Dear Hanum Salsabila Rais

BBIbirthday

hanum

(Sumber :dari sini )

Assalamualaikum …Mba Hanum

Apakabar …? semoga senantiasa dalam lindungan Alloh SWT. Sebelumnya, saya minta maaf kalau nanti ada kata-kata yang kurang berkenan di hati Mba Hanum. Saya belum pernah menulis surat terbuka seperti ini. Terlebih lagi menulis kepada salah seorang Penulis Favorit saya. Saya mungkin bisa speechless, tetapi dalam rangka memeriahkan ulang tahun komunitas pencinta buku yaitu Blog Buku Indonesia (BBI) yang ke-5, saya akan mencobanya 🙂

Perkenalkan nama saya Yanti, seorang wanita biasa , yang akhir-akhir ini mempunyai hobi baca buku . Kurang lebih setahun lalu saya mulai membaca buku dan berusaha membuat reviewnya di blog. Saya mulai mengenal karya-karya Mba Hanum, saat menonton film 99 Cahaya Di Langit Eropa . Saya sangat terkesan dengan film itu, film tentang sejarah-sejarah islam di Eropa.Dimana saat ini belum banyak film-film Indonesia yang mengangkat sejarah islam terutama di negara minoritas islam. Dan setelah  mengetahui bahwa film itu adaptasi dari buku, saya membaca hingga tuntas. Ternyata buku Mba Hanum ga hanya satu kemudian saya mulai mencari semua buku-buku Mba Hanum; Berjalan di atas Cahaya, Menapak Jejak Amien Rais, Bulan Terbelah di Langit Amerika,  dan yang terakhir Faith And The City. Untuk buku yang terakhir ini, resensi saya masuk dalam resensi pilihan Gramedia melalui twitter, dan Mba Hanum memberikan komentar di postingan blog saya..perasaan saya saat itu seneng banget. Di tengah kesibukan Mba Hanum sebagai seorang penulis dan juga dokter gigi (meskipun jarang praktek ya mba..hi..hi) mau menyempatkan baca resensi ala-ala saya.

Dalam surat terbuka ini saya ingin mengucapkan terimakasih karena melalui buku-bukumu, saya makin memahami agama saya, makin mencintai islam, makin membuka mata hati saya akan kebesaran Alloh SWT dan makin membuatku banyak bersyukur. Oiya, di Film Bulan Terbelah di Langit Amerika kemarin, saya kurang sreg dengan beberapa skenario yang tidak ada dalam buku, terutama adegan pacarannya stefan dan Jasmin, menurutku itu jadi mengaburkan pesan yang terkandung di film itu. Karena saya menganggap film ini berbeda dengan film Indonesia yang selalu ada adegan seperti itu. Demikian juga dramanya menurutku terlalu panjang, padahal masih dapat diisi dengan menceritakan bangunan yang berkaitan dengan islam di Amerika. Apakah karena di bagi menjadi 2 bagian ya…jadi dibuat berbeda. Saya berharap di bagian kedua nanti yang rencananya tayang saat Lebaran, lebih banyak mengeksplor bangunan yang berkaitan dengan islam,seperti pintu gerbang, Fakultas Hukum Universitas Harvard yang ada ayat alqur’an , patung di dinding Supreme Court Amerika serikat  atau beberapa kota tua Medina dan Mecca di negara bagian California.

Oiya, satu lagi saya pernah mengunjungi sekolah Budi Mulia Dua di Yogyakarta, itu kan pemiliknya keluarga Mba Hanum ya..Bapak Amien Rais. Saya terkesan sekali dengan  guru-guru disana yang sangat care kepada anak muridnya. saya juga kagum dengan kurikulum yang diterapkan di sana, yang melestarikan kebudayaan jawa. Saya sempat mencoba permainan gamelan dan membatiknya, itu asyik sekali. Rasanya ingin kembali ke Yogya lagi 🙂

Saya menuggu cerita Mba Hanum selanjutnya tentang perjalanannya ke Spanyol, dalam buku The Converso, bener kan ya… ? Ga berubah judulnya…semoga segera terbit 🙂

 

Wassalamualaikum

Yanti

 

 

Iklan

1 Komentar

Filed under Event BBI, Hanum Salsabila Rais, Posting Bareng BBI

One response to “Dear Hanum Salsabila Rais

  1. Wah saya baru baca yg 99 Cahaya aja, blm sempet baca yg lain… Btw klo di film emang kdng gak sesuai ma novelnya ya Mbak?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s