Milana : Perempuan yang Menunggu Senja

Judul Buku : Milana : Perempuan yang Menunggu Senja
Penulis :Bernad Batubara
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I : April 2013
ISBN :978-979-22-9507-8
Halaman :192 hal

Blurb

“Kali ini saya sudah tahu namanya, Milana. Ia bercerita mengapa ia melukis senja. Dan mengapa ia selalu melakukannya di atas feri yang menyeberangi Selat Bali, dari Banyuwangi ke Jembrana. Ia sedang menunggu kekasihnya. Ia yakin suatu saat kekasihnya akan datang ke tempat ia menunggu. Ia tidak tahu kapan. Ia berkata kepada saya bahwa ia bukan saja yakin, tapi ia tahu, kekasihnya itu akan datang kepadanya.

Namun, belakangan saya baru sadar, Milana sedang menunggu seseorang yang tiada.”

Ini adalah novel karya Bernad Batubara yang saya baca…..# Hari gini baru baca novelnya?? kemana aja selama ini ??  Tidak perlu segitunya juga, tidak ada alasan khusus kok, saya belum baca…hanya belum sempat saja  🙂

Berhubung saya sudah lama ga posting…dan sudah sampai akhir bulan, hanya posting 2 tulisan..ckk..ckkk…bakalan kena tilang polisi nih…he…he. Jadi saya mau bikin review yang singkat-singkat saja

Pertama kali melihat covernya, langsung mata ini berkedip-kedip dan tangan berkoordinasi untuk mengambil dan membawa ke meja kasir. Saya memang tipe a reader “judge a book by its cover “.  Ini merupakan kumpulan cerpen yang di tulis Bernad, meskipun saya belum membaca tulisan-tulisannya, tapi sosok bernard sudah tidak asing wara wiri di TL saya 🙂

Dan terbukti famous nya sang penulis, mampu menggiring rasa penasaranku untuk membaca buku ini. Ada 15 judul cerpen dalam buku ini, dan salah satunya Milana. Yang sama penulisnya di letakan di akhir buku ini, tetapi justru membuat saya ingin membacanya untuk yang pertama sebelum ke judul-judul berikutnya. Dan cerita Milana ini cukup sukses untuk bersemangat membaca judul-judul berikutnya.  Penulis cukup mampu membuat penasaran pembaca dengan membuat judul-judul yang menggelitik dan menebak isinya. Saya terbiasa membaca daftar isi buku ini, dan memilih judul cerpen yang akan kubaca dahulu, sehingga tidak berurutan. Dari ke-15 judul itu, hampir semua sudah saya baca…“hampir” berarti ada yang belum kubaca . Tidak perlu kujelaskan di sini, judul yang mana yang tidak terbaca, tetapi menurutku wajar, kalau terkadang kita sudah merasa cukup membaca sebuah buku sampai di sini.

Pemberian judul cerpen yang singkat atau terlalu panjang, antara lain menjadi alasan  pembaca untuk membacanya, seperti Cermin, Malaikat , Tikungan, Jung (judul yang singkat) , Lelaki berpayung dan Gadis yang Mencintai Hujan (judul yang panjang). Dari kelima belas judul, selain Milana saya menyukai judul “Hanya Empat Putaran”

Hanya Empat Putaran” ini cukup membuatku berkesan, mungkin karena secara kebetulan saya menyukai lari, bukan berarti saya seperti perempuan dalam tokoh tersebut yang merasa bisa berlari jauh dari pada pria manapun di dunia ini, apalagi hanya empat putaran, seperti yang dilakukan sang tokoh laki-laki tersebut.

Aku tidak suka berlari empat putaran, karena empat putaran tidak cukup bagiku untuk berlari dari apa yang ingin aku tinggalkan (hal :125)

Saya menyukai olahraga lari ini bukan untuk melupakan masa lalu, tetapi memang ada faktor masa lalu yang membuatku ingin berlari…#eh, malah bahas saya 🙂

Saya bisa saja berlari lebih jauh dari ini, tapi hanya butuh empat putaran untuk membuat kamu tertarik kepada saya, bukan ? (hal : 129)

Ada yang judulnya sederhana  : “Tikungan” ini juga menurut saya menarik. Penulis cukup pintar mengurai kalimat-kalimat yang cukup dalam dan mengena, sehingga hanya sebuah tikungan jalan saja, dapat menjadi cerita menarik.

Banyak cerita-cerita yang endingnya sulit ditebak, dan ini merupakan salah satu kelebihan buku ini. Jadi saya recomended deh, untuk kalian yang hobi membaca, khususnya cerita-cerita singkat atau cerpen

Iklan

1 Komentar

Filed under Penerbit Gramedia, Review Buku

One response to “Milana : Perempuan yang Menunggu Senja

  1. Ping-balik: (Wrap Up Post) IRRC 2016 Januari – November 2016 | jendeladuniaku2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s