Ketika Malaikat Dapat Terlihat

kiss me n let me dieJudul Buku                 :  Kiss Me And Let Me Die

Penulis                        : Alexandra Karina

Penyunting                 : Donatus A. Nugroho, Titie Surya

Desain sampul            : Ahmad Sufi R.

Penerbit                      : Universal Nikko

Cetakan pertama       : Januari 2012

ISBN                            : 978-602-9458-03-9

Halaman                     : 210 halaman

Blurb

Aku mengangguk pelan. Nicholas cuma memalingkan wajahnya ke arah jendela dan tidak mengatakan apa-apa. Aku jadi heran kenapa dia bahkan mau cerita padaku soal ini. Kedengarannya pribadi sekali. mungkin dia kesepian, ya? Bagaimanapun, dia kan malaikat kematian. Mau ngobrol sama siapa dia? Aku satu-satunya manusia yang bisa melihatnya dan masih hidup. Jelas dia tidak punya banyak pilihan. Aku jadi kasihan juga memikirkan betapa sepi hidupnya. Dan dia pasti sudah hidup lama sekali, kan?

“Berapa umurmu sebetulnya?”

“1732 tahun.”

“Wow.” Aku langsung bengong. Tua sekali! Tapi tentu saja dia masih kelihatan seperti cowok 20 tahun. kok dia bisa tetap cakep seperti itu, ya? Aku jadi bertanya-tanya apa semua cowok di sekolahku bakal mau jadi malaikat kalau mereka tahu bisa hidup selama itu dan tetap kelihatan semuda itu.
Namaku Angel, dan aku sedang dikejar-kejar malaikat kematian

Ini adalah buku buntelan dari penerbit yang sudah kuterima beberapa bulan lalu…tapi baru sempat dibaca sekarang…maafin saya Ayah Mayoko (panggilan untuk sang empunya penerbit ini). Soalnya antrian buku di rak ku masih ada beberpa :(…Saya memang tidak tahu kalau akan mendapat buntelan buku ini, karena dirahasiakan, meskipun sudah dapat menebak sih, karena di TL nya sudah banyak beredar. Dan saat buntelanku datang, kubuka bungkusnya…dan…taada..”Kiss Me And Let Me Die” ada ditanganku.

Saya suka covernya warna biru merupakan salah satu favoritku, gambar manga yang menjadi cover ini langsung mengingatkanku sama film – film jepang seperti sailor moon, samurai X (hadeuh..ketauan deh umurku berapa kan…). Dan dari covernya itu langsung dapat kutebak ini cerita teenlit tidak jauh dari urusan sekolah, cinta dan pergaulan ABG. Tetapi saat kubaca sinopsis belakangnya membuatku tertarik, ini bukan teenlit biasa. Fantasy merupakan salah satu genre favoritku, apalagi ada tema-tema yang bersinggungan dengan dunia lain seperti vampire, manusia imortal atau malaikat seperti novel ini. Salah satu koleksi buku pertama yang kubaca adalah serial Twilightnya Stephenie Meyer dan Serial Immortalnya Alyson Noel, so..itu pertama kali saya jatuh cinta dengan buku fiksi

Novel setebal 210 halaman ini langsung habis kubaca dalam waktu kurang lebih dua jam, ceritanya mengalir dan mudah dicerna pembaca. Berawal dari seorang gadis SMA yang bernama Angela yang sedang ketakutan karena tiba-tiba dikejutkan oleh kedatangan seseorang pasca Angela menyelamatkan seorang anak kecil dari kecelakaan. Orang itu menyebutkan bahwa sudah saatnya mengambil nyawa Angela. Dan Angela langsung shock lari pulang ke rumah. Sampai di rumah ia lupa meninggalkan sahabatnya Rachel di toko yang sedang membeli kartu valentine. Sejak saat itu Angela selalu dibayang-bayangi oleh sesosok yang selalu hadir di mana Angela berada. Dan tidak ada seorangpun yang mempercayai cerita Angela, bahwa ia bertemu dengan Malaikat Kematian, karena hanya Angela yang dapat melihat Malaikat tersebut. Seharusnya Angela sudah meninggal saat peristiwa kecelakaan anak tersebut sesuai dengan catatan di perkamen sang Malaikat, tetapi kenyataanya Angela masih hidup. Karena keganjilan tersebut membuat Malaikat Kematian tidak dapat pergi dari hidup Angela, selama dia belum menjalankan tugasnya yaitu mengambil jiwa Angela.

Setelah beberapa hari sering bertemu Angela tidak merasa takut lagi kepada Malaikat Kematiannya, bahkan dapat dikatakan berteman. Angela juga memberi nama kepada sang Malaikat dengan nama Nicholas

“Ini supaya aku lebih gampang manggil kamu aja kok! Nggak usah kamu pake selamanya. Misalnya kalau aku ..mm.. sudah ngga ada nanti” (pg:35)

Sejak saat itu Nicholas dan Angela berteman dan saling bercerita, bahkan beberpa kali Nicholas menolong Angela, saat hujan tidak membawa payung atau saat Angela tersesat di jalan. Meskipun kadang Angela sering kesal dengan Nicholas yang sering muncul tiba-tiba di hadapannya. Awalnya Nicholas tidak tahu penyebab Angela dapat lolos dari kematian yang sudah dijadwalkan, tetapi akhirnya Nicholas dapat menyimpulkan kalau Angela mempunyai satu keinginan kuat yang harus terlaksana sebelum ia meninggal. Mungkin karena belum terwujud keinginan tersebut Angela masih hidup

“Pikirkan Angel. Satu hal. Kalau kamu boleh minta satu permohonan sebelum mati, apa permohonan itu? Yang paling penting dari semuanya” (pg:55)

“Aku menginginkan ciuman pertamaku” (pg:56)

“Dari semua keinginan yang ada, kamu memilih itu? dasar cewek dangkal yang terlalu banyak nonton film! (pg: 57)

Angela mempunyai teman laki-laki yang diam-diam disukai di sekolah namanya Ivan. Angela yakin Ivan adalah laki-laki yang tepat untuk mendapatkan  ciuman pertamanya. Apalagi ternyata Ivan juga mempunyai perasaan yang sama kepada Angela.

Cerita ini mengalir dengan indahnya banyak joke yang dibuat penulis dalam beberapa dialog pemainnya, hingga kadang tersenyum sendiri, meskipun di lain waktu merenung meresapi kata-katanya yang singkat tetapi dalam maknanya.

Bagaimana Angela menghadapi hari-harinya ketika sudah tahu bahwa kematian sudah ada di depannya, akankah ia mendapatkan first kiss nya dengan ivan? akankah ia kemudian meninggal setelah keinginannya terwujud?  Untuk tahu bagaimana endingnya lebih baik baca sendiri bukunya ya…:)

Saya salut dengan penulisnya meskipun ini novel Teenlit dengan gaya bahasa ringan khas anak muda dengan tema cerita tidak jauh dari sekolah, cinta dan persahabatan tetapi penulis mampu menggiring pembaca untuk lebih memahami apa yang sebenarnya kita cari di dunia ini. Untuk apa kita hidup? Apakah kita sudah melakukan yang terbaik untuk kehidupan akhirat kita? Apakah kita sudah siap jika sewaktu-waktu malaikat izroil datang menjemput kita? Sebuah perenungan yang dalam

 

 

Iklan

2 Komentar

Filed under Buntelan, Novel Teenlit, Review Buku

2 responses to “Ketika Malaikat Dapat Terlihat

  1. Ping-balik: (Wrap Up Post) Indonesian Romance Reading Challenge Januari – April 2016 | jendeladuniaku2015

  2. Ping-balik: (Wrap Up Post) IRRC 2016 Januari – November 2016 | jendeladuniaku2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s