MEMORABILIA : Medium Untuk Melupakan

wp-1477053647172.jpeg

BERDAMAI DENGAN KENANGAN

Judul Buku :Memorabilia
Penulis : Sheva
Penyunting: Donna Widjajanto
Penerbit : PT Bentang Pustaka
Cetakan I :  Maret 2016
ISBN :978-602-291-124-1
Halaman :294 hal

Kenangan bisa dibagi, tapi ngga bisa dihilangkan (hal :270 )

ini adalah karya penulis Sheva yang pertama kubaca, Memorabilium. Dan setelah membaca buku ini, saya harus membaca novel Sheva yang lainnya, terutama Blue Romance. Saat awal terbit buku ini sebenarnya telah menarik perhatianku, judul buku yang unik sekaligus susah pengucapannya ini, justru langsung masuk memori jangka panjangku, apalagi dengan cover yang eye catching ini.

Setiap orang pasti mempunyai kenangan kan..? entah itu kenangan baik atau buruk. Kalau kenangan menyenangkan mungkin masih ingat, tidak apa-apa, tetapi bila kenangan buruk, biasanya akan cenderung ingin melupakan. Tapi melupakan itu sama sulitnya dengan mengingat bukan ? itu sih kalau saya 🙂

Semua barang yang disimpan karena nilai kenangannya, jika kelamaan disimpan hanya bikin gudang penuh dan hati semakin lemah (266)

Memorabilia berkisah tentang seorang gadis yang bernama Jingga bersama teman-temannya Januar dan Karsha membangun bisnis majalah online Memorabilia yang bertujuan membantu orang-orang melupakan kenangan dengan cara menjual barang-barang yang mungkin bukan barang historis tetapi barang itu berharga bagi kamu, Dulu. Dan Majalah digital Memorabilia akan mengangkat kisah-kisah dibalik barang tersebut, untuk kemudian dijual kepada orang yang tepat membelinya

Memorabilia adalah setiap barang yang punya kenangan khusus untuk setiap orang.

..memberikan kesempatan kedua bagi barang tersebut untuk menjadi memorabilia. Menjadi barang yang bisa membawa pesan dari pemilik pertama kepada pemilik selanjutnya (hal:11)

Ada beberapa barang yang sudah dijual di momarabilia antara lain CD rekaman permainan piano, secarik kertas bertuliskan Kupon Permohonan Pandu, bibit tanaman Marigold, dan lainnnya. Semua barang tersebut mempunyai kisah menarik bagi sang pemiliknya, ada yang berkisah tentang kepercayaan diri dan mimpi, atau berkisah tentang kesempatan kedua  Pandu untuk kembali bersama istrinya.

Memorabilia sedang bermasalah, karena jumlah pembaca makin menurun, mengakibatkan pemasukan dari iklan juga berkurang yang berpengaruh pada finansial perusahaan. Dan pada saat bersamaan Pa Pram menawarkan proyek besar, yang dapat mendongkrak pemasukan iklannya. Pa Pram akan menjual gedung bioskup tua yang bernama Bahagia Theater, semua orang di Memorabilia setuju kecuali Jingga. Tidak ada yang tahu, kalau gedung bioskup itu juga memiliki kenangan tersendiri bagi Jingga. Tetapi ia simpan sendiri kenangan tersebut. Jingga dilema antara kepentingan pribadinya atau perusahaanya yang diujung tanduk, tetapi kenangan Bioskup itu sungguh sangat berarti bagi Jingga, dan tidak ingin kalau itu dijual. Selama ini Jingga membantu orang lain untuk keluar dari kenangan pahitnya tetapi ia tak mampu menolong dirinya sendiri.

Lalu, bagaimana Jingga akan menyelesaikan permasalahan finansial Memorabilia ? akankah ia menerima proyek tersebut dan dapat melupakan kenangan tentang bioskup tersebut?

Selama membaca novel ini, saya merasa tidak sedang disini. Pikiran saya terhanyut dalam kenangan-kenanganku tersendiri, di masa lalu. Seandainya benar ada Memorabilia di dunia nyata, mungkin saya akan menjual barang-barangku disana. Dari beberapa kisah dibalik barang memorabilia, saya terkesan dengan kisah Sofia dan CD Rekaman permainan piano bersama temannya. Saya jadi tahu, piece-piece dalam permainan piano , seperti Tchaikovasky : dance of the sugarplum fairy, Chopin, Claude Debussy;Claire de lune. Tampaknya penulis juga mahir bermain piano atau kalaupun tidak, pasti melakukan riset terdahulu tentang permainan piano

When you are passionate about something, you talk too much about it (hal :63)

Penulis mengambil setting jalan cikini, ini membuatku penasaran untuk menjelajahi jalan tersebut, dengan gedung bioskup Megaria yang telah berubah menjadi Metropole. Meskipun setting lokasi tidak banyak, hanya di seputar jalan cikini dengan gedung bioskup dan cafe Blue Romance nya tetapi cerita ini mampu membawa pembaca kedalam kisahnya. Mungkin dikarenakan setiap orang mempunyai kenangan dalam hidupnya.

Nilai plus novel ini juga terletak pada susunan kalimat, banyak kata-kata quotable yang mampu menghipnotis para pembacanya

Kehilangan itu sedikit jumlahnya, hanya satu. Tapi, kehilangan satu orang yang berharga di dunia ini lebih memedihkan hati daripada kehilangan seribu harta yang kita kumpulkan (hal : 114)

Ketika berbagi kesedihan sama orang lain, kesedihannya cuma hilang setengah, bukan seluruhnya (hal :159)

Rasa sakit itu ngga punya ukuran, Sesepele apapun itu jika bikin kita menderita, itu namanya rasa sakit (hal :169)

Novel ini mengajarkan kita untuk tidak berlarut dalam kenangan, karena kenangan itu akan tetap ada meskipun kita berusaha melupakan. Kenangan itu juga mengajarkan untuk tetap kuat dalam menghadapi masa depan, siapapun yang belajar dari kenangan masa lalu, akan dapat berbuat yang lebih baik di masa depannya.

Ada kenangan yang harus tetap dalam hati kita, seberapa lihainya “memindahtangankan” kesedihan ke tangan orang lain, sebagai manusia, kita tetap harus ngerasain yang namanya duka (hal :270)

Hidup penuh dengan rasa yang terkadang terlalu pahit atau manis pada ujungnya. Melepaskan berarti menerima bahwa hidup memang inilah adanya, dan setiap memorabilia yang dilepaskan berarti satu langkah menuju masa depan, bukan untuk melupakan masa lalu (hal :286)

Novel yang recomended…Selamat Membaca

Iklan

1 Komentar

Filed under Buntelan, Penerbit Bentang Pustaka, Review Buku, Tak Berkategori

One response to “MEMORABILIA : Medium Untuk Melupakan

  1. Ping-balik: (Wrap Up Post) IRRC 2016 Januari – November 2016 | jendeladuniaku2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s