleh Asama Nadia. Sehingga dibuat dengan judul yang baru “Surga yang tak Dirindukan”.
“Apa artinya rumah jika tak lagi menjadi pelabuhan yang ramah bagi suami? apa jadinya surga jika sudah tak lagi dirindukan ? haruskah dongeng seorang perempuan mati agar dongeng perempuan lain mendapat kehidupan?Apabila cinta dapat membuat perempuan setia kepada satu lelaki kenapa cinta tidak cukup membuat laki-laki bertahan dengan satu perempuan ?” Itu adalah pertanyaan-pertanyaan yang mewakili isi novel tersebut. Yang diperankan oleh tiga tokoh Arini, Pras dan Mei Rose Baca lebih lanjut

Iklan

2 Komentar

Filed under Asma Nadia, Marriage Novel, Novel Religi, Review Buku

ASSALAMUALAIKUM BEIJING !

assalamualaikum beijing..

Judul Buku : ASSALAMUALAIKUM BEIJING !
-Pergi Cinta Mendekat Cinta-
Penulis : Asma Nadia
Penerbit : ASMA NADIA Publishing House
ISBN : 978-602-9055-25-2
Halaman : 342 halaman

“Di antara rembulan yang tersembunyi dalam gelap dan gemerisik angin yang datang dari kejauhan, ke mana akan kubisikan cinta?”
“Cinta adalah kegembiraan yang tersisa, jika nanti suatu pagi,tak lagi senyumu menyapa seperti biasa dan hanya bias kutemukan dalam mimpi”
“Harta dan kebangsawanan, tak membuat laki-laki menjadi pangeran. Cinta sejati seorang putrilah yang mengubahnya”

Itu adalah beberapa quote yang ku suka di novel ini , hampir di setiap bab ada quote yang dibuat Asma Nadia. Nama tokoh utama dalam novel ini seperti nama penulisnya Asma. Awalnya saya sedikit bingung karena alurnya loncat-loncat, potongan adegan di selang-seling dengan flashback. Kupikir Asma dan Ra adalah dua orang berbeda, dan baru paham,setelah pertengan cerita, kalau itu adalah satu nama dengan dua cinta berbeda. Cerita ini diawali dengan kisah tragis sepasang kekasih Dewa dan Ra, yang kandas. Mereka menjalin kasih saat masih kuliah sampai lulus, begitu bahagia dan saling percaya, mereka sering membicarakan gambaran masa depan yang indah , hingga takdir merubah semua itu. Dewa harus menikah dengan wanita lain, yang juga tidak diinginakan Dewa. Bagi Dewa hanya Ra yang ada di dalam hidupnya, bukan karena Dewa dijodohkan oleh orangtuanya, tetapi ini kesalahan Dewa, sehingga harus menuntut tanggungjawab dengan menikahi Anita. Sebuah kesalahan yang seharusnya dapat terhindari, tetapi manusia hanya berencana. Ra sangat kecewa tidak menyangka sama sekali, Dewa yang sangat baik, perhatian dan mencintainya dapat terjebak kedalam perbuatan yang tidak pantas. Tetapi Ra ingin Dewa menjadi laki-laki sejati yang bertanggungjawab dan membiarkan menikahi perempuan lain, meskipun itu sangat menyakitkan. Baca lebih lanjut

4 Komentar

Filed under Asma Nadia, Novel Religi, Review Buku