Di Dalam Hutan Entah Di Mana

IMG-20170624-WA0001_1

Judul Buku        : Di Dalam Hutan Entah Di Mana
Penulis               : Dewi Ria Utari
Desain Cover    : Lambok Hutabarat
Penerbit             : Arkara Press
Cetakan ke-1     : April 2017
ISBN                    : 978-602-61212-1-9
Halaman            :163 hal

 

Blurb

Di Dalam Hutan Entah Di Mana

Ada sebuah larangan dan kisah yang bertahun-tahun tersimpan tentang hutan di pinggir desa. Sebelum meninggal, nenek buyutnya bercerita bahwa suaminya ditangkap pada suatu subuh dan saat itu juga digelandang ke pinggir hutan bersama puluhan orang dari beberapa desa lain. Di sana mereka disuruh berdiri berjajar menghadap hutan, dan ditembak mati oleh lelaki-lelaki berseragam. Tubuh- tubuh mereka kemudian  diseret dan dibawa masuk ke dalam hutan. Sejak itu, seluruh keturunan nenek buyutnya tak diizinkan untuk memasuki hutan itu, hingga tibalah saatnya ia memilih untuk melanggar larangan itu

========================================

Bersama cerpen “Di Dalam Hutan Entah Di Mana”, Dewi Ria Utari mengumpulkan 14 kisah pendek lainnya yang murung, gelap, suram yang memikat karakter pembaca yang menggemari jenis-jenis kisah yang mencemaskan, mengganggu dan menggelisahkan. Kumpulan cerpen ini merupakan kompilasi terkini dari perjalanan Dewi Ria Utari sebagai penulis cerita pendek yang karya-karyanya telah banyak beredar di rubrik-rubrik sastra berbagai media massa sejak awal tahun 2000an. Seperti judul buku ini, pembaca diajak tersesat untuk memasuki dunia surealis getir yang dipenuhi tema-tema tentang bunuh diri, keputusasaan dan kehilangan

Ini adalah buku karya Dewi Ria Utari yang saya baca untuk pertama kalinya. Sebagai pembaca yang masih awam membaca novel sastra, perlu waktu lebih jauh lama untuk menyelesaikan buku yang hanya setebal 163 halaman ini. Berbeda apabila novel fiksi romance, mungkin hanya perlu waktu kurang dari satu jam untuk menyelesaikannya.

Setelah menyelesaikan buku ini, saya juga masih kebingungan untuk membuat reviewnya. Memahami novel sastra seperti ini bagi saya tidak mudah. Saya tidak akan mereview atau memberi penilaian mengenai buku ini, karena saya tidak mempunyai kemampuan cukup untk itu. Saya hanya ingin menyampaikan kesan saat membaca buku ini.

Buku Di Dalam Hutan Entah Di Mana, mempunyai lima belas (15) kisah pendek, dimana salah satu kisahnya menjadi judul buku ini. Dari kelima belas kisah tersebut mempunyai aura yang sama mengisahkan tentang kepedihan, kesuraman dan kegalauan hati .

Ada beberapa tema yang sama dalam beberapa kisah, yaitu mengangkat tema tentang sepasang kekasih, seperti dalam kisah Percakapan Senja . 

“Jika hari ini adalah saat terakhir kita bertemu, apa yang akan kamu lakukan?” tanyamu sambil berbalik dan kini menatap wajah kekasihmu.

“Sudah kubilang, aku akan mencarimu. Sehingga tidak ada yang namanya terakhir” (Percakapan Senja hal:16)

Dalam kisah tersebut terjadi dialog antara sepasang kekasih yang mempertanyakan berbagai kemungkinan yang akan terjadi dalam hubungan keduanya.

Kisah Setelah Tujuh Tahun yang menceritakan seorang  yang merasakan keputusasaan dalam perpisahannya selama tujuh tahun dengan sang kekasih.

Kerinduan menjadi sangat jahanam ketika kau tahu bahwa objek yang kaurindukan tak lebih dari sebuah kemustahilan dan kesia-siaan  ( Setelah Tujuh Tahun, hal : 70

atau dalam kisah Marionette 

“Sudah pasti, akan ada akhir di sebuah film, lengkap dengan kalimat The End. Sementara aku dan kamu tak pernah tahu batas dunia ( Marionette hal :125)

Saat membaca judul-judul kisah dalam buku ini, penulis tampaknya sering menggunakan nama tokoh sebagai judul cerita ini, seperti Sinai, Mimpi untuk Dresden, Marionette dan Ingatan Ara. 

Dalam beberapa kisah, tokoh yang diceritakan juga ada yang memiliki kesamaan yaitu tokoh yang terlibat didalamnya adalah anak kecil seperti dalam kisah Gamelan , Rumah Hujan, Merah Pekat.

Dari kelima belas kisah dalam buku ini ada dua kisah yang kusuka, yaitu Klise dan Ingatan Ara.  Dalam kisah Klise , menceritakan tentang seorang pria yang mempunyai anak dan sedang dalam proses bercerai dengan istrinya, dimana pria tersebut mencoba mendekati wanita lain yang menarik hatinya. Akhir kisahnya cukup mengejutkan , saya tidak berfikir kalau  akhir cerita akan seperti itu.

Bukan berarti kisah yang lain eksekusi ceritanya bisa kutebak, hampir semua kisah dibuku ini, mengejutkanku di akhir cerita. Penulis sangat piawai mengeksekusi cerita ini. Hanya dalam Klise ini, ceritanya sedikit lebih ringan, sehingga saya lebih mudah memahaminya

Ingatan Ara menurut saya mempunyai kisah filosofis tersendiri, dimana seorang gadis yang bernama Ara diduga hilang ingatan atau gila tanpa diketahui sebabnya. Semua orang termasuk orangtuanya menyangka Ara gila, hingga datang beberapa teman SMAnya, dan saat berkomunikasi Ara, tidak tampak sedikitpun seperti orang yang hilang ingatan

Aku memang menghilangkan sejumlah ingatanku. Dan aku memilih melakukannya justru supaya aku tetap waras (Ingatan Ara, hal : 155)

Ara ternyata sedang mempelajari psikologi, tertarik tentang alam berpikir mausia dan berusaha mencari sendiri teori-teori tentang ingatan. Ara lebih memilih menggunakan sejumlah ingatanya untuk hal-hal yang dia ingin ingat, dan berpura-pura tidak waras.

Buku ini mampu membuat yang membacanya hanyut dan tersesat dalam dunia surealis yang penuh makna. Seperti kita ketahui sastra adalah lukisan kenyataan yang digelar dalam kanvas kertas dengan kalimat yang penuh simbol dan metafora sehingga pembaca akan terhipnotis di dalamnya. Karya sastra adalah refleksi atau hasil perenungan dari kehidupan sehari-hari . Dan saya masih harus belajar lagi tentang arti kehidupan ini melalui karya sastra.

Buat pembaca yang menggemari sastra bertemakan kegelisahan , kemuraman atau keputusasan , buku ini sangat recomended untuk dibaca

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Buku Sastra, Review Buku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s