(RESENSI) Everything Everything

pixlr_20170426160412110

Ketika Cinta Dapat Menumbuhkan Semangat Hidup

Judul Buku : Everything Everything
Penulis : Nicola Yoon
Penerjemah : Airien Kusumawardani
Desain Cover : Irene Ritonga
Penerbit : Penerbit Spring
Cetakan I : Oktober 2016
ISBN :978-602-74322-5-3
Halaman :336 hal

Peresensi : Siti Nuryanti

Adalah Madeline Whittier, seorang gadis yang mengidap penyakit langka yaitu Severe Combined Immunodeficiency (SCID) atau Defisiensi Imunitas Kombinasi. SCID adalah kelainan genetik yang menyebabkan bagian utama dari sistem kekebalan tiruan lumpuh, penderitanya akan sangat rentan terhadap penyakit infeksi. Apa saja dapat memicu tubuhnya menjadi sakit, antara lain dari parfum, cairan pembersih atau bumbu makanan yang dimakan; intinya Madelie alergi pada dunia. Selama tujuh belas tahun Madeline tidak pernah meninggalkan rumahnya. Ia hanya mengenal Ibunya yang sekaligus menjadi dokter pribadi dan perawatnya Carla. Ayah dan Kakaknya Madeline sudah meninggal saat ia masih bayi. Kesehatan Madeline di cek secara rutin, ada catatan khusus per jam mengenai perkembangan kesehatannya. Segala sesuatu yang akan disentuh dan konsumsi Madeline harus di sterilkan terlebih dahulu, bahkan di dalam rumah tersebut ada alat untuk mensterilkan sirkulasi udara. Meskipun tidak pernah keluar rumah, tetapi Madeline mempunyai aktivitas sama seperti gadis yang lainnya; seperti membaca buku, bermain Pictionary (tebak kata) homeschooling;belajar via online dengan sesekali tutornya mendatangi Madeline di rumahnya. Bacaan favorit Madeline adalah Buku Flowers For Algernon karya Daniel Keyes dan The Little Prince karya Antoine de Saint-Exupery.

Kehidupan Madeline perlahan berubah setelah kedatangan keluarga baru yang pindah ke sebelah rumahnya. Keluarga tersebut terdiri dari Ayah,Ibu dan dua anaknya, seorang pemuda yang bernama Olly dan adik perempuannya bernama Kara. Secara diam-diam Madeline memperhatikan Olly dari balik jendela kamarnya yang secara langsung menghadap ke rumahnya. Interaksi keduanya, awalnya hanya melalui jendela dengan menuliskan kata-kata di kaca masing-masing atau chating melalui email. Hingga suatu hari Madeline meminta perawatnya untuk memperbolehkan Olly menemuinya di dalam rumah. Tanpa sepengetahuan ibunya, Carla mempertemukan Madeline dan Olly di dalam rumahnya, dengan syarat tidak boleh bersentuhan, harus berjarak kurang lebih satu meter dan menjalani desinfeksi untuk memastikan dia steril sebelum bertemu. Dari pertemuan-pertemuan tersebut, benih cinta makin tumbuh di hati keduanya. Madeline mengambil resiko dengan menjalin hubungan dengan seseorang, sedangkan dia hidup tidak normal seperti gadis pada umumnya, penyakit yang dideritanya menjadikan dia terkurung di rumah seumur hidupnya.

“Olly adalah resiko terbesar yang pernah kuambil “ (hal:77)

Karena cinta yang dimilikinya, Madeline berani keluar rumah dan menghirup udara bebas. Bersama Olly, dia memberanikan diri pergi ke suatu tempat yang sangat ingin di kunjungi yaitu ke Hawai. Untuk pertama kalinya Madeline naik mobil, mencium udara bebas, naik pesawat dan menikmati indahnya pantai Hawai bersama orang yang dicintainya

“Karena cinta membuka diriku kepada dunia “(hal :197)

Aksi nekad Madeline awalnya tidak disetujui oleh Olly yang sangat mengkhawatirkan kondisi kesehatannya, tetapi Madeline berbohong dengan mengatakan bahwa ia mengkonsumsi obat untuk dapat bertahan di luar rumah.

Mom bilang cinta membuat orang-orang jadi gila (hal : 248)

Seperti halnya Madeline yang telah melanggar semua ketentuan dan aturan kesehatan dirinya selama tujuh belas tahun telah di jalaninya. Selama beberapa hari liburan ke Hawai kondisi kesehatan Madeline relatif stabil, memang sungguh ajaib kekuatan cinta. Karena dengan cinta, ketakutan dan kekhawatiran tentang penyakitnya dapat teratasi.

“Sudah cukup banyak hal yang kau takutkan. Cinta tidak bisa membunuhmu “(hal : 95)

Novel setebal 336 halaman ini dilengkapi dengan ilustrasi menarik yang mendukung isi cerita, antara lain grafik kesehatan, gambar kartu kesehatan, buku harian Madeline yang ditulis tangan, dan masih banyak lainnya. Hal tersebut akan membuat pembaca betah dan membacanya sampai selesai. Buku ini bukan hanya semata-mata bercerita tentang hubungan sepasang kekasih Olly dan Madeline, atau bagaimana kekuatan cinta dapat menghapuskan ketakutan akan kematian tetapi bagaimana perjuangan seorang ibu yang membesarkan anaknya sendiri dengan penyakit yang sangat rentan. Berbagai cara dilakukan agar anaknya terlindungi, termasuk menyulap rumahnya menjadi sebuah rumah sakit pribadi untuk Madeline dan mengurungnya di sana. Novel yang inspiratif ini rencananya juga akan dibuatkan filmnya tayang pada bulan Mei 2017 di Amerika, dengan pemeran utamanya Amandla Stenberg dan Nick Robinson

 

*) Dimuat di Koran Radar Sampit Hari Minggu tanggal 23 April 2017

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Novel Terjemahan, Penerbit Spring, Review Buku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s