(Blogtour-Giveaway) SERUNI

Seruni

Judul Buku :Seruni
Penulis : Almas Sufeeya
Editor: Triana Rahmawati

Penerbit : Republika

Cetakan I : Februari 2017

ISBN :978-602-0822-39-6

Tebal buku : vi+239  hal

Blurb

Seruni tak menyesal meninggalkan segala hal yang menjadi tumpuan hidupnya selama bertahun-tahun di negeri sakura. Karena ia sudah berjanji pada dirinya sendiri, ia tidak akan menunda atau menunggu untuk bisa kembali ke Indonesia demi seseorang yang amat dirindukan. Meskipun harus menempuh jalan yang panjang, sukar, dan terjal. Ia siap menanggung segala konsekuensi asalkan bisa bertemu dengan orang itu.
***
Ada sebuah misi besar yang membuat Seruni jauh-jauh datang ke Indonesia. Ia tahu bahwa tindakannya ini bisa menghancurkan dirinya, tapi Seruni sudah siap menanggung segala risiko.
Tak ada jalan kembali. Rahasia, luka, dendam, dan kebohongan yang terkubur selama bertahun-tahun pelan-pelan akan terkuak.
Lalu, sebuah hal yang tak diduga terjadi dan meluruhkan seluruh tekad Seruni, memaksanya untuk mundur. Lalu, apa yang akan dilakukan Seruni? Menuntaskan misi
atau menundanya? Atau justru menghentikannya saat itu juga?

Segelap apapun hidup yang pernah dijalani, kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik selalu ada (hal :232)

Kisah ini diawali dengan kebingungan Seruni, yang baru tiba ke Indonesia dan belum tahu akan tinggal dimana.Setelah bertahun-tahun tinggal di Jepang, dan sekarang kembali ke Indonesia untuk suatu misi yang cukup besar. Di saat kebingungan, Seruni berkenalan dengan Ana, seorang gadis berjilbab yang menawarkan sebuah pekerjaan sebagai koki di Restoran miliknya (Restoran Ramsu) sekaligus tempat tinggal untuk Seruni. Tawaran tersebut diterima Seruni dengan  senang hati. Dengan demikian ia dapat mulai menjalankan misinya yaitu mencari seseorang yang amat di rindukan..

Ana memperkenalkan Seruni kepada Rifat patner bisnisnya, sekaligus koki di Restoran tersebut. Dengan kedatangan Seruni sebagai koki baru,  Restoran yang bernuansa Jepang itu kembali dibuka setelah beberapa lama tutup karena koki sebelumnya resign.

Ana mempunyai Kakak dan dua adik kembar. Kedua adiknya yang bernama Cantik dan Jelita tidak menyukai sikap Ana yang terlalu perhatian kepada Kakaknya, Aster. Ana memberikan perhatian lebih karena kondisi Aster yang depresi. Aster tidak pernah berbicara, wajahnya selalu dilanda kesedihan,tatapan matanya kosong. Dia kehilangan semangat hidup sejak kematian adiknya Krisan 7 tahun lalu yang bunuh diri. Dengan sabar dan telaten Ana selalu menemani Aster dan berusaha untuk memberi semangat, meski tidak pernah ada ekspresi dari Aster. Aster dilahirkan dari mama yang berbeda dengan ketiga adiknya. Mereka saudara tiri. Mama tiri Aster memperlakukan dirinya dan adiknya Krisan saat masih hidup dengan kurang baik

Suatu hari Aster diajak Ana ke restoran untuk bertemu dengan Seruni. Pertemuan yang sangat mengejutkan Seruni, ia tidak menyangka bahwa Aster adalah orang yang dicarinya. Seruni terpukul melihat kondisi Aster, ia belum sanggup mengungkap rahasia besar yang disimpannya selama 7 tahun ini.

Di sisi lain Taro, mencari Seruni yang pergi dari Jepang. Saat pencarian tersebut, ia bertemu Aster yang sangat mirip dengan Seruni. Pada akhirnya Taro mengetahui penyebab Aster depresi adalah kematian Krisan. Nama Krisan mengingatkan semua peristiwa yang selama bertahun-tahun dipendamnya.

Apakah Seruni akan mengungkapkan misinya?

Novel yang bertema keluarga selalu membuatku baper, saya terharu dengan kelembutan hati Ana, yang selalu melindungi dan menyayangi Aster meski Mamanya sendiri tidak menyukainya. Awalnya saya dibuat bingung dengan banyaknya tokoh yang diceritakan; Seruni, Ana, Rifat, Aster,Krisan, Cantik-Jelita, Mama Devi, Papa Dewangga, Taro, Papa Taro. Tetapi penulis meramu kisah ini dan menjadikan tokoh-tokoh tersebut saling terkait dengan kisahnya masing-masing. Misteri-misteri yang ada di novel ini membuat penasaran pembaca sehingga harus membacanya sampai selesai. Novel ini recomended bagi pencinta drama keluarga.

ITS GIVEAWAY TIME

blogtour Seruni 1.jpg

Ada 1 (satu) novel Seruni yang akan kalian dapatkan bagi pemenang yang beruntung

Persyaratannya :

  1. Follow blog ini dengan cara klik tombol “W” di kanan atas atau lewat Email

  2. Follow Twitter :  @Buku Republika  @Nely Ryanti

  3. Follow Instagram : @Buku Republika

  4. Share link giveaway ini dengan mention ke @NelyRyanti dan @Buku Republika

  5. Sertakan Hastag #Seruni

  6. Pertanyaannya : Apabila kalian kehilangan salah satu orang yang paling disayangi bagaiman cara kalian mengatasi kesedihan tersebut?

  7. Tulis jawaban kalian pada kolom komentar dibawah ini dengan menyertakan Nama, Akun twitter, Email, Linkshare dan Domisili

  8. Giveaway ini hanya berlaku bagi kalian yang memiliki alamat pengiriman di Indonesia

  9. Periode giveaway ini dari tanggal 13 – 16 Maret 2017

  10. Pengumuman pemenang akan dilakukan selambat-lambatnya 2 hari setelah giveaway ini berakhir

Goodluck…..

Iklan

18 Komentar

Filed under Blogtour-Giveaway, Penerbit Republika, Review Buku

18 responses to “(Blogtour-Giveaway) SERUNI

  1. Nama: Sharie
    Twitter: @nAshari3
    Email: nasharie88@gmail.com
    Link share: https://mobile.twitter.com/nAshari3/status/841026311703285760
    Domisili: Cikampek
    Jawaban:
    Kehilangan… hmm.. arti kehilangan bs aku maknain dua, yg pertama kehilangan karna kematian, dan kehilangan karna putus (?)
    Oke. Sebenarnya aku termasuk orang yg susah untuk muvon dr rasa kehilangan orang yang aku sayangi. Bahkan sampe skrg kadang2 suka inget kalo lg sensitiv.
    1) aku pernah kehilangan orang yg aku sayangi (putus). Bikin sedih karna aku bener2 sayang sama dia. Putusnya juga dengan alasan yang dibuat2. Aku baru ngerasain kehilangan banget karna antara hati dan logikaku gak sinkron. Jd hampir berbulan2 aku galo bgt kak. Aku yg aslinya tukang molor (pelor, nempel molor) bs menjadi insomnia. Aku yg biasanya gak nangisin cowok, jd nangisin cowo malem2 (diem2) pastinya. Aku yg biasanya cuek jd slalu stalking akun sosmednya pake akun yg lain. Biar gak ketauan. Hehe.. Sebenarnya sih cara mengatasinya dateng dr diri kita sendiri kak. Kemauan kita untuk gak stuck dan muvon. Saran2 dr org sekitar, baik kluarga ataupun sahabat cuma terdengar sebagai angin lalu kalo dari diri kita sendiri gak mau berusaha kluar dr situasi tersebut. Cara aku ngatasin tuh yg pertama adl ngeblock semua akun sosmednya, dan hapus no tlpnya. Lebay sih, tp itu satu2nya cara biar aku gak berhub sama dy. Kadang kalo lg “isengnya” kambuh, suka stalking sih pake akun yg lain, tp setidaknya agak mengurangi interaksi dengan dia. Setidaknya dia gak nongol di beranda/tl sosmed kita. Xixixi… Sekaligus, secara bertahap mengurangi stalking diem2. Kedua, sadar diri. Berusaha menanamkan pikiran kalo dia bukan jodohku, ini yg terbaik untukku, dan aku akan mendapatkan yg lbh baik lagi. Amin.
    2) aku jg br bbrp bln ini kehilangan bokap. Ya beliau meninggal dunia. Cara ngatasinnya, aku berpura2 tegar kak, berusaha gak nangis di dpn nyokap (klo inget bokap). Karna aku anak pertama kali ya kak, rasanya pengen nunjukin kalo “i’m fine”. Kedua, selalu nemenin nyokap, setidaknya berusaha ada di samping nyokap (sampe tidur aja skrg sama nyokap. Xixixi) Ketiga yg pasti adalah menanamkan pikiran kalo Allah lbh sayang sama bokap, itu yg terbaik buat beliau. Dan berdoa, semoga beliau bahagia di sisiNya.
    Memang sih kak, kadang semua hal tersebut gak berpengaruh kalo lagi keinget. Karna kata “ikhlas” kadang lbh susah dilakuin drpd dikatakan. Cuma satu yg aku percaya, cuma waktu yg bs mengatasi rasa kehilangan itu. Walaupun, tak lantas nanti kita melupakan orangnya.

    Suka

  2. Nama : Tary Wilujeng
    Twitter : @taryhirata
    Email : newbleizher@gmail.com
    Link Share : https://twitter.com/taryhirata/status/841098912396132353
    Domisili : Malang

    Kehilangan yang paling menyakitkan ketika Ayah berpulang ke Rahmatullah beberapa bulan setelah saya resmi bekerja di salah satu perusahaan di Indonesia. Menyakitkan karena saya sebagai si sulung nggak berada disana ketika Ayah sedang sakaratul maut. Menyakitkan karena di hari-hari terakhirnya, saya harus ada di kota lain karena tuntutan pekerjaan. Sampai sekarang sejujurnya saya masih kehilangan apalagi saat saya sedang down. Tapi, bagaimanapun kesedihan itu mendera-dera nggak ada jalan lain kecuali tetap berjalan dan melanjutkan hidup. Life must go on begitu katanya. Yang mesti saya pahami adalah kematian adalah kepastian, siapapun bisa mati tanpa tahu waktu. Ada perjumpaan pasti juga ada perpisahan, semua milik Allah tanpa terkecuali. Dan saya harus ikhlas supaya saya bisa berkompromi dengan kesedihan. Dan waktu yang akan sedikit-sedikit mengusirnya.

    Suka

  3. yasmiyanti

    Nama : yasmiyanti
    Akun twitter : @yaz_1090
    Email : yasmiyanti24@yahoo.co.id
    Link share : https://mobile.twitter.com/yaz_1090/status/841176987020419073?p=v
    Domisili : Purworejo Jawa Tengah

    Apabila kalian kehilangan salah satu orang yang paling disayangi bagaiman cara kalian mengatasi kesedihan tersebut?

    Kehilangan yang saya maksud disini adalah putus dengan pacar. Awalnya saya berfikir akan baik-baik saja setelah putus, dan saya ingin berteman baik dengan mantan saya. Tapi semakin lama sakit juga rasanya pergantian status dari kekasih ke teman, tadinya manggil “yank” sekarang manggilnya “kamu” 😆😆😆, anehnya dia juga masih sering menghubungi saya walau hanya sekedar menanyakan kabar. Namun, saya tidak berharap kembali lagi bersamanya karena dia sudah punya kekasih lagi (hwuaaaahaaaaa) Saya mencoba menghilangkan rasa kehilangan itu dengan cara antara lain.
    1. Menikmati kesibukan pekerjaan
    2. saat teman-teman mengajak pergi liburan, saya ikut saja mereka untuk refresing.
    3. hapus nomor mantan saya dari kontak telpon, bukan niat saya memutuskan tali silaturahmi, saya welcome kalau dia mau Whatsapp, telpon atau sms, bedanya kalau dia hubungi saya hanya nomornya saja yang terlihat bukan namanya.
    4. Bungkus dengan rapi kado2 dari mantan, kemudian kembalikan

    Suka

  4. Nama: Aulia
    Twitter: @nunaalia
    Email: auliyati.online@gmail.com
    Link share: https://twitter.com/nunaalia/status/841205215218954240 Domisili: Serang

    Apabila kalian kehilangan salah satu orang yang paling disayangi bagaimana cara kalian mengatasi kesedihan tersebut?

    Kehilangan orang yg paling disayangi pasti bakalan sedih banget, kecewa, terluka, patah hati, namun juga tidak berdaya. Karena itu aku hanya berserah diri sama Allah SWT, memohon kekuatan hati dan jiwa agar bisa ikhlas menerimanya. Pemikiran kalau kehilangan yg harus dihadapi adalah takdir yg sudah ditentukan Allah SWT dan siapapun tidak bisa menghalanginya, itu akan membuat hati menjadi lebih lapang lagi menerimanya. Karena semua yg ada di dunia hanyalah titipan, dan jika sudah waktunya diambil, kita harus melepaskannya dengan lapang hati.

    Suka

  5. Nama : Miftahul Jannah
    Twitter : @hatakeMJ
    email : @miftana81@gmail.com
    Domisili : Blora Jawa Tengah
    Link share : https://twitter.com/HatakeMJ/status/841410964331233281

    Apabila kalian kehilangan salah satu orang yang paling disayangi bagaimana cara kalian mengatasi kesedihan tersebut?

    Kehilangan orang yang paling disayangi memang sesuatu yang menyakitkan. Saya pun pernah mengalami kesedihan mendalam atas berpulangnya kakak tercinta. Down? tentu. bahkan nilai-nilai sekolah saya turun. Beliau adalah salah seorang motivasi saya. Tapi, keterpurukan itu tidak boleh berlanjut. Akhirnya saya memahami sesuatu, ternyata bukan hanya saya saja yang merasa kesedihan pun kepedihan, seharusnya saya sadar bahwa orang tua dan kakakku yang lainnya juga pasti sedih. bukan hanya aku saja yang merasa paling kehilangan, bukan hanya aku saja yang merasa terpuruk. Aku merasa lalai akan hal itu. Aku merasa lalai jika aku masih mempunyai keluarga yang begitu sayang denganku, aku begitu lalai jika aku masih mempunyai kehidupan yang harus berlanjut, dan aku yakin kakak tertuaku tidak ingin aku berhenti berjuang. Ku putuskan untuk kembali berdiri lagi, membiasakan diri tanpa kehadirannya dan menyerahkan segala urusan hanya pada ALLAH. Karena Allah tau kita tangguh. Berjuanglah, masa depan menanti kita.

    Suka

  6. Insan GumelarCiptaning Gusti

    Apabila kalian kehilangan salah satu orang yang paling disayangi bagaiman cara kalian mengatasi kesedihan tersebut?

    Bukan apabila, tapi aku sudah merasakannya dan aku kehilangan sosok bapak. Sedih, menangis, kehilangan, atau semacam depresi ringan mungkin sudah pernah aku alami. Karena, yah, kepergiannya selain meninggalkan luka, juga meninggalkan sebuah pengorbanan yang saat itu aku berpikir sia-sia. Hari demi hari harus dilewati dengan melihat tubuhnya semakin kurus dan lemah, harus melihat perubahannya yang seratus delapan puluh derajat. Hari itu aku berdoa, jika harus pergi maka ambilah, namun jika tidak sembuhkan rasa sakitnya. Kemudian dia pergi.

    Kehilangan itu bagaikan lubang besar yang seketika menenggelamkan kakiku. Seketika aku bingung, aku harus apa, sebab selama ini aku selalu bersembunyi di balik punggungnya. Aku selalu berjalan sambil menggandeng tangannya, dan walaupun aku berjalan di depannya, aku tau dia ada di sana, di belakangku. Menjagaku.
    Namun, hari itu, bapak benar-benar meninggalkanku. Dan aku merasa sendirian.

    Itu yang aku pikir ketika ditinggalkan. Namun, kemudian aku sadar. Bapak jauh lebih baik untuk pergi, dengan begitu bapak tidak akan lagi merasa sakit. Bapak tidak akan lagi lelah dengan rasa sakitnya. Aku akan menjadi seseorang yang lebih mandiri karena bapak akan tetap menjagaku walaupun tidak tepat di belakangku seperti dulu. Aku harus ingat kalau semua itu rencana Tuhan dan tidak ada yang salah dengan rencana-Nya. Bapak juga sering bilang, kalau kematian itu selalu datang dan jangan pernah merasa kaget ataupun takut. Bapak selalu mengingatkan aku akan hal itu sejak kecil. Jadi, walaupun awalnya takut, mau-tidak-mau, aku harus berani.
    Jadi, cara aku mengatasi hal tersebut dengan cara aku mengikhlaskan apa yang sudah terjadi, apa yang sudah menghilang walaupun itu seseorang yang sangat aku cintai. Walaupun harus menunggu beberapa waktu untuk bisa melakukannya. Aku juga sering menceritakan kisah atau kejadian yang aku lewati dengan bapak karena aku tidak ingin memori itu hilang. Aku tidak ingin menghilangkan memorinya dari kepalaku. Cukup raganya saja, jangan dengan kenangannya juga.

    Nama: Insan Gumelar Ciptaning Gusti
    Akun twitter: @san_fairydevil
    Email: alamadt_saya@yahoo.com
    Linkshare: https://twitter.com/san_fairydevil/status/841485154031869952
    Domisili: Surakarta

    Suka

  7. Eny

    Eny @Enythxz
    https://mobile.twitter.com/Enythxz/status/841484628942704640?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C9269465527
    email enytok03@gmail.com
    JOGJA

    Saya pernah kehilangan orang yang pernah kusayangi namun tak sempat aku miliki bukan berarti orang itu mati hanya saja dia memilih perempuan lain dibanding dariku. Sakit, iya memang susah melupakan seseorang yang pernah singgah di hati namun begitu saja dia pergi namun luka di hati enggan tuh pergi namun lebih menyanyat ketika aku aku mengingatnya. Dengan itu pula aku harus berubah menjadi perempuan yang lebih baik lagi, agar dia tau bahwa wanita seperti bisa bangkit tanpa dia dikehidupanku lagi. Aku ikhlaskan saja dia, mungkin Tuhan akan mendatangkan pria yang lebih baik dari dia, menyesali pun tak akan merubah keadaan. Kehilangan hanya proses waktu agar kita menjadi tegar karna terkadang hidup tidak seperti yang kita inginkan , tapi Tuhan Maha Tahu yang terbaik atas kehidupan kita.

    Suka

  8. A'imatul Latifah

    Nama: A’imatul Latifah
    Akun twitter: @A’im_La27
    Email: Aimatullatifah27@gmail.com
    Link share: https://mobile.twitter.com/Aim_La27/status/841252011605598209?p=v
    Domisili: Tuban

    Berbicara tentang kehilangan pasti selalu terasa menyakitkan ya.. Apalagi jika yang hilang adalah orang yang paling kita sayangi. Pasti rasanya akan sangat-sangat menyakitkan. Bersedih itu pasti, apalagi menangis. Rasanya itu adalah hal yang lumrah dan wajar. Tetapi, kita juga harus tahu. Ini adalah dunia. Aku pernah mendengar, kalau manusia di dunia hanya beristirahat untuk minum. Artinya, hanya sebentar, dan tidak akan kekal atau abadi di dunia. Lalu? Tanamkan pada hati, bahwa mereka sudah bahagia di tempat barunya. Jadi, belajar ikhlas. Sadari, bahwa mereka tidak akan tenang dan bahagia saat kita masih menangisi dan belum mengikhlaskan kepergiannya. Ibarat kita akan pergi berlibur. Apakah kita akan senang, apabila tidak mendapatkan izin dari keluarga saat akan pergi? Tidak bukan?!

    Suka

  9. Nama: Siti Nihlatul Fuadah
    Twitter: @Nihlafuadah09
    Link Share: Lihat Tweet @Nihlafuadah09: https://twitter.com/Nihlafuadah09/status/841544975628222465?s=09
    Domisili: Tangerang
    Email: nihlafuadah@gmail.com

    Jawaban:
    Untuk sebagian orang kehilangan orang yg disayangi apalagi berarti itu sangatlah besar untuk mempengaruhi hidupnya juga ada sebagian orang yg merasa hal itu adalah sesuatu yang biasa. Tapi aku bukan bagian dari keduanya, eh, atau bagian dari keduanya? Ditinggal mungkin sudah biasa. Kecewa dan merasa terpengaruh karna hal itupun sudah biasa. Hanya saja, aku selalu memilih mengekspresikannya ketika merasakn itu, agar apa yang aku rasa dan apa yg membuatku sedih dan kecewa cepat terlewati sudah. Kehilangan adalah sebuah pelajaran menurutku. Belajar lebih menghargai pada orang yang masih setia dan mau disamping kita. Kehilangan juga adalah ujian hati dari Tuhan Yang Maha Kuasa yg selalu menyayangi kita, Dia ingin selalu melihat bagaimana hambanya mampu menekan permainan hati dan egonya sendiri. Belajar, belajar, dan belajar yang aku dapat dari kesedihan dan kekecewaan karna sebuah kehilanagan. Tapi aku yakin, kehilangan tak akan membuat seseorang lemah jika orang itu mau menyikapinya dengan hal yang positif juga dengn pandangan yang baru dan rasa syukur dihati untuk orang yang pernah menemani hari-harinya sampai detik dimana memang takdir mengharuskn perpisahan untuk dua hati yang pernah disatukan. Bukan hanya dalam konteks hubungan lain jenis disini. Tapi dalam segala macam hal hubungan. Bahkan aku merasakan itu saat kehilangan salah satu anak didikku 2 bulan lalu.

    Suka

  10. Nama : Riza Putri Cahyani
    Twitter : @Zhaa_Riza23
    Email : rizaputricahyani@gmail.com
    Link share : https://twitter.com/Zhaa_Riza23/status/841668740664115201
    Domisili : Bogor

    Jawaban :
    Mengingat kembali kenangan yg pernah kami lalui bersama. Aku harus ikhlas dan menanamkan dalam hati bahwa semua orang pasti akan pergi. Aku tidak perlu berlarut-larut dalam kesedihan karena suatu saat nanti, entah kapan, aku juga akan pergi meninggalkan orang-orang yg menyayangiku. Ya, jalani hidup seperti biasa, jgn pernah merasa bahwa Tuhan tidak adil kepada kita. Justru dgn kehilangan itu kita belajar untuk lebih menghargai arti hadir seseorang. AKu akan mencoba membangkitkan kembali hal-hal yg pernah kami lalui bersama untuk mengobati rasa rinduku.

    Suka

  11. Catrin Braja

    Nama: Catrin Braja
    Twitter: @ca3n_braja
    Email: catrinshs58@gmail.com
    Linkshare: https://twitter.com/Ca3n_Braja/status/841763362039988224
    Domisili: Semarang
    .
    Jawaban:
    Sebenarnya merasa kehilangan itu sangat menyakitkan, mungkin saya tidak akan mengenang sebuah kenangan karena itu akan membuat lebih sakit dan lebih berandai andai mungkin aku dulu tidak begini, mungkin aku dulu tidak begitu. Dan dengan menghibur diri sendiri dengan percaya takdir itu ada yang entah takdir seperti apa untuk kita nanti akan di pertemukan.
    Yang saya percaya itu satu yaitu pertemuan dan perpisahan itu satu paket menjadi satu, dan kehilangan itu anak dari perpisahan. Terkadang jalan akan menentukan arah untuk kita kembali tetapi waktu yang lebih menentukan kepandaian kita di pertemukan.

    Suka

  12. Pada dasarnya, saya tak menyukai perihal apapun dari kehilangan, perpisahan, dan sebagainya. Namun, tak dapat dipungkiri ada saja menu hidup yang mengharuskan itu. Seperti halnya Seruni yang memilih hidup terpisah dari Aster, meninggalkannya. Dan, pada akhirnya ia pun tak bisa menampik rasa rindunya. Jadi, menurut saya hal yang dilakukan saat kehilangan orang yang disayangi adalah belajar dengan penerimaan yang sebenar-benarnya ikhlas. Bukan dengan mengorbankan hidup dengan keterpurukan seperti Aster yang kehilangan Krisan atau Seruni. Kita bisa pasrahkan kepada Sang Pemilik segalanya: Tuhan kita. Sembari terus menjalani hidup dengan menjadi manusia yang bermanfaat. Bukan terpuruk, apalagi mengorbankan usia untuk over pemurung, dsb.

    Nama: Siti Rokhanah
    Akun Twitter: @srkhanah Link share info https://twitter.com/srkhanah/status/841782867638198272
    Domisili : Tegal

    Suka

  13. Fridalia septiarini h

    Nama : Fridalia Septiarini H
    Twitter : @frdliash
    E-mail : fridaliash20@gmail.com
    Link share : https://twitter.com/frdliash/status/841896463026278400
    Domisili : Purwakarta
    Jawaban :
    Apabila aku kehilangan orang yang aku sayang, entah itu karena perpisahan atau kematian. Hal yang pertama aku lakukan adalah menerima dengan ikhlas. Dengan menerima, semuanya akan terasa lebih mudah. Mungkin rasa sakit itu passti ada, tapi dengan menerima, rasa sakit itu lebih bisa terkendali. Dengan menerima, kita pasti bisa berfikir positif. Saat orang itu meninggalkan kita, itu pasti bukan tanpa alasan. Saat Allah mengambil seseorang yang kita sayang itu juga bukan tanpa alasan. Semuanya pasti sudah jalan terbaik. Percaya dengan takdir, kalau memang Allah mengizinkan kita bertemu. Kalau tidak bertemu di dunia, yakini kita bertemu di akhirat.

    Suka

  14. ParamudikaH

    Paramudika H
    @ParamudikaH
    paramudika@gmail.com
    Domisili Padang
    https://mobile.twitter.com/ParamudikaH/status/842211517588160517

    Kehidupan tak pernah berlepas diri dari kata kehilangan. Jika belum mengalami, kelak kita pasti akan mendapati. Karena sejatinya bertemu adalah untuk berpisah.

    Saya telah kehilangan orang teramat disayang. Ayah. Bagaimana rasanya tentu semua sudah paham bagi yg telah mengalami hal serupa. Namun untuk berjuang meikhlaskan, melupakan rasa sakit tentu tiap kita mempunyai cara yang berbeda. Saya hanya punya satu cara, mendekatkan diri dengan sang Pemilik, berdoa agar kelak dipertemukan lagi dengannya di syurga

    Suka

  15. Nama: Deva Muhammad Yasin
    Twitter: @devayasinyahya
    Link Share: https://twitter.com/devayasinyahya/status/842328639022669825
    Domisili: Surabaya

    Jawaban:
    Pertanyaan ini seperti membuka kembali kesedihan yang baru sedikit terobati. Aku mengalami kehilangan terbesar dalam hidupku, Mom, i lost my mom.
    Hampir 4 tahun aku merantau ke luar Jawa, tanpa dapat bersua dengan mamak. Tapi, ketika pulang kembali ke tanah kelahiran, yang kutemukan hanyalah tubuh mamak yang sudah dalam keadaan sekarat.
    Hati ini menangis, menjerit sakit dengan sangat hebat. Ucapan dokter semakin memperparah luka yang ku rasakan. Kurang dari 12 jam aku menatap wajah ibuku yg pertama kalinya selama 4 tahun aku pergi, paginya beliau menghembuskan nafas terakhirnya.
    Rasa kecewa, rasa marah, rasa bersalah, rasa takut dan rasa sedih beradu menjadi satu membuat aku menjadi seperti orang bodoh dan menjadi linglung.
    Aku kehilangan kendali, aku kehilangan pusat duniaku, aku kehilangan salah satu tujuan hidup terbesarku..
    Aku hanya bisa duduk diam bengong dan tak mampu berdiri tegak. Rasanya seperti menaiki perahu yang tak berkemudi, terombang ambing kesana kemari.
    Aku si bungsu, si bungsu yang terkadang tidak dianggap ketika terjadi masalah dalam keluarga. Kemana aku harus mengadu dan berbagi kesedihan saat itu? TIDAK ADA. abang dan kakakku mengurusi kesedihannya masing-masing, mereka berusaha tegardgn caranya masing-masing. Aku tidak bisa menangis dan berkeluh kesah dihadapan mereka, Kemana lagi aku harus mengadu jika bukan pada Allah? Dalam sujudku aku menangis, dalam sujudku aku mengadu, dalam sujudku ku ceritakan dukaku, dan dalam sujudku aku memohon ampunan atas kesalahanku. walau aku tidak menunjukkan dukaku pada orang lain, tapi Butuh waktu lama untuk menguasai diriku, Semakin lama aku sadar, menangisi kepergian mamak tidak ada gunanya, aku ingat kembali pesan mamak yang menginginkanku menjadi lebih baik dan menjadi apa yang mamak harapkan. Perlahan aku mencari kegiatan yang dapat mengendalikan kesedihanku, dan Alhamdulillah aku menemukannya. Kualihkan kesedihanku pada buku-buku disekelilingku. Aku mulai masuk kedalam dunia literasi dengan lebih serius. Dan disana aku menemukan sahabat baru yg dapat menguatkanku, menasehati dan menjadi pelipur laraku. Apakah dukaku sudah terobati? BELUM, masih terasa sakit dan sedihnya. Tapi dengan Allah disiku itu sudah cukup. Kuyakinkan diriku bahwa Allah akan memberikan tempat yg terbaik untukku.
    Doa dan Usaha. Dua kata yg hasrus dipegang saat diri sudah goyang dan butuh pegangan. Tanpa keduanya, tentu kita akan kehilangan segalanya.

    Suka

  16. Rina Fitri

    Nama: Rina Fitri
    Twitter: @Rinafiitri
    Email: Riinafitrii68@gmail.com
    Link Share:

    Domisili: Aceh

    Orang yang telah pergi meinggalkanku adalah kakek dan nenek. Alhamdulillah sampai detik ini aku masih diberi kesempatan menikmati waktu bersama kedua orang tuaku. Tidak terbayangkan bagaimana jika mereka pergi. Mungkin aku akan kehilangan sandaran. Karena bagaimanapun keluarga adalah bagian terpenting dari diri manusia, keluarga merupakan sekolah pertama dan ibu serta ayah adalah guru pertama yang mengajariku. Tapi orang tuaku jugalah yang mengajarkanku bahwa setiap manusia pasti akan kembali kepada-Nya. Dan saat itu tiba, tidak ada hal lain yang bisa kulakukan selain dengan mengikhlaskannya. Karena hanya dengan begitu mereka akan tenang di sisi-Nya. Serta tidak lupa juga bagiku untuk mengirimkan doa.

    Suka

  17. Bety Kusumawardhani

    Nama: Bety Kusumawardhani
    Twitter: @bety_19930114
    Email: aki.no.melody@gmail.com
    Domisili: surakarta
    Linkshare: https://mobile.twitter.com/bety_19930114/status/842042654955192321?p=v

    Mengunjungi rumah sakit, panti asuhan, panti jompo atau kampung padat penduduk di pinggiran sungai. Aku bisa berinteraksi dengan orang-orang yg aku temui selama perjalanan supaya aku bisa lebih bersyukur dengan hidupku saat ini. Ini akan membuatku sadar jika banyak orang yg masih bisa bahagia dan tersenyum meskipun masalah yg mereka hadapi lebih berat daripada masalahku. Seperti konsep lost dan found, ketika kamu sedih karena kehilangan seseorang yg kamu sayangi, kamu akan mendapatkan kebahagiaan lain dari orang lain dan di tempat lain. Bukankah kehilangan tidak menjadi penghalang untuk melanjutkan hidup. Percayalah Tuhan pasti punya rencana yg tak terduga di balik kesedihan itu.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s