Review : Waspada Jejak Haram Yang Mengintai

jejak haram.jpg

Judul Buku     : Waspada Jejak Haram Yang Mengintai
Penulis            : Riawani Elyta & Risa Mutia
Penerbit         : Qibla – Penerbit Bhuana Ilmu Populer
Cetakan I        : 2017
ISBN                : 978-602-394-748-5
Tebal              : 127 hal

“ Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya”

(QS.Al-Maidah : 88 )

Tahun ini target membaca saya 60 buku dalam setahun telah terpenuhi, tetapi setelah saya lihat sebagian besar adalah buku fiksi. Buku non fiksi  terkadang terasa “berat” dan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan fiksi, kalau membaca buku fiksi tidak terasa telah sampai di akhir cerita. Dan bulan ini buku yang saya baca adalah buku ” Waspada Jejak Haram Yang Mengintai”  karya duet kakak-beradik Riawani Elyta dan Risa Mutia. Saya pernah membaca buku fiksi karya Riawani yang berjudul A Miracle of Touch.

Buku ini tidak terlalu tebal hanya 127 halaman, tetapi menurut saya justru lebih mudah dicerna pembaca. Buku Waspada Jejak Haram yang Mengintai bagi seorang ibu seperti saya sangat bermanfaat. Dalam kehidupan sehari-hari peran seorang ibu antara lain menyiapkan makanan bagi keluarga. Pengetahuan tentang makanan haram,halal dan thayyib (baik) sangat diperlukan oleh seorang ibu.

Edukasi perihal makanan halal,haram dan thayyib sangat diperlukan  agar tidak terjebak kedalam hal-hal yang diharamkan. Tugas edukasi bukan hanya tugas seorang ibu, atau pendidik saja, tetapi tugas semua orang, bahkan seorang anak sejak dini diperkenalkan hal yang haram dan halal.  Hal yang dapat dikenalkan kepada anak tentang halal dan haram antara lain dapat di sarankan  saat membeli jajanan melihat logo halal yang tercantum dalam kemasan pembungkusnya, apabila tidak ada logo halal, tidak diperbolehkan memakan makanan tersebut. Hal ini sering saya praktikan kepada anak saya, ketika diajak ke supermarket mereka memilih makanan atau jajanan sendiri, tetapi saya berpesan agar melihat logo halal terlebih dahulu sebelum membeli makanan tersebut.  Dan hal ini efektif untuk mengedukasi arti pentingnya kehalalan makanan terhadap anak-anak. Saat saya belanja makanan, anak-anak juga selalu mengecek apakah ada logo halal di kemasan makanan yang saya beli.

Pada umumnya masyarakat, beranggapan makanan haram adalah yang mengandung daging babi atau alkohol saja. Padahal dalam islam, hukum halal,haram dan thayyib tidak sebatas pada zat yang dimakan tetapi meliputi sumber perolehan rezeki, cara memperoleh atau cara mengolah makanan tersebut.  Halal dan thayyib adalah satu paket,  bahwa makanan yang dikonsumsi selain harus halal juga harus baik dari unsur pengolahan dan kebersihan sehingga akan membawa kebaikan bagi yang mengkonsumsinya.

Buku Waspada Jejak Haram Yang Mengintai dapat dijadikan salah satu referensi dalam pemahaman mengenai halal dan thayyib. Buku tersebut menjelaskan  alasan umat islam harus mengkonsumsi makanan yang halal.  Dalam hadist, dijelaskan bahwa terkabulnya sebuah doa bergantung pada halal-haramnya makanan dan minuman yang dikonsumsi.  Allah swt tidak mengharamkan sesuatu kecuali ada hikmah dibaliknya.

Terkabulnya sebuah doa bergantung pada halal-haramnya makanan dan minuman kita (hal :12)

Sesuatu yang halal tidak terbatas pada zat yang terkandung, tetapi dilihat dari asal-muasal sumber perolehannya.  Makanan dikatakan halal, apabila berasal dari sumber pekerjaan yang halal atau mendapatkan pekerjaanya dengan yang halal.  Sebagai contoh rezeki yang diperoleh dari hasil korupsi, itu tidak dapat dikategorikan halal, karena mendapatkannya dengan cara yang tidak baik.

Buku ini juga mengajak pembaca untuk mengontrol makanan dan minuman yang ada di rumah masing-masing dari zat-zat yang diharamkan.  Dalam kemasan makanan atau minuman sering ditemukan beberapa istilah yang sebenarnya mengandung babi. Umat islam harus teliti membaca label bahan di pembungkus produk yang mengandung babi, seperti ham : daging bagian paha babi, sow milk : susu babi, boar; babi liar/celeng,  hog; babi dewasa, lard : lemak babi untuk sabun. Dalam bahasa jepang istilah untuk bahan yang mengandung babi antara lain chasu, yakibuta,nibuta,butaniku, tonkatsu dan dalam bahasa Korea; dwaeji-bulgogi, samgyeopsal dan makchang gui (hal: 39)

Zat yang mengandung babi tidak hanya makanan, tetapi produk-produk lain seperti sarung tangan, masker wajah, korek api, pencerah bibir, inkjet paper dan sebagainya. Beberapa produk tersebut dibuat dari bagian tubuh babi.

Penulis memberikan tips-tips untuk mengindari makanan  haram antaralain dengan melakukan pengecekan kehalalan produk tersebut, yang dibuktikan adanya logo halal MUI dalam kemasan produk atau  dapat mengecek melalui situs halal MUI.  Selain mengecek logo halal, kita dapat mengecek kode bahan. Ada beberapa kode bahan makanan yang mengandung pig fat atau lemak babi seperti  kode E100, E110, E120 dan sebagainya. Perlu diwaspadai produk yang mengandung gelatin seperti jelly dan marshmallow karena sebagian besar gelatin berasal dari lemak babi. Dalam hal makanan yang thayyib, penulis juga memberikan tips untuk mengecek makanan yang baik dan sehat antara lain dengan mengecek tanggal kadaluarsa, bahan yang terkandung  dan cara pengolahannya.

Dengan membaca buku ini diharapkan masyarakat lebih waspada terhadap kehalalan makanan atau minuman yang dikonsumsi serta bagaimana meneladani gaya hidup sehat Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Iklan

1 Komentar

Filed under Buntelan, Non Fiksi, Penerbit BIP, Review Buku

One response to “Review : Waspada Jejak Haram Yang Mengintai

  1. sandraartsense

    Wah jadi pengen baca deh, saya juga setiap hari berdoa agar diberi rezeki halal, berkah dan banyak supaya sehat lahir dan batin. Tfs maks

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s