Ada Apa di balik Tragedi WTC ?? Review Film : Bulan Terbelah Di Langit Amerika

bulan terbelah di langit AmerikaBULAN TERBELAH DI LANGIT AMERIKA

btlda

 

 

 

 

 

 

 

 

Film yang diangkat dari novel best seller Hanum Salsabila Rais dan Rangga Almahendra ini sedang booming, hampir di semua sosial media mempromosikan dan membahas film ini yang mulai liris dari tanggal 17 Desember ini.

Saya memang sudah menunggu sejak tahun lalu ketika Hanum bilang bahwa novel Bulan Terbelah di Langit Amerika akan di filmkan, saya cukup antusias, karena memang saya menyukai buku-buku hanum. Review Buku nya ada di sini. Film sebelumnya 99 CDLE juga saya nonton yang terbagi dalam 2 part dan merupakan film yang terlaris juga. Dan di hari pertama tayang tanggal 17 Desember ini, saya juga nonton Film Terbelah di Langit Amerika, kulihat masih banyak kursi kosong, mungkin karena hari kerja  kali ya…

Sebenarnya saya ada kekhawatiran saat akan menonton film ini, karena saya sudah membaca bukunya, jadi ekspetasi saya lumayan tinggi. Berbeda dengan film sebelumnya 99 Cahaya di Langit Eropa, saya belum membaca bukunya, saat nonton filmnya dan makin salut ketika sudah membaca bukunya.

Film yang berdurasi 109 menit ini disutradarai Rizal Mantovani sama seperti film sebelumnya, demikian juga pemeran utamanya Hanum dan Rangga masih diperankan oleh Acha Septriasa dan Abimana Aryasatya. Pemeran pendukung semuanya baru, kecuali pemeran Stefan masih di perankan Nino Fernandes, pemain pendukung lainnya antara lain Rianti Cartwright (Azima Hussain/ Julia Collins), Hannah AlRasyid (Jasmin), Hans De Kraker (Philipus Brown), Fazura (Janet) dsb. Fazura seorang Artis Malaysia juga mengisi  Ost film ini bersama Ridho Rhoma, menurutku ini pasangan duet yang sangat pas, dan lagunya langsung ku suka

Film ini dimulai dengan pemutaran video di Youtube tentang seorang anak perempuan bernama Sarah yang menanyakan kenapa ayahnya disebut Teroris berkaitan dengan serangan menara kembar WTC.  Hanum dan Rangga secara bersamaan ditugasi ke NewYork, Hanum yang seorang jurnalis bertugas untuk membuat artikel dengan tema “Would the world be better without islam” Apakah Dunia Lebih Baik Tanpa Islam. Sebuah artikel yang sangat tendensius bagi Hannum, mengingat dia juga seorang muslim.Untuk membuat artikel tersebut Hanum harus melakukan wawancara dengan Sarah, gadis yang membuat video dan ibunya Julia Collin. Sedangkan Rangga ditugasi Profesornya untuk melakukan wawancara dengan seorang miliarder dan Filantropis Amerika yang bernama Philipus Brown.

Mereka berdua datang ke NewYork dan menginap di rumah Stefan (teman kuliah Rangga). Stefan juga tinggal serumah dengan pacarnya Jasmin. Sampai di sini saya sudah mulai gagal fokus, karena di bukunya ngga ada cerita, kalau stefan sudah pindah ke new york bahkan punya pacar. Di versi bukunya Stefan masih di wina. okelah mungkin ini salah satu misi untuk mengangkat kehidupan bebas Amerika beserta konflik dan ketakutan untuk berkomitmen, tetapi di sisi lain perempuan juga minta kepastian dengan komitmen, seperti yang diinginkan Jasmine.  Rangga dan Hanum kemudian menjalankan tugas masing-masing,  di bantu oleh Stefan dan Jasmine.Dan disini mulai ada konflik di antara mereka. Berawal dari kekesalan Hanum kepada Rangga yang telah menghilangkan berkas wawancara dan tertinggal di Taksi, di susul dengan konflik berikutnya yang merasa Rangga tidak bersungguh-sungguh membantu Hanum, hingga suatu kondisi memaksa mereka berdua terpisah dan putus komunikasi.

Jujur, saya agak mulai ga sabar dengan adegan drama dan konflik antara pasangan Rangga-Hanum dan Stefan-Jasmin, yang menurutku agak panjang. Aku berharap akan lebih banyak dikupas tentang  ada apa di balik tragedi di WTC , wawancara korban-korbannya, seperti Michael jones, Azima atau Phlipis Brown. Dan ternyata itu hanya ada di endingnya.  Meskipun ada di bagian ending, justru inilah yang clue yang kutunggu, saat Philipus berpidato dalam acara penghargaan untuk dirinya. Pidatonya yang menceritakan tentang seorang muslim yang telah menolongnya dalam tragedi WTC, Ibrahim Hussein yang telah menjadikan seorang Philipus Brown yang dulu dikenal arogan dan menghalalkan segala cara untuk bisnisnya, justru setelah tragedi tersebut membuatnya berubah menjadi dermawan dan mencintai islam. Saya sempat dibuat terharu dalam adegan tersebut, saat Azima bertemu dengan Philipus Brown dan menerima titipan dari suaminya sebuah cincin hadiah pernikahan.

Meskipun ceritanya sedikit berbeda dengan buku, tetapi overall bagus dan recomended, film ini cukup menjawab tentang isu islamphobia. Film ini mengungkapkan bahwa islam adalah Rihmatan Lil Ngalamin. Al-Qur’an sebagai pedoman untuk umat islam selalu mengajarkan untuk berbuat baik , menyayangi kepada sesama dan bersikap adil kepada siapapun. Sepertinya film ini timingnya pas sekali dengan isu politik di Amerika, dimana salah satu kandidat presiden yang juga Miliarder Donald Trump sempat mengeluarkan pernyataan bahwa orang islam di larang masuk Amerika. Ini bertolak belakang dengan tokoh Philipus Brwon di film ini. Seandainya Donald Trump menonton film ini…apa ya reaksinya..he..he

Oiya satu lagi yang membuatku tertarik adalah poster filmnya, dimana Hanum berkerudung dengan menggunakan bendera Amerika, menurutku ini cukup berani dan kontroversial, mengingat negara ini salah satu negara yang anti islam. good job buat semua kru film (produser,sutradara,pemain,penulis dan semua yang terlibat )

Beberapa qoute yang kusuka di film ini :

  1. Islam adalah agama sempurna , tetapi manusia tidak ada yang sempurna (Hanum; saat keluar dari rumah Azima)
  2. Saya masih cinta islam, tetapi saya telah kehilangan kebanggaan sebagai seorang muslim (Azima Hussain; saat melepas rambut wig nya yang menutup penutup kepalanya)
  3. Dunia akan lebih baik dengan islam ” The world will be better with islam” (Philipus Brown; saat pidato di malam penghargaan)
  4. Islam mengajarkan keadilan kepada siapapun meskipun kepada ayah ibumu seperti yang tercantum dalam QS.Al Maidah. Buktinya ada patung Nabi Muhammad di Gedung Mahkamah Agung  (Hanum; saat berbicara dengan Michael Jones)
  5. Terkadang kita akan sangat merasa membutuhkan pasangan kita saat telah kehilangan untuk selama-lamanya (Azima; saat membujuk Hanum menelpon Rangga)

Iklan

5 Komentar

Filed under Hanum Salsabila Rais, Review Film

5 responses to “Ada Apa di balik Tragedi WTC ?? Review Film : Bulan Terbelah Di Langit Amerika

  1. pengen nonton filmnya, sayangnya di kota tempat tinggalku belum ada bioskop, hiks 😦

    Suka

  2. turiscantik

    jadi penasaran banget sama film ini deh

    Suka

  3. Ping-balik: Review Film Bulan Terbelah di Langit Amerika

  4. Ping-balik: Dear Hanum Salsabila Rais | jendeladuniaku2015

  5. Ping-balik: Bulan Terbelah Di Langit Amerika 2 :Indahnya Perbedaan dan Toleransi | jendeladuniaku2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s