Resensi Buku : Anak Obesitas

Anak Obesitas, Rabu 5 Des 18

PANDUAN MERAWAT ANAK OBESITAS

Judul Buku      : Anak Obesitas : Dampak Kesehatan dan Perkembangan
Penulis             : dr. Rendi Aji Prihaningtyas, dkk
Penerbit           : PT. Elex Media Komputindo
Cetakan I        : 2018
ISBN               : 978-602-04-5981-3
Tebal               : 196 hal

Peresensi         : Siti Nuryanti

Kisah seorang anak bernama Arya Permana, dari Karawang, Jawa barat, yang dinobatkan sebagai anak paling gemuk didunia dengan berat badan 192 kg menjadi permasalahan serius tentang obesitas di Indonesia. Pada umumnya kaum ibu di Indonesia bangga apabila memiliki bayi yang gemuk, lucu dan menggemaskan, mereka berpendapat bahwa anak yang gemuk dan banyak makan itu sehat. Namun perlu waspada apabila anak memiliki badan berlebih dan masuk dalam kategori obesitas. Overweight adalah kelebihan berat badan diatas normal, sedangkan obesitas adalah kelebihan berat badan yang lebih berat dan berisiko menimbulkan penyakit.

Saat ini obesitas pada anak menjadi permasalahan epidemik di seluruh dunia. Menurut data WHO pada tahun 2013 menyatakan bahwa persentase anak obesitas di Indonesia tertinggi di wilayah ASEAN. Pada tahun 2013, menurut Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS), obesitas di Indonesia terjadi pada 8,8% anak usia 5-12 tahun dan 2,5% pada usia 13-15 serta makin menurun pada usia 16-18 tahun sebesar 1,6% (hal :  3)

Obesitas terjadi akibat dua faktor yaitu faktor eksogen (perilaku makan yang salah, penggunaan obat-obatan tertentu) dan faktor endogen (sindrom genetik, kelainan endokren dan monogenic genes). Jika orangtua yang memiliki kelebihan berat badan, maka risiko terjadinya kelebihan berat badan pada anak sebesar 40%, dan jika orangtua menderita obesitas, maka risiko terjadinya obesitas pada anak meningkat menjadi 70-80%  (hal:56)

Dampak negatif obesitas terhadap kesehatan anak antara lain ; peningkatan kadar glukosa darah (diabetes melitus), hipertensi, pembesaran jantung, perlemakan hati, gangguan kadar lemak darah, batu kantung empedu, kanker prostat, kanker usus besar, asma, gangguan hormon, gangguan tulang dan gangguan kulit.

Obesitas tidak hanya berdampak negatif pada kesehatan fisik, namun juga berdampak pada kesehatan mental anak. Dalam keseharian terkadang kita menyaksikan anak yang menderita obesitas di ejek oleh teman-temannya, hal ini tentu akan berakibat pada kepercayaan diri anak obesitas tersebut menjadi rendah, minder dan depresi. Penelitian di Amerika menyebutkan bahwa remaja yang mengalami depresi memiliki resiko 1,7 kali lipat lebih besar menderita obesitas dibandingkan dengan remaja yang tidak depresi. Remaja yang obesitas memiliki risiko 1,4 kali lipat lebih besar menderita depresi dibandingkan remaja yang tidak obesitas (hal : 92)

Pengaruh obesitas terhadap kesehatan mental anak perempuan lebih tinggi daripada anak laki-laki dan makin risiko lebih besar seiring bertambahnya usia. Kesehatan mental juga dapat berpengaruh pada kemampuan akademik dan hubungan sosial anak. Orangtua yang memiliki anak obesitas dapat melakukan tindakan antisipatif, bekerjasama dengan psikolog untuk melakukan deteksi dini gangguan emosi dan psikologis anak.

Bagi orangtua yang memiliki anak obesitas, perlu melakukan serangkaian terapi obesitas yang melibatkan banyak pihak tidak hanya keluarga, teman sebaya, sekolah juga harus dilibatkan. Ada tiga hal penting dalam terapi obesitas yaitu menurunkan asupan energi, melakukan pola hidup sehat dan meningkatkan aktivitas fisik. Setelah tiga bulan melakukan program terapi obesitas sebaiknya dievaluasi program tersebut, apabila berat badan tetap naik, berkonsultasi lebih lanjut ke dokter.

Mengobati memang lebih sulit daripada mencegah. Ada beberapa tips untuk mencegah obesitas yang terbagi dalam tiga tahap yaitu tahap pre natal (selama kehamilan; konsumsi makanan sehat dan hindari konsumsi makanan tinggi gula); masa natal (konsumsi makanan sehat selama menyusui, ASI eksklusif, susu formula rendah kadar gula, makanan tambahan bervariasi) dan masa anak-anak (orangtua menjadi panutan dalam kebiasan mengkonsumsi makanan sehat, batasi penggunaan gula dan garam serta ciptakan kondisi yang kondusif di sekolah dalam perilaku makan)

Buku ini dapat dijadikan panduan kesehatan bagi orangtua yang memiliki anak obesitas, karena membahas secara lengkap tentang obesitas dari cara mengukur, dampak, cara mencegah dan terapi bagi yang sudah menderita obesitas. Buku yang ditulis oleh lima orang dokter memberikan data penelitian dan fakta disertai dengan grafik yang mendukung data tersebut, hal ini menambah pengetahuan masyarakat mengenai obesitas pada anak dan upaya pencegahannya.

*) Tulisan ini dimuat di Koran Jakarta kolom PERADA, Rabu 05 Desember 2018

cover anak obesitas

 

Tinggalkan komentar

Filed under Dalam Negeri, Non Fiksi, Penerbit Elex Media, Resensi Media Cetak, Review Buku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s