(Blogtour-Giveaway) Ya Allah Aku Rindu Ibu


Judul : Ya Allah Aku Rindu Ibu

Penulis : Irfa Hudaya

Penerbit : Kana Books

Tebal Buku : 254 halaman

Cetakan Pertama: Desember 2016

ISBN : 978-602-394-391-3

Buk, meski aku mengatakan cintaku bermiliar-miliar untuk ibuk, tetap saja aku tak bisa mengalahkan cinta yang ibuk punya untukku (hal:188)

Sebuah buku yang ditulis berdasarkan true story  dari penulis Irfa Hudaya Ekawati atau biasa disapa Irfa. Bercerita tentang sosok ibunya dari saat Irfa masih kecil hingga berkeluarga,dimana saat itu Ibunya dipanggil menghadapNya. Ini adalah buku persembahan penulis buat Sang ibu tercinta, dan buku ini juga dapat mewakili perasaan semua anak yang rindu akan ibunya.

Dan ini kisah Irfa bersama Ibuk…

Irfa kecil, merupakan sosok anak yang kritis, berani dengan keingintahuan yang besar hingga terkadang membuat marah Ibuk. Sering sekali Irfa bersilang pendapat dan membantah perkataan ibuk. Seperti diceritakan saat Ibuk memberi pemahaman tentang religiusitas ; larangan mencuri. Kata Ibuk, kalau mencuri dosa, nanti dihukum sama Allah dipotong tangannya, Irfa bertanya; siapa yang motong tangannya? Malaikat, jawab Ibuk.  Irfa kecil tidak langsung menerima penjelasan Ibuk, ia akan membuktikan sendiri; yaitu dengan mengambil uang ibuk untuk jajan. Ketika ia telah mencuri, terbukti tangannya masih lengkap, dan ia yakin kalau ibuk berbohong. Meskipun suatu hari aksinya ketahuan sama Ibuk,beliau marah besar, tangan kanannya disentil beberapa kali , tetapi Irfa tidak kapok. Irfa kecil berhenti mencuri saat banyak ngobrol dengan Mbah Kakungnya tentang pemahaman bahwa Allah Maha Penyayang terhadap anak-anak, selalu memberi hadiah jika berbuat baik. Ini pembelajaran yang luar biasa

Sebagai orangtua, kita tak bisa meremehkan kemampuan anak-anak untuk berpikir. Harus ada jawaban yang logis untuk menjawab semua pertanyaan yang abstrak. Sesuatu yang abstrak, ketika disampaikan dengan bahasa positif akan lebih berpengaruh dalam pola berpikir mereka (hal:19)

Pada saat remaja Irfa merasa hubungan dengan Ibuk seperti Frenemy ; teman tapi musuh. Seringkali ibuk membuat Irfa kesal dengan larangan atau tugas yang banyak dari ibuk; ga boleh pacaran, harus momong adik-adiknya, ga boleh keseringan baca majalah dsb.Tetapi terkadang saat menghadapi masalah , orang yang pertama kali dicari adalah Ibuk. Irfa menyadari semua sikap ibu dahulu ketika sekarang sudah mempunyai anak yang menginjak remaja, betapa sulitnya menghadapi emosi mereka yang terkadang labil.

Terimakasih untuk sebuah pemahaman yang akhirnya aku temukan jawabannya ssetelah melewati banyak masa (hal:52)

Beranjak dewasa Irfa makin menyadari betapa ibu adalah sosok yang tidak dapat tergantikan, dibalik sikapnya yang tegas, dan kaku Ibuk sangat menyayangi anak-anaknya. Terutama pada saat masa-masa sulit ketika ayahnya meninggal, Ibuk mampu bersikap tegar dan tidak pernah mengeluh sedikitpun meskipun saat itu keuangan sedang ada masalah. Ia selalu membesarkan jiwa anak-anaknya dan memberikan sugesti yang positif

Tidak perduli seberapa beratnya. Hanya percaya, bahwa Yang Maha Kuasa pasti akan memberikan yang terbaik untuk hamba-Nya (hal:105)

Sepanjang membaca buku ini, mataku berkaca-kaca, saya sedemikian merasa bersalah karena saat ini saya jauh dari Ibu…saya tidak bisa bersama ibu setiap hari…bahkan terkadang saya lupa berkomunikasi hanya untuk sekedar menyapanya. Pada bagian detik-detik ayahnya meninggal, ini membuatku menangis. Karena ayah saya juga telah meninggal. Saya rindu Ayah dan Ibu….

Penulis sangat pandai menuliskan kata-katanya, hingga pembaca akan terhanyut dalam ceritanya. Latar belakang orang jawa, dan bahasa jawa yang digunakan makin memperkuat cerita ini.  Banyak sekali pelajaran yang bisa dipetik dari buku ini; bagaimana caranya anak  berbakti kepada orangtua, menjadi orangtua yang baik, menjaga ikatan persaudaraan dan yang terpenting bagaimana belajar tentang sebuah ketulusan serta keikhlasan

Namun ikhlas kan nggak hanya sekadar kata. Sebuah keikhlasan itu ketika kita berani melepaskan sebuah cinta supaya ia berbahagia (hal:277)

 ITS GIVEAWAY TIME

yaallahakuarinduibu

Kalian juga bisa mendapatkan buku ini secara gratis, karena penulis akan memberikan 1 buku kepada salah satu pemenang yang beruntung. Jadi yang kemarin belum beruntung putaran pertama di blog @Dhila kalian bisa ikutan lagi lho…

Caranya :

  • Follow blog ini dengan cara klik tombol “W” di kanan atas atau lewat Email

  • Follow Twitter : @Irfa hudaya dan @NelyRyanti

  • Share link giveaway ini dengan mention ke @NelyRyanti dan @Irfa Hudaya

  • Sertakan Hastag #YaAllahAkuRinduIbu

  • Pertanyaan : Apa kenangan yang tidak terlupakan saat bersama Ibu?

  • Tuliskan jawaban kalian di kolom komentar dan sertakan :Nama, Akun Twitter,Linkshare, dan  Domisili

  • Giveaway ini hanya berlaku bagi kalian yang memiliki alamat pengiriman di Indonesia

  • Periode Giveaway#YaAllahAkuRinduIbu ini adalah 27 – 4 Maret 2017.

  • Pengumuman pemenang akan dilakukan selambat-lambatnya 2 hari setelah giveaway ini berakhir

 

Goodluck….

Iklan

18 Komentar

Filed under Blogtour-Giveaway, Review Buku

18 responses to “(Blogtour-Giveaway) Ya Allah Aku Rindu Ibu

  1. Nama: Desita Wahyuningtias
    Twitter: @desitaw97
    Linkshare: https://twitter.com/desitaw97/status/836015407924293632
    Domisili: Surakarta

    Apa kenangan yang tidak terlupakan saat bersama Ibu?
    Kenangan ketika mendengarkan dongeng-dongeng ibu sebelum tidur. Kenangan itu begitu hangat mendekapku hingga kini. Apa yang dilakukan beliau saat itu mempengaruhi diriku yang sekarang. Diriku yang bercita-cita dapat membuat cerita agar menjelma menjadi mimpi bagi pembacanya tak lepas dari pengaruh tersebut.

    Suka

  2. Nama : Heni Susanti
    Twitter : @hensus91
    Link share : https://twitter.com/hensus91/status/836026612193841152
    Domisili : Pati – Jawa Tengah

    Banyak sekali kenangan dengan Ibu yang tak akan pernah bisa kulupakan. Apalagi dengan keadaanku sekarang yang hidup jauh dari Ibu membuat kenangan-kenangan itu sering sekali muncul dan menumbuhkan kerinduan teramat sangat. Tapi kalau harus menyebutkan satu kenangan dengan Ibu yang paling kurindukan adalah elusan rambut dan kecupan dalam di pipiku setiap kali aku akan tidur. Bahkan sampai usiaku sedewasa ini, kebiasaan Ibu yang satu itu tak pernah terlewat jika beliau di rumah. Kadang aku akan pura-pura tidur jika beliau melakukannya, karena jika mengira aku sudah tidur, beliau akan mengucapkan doa singkat untuk hidupku saat mengelus rambutku. Momen itu terasa magis bagiku.

    Buku ini #YaAllahAkuRinduIbu benar-benar bisa mewakili bagaimana perasaanku sekarang.

    Suka

  3. Nama : Fira Firdaus
    Twitter : @firafirdaus1
    Linkshare : https://twitter.com/FiraFirdaus1/status/836058096837382145
    Domisili : bengkulu
    Apa kenangan tidak terlupakan? Kalau sama mama yang baik baik dan yg menyenangkan kadang terlupa, tapi kalau yang menyeramkan kayak yang ini, mama lagi makan dan aku ajak ngobrol. Kemudian karena keganggu mama banting piring kemudian marah padaku. Itu ga terlupakan banget, hehe, tapi yang jelas kenangan itu bikin aku sadar kalau kadang2 aku ini nyebelinnya ga kira2,

    Suka

  4. Nama : Herva Yulyanti
    Twitter : @hervayulyanti
    Linkshare : https://twitter.com/hervayulyanti/status/836075218183434240
    Domisili : Cimahi
    Jawaban : Ibuku sudah meninggal tahun 2008 silam, bagiku semua moment bersamanya adalah kenangan yang tak terlupakan. Tidak ada satupun slide memori bersamanya yang bisa aku lupakan, aku tumbuh dalam kasih sayangnya yang tak bisa tergantikan oleh siapapun jg.

    Suka

  5. yasmiyanti

    Nama : yasmiyanti
    Akun twitter : @yaz_1090
    Link share : https://mobile.twitter.com/yaz_1090/status/836156874789539840?p=v
    Domisili : purworejo, jawa tengah

    Saat aku berumur 2,5 ibuku meninggal karena sakit. Walau saat iku aku masih sangat kecil, aku ingat dulu aku pernah duduk disamping ibu yang sudah terbaring tidak bernafas, aku disuapi tanteku tapi dalam diriku tak ada kesedihan, karena aku masih polos, belum tau apa2.
    Tapi, aku bisa hidup bahagia seperti yang lain. Ibu tiriku sangat baik, merawatku dari kecil hingga dewasa, selalu mengkhawatirkan ku, dan jadi teman berbagi cerita, itu saat-saat terindah kebersamaanku bersama ibu

    Suka

  6. Insan GumelarCiptaning Gusti

    Pertanyaan : Apa kenangan yang tidak terlupakan saat bersama Ibu?
    Nama: insan gumelar ciptaning gusti
    Akun Twitter: @san_fairydevil
    Linkshare: https://twitter.com/san_fairydevil/status/836274575629393920
    Domisili

    Suka

  7. Insan GumelarCiptaning Gusti

    Nama: insan gumelar ciptaning gusti
    Akun Twitter: @san_fairydevil
    Linkshare: https://twitter.com/san_fairydevil/status/836274575629393920
    Domisili: Surakarta

    Apa kenangan yang tidak terlupakan saat bersama Ibu?

    Hahaha… karena terlalu banyak hal yang aku lakuin bareng ibu, jadi aku sendiri sampai bingung. Tapi yang paling aku suka adalah ketika berada dalam dekapan ibu, bisa langsung tidur. Bahkan sampai usiaku 20 tahun, aku masih suka tidur dalam dekapan ibu. Kalau lagi sakit, baru bisa tidur kalau sudah dipeluk ibu. Ibu itu sudah semacam obat tidur paling aman dan nyaman. Walaupun kadang ibu itu cerewet, menyebalkan dan bikin kesal sendiri tapi kalau enggak ada di rumah rasanya aneh.

    Suka

  8. Nama : Siti Nihlatul Fuadah
    Twitter : @nihlafuadah09
    Link share : Lihat Tweet @Nihlafuadah09: https://twitter.com/Nihlafuadah09/status/836532287864918017?s=09
    Domisili : Tangerang

    Apa kenangan yang tidak terlupakan saat bersama Ibu?

    Jujur, hampir 18 tahun hidupku tapi kenangan bersam Ibu atau yang biasa kusapa Umi sangatlah sedikit. Bayangkan saja, ketika umurku 4 setengah tahun dan Umi sudah harus menjadi singgle parent yang menghidupi kedua anaknya. Aku dan adikku. Bukan hal yang mudah untukku jauh dari Umi dan tinggal bersama nenek saat Umi bekerja, dua bulan sekali Umi akan datang menengok kami. Yah, hanya 2 bulan sekali dan waktu yg kami habiskan hanya sehari dalam 2 bulan itu untuk brtemu. dan, waktu sehari itu tentu sja bknnya hanya jd waktu untukku bersama aku dan adikku sja, tp jga untuk orang-orang yg lainnya. yang selalu menunggu kepulanagn Umi tiap 2 bulannya.

    Sampai ketika adikku masuk SD dan aku kelas 5 SD. Umi membawa aku serta adikku untuk sekolah berasrama. Pondok pesantren namanya. Tak peduli kami yg masih belia. Hingga aku lulus SMA dan adikku duduk di kelas 3 SMP sekarang pendidikan yang kami tempuh adalah didalam Pondok Pesantren saja. Jadi bayangkan saja, berapa banyak waktu yang kami arungi tnpa Umi disisi kami. Belum lagi, jika memang kami liburan buakn kami yg jadi bahan patakon, tetap pekerjaan yang umi utamakan.

    Kami tak pernah kecewa pada keadaan, juga mengeluh meminta perhatian -yg mana terkadang kami lakukan untuk sekedar mengingatkan umi bahwa kami juga masih membutuhkannya-. Yah, entahlah! Sudah jangan bahas kisahku yang sok aku dramatiskan. Yg terpenting disini aku menjawab pertanyaan bukan?

    Kenangan yg paling dan sangat berkesan ketika kelulusan SMA ku tahun kemarin, umi datang memelukku dengan bangga. Walaupun, aku tidak menjadi juara seperti saat kelulusan SD dan SMP yg tidak umi hadirkan. Aku tahu umi kecewa, mungkin dalam benaknya kenapa aku tidak jadi juara seperti 2 kelulusanku sebelumnya ketika umi tak mendapingiku?

    Umi bilang “Alhamdulillah rezeky teteh di SD sma SMP aja, rezeky kali ini kedatangan umi aja yah….” Ya Allah jika aku tahurezeky jadi juara gantinya umi akan datang diacara wisuda, aku ingin kembali keacara wisuda-wisudaku sebelumnya, dan menanggalkan gelar juara saat itu juga. Hanya agar dapat bersimpuh langsung dikakinya dan memeluknya. Seperti anak-anak lainnya di setiap acara wisuda.

    Suka

    • Nama: haidaroh sholeh
      Twitter: @haidarohsholeh
      Link share: https://twitter.com/HaidarohSholeh/status/836752172620496896
      Jawaban:
      Kenangan yang tak akan terlupakan adalah ketika ibuk menyemangati saat aku sedih, saat ibu memintaku untuk segera sholat, saat ibu memarahiku saat aku kebanyakan mainan, dan saat ibu memasakkanku tahu telur dan bakmi jawa. Tapi momen paling tak terlupakan adalah ketika ibuku ditinggal wafat sama abahku, dan juga saat aku diwisuda. Haru haru manja. Kenangan kecil itu tak akan terlupakan dan selalu aku ingat saat aku jauh dari jangkauan beliau. Semoga Allah memberikan kebaikan dan menjauhkan dari kesakitan kesakitan amin.

      Suka

  9. Fera Lestari

    Nama : Fera Lestari
    Akun Twitter : @feralestari95
    Link Share : https://twitter.com/feralestari95/status/836197232877563904
    Domisili : Aceh
    Jawaban :

    Bagiku setiap kebersamaanku dengan ibu adalah moment yang berharga, kenangan yang membahagiakan. Dari sekian banyak kenangan bersama ibu, satu yang tak terlupakan adalah ketika ibu merawatku saat aku sakit. Dengan sabar ibu menyuapiku dan menyiapkan obat yang harus aku minum. Bahkan kadang-kadang aku menolak minum obat yang pahit itu, tapi ibu tetap dengan sabar membujukku untuk meminumnya. Pun ketika malam, ibu menemaniku tidur sambil mengelus rambut dan memelukku. Saat-saat seperti itu adalah saat-saat yang membahagiakan dan tak terlupakan walaupun aku sedang sakit. Dan bagiku kehadiran ibu saat sakit adalah obat yang sesungguhnya.

    Suka

  10. Nama: Rohaenah
    Twitter: @rohaenah1
    Link share: https://twitter.com/rohaenah1/status/837129839823867904
    Domisili: Jakarta
    Jawaban: meskipun ibu masih ada, aku hidup merantau jadi ngga bisa selalu ada didekatnya. Yang pasti banyak hal yang selalu di ingat tentang beliau. Tapi hal yang paling tidak bisa aku lupakan salah satunya saat masih kecil kalo mo tidur pasti maunya dikelonin ama ibu. Sambil nonton tv , tidur-tiduran tapi pasti di pangkuan ibu. Jadi, ibu udah tau kalo aku udah mulai ngantuk dia nyelonjorin aku, terus aku tidur. Dan pastinya ibu pasti mengusap-usap rambut aku biasanya sampai tertidur. Mungkin kelihatannya sepele, tapi bagiku itu salah satu kehangatan kasih sayang ibu.

    Suka

  11. Elsita F. Mokodompit

    Elsita F. Mokodompit
    @sitasiska95

    elsitafransiska@gmail.com
    Morowali – Sulawesi Tengah

    Kenangan yang nggak terlupakan bersama Mama? Adalah saat beliau memperkenalkan buku dan bacaan kepada saya dulu sekali saat masih kecil. Yang bikin saya jadi kutu buku seperti sekarang ini

    Suka

  12. Bety Kusumawardhani

    Nama: Bety Kusumawardhani
    Twitter: @bety_19930114
    Linkshare: https://mobile.twitter.com/bety_19930114/status/837181908081590272?p=v
    Domisili: Surakarta

    Kenangan yg tidak terlupakan saat bersama Ibu yaitu saat beliau membukakan pintu maaf untukku tanpa ucapan.

    Waktu itu aku sedang sakit kepala. Ibu yg khawatir justru menasehati ku panjang lebar. Aku yg masih pusing, tidak sengaja membantah beliau. Beliau merasa sedih dan diam saja seharian itu. Aku merasa bersalah tetapi ego ku sangat tinggi untuk meminta maaf pada beliau. Keesokan harinya, aku akan pergi ke Jogja untuk jalan-jalan. Ibu ku sudah sibuk di dapur sampai tidak berangkat pengajian. Tiba-tiba beliau keluar dari dapur dan menyuruhku dengan lembut untuk segera sarapan agar tidak ketinggalan kereta. Ternyata sedari subuh, ibuku sibuk menyiapkan sarapan dan bekal makanan yg akan aku bawa ke Jogja. Aku merasa terharu dan menyesal telah membentak beliau kemarin. Setelah itu, aku meminta maaf pada beliau dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Seorang Ibu akan selalu memaafkan semua kesalahan anaknya, meskipun si anak telah menyakiti hatinya.

    Suka

  13. Nama: Aulia
    Twitter: @nunaalia
    Link share: https://twitter.com/nunaalia/status/837194677631639554
    Domisili: Serang

    Apa kenangan yang tidak terlupakan saat bersama Ibu?

    Setiap waktu bersama ibu/mama akan menjadi kenangan yang tidak terlupakan. Tapi yang paling asik itu saat aku bantuin mama masak. Banyak hal yg bisa dipelajari. Apalagi masakan mama itu favorit aku banget. Aku pengin bisa memasak makanan yg nantinya juga bisa jadi favorit anak-anakku 😀

    Suka

  14. Nama: Ana Bahtera
    Twitter: @anabahtera
    Link: https://twitter.com/anabahtera/status/837289853314199555
    Domisili: Aceh
    Jawaban:
    Banyak kenangan bersama Ibu yang tak bisa aku lupakan. salah satunya adalah saat beberapa tahun lalu aku down karena tidak jadi wisuda dibulan yang ditargetkan yg disebabkan oleh suatu kendala. Pada hari wisuda (seharusnya wisudaku) secara tiba-tiba Ibu sudah sampai di depan pintu kamar kos tanpa memberitahuku terlebih dahulu. Aku masih ingat bagaimana senyumannya menyambut wajah kusut dan linangan air mataku yang belum tuntas disaat kemarin pagi aku menelponnya. Dihari itu, saat orang lain sedang wisuda di dalam aula gedung kampusku. Ibu tetap menguatkanku, membawaku ke aula wisuda menemui teman-temanku yang telah wisuda pada saat itu, mengikuti acara dari awal sampai akhir, kami bertukar cerita bersama yang membuat bebanku saat itu benar-benar menguap bersama ikhlasnya Ibu yang tidak masuk aula gedung wisuda bulan itu.

    Suka

  15. Nama : Riza Putri Cahyani
    Twitter : @Zhaa_Riza23
    Link share : https://twitter.com/Zhaa_Riza23/status/837661972329979905
    Domisili : Bogor

    Jawaban :
    Kenangan yg tidak terlupakan saat bersama ibu adalah saat ketika ibu lagi makan dan aku sering minta disuapin makanan dari piring yg ibu makan padahal sebenarnya aku udah makan hehehehe. Terus saat aku sakit ibu tidak pernah meninggalkan aku. Ibu selalu ada di sampingku. Bahkan kalau ibu ingin ke kamar mandi ibu akan memanggil ayah untuk menemaniku. Hal ini selalu terjadi bahkan sampai aku SMA. Momen lainnya adalah saat aku mengikuti ibuku di dapur saat masak. Aku tidak banyak membantu tapi hanya mengikuti langkah-langkah ibuku dan memperhatikan apa yg ia lakukan. terus ibu bilang, “ngapain kakak ikutan mama?”. Dan momen terakhir yg tidak terlupakan adalah saat ibu melepas kepergianku ke kota orang di bandara. Ibu menemaniku sampai pesawatku take off. Bahkan ketika aku sudah check in ibuku berdiri lama di balik kaca sampai aku masuk ke pesawat. Ia tidak menangis tapi hanya berkata kalau aku harus bisa menempatkan diri dan jgn pernah lupa kalau aku punya Allah.

    Suka

  16. Nama: Rizki Fitriani
    twitter: @Kikii_Rye
    link share: https://twitter.com/Kikii_Rye/status/838029161205645313
    domisili: Sidoarjo

    kenangan yg tak terlupakan bersama ibu?
    saat bertukar pikiran mengenai masa depan. momen dimana aku tau apa yg ibu rasakan selama ini. hal yg bahkan tidak aku duga sebelumnya.
    saat ketika ibu menitikkan mata di sela bercerita.
    waktu yg akan sangat jarang akan terjadi. karena yah, aku dan ibu tidak sedekat nadi. jarak hadir untuk membatasi. meski komunikasi lancar tanpa hambatan, rasa canggung selalu mendominasi ketika berdekatan.
    kenangan yg selalu ingin ku ingat. kenangan akan pelukan yang sangat erat yang pernah dia berikan di saat usia remaja. saat yg membuatku lebih terbuka akan hidup yg kujalani. momen yg mungkin menurut orang lain adalah hal biasa, tp begitu berarti untukku.
    saat ibu memelukku, memberikan rasa hangat dan nyeri di saat bersamaan. momen yang bahkan terlalu indah untuk di kenang.

    Suka

  17. Leny

    Nama: Leny
    Akun twitter: @Lynlainy17
    Link share: https://twitter.com/Lynlainy17/status/838033000369553408
    Domisili: Kalsel

    Kenangan yang tidak terlupakan saat bersama Ibu adalah saat aku dan ibu saling berbagi cerita dan kami juga curhat bareng. Aku mendengarkan cerita ibu yang seru, menyenangkan, dan terkadang juga mengharukan. Aku senang ketika Ibu mendengarkan ceritaku, Ibu juga biasanya memberikan pendapat serta jalan keluar yang terbaik saat aku mendapat masalah. Ibu adalah obatku ketika aku sakit. Ibu selalu berada disampingku, menguatkan aku, memberikan aku semangat serta motivasi, dan selalu mendengarkanku.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s