MY WEDDING DRESS

Jpeg

BERDAMAI DENGAN KENYATAAN

Judul Buku : My Wedding Dress
Penulis :Dy Lunaly
Penerbit : PT. Bentang Pustaka
Cetakan I : Oktober 2015
ISBN :978-602-291-106-7
Halaman :270 hal

“Wedding Dress”…Saat mendengar kata ini apa yang terbayang dalam benak kita? Gaun yang putih memanjang dan menjuntai sampai ke lantai dengan dihiasi pernak-pernik seperti mutiara yang indah atau swarovski ? atau hanya setelan baju kebaya pengantin seperti waktu saya nikah…ups malah buka kartu .  Yang pasti gaun itu melukiskan kebahagiaan sang pemakainya. Gaun itu akan menjadikannya Princess dalam sehari 🙂

Jpeg

Sketsa dari buku My Wedding Dress

Tetapi tidak dengan Abigail Kenan Larasati, atau Abby. Baginya gaun itu melambangkan kesedihannya. Kesedihan yang tak kunjung hilang meskipun peristiwanya sudah berlalu setahun yang lalu

Apa yang lebih mengerikan selain ditinggalkan calon suamimu tepat ketika sudah akan naik altar ? Abby pernah merasakannya. Dia paham betul sakitnya

Andre tiba-tiba menghilang di hari pernikahan mereka berdua, tanpa ada kabar apapun, bahkan keluarganya sendiri juga tidak tahu. Abby larut dalam kesedihan dan terus bertanya alasan apa yang membuat Andre pergi, bahkan hubungan mereka saat itu baik-baik saja. Abby banyak mengurung diri di kamar bahkan ia keluar dari pekerjaannya dan beralih ke bisnis online membuat kartu ucapan dengan desain khusus,istilahnya Costumizable greeting Card

Setahun kemudian Abby memutuskan untuk menghilangkan kesedihannya dengan Travelling sendirian. Ini merupakan keputusan besar, mengingat Abby bukan orang yang suka dengan Travelling, bahkan cenderung trauma, karena pernah tersesat saat kecil.

Travelling ngajarin kamu untuk mensyukuri hal-hal kecil dan ngajarin kamu melihat kebahagiaan dari sudut pandang berbeda (pg: 26)

Travelling bisa bikin kamu menemukan diri kamu (pg:27)

Tapi yang lebih sensasional lagi, Abby Travelling dengan baju pengantinnya yang seharusnya ia pakai saat pernikahannya. Meskipun harus tahan karena menjadi pusat perhatian orang-orang di sekitarnya. Berharap dengan gaun ini bisa menyerap semua kesedihannya. Tujuan wisatanya adalah ke Penang, Malaysia

Aku yakin gaun ini akan berubah menjadi hitam karena kamu akan membuang kesedihanmu dan berdamai dengan mantanmu (pg:75)

Takdir akhirnya mempertemukan Abby dengan Wira seorang Traveller Profesional sekaligus penulis buku Quirky Traveler, yang secara kebetulan bukunya sedang dibaca Abby. Meskipun awalnya Abby tidak tahu, sebelum akhirnya Wira membuka identitasnya. Bahkan Wira meminta Abby menjadi Travelmate nya selama di Penang.Bagi Wira Travelling adalah hobi sekaligus pekerjaanya sebagai seorang Travel-writer, dia berkeliling dunia sesuai dengan broad tourism yang memintanya.Pria bule asli Indonesia yang memiliki mata biru dan berkaca mata ini , mampu membuat Abby tersenyum bahkan tertawa lepas. Setelah hampir satu tahun terkurung dalam kesedihan.

street art

Street Art di Georgetown (source: http://www.paperplanesblog.com)

Bersama Wira, Abby mengelilingi Penang; Blue Mansion, Chocolate & Coffe Meseum, Camera Museum, dan menjelejahi kota tua Georgetown tanpa harus khawatir tersesat, karena ia bersama Traveler Profesional. Di Geoergetown banyak mural yang menghiasi dinding di jalan, menggabungkan lukisan dengan benda asli, seperti pada gambar di atas. Lukisan dua anak yang sedang tertawa sambil berboncengan di sepeda (asli).  Selama seminggu Abby dan Wira melakukan perjalanan bersama, terkadang Abby tiba-tiba histeris hanya karena mencium parfum yang mirip dengan mantannya, di lain waktu tiba-tiba mukanya betubah sendu saat teringat Andre. Dan dengan penuh perhatian Wira menemani dan menghibur Abby, hingga akhirnya Abby selalu dapat tertawa lagi. Sikap Wira yang penuh perhatian dan suka menggoda Abby membuatnya sering tersipu dan Abby merasakan kenyamanan di dekatnya.

Kayanya setiap wanita memang bakalan klepek-klepek dengan sosok Wira, pria tampan, yang humoris, penuh perhatian dan cukup bijak menghadapi hidup. Cara berpikirnya yang matang itu mungkin didapat karena seringnya travelling, bertemu berbagai macam orang dan budayanya. Tapi bagi Abby yang  sedang trauma karena cinta,  pesona Wira tidak serta merta membuatnya terpikat, meskipun terkadang pikiran itu melintas tetapi buru-buru Abby menyangkalnya. Travelling mereka berlanjut ke Singapura. Abby selalu tidak dapat menolak tawaran manis Wira untuk travelling bareng mengunjungi sahabatnya Naora dan Jiyad di Singapura.Dengan diiming-imingi pertunjukan balet Swan Lake yang sangat diimpi-impikan Abby, Bolshoi adalah salah satu ballet company terbaik di dunia.

Perjalanan mereka sampai ke Bali . Kalau di pulau Bali mereka mengadiri pernikahan sahabat Wira sekaligus wanita yang pernah di cintainya. Ternyata Wira juga menyimpan kesedihan yang sama rasanya, tetapi beda penyebabnya :). Kisah cinta Wira ini sering kubaca dalam novel-novel lainnya mencintai sahabat sendiri dan bertepuk sebelah tangan, karena sahabatnya orang lain yang juga sahabat mereka. Apakah Wira sudah move on sehingga menghadiri pernikahan sahabatnya ?

Bagaimana hubungan Wira dan Abby selanjutnya? Bagaimana dengan Andre, apakah akan kembali  kepada Abby? Apa sebenarnya penyebab Andre kabur di hari pernikahan mereka??

Penasaran kan..he..he..beli dan baca bukunya ya..Novel Weddinglit ini berbeda dengan novel tema pernikahan lainnya. Apa saja sih, yang beda dengan novel My Wedding Dress ini, yuk  kita lihat :

  • Tema : Pernikahan dan Travelling.

Dua hal yang sebenarnya tidak berkaitan langsung, walaupun terkadang ada hubungannya seperti perjalanan honeymon, tetapi travelling disini justru dilakukan tidak dengan pasangannya. Dan yang membuatnya unik adalah baju pengantin yang dipakainya saat travelling

  • Setting Tempat : Jakarta, Penang, Singapura dan Bali.

Tempat yang paling banyak di eksplor adalah Penang, dengan lokasi wisata dan kulinernya. Membacanya langsung membuatku ingin kesana, langsung googling dan memang seindah yang diceritakan. Tetapi ada sedikit yang menggangguku, karena beberapa kali penulis mendeskripsikan cerita dengan memakai nama brand, seperti “Terre d’Hermes, Salvatore Ferragamo pour Homme, IKEA . itu nampak seperti iklan,maaf ya..tetapi menurutku akan lebih baik jika tidak disebutkan. Atau memang ini sengaja karena ada pesan sponsor ..ups 🙂

  • Alur : Maju

Penulis menggunakan alur maju, meskipun sesekali flasback yang ditandai dengan tulisan miring (kursif). Adegan paling banyak  Flasback saat Abby teringat dengan percakapan-percakapannya di masa lalu dengan Andre

  • Penokohan

Ada dua tokoh utama yaitu Wira dan Abby. Tokoh Pendukung : Gigi (Adik Abby), Noura, Jiyad, Adhia, Kalyan (Sahabat Wira) dan Andre (heartbreker nya Abby 🙂

Penulis menggunakan metode tidak langsung dalam menceritakan nama,watak atau karakter dari tokoh-tokoh tersebut. Pembaca dibiarkan mengetahui dari percakapan-percakapan yang terjadi di antara mereka. Misalnya :  saat Abby mengucapkan terima kasih kepada adiknya” Thank you, Gabriella Karen Saraswati…… My pleasure , Abigail Kenan Larasati “

Demikian juga dalam watak, kalau dari adegan percakapannya Gigi tampak lebih dewasa dibanding Abby, sang Kakak yang cenderung kekanak-kanakan, ini juga dapat terlihat saat bersama Wira yang sering kali berteriak atau mencubit padahal Abby mantan wanita karir lho…tapi its OK, memang mungkin disengaja penulisnya , untuk membentuk karakter  tokoh utama seperti itu 🙂

  • Sudut Pandang (PoV)

Penulis menggunakan sudut pandang orang pertama, dalam hal ini Pov Abby. Dengan menggunakan sudut pandang Abby, sudah sangat pas cerita ini dibawakan. Tetapi saya memang selalu penasaran dengan lawan mainnya, apalagi Wira disini diceritakan sosok yang penuh perhatian, tapi disisi lain juga playboy. Siapa tahu penulis lain kali menceritakan Wira dari sudut pandangnya dengan pengalaman travellingnya kayanya asyik tuch 🙂

  • Konflik

Cerita ini minim konflik, bukan berarti tidak ada, justru menurutku konfliknya berkepanjangan, konflik batin dalam diri Abby dari awal hingga hampir selesai buku ini. Meskipun cara penyelesainnya agak awkwrd, ketika tahu alasan Andre kabur dari pernikahan. Hem..kenapa penulis memunculkan isu itu ya…apa karena lagi booming 🙂

  • Cover

Saya suka dengan cover yang eye-catching ini, tanpa perlu membaca sinopsisnya, buku ini langsung kumasukan dalam daftar whislistku. Kombinasi warna hitam putih dengan pernak-pernik seperti kamera,topi,paspor dan sepatu membuatku penasaran membacanya. Dan setelah kubaca sampai habis, judul yang digunakan “Wedding Dress” ini menurutku kurang kuat, dalam arti baju pengantin disini tidak terlalu banyak mempengaruhi jalan ceritanya, seolah hanya tempelan saja. Tetapi tidak masalah, karena terkadang pemilihan judul memang dipilih sebagai penarik rasa penasaran pembaca 🙂

  • Qoutes

Saya paling suka membaca buku yang terdapat banyak kata kunci yang mengandung makna tersendiri, dari kata-kata ini kita banyak belajar tentang kehidupan. Berikut qoutes yang ku suka :

Kemarahan dan kebencian itu sama kayak pasir, kita merasa menggenggamnya,padahal genggaman kita kosong, karena seiring berjalannya waktu,pasir itu keluar melalui sela jari tanpa kita sadari (pg:243)

Karena aku memilih untuk bahagia, By ” “Aku memilih untuk berhenti mengeluh dan mulai mensyukuri hidupku,apapun kondisinya.” Terdengar sederhana , tapi sebenarnya sama sekali ngga (pg :131)

“Because happiness is like a kiss, you must share it to enjoy it.

Aku ngga takut hidup sendiri,tapi aku takut kalau ngga punya seseorang untuk berbagi kebahagiaan (pg:133)

Buatku rumah itu bukan bangunan. Rumah itu seseorang yang aku cintai, pasanganku (pg:173)

Hidup itu tentang mengeja ikhlas. Bagaimana kita belajar untuk ikhlas menerima kondisi apapun dalam hidup kita dan menjalaninya dengan sebaik-baiknya (pg:233)

20160409_121444

Tulisan ini saya ikutsertakan dalam Lomba Review My Wedding Dress yang diadakan oleh penulisnya Dylunaly

Iklan

4 Komentar

Filed under Marriage Novel, Penerbit Bentang Pustaka, Reading Challange, Review Buku

4 responses to “MY WEDDING DRESS

  1. ulasan atau bacaan dibuka tersebut kayaknya menarik. penasaran sama isi kesuluruhan bukunya. pengen baca.. 🙂

    Suka

  2. Ping-balik: (Wrap Up Post) Indonesian Romance Reading Challenge Januari – April 2016 | jendeladuniaku2015

  3. Ping-balik: Il Tiramisu | jendeladuniaku2015

  4. Ping-balik: (Wrap Up Post) IRRC 2016 Januari – November 2016 | jendeladuniaku2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s