(Book Review): Broken Vow

IMG_20160120_115635

Judul Buku         : Broken Vow
Penulis               :  Yuris Afrizal
Desain Cover    : Theresia Rosary
Editor                 : Weka Swasti
Penerbit             : Stiletto Book
Cetakan ke-1     : Agustus 2015
ISBN                    : 978-602-7572-41-6
Halaman             : 274 hal

 

 

Ini adalah novel pertama penerbit Stiletto Book yang kubaca, saya tertarik dengan buku ini saat membaca sinopsis dibelakang buku ini, tentang pernikahan, persahabatan dan kesedihan. Dan saya pernah melewati itu semua dalam kehidupanku sehingga membacanya seolah saya termasuk ada dalam cerita. Tema yang diangkat penulis sangat pas untuk para wanita, yang masih single atau sudah menikah, karena tentang sebuah pernikahan dilihat dari sisi yang berbeda.

Adalah tiga wanita yang bersahabat Amara, Nadya dan Irena mempunyai cerita kehidupan pernikahan masing-masing yang penuh luka. Ditulis secara bergantian dengan 3 pov dan alur cerita yang maju mundur.

Amara

Dia punya segalanya. Kecantikan yang sempurna dan kehidupan pernikahan yang diimpikan setiap perempuan

Nadya

Wanita karier yang menikah pada usia 30 tahun dengan Dion hanya untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan yang selalu mengganggunya

Irena

Si Superwoman. Berkarier dan menjadi ibu rumah tangga sekaligus. Menikah pada usia 22 tahun dengan Arjuna yang lebih tua tujuh tahun. Mereka saling mencintai dan telah mempunyai dua anak

Di awali dengan kegundahan Nadya menghadapi pernikahannya di usia yang cukup matang  untuk seorang wanita 30 tahun

“Kenapa kita harus menikah? kenapa menjadi perempuan single di usia tigapuluhan itu harus menakutkan?” (pg : 1)

“Apa menikah membuat kita bahagia? “Bahagia itu relatif. Tergantung gimana lo memandang pernikahan lo. “(pg:5)

Dengan ditemani dua sahabatnya yang sudah menikah lebih dahulu meyakinkan Nadya di hari pernikahannya dengan Dion, meskipun dalam hati Nadya masih belum bisa menerima kehadiran Dion dalam kehidupannya. Nadya bahkan yakin belum tentu bahagia menikah dengan Dion, padahal Nadya sendiri yang meminta Dion untuk menikahinya, karena di hatinya masih ada Leo. Jadi kenapa Nadya mau menikah dengan Dion..?

Beralih cerita kepada Amara yang flashback 5 tahun lalu saat menikah dengan Don Juan konglomerat negeri ini yang bernama Nathan Adiwinata, sebuah pernikahan yang diimpikan semua orang. Pernikahan yang glamour dengan pasangan pengantin yang saling mencintai dan sangat serasi, Amara sangat cantik dan Nathan pemuda yang diidamkan semua wanita karena paras tampan dan kekayaanya.Dilanjutkan dengan kisah perkenalan mereka di sebuah acara tahun baru di hotel, yang akhirnya menjadi gedung resepsi pernikahan mereka. Apakah pernikahan Amara bahagia..? tentu sangat bahagia tetapi kebahagiaan itu hanya bertahan  5 tahun

Irena, seorang ibu dengan dua orang anak sekaligus berprofesi sebagai wanita karier, manajer marketing sebuah perusahaan hari-harinya supersibuk. Setiap hari bangun jam 4 pagi untuk menyiapkan segala keperluan suami dan anak-anaknya, tanpa asisten rumah tangga, karena tidak ada yang betah menjaga Aaron anak laki-lakinya yang berusia 8 tahun. Menikah dengan Juna seorang Manajer Bank Swasta di Jakarta. Kehidupan meraka sudah mapan dan lengkap, ini potret keluarga kecil bahagia yang diidam-idamkan banyak orang.  Tetapi , seperti pepatah bilang rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau. Jadi apa yang tampak di luar belum tentu sama seperti isinya. Begitulah kisah tiga wanita ini

Meskipun mereka bersahabat tetapi satu sama lain memendam masalah, bahkan dalam hati masing-masing menyimpan iri terhadap kehidupan teman-temannya. Mereka seringkali berkumpul ketika sedang jenuh dalah masalah. Hingga suatu hari permasalahan masing-masing terkuak yang menyebabkan persahabatan mereka renggang. Mereka tidak saling komunikasi lagi selama beberapa bulan.

“Kami bersahabat, tapi ternyata tidak saling mengenal satu sama lain ” (pg :138)

Apa masalah mereka ???

Nadya

“Gue enggak pernah mencintai Dion, Gue menikahi dia hanya demi status agar orangtua gue tenang. Gue hamil karena ketidaksengajaan. Sedikitpun gue enggak mau di sentuh oleh Dion . Lo masih menganggap hidup gue cuma senang-senang? “(pg 137)

Amara

“Kalau kamu mencintaiku , kamu tidak akan menduakan aku , Nat (pg :167)

Aku menarik kata-kataku untuk selalau setia mendampinginya.Untuk apa aku bertahan kalau dia sudah tidak menginginkanku lagi? Dia menghancurkan hatiku, menghancurkan impian pernikahan kami” (pg:168)

Irena

” Kamu lupa? Setiap malam kamu menyeret aku, memukuli aku. Semabuk apa kamu sampai lupa kejahatan yang telah kamu lakukan sama istrimu ini? (pg:218)

∗ß∇∗ …………….∗ß∇∗

Bukunya memang tidak terlalu tebal, tetapi banyak makna yang tersirat dalam buku ini tentang pernikahan. sepanjang membaca buku ini saya selalu menarik napas.Kepahitan dan kesedihan yang dialami tiga wanita ini sangat mengiris hatiku, saya sebagai seorang istri, sekaligus seorang ibu sangat memahami penderitaan Amara dan Irena. Bukan hal yang mudah untuk melewati itu semua. Dari ketiga permasalahan wanita ini menurutku masalah Nadya yang sedikit ringan, pernikahan tanpa didasari cinta, tetapi mujurnya Nadya, suaminya justru sangat mencintainya, hal ini menurutku lebih mudah melewatinya. Ada nasihat yang kuingat, “lebih baik kamu menikah dengan orang yang mencintaimu daripada menikah dengan orang yang tidak mencintaimu” akan lebih mudah kamu melewatinya. Meskipun cinta saja tidak cukup dalam pernikahan, perlu adanya komitmen, kesetiaan dan keterbukaan satu sama lain.

Ada satu adegan yang sangat mengiris hati saya sebagai seoarang ibu, ketika melihat anaknya memukul kepala ayahnya sampai pingsan dan koma. Ini benar dapat terjadi ketika di keluarganya terjadi tindakan KDRT, Aron melihat ayahnya memukuli ibunya sampai berdarah-darah sehingga dia membela ibunya dengan cara memukulnya.

Sebuah buku yang membahas pernikahan dengan segala permasalahannya. Perselingkuhan, perekonomian, KDRT dan ketidakjujuran adalah sebagian masalah yang terjadi dalam rumah tangga dan dapat mengakibatkan tenggelamnya biduk rumah tangga.

Penulis menuliskan ending cerita ini begitu cantik, ketiga wanita ini memutuskan jalan kebahagiaan masing-masing dengan caranya sendiri dan mereka kembali bersahabat.

Aku beruntung sekali memiliki Nadya dan Amara. Mereka berdua bagai langit dan bumi. Yang satu bisa menghibur dengan joke asalnya dan satu lagi bagai dewi yang turun dari kahyangan (pg:250)

“Cinta mengubah seseorang” (pg:267)

“Cinta bikin kita engga waras. Tanpa mikirin cinta hidup jadi waras ” (pg:268)

Tidak ada hidup yang sempurna. Hidup itu pilihan, begitu juga dengan kebahagiaan (pg:270)

Iklan

5 Komentar

Filed under Marriage Novel, Novel Drama, Penerbit Stiletto Book, Review Buku

5 responses to “(Book Review): Broken Vow

  1. Duuuh, aku udah beli tapi belum sempat baca, hahaha *penimbun buku*

    Suka

  2. Jadi inget lagunya Josh groban 🙂

    Suka

  3. Ping-balik: (Wrap Up Post) IRRC 2016 Januari – November 2016 | jendeladuniaku2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s