(Giveaway)Muhammad 3 :Sang Pewaris Hujan

blogtour

Assalamualaikum teman-teman…

Setelah seminggu kemarin, saya sudah review Muhammad 3 :Sang Pewaris Hujan, ini saat yang ditunggu-tunggu….its Giveaway time

Salah satu dari temen-temen akan mendapatkan satu buku Muhammad seri 3 : Sang Pewaris Hujan. Syaratnya gampang kok

Persyaratan :

  1. Follow blog ini dengan cara klik tombol “W” di kanan atas atau lewat Email
  2. Follow akun twitter @bentangpustaka dan @NelyRyanti
  3. Share info Giveaway ini di twitter dengan tagar #BlogtourMuhammad, mention @bentangpustaka dan @NelyRyanti atau bisa share di Facebook @Bentang Pustaka
  4. Tinggalkan komentar di Review Sang Pewaris Hujan
  5. Giveaway ini berlangsung hanya sehari tanggal 01 Mei 2016 mulai jam 00 – 24.00 Wib
  6. Pengumuman akan di dilaksanakan besok harinya tanggal 02 Mei 2016

Dan Pertanyaannya :

Apabila kamu hidup di jaman Rasulullah Muhammad SAW, ketika mendengar beliau wafat, bagaimana perasaan kamu ?

Tulis jawaban kamu di kolom komentar, disertakan dengan Nama, akun twitter, dan Link share

Selamat mengikuti …!!

Wassalamulaikum wr.wb

 

 

Iklan

11 Komentar

Filed under Blogtour-Giveaway, Penerbit Bentang Pustaka

11 responses to “(Giveaway)Muhammad 3 :Sang Pewaris Hujan

  1. shespicaforest

    Nama: Diah P
    Twitter: @She_Spica
    Link share: https://twitter.com/She_Spica/status/726520859637112832
    Sudah mengfollow blog ini dan berkomentar d review Sang Pewaris Hujan.

    Apa yg kamu rasakan bila hidup di zaman nabi dan mendengar beliau wafat?
    Jangankan bila saya hidup di zaman nabi, di zaman sekarang saja saya masih terus bersedih dan terpukul dengan kewafatan beliau. Karena bagi saya umat Islam sampai saat ini masih sangat membutuhkan beliau, dan rasanya setiap memikirkan ketiadaan beliau, saya selalu ingin menerka2 wajah beliau lalu curhat kepada beliau bahwa betapa umat Islam zaman sekarang sudah terpecah belah, banyak yg menjual agama demi kepentingan pribadi, banyak yag masih saling memusuhi, dan bahkan saling berperang.
    Bila saya hidup di zaman nabi, mungkin saya sama dgn para sahabat lainnya yg begitu brsedih dan tak rela mendengar beliau wafat. Tapi sesering saya membaca dan belajar siroh nabawi, saya sadar bahwa tindakan berduka tidak perlu berlarut2. Seperti yg dilakukan para sahabat, mereka akan langsung brdiskusi untuk menentukan siapa yg pantas mnjadi pengganti beliau yang saat itu terpilihlah Abu Bakar. Bila saya berada d sana, saya akan mnjadi barisan orang2 yg rapat memilih pemimpin karena kelangsungan agama Islam begitu penting sehingga tak perlu berlama2 untuk brduka dgn kepergian sang nabi. Saya ingin menjadi bagian yg diwariskan semngat berjuang nabi untuk agama ini.
    Karena bagi saya dan para sahabt yg berada di sana, nabi tidak pernah wafat. Dirinya akan selalu ada pd tiap hati dan tekad kami, beriringan dengan betapa dekatnya Tuhan kepada kita melebihi urat nadi kita sendiri.
    Terima kasih.

    Suka

  2. Nama : Markhamah
    Twitter : @Deviambar_
    Link Share : https://twitter.com/Deviambar_/status/726566434470416384

    Jawaban : Kaget, turut berduka cita pun perasaan merasa.kehilangan yang amat mendalam. Sebagai sosok nabi, yg telah menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya. Sungguh saya bersyukur, bila seandainya hidup di dalam zaman nya. Yang mana mampu mlihat kesederhanaan yg benar-benar murni dari dalam beliau.
    Rasa sedih saat beliau tiada, itu masih manusiawi bukan?. Pun.rasa iba, terhadap kaum-kaum kafir yang belum mendapat hidayah, ketika beliau masih ada.
    Alhamdulillah i jaza humullohu k
    hoiron, Muhammad is perfect, Muhammad is beautiful name, Muhammad is my nabi. thanks for your hard work.

    Suka

  3. Husnul_Aini

    Nama : Husnul Aini
    Twitter : @azadinda
    Link Share : https://twitter.com/azadinda/status/726585857621135360

    Sedih dan berduka pastinya. Karena “Tidaklah (sempurna) iman salah seorang di antara kalian sehingga aku lebih dicintainya daripada orangtuanya, anaknya dan segenap umat manusia.” Wajar saja sedih dan tangis akan hinggap tatkala orang yang dicintai meninggalkan kita.
    Kangen karena waktu yang sudah dilewati bersama terasa sangat cepat berlalu. Ingin mengulang kembali hari-hari yang dihabiskan bersama beliau.
    Kaget, tidak menyangka ditinggalkan oleh orang yang paling dicintai.

    Suka

  4. Pernah dengar cerita ketika Nabi Muhammad wafat, para sahabat merasa sangat kehilangan dan katanya ada yang sampai menangis. Suasana yang digambarkan di cerita itu juga sedih banget.

    Sebagai umatnya, yang cuma baca dan dengar ceritanya saja terharu. Apalagi jika kita mengalami sendiri keadaan itu. Kalau kata anak muda sekarang mah, dijamin galau!

    Nabi Muhammad itu kan kekasih Allah, dan sangat dihargai dan dicintai oleh umatnya. Kemudian kita melihat sendiri dia wafat, setidaknya pasti nangis seharian. Bisa dibilang, mungkin saat itu kita bisa lebih sedih daripada ditinggalkan oleh kedua orangtua.

    Nama: Zulfa Nurul A
    Twitter: @zoellula
    Link share: https://twitter.com/zoellula/status/726634160299741185
    Udah berkomentar di reviewnya juga –> https://jendeladuniaku2015.wordpress.com/2016/04/25/blogtour-review-muhammad-sang-pewaris-hujan/comment-page-1/#comment-163

    Suka

  5. nama : Pratiwi Oryza
    Twitter : @pratwioryza
    link share : https://twitter.com/pratwioryza/status/726637734421389312

    Yang pastinya aku bakal sedih banget. Sangat sedih, aku ngga bakal langsung percaya kalau orang yang sangat berjasa dan orang yang sangat-sangat mulia, bahkan malaikatpun semuanya tunduk padanya telah meninggal. Mungkin aku bakal seperti Umar Bin Khattab yang langsung marah-marah setelah mendengar berita tentang kematian beliau, aku akan langsung menangis kejer setelah mengetahui bahwa berita itu benar. Aku bakal semakin nangis lagi ketika aku mendengar Rasulallah disaat-saat terahkirnya malah memanggil-manggil umatnya, beliau lebih mengkhawatirkan umatnya daripada dirinya sendiri. Aku ngga bisa menjamin saat itu aku bakal tetap dalam islam atau malah terbujuk orang-orang musyrik untuk murtad. Dan sangat miris ketika melihat zaman sekarang banyak orang islam yang meninggalkan ajarannya, padahal yang hanya beliau khawatirkan disaat-saat sakaratul mautnya adalah umatnya. Aku sangat sedih ketika melihat Fatimah menangis melihat ayahandanya sendiri sedang dicabut nyawanya, bahkan jibrilpun memalingkan wajahnya karena tak kuasa menahan tangis melihat orang yang paling mulia dicsbut nyawanya.Aku benar-benar ngga bisa membayangkan secara pasti apa yang kan aku lakukan saat itu. Aku akan sangat-sangat sedih ketika jasad Rasulallah dikebumikan, aku tidak akan pernah milahat beliau lagi, aku tidak akan pernah menjadi makmum shalatnya di masjid lagi. Dunia akan benar-benar berubah setelah beliau meninggalkan dunia ini. Aku pasti akan sangat sedih dan merasa kehilangan saat mengetahui bahwa beiau telah kembali kepada-Nya.

    Suka

  6. nama : wening
    twitter : @dabelyuphi
    share : https://twitter.com/DabelyuPhi/status/726636336518598656

    bahkan ketika membaca kisah beliau saat menghadapi perihnya saat sakratul maut bisa membuat menangis, apalagi saat mendengar langsung wafatnya Nabi Muhammad saat aku hidup di jaman yang sama dengan Rasulullah. aku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaanku saat itu. apakah aku akan seperti sahabat nabi, Umar bin Khathab yang tidak percaya bahwa Nabi telah wafat karena rasa cintanya yang begitu dalam, atau seperti Abu Bakar bin Shidiq yang awalnya sangat sedih dan bahkan sampai menangis seharian tapi pada akhirnya mengikhlaskan kepergian beliau?

    yang jelas awalnya aku mungkin juga akan terkejut dan tidak percaya mendengar Nabi yang menjadi junjugan umat islam telah wafat, tapi yang pasti kesedihan itu juga ada, serta tidak tertahankan hingga air mata tak bisa berhenti mengalir. karena sosok yang begitu sangat dicintai umatnya, yang selama hidupnya telah berjuang menegakkan syariat islam dan membawa manusia kembali ke jalan Allah telah pergi untuk selamanya.

    tapi karena rasa cintaku kepada beliau, aku juga tidak boleh terlalu lama berkubang dalam kesedihan. karena beliau juga telah meninggalkan Al-Qur’an dan Sunnah, yang jika kita berpegang teguh pada keduanya akan membawa kita bertemu kembali di surga kelak.

    terimakasih atas giveaway-nya. dan aku juga udah kasih komentar ya kak 🙂

    Suka

  7. Refi Nafilatul Iflah

    Refi Nafilatul Iflah
    @Reput_Annisa

    Rasanya pasti seluruh tubuhku seakan hancur dan remuk, air mata yang akan terus mengalir tanpa berhenti serta rasa sakit yang luar biasa menyerang badan, bayangkan saja, menatap idola terbesar kita wafat, rasanya dunia seakan berhenti. Aku pasti akan sangat bersedih, menangis, meraung. Melihat betapa besar jasanya terhadap peradaban dunia ini, namun pasti akan terbesit senyuman bahagia, di mana seluruh penderitaannya telah berhasil dan Allah telah menyiapkan surga firdaus untuknya.

    Suka

  8. Nama : Ratnani Latifah
    Twitter : @ratnaShinju2chi
    Link Share : https://twitter.com/ratnaShinju2chi/status/726774641830727681

    Apabila kamu hidup di jaman Rasulullah Muhammad SAW, ketika mendengar beliau wafat, bagaimana perasaan kamu?

    Sudah pasti aku akan sangat sedih dan merasa kehilangan dengan kepergian Rasulullah. Aku merasa kehilangan sosok paling mulia dan sang pembawa cahaya–kekasih Allah. Sedang aku merasa masih butuh petunjuk dan bimbingan dari Rasulullah. Pada siapa nanti aku mencurahkan segala perkara jika Rasulullah tidak ada? Siapa yang nantinya akan mengemban sebagai penerus untuk melanjutkan dakwah.

    Namun sebagaimana petuah yang dulu selalu Rasulullah ajarkan, bahwa aku harus selalu ikhlas dalam segala keadaan. Sebagaimana kepergian Rasulullah. Karena setiap manusia pasti nanti akan berpulang. Begitulah yang telah diterangkan Allah melalui dakwah Rasulullah. Bersedih sewajarnya jangan sampai melukai diri sendiri. Aku yakin di balik kepergian rasulullah sudah pasti ada hikmah yang bisa diambil. Dan Allah Maha Tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya.

    Dan aku akan terus berjuang di jalan Allah dan Rasulullah dengan berpegang teguh pada Al-Quran dan Hadist.

    Suka

  9. Nama : Shinta Kusumawardhani
    Twitter : @esshinta
    Link : https://twitter.com/esshinta/status/726785430855651328

    Jika aku hidup di jaman Rasulullah, akan sangat beruntung jika aku mengenal Islam. Namun jika aku mendengar berita wafat Rasulullah, tentu perasaan sedih mutlak menyelimuti hatiku sebagai manusia. Jangankan aku sebagai manusia, bahkan bumi pun ikut merasakan kesedihan atas kepergian Nabi Muhammad. Kesedihan yang menyayat dada hingga mengalirkan sungai air mata tidak akan hilang dalam waktu sehari, seminggu, sebulan, bertahun-tahun, bahkan seumur hidup. Dan muncul perasaan rindu serindu-rindunya pada sosoknya, tutur katanya, ketenangannya, kesabarannya, kesantunannya, kewibawaannya, rasa keadilannya dalam menjawab dan menangani permasalahan, dan segala tentangnya. Perasaan rindu.
    Namun tentu, sebagai manusia harus bersabar, karena hidup harus terus berjalan. Dengan mengimani dan melaksanakan ajaran yang telah disampaikannya, Al-Qur’an dan sunnahnya, dan hanya bisa terus mengirimkan doa dan salam dengan bershalawat padanya.

    Semoga kita termasuk orang-orang yang dapat menemuinya kelak di surga nanti. Aaaamiin.

    Suka

  10. Bidayatul Khoiriyah

    Bismillahirrahminirrahim
    Assalmualikum ukhti.

    Nama : Bidayatul Khoiriyah
    Twitter : @iry3424
    Link share : https://mobile.twitter.com/Iry3424/status/726789886229913600?p=v

    Seandainya jika aku hidup dizaman Rasullullah dan mendengar kabar bahwa rasul meninggal, bagaimana perasaanmu?
    Mengucapkan Innalillahiwainnailaihiroji’un terlebih dahulu.
    Kemudian bersedih, karena guru besar kita telah kembali ke rahmatullah. Namun jangan jadikan kesedihan itu berlarut-larut. Karena itu juga tidak baik. Meskipun tidak mungkin hidup dizaman rasullullah, namun jika berandai andai aku akan bersedih sebentar, lalu berwudhu untuk menghilangkan kesedihan sholat dan tentu saja mendo’akan beliau agar mendapatkan kenikmatan di surga, yang tentu saja didapat. Jika rindu pada beliau mengirimkan sholawat serta membaca tahlil maka beliau juga akan berada pada sisi kita. Meskipun kita tak melihatnya.

    Suka

  11. Kartika

    Kartika
    @hoshinotika
    Link share: https://twitter.com/hoshinotika/status/726801354883256320

    Ketika berada di jaman Rasulullah Muhammad SAW dan mendengar beliau wafat, aku akan menyadari bahwa kata 'sedih' sekiranya tidak cukup mewakili kepedihan yang menyayat. Hujaman keras di hati yang bahkan air mata susah keluar karena sekuat hati aku menolak kenyataan bahwa sang baginda Rasul telah tiada. Sang tauladan telah kembali ke rahmatullah.
    Gelap. Bahkan semesta berduka karena kepergiannya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s