RESENSI : A LOVE SONG FROM BUNAKEN

A love Song, Kamis 24 Mei 2018

MENEPIS PERUNDUNGAN DENGAN BERPRESTASI DI SEKOLAH

Judul Buku      : A Love Song From Bunaken
Penulis             : Marthino Andries
Penerbit           : Bhuana Sastra
Cetakan I         : Maret 2018
ISBN                 : 978-602-455-375-3
Tebal                : 180 hal

Peresensi         : Siti Nuryanti

Beberapa tahun terakhir televisi dan media sosial marak memberitakan aksi perundungan. Kata “perundungan” belum populer di telinga masyarakat Indonesia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), perundungan berarti proses, cara, perbuatan ‘merundung’ yang dapat diartikan sebagai seseorang yang menggunakan kekuatan untuk menyakiti atau mengintimidasi orang-orang yang lebih lemah darinya. Biasanya dengan memaksanya untuk melakukan apa yang diinginkan oleh pelaku. Arti kata“perundungan” dalam bahasa inggris adalah bullying. Kata bullying lebih populer daripada perundungan dalam masyarakat kita.

Aksi perundungan dapat terjadi dimana saja, termasuk di sekolah. Berbagai kegiatan dan kampanye stop bullying dilakukan oleh komunitas dan aktivitis untuk memberantas aksi yang merugikan orang lain ini.  

Buku A Love Song From Bunaken berkisah tentang seorang siswa bernama Adrianus Dion yang sering mengalami tindakan perundungan. Adri adalah siswa SMA di Jakarta dan merupakan siswa pindahan dari daerah, tepatnya Manado. Kepindahan Adri dari Pulau Bunaken ke Jakarta tidak berjalan mulus. Pemuda polos ini sering di-bully oleh teman-teman kelasnya karena perangainya yang berbeda. Pada awal kepindahan Adri dipanggil dengan “Si Bopung” alias bocah kampung dan “Tarzan” dikarenakan perilakunya yang masih terbawa kebiasaan dari daerah asalnya. Komunikasi Adri juga sering menimbulkan perselisihan dengan teman-temannya. Dessy dan Arjun yang paling sering melakukan aksi perundungan kepada Ardi baik secara verbal maupun tindakan. Namun Ardi tidak pernah membalas tindakan mereka. Ardi bersekolah di Jakarta dengan tekad untuk belajar sebaik-baiknya agar dapat membangun tempat kelahirannya. Untuk menghadapi aksi perundungan dari teman-temannya, Adri tidak memperdulikan namun konsentrasi belajar. Adri membalas aksi perundungan dengan prestasi yang dicapainya. Dengan prestasi renang yang dimiliki Adri bertugas membimbing Dessy untuk belajar berenang. Pada saat Dessy hampir tenggelam, Adri secara spontan menolong Dessy. Semenjak kejadian tersebut hubungan Dessy dan Adri membaik, tidak saling bermusuhan lagi. Dessy banyak belajar dari kedewasaan Adri dan perilakunya yang sopan. Namun kedekatan Dessy dan Adri tidak berlangsung lama, dikarenakan ada salah paham diantara keduanya. Adri sangat kecewa terhadap Dessy, hingga memilih meninggalkan Jakarta dan kembali ke kampung halamannya.

Kisah Dessy dan Adri berlanjut tujuh tahun kemudian yang dipertemukan dalam audisi ajang pencarian bakat di Manado. Dessy yang menjadi juri langsung mengenali peserta yang bernama Dion sebagai Adri, teman SMA-nya dahulu. Adri dan Dessy menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi pada masa lalu. Dengan nasihat dari ibunya, Adri menerima permintaan maaf Dessy atas kesalahan masa lalu yang sering melakukan tindakan perundungan terhadap dirinya.

“Ketika musuh menampar pipi kirimu, apakah kamu berhak untuk balik menamparnya” (hal:135)

Novel yang bergenre romance comedy dengan label usia U13+ merupakan kisah ringan seputar remaja dan dinamikanya. Kisah cinta, pencarian jati diri, cita-cita hingga aksi perundungan yang kerap terjadi di masa sekolah dibahas dalam novel ini. Aksi perunduangan menjadi topik utama dalam novel ini. Cover yang full colour disertai dengan ilustrasi menarik dan mewakili isi cerita di dalamnya  makin menambah daya tarik pembaca untuk memiliki novel ini. Melalui novel ini penulis bermaksud memberi pesan moral tentang upaya mengatasi aksi perundungan yang terjadi di sekolah. Aksi perundungan yang terjadi tidak harus dibalas dengan tindakan yang sama. Dengan bersikap positif dan selalu berbuat baik kepada semua orang lambat laun akan mengurangi tindakan perundungan yang dialami. Guru di sekolah juga berperan penting dalam menangani aksi perundungan, misalnya dengan mempertemukan secara langsung Dessy dan Adri dalam pelajaran berenang, agar mereka berdua saling membantu. Setting cerita menjadi daya tarik tersendiri, Pulau Bunaken dengan keindahan taman lautnya. Pesan yang ingin disampaikan penulis perihal Pulau Bunaken agar masyarakat senantiasa menjaga kelestarian Taman Nasional Bunaken yang menjadi habitat bagi spesies terumbu karang, spesies ikan, moluska, reptil dan mamalia laut.

*)Dimuat di Koran Jakarta, 24 Mei 2018

A-Love-Song-from-Bunaken.jpg

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Penerbit Bhuana Sastra, Penerbit BIP, Resensi Media Cetak, Review Buku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s