Take Off My Red Shoes

Cover_Take off My Red Shoes

Judul Buku  : Take off My Red Shoes
Penulis        : Nay Sharaya
Penerbit      : Grasindo
Cetakan I    : Juni 2015
Jumlah haL : 240 hal
ISBN           : 9786023750580

Blurb

Atha
Aku hanyalah seorang gadis yang terlalu lama memendam kesunyian. Hanya dua hal yang paling kuinginkan dalam hidupku. Mendapat tempat yang sama seperti Alia, saudara kembarku. Dan mendapat perhatian dari Ares, kakakku yang sempurna. Aku tak pernah ingin menyingkirkan siapa pun.
Alia
Aku memiliki semuanya. Memiliki semua yang tak dimiliki Atha. Mama dan Ares menyayangiku lebih dari segalanya. Tapi, ada seseorang. Dia satu-satunya orang yang selalu berada di samping Atha. Apakah salah jika aku ingin memilikinya juga?
Ares
Aku menyayangi kedua adikku dengan caraku sendiri. Dengan cara yang salah. Saat aku menyadarinya, semuanya sudah terlambat. Salah satu dari mereka menempuh jalannya sendiri dan akhirnya tersesat.
Kegan
Ada seseorang yang mengacaukan pikiranku. Seorang gadis bersepatu merah yang aneh. Kau tak akan pernah tahu apa yang ada dalam pikirannya. Tapi yang kutahu, sejak awal mengenalnya, matanya tak pernah berhenti menatap Ares, kakak lelakinya yang sekaligus adalah sahabatku sendiri

Novel ini terinspirasi dari cerita Hans christian Andersen yang berjudul “sepatu merah” seperti yang penulis sampaikan di awal buku ini. Natasha (atha) dan Athalia (alia) adalah dua saudara kembar yang tidak identik. Fisik dan sifat mereka berbeda. Mereka tinggal di panti asuhan hingga umur 6tahun saat sebuah keluarga mengadopsi mereka.

“Buku dongeng ini untuk Natasha yang suka .membaca, kalau sepatu cantik ini untuk Athalia yang cantik seperti putri”, kata ibu Rosita (ibu panti asuhan) saat memberikan kejutan kecil di ulang tahun mereka. Waktu itu mereka hanya bisa mengucapkan terima kasih dengan sungguh-sungguh. Tapi sejak saat itu, mata Atha tak pernah bisa melepasnya dari sepatu merah athalia.

Natasha terobsesi dengan benda-benda berwarna merah , di dalam laci kamarnya ada berbagai benda ;jepit rambut,jam beker,gelang,kotak musik, gantungan kunci dsb yang semuanya berwarna pink,merah maroon atau merah hati,merah menyala, tetapi ada satu benda yang sangat disayanginya Sepasang sepatu kecil pemberian Alia beberapa tahun silam. Tetapi mamanya tidak menyetujui hal tersebut, dia menganggap warna merah mengandung aura yang jahat seperti kobaran api yang menyala dan identik dengan kemarahan

“Kenapa merah?”

“Karena merah selalu terlihat menarik, selalu menonjol dimanapun dia berada dan kamu ngga perlu kesilitan nemuin dia walaupun di tengah-tengah orang asing”

 Atha dan Alia di adopsi oleh sebuah keluarga yang kehilangan salah satu anak perempuannya,  Ares yang kini menjadi Kakak angkat mereka. Ares saat kecil sebenarnya hanya menginginkan Alia untuk menjadi adik angkatya, karena ia sangat mirip dengan adiknya yang telah meninggal. tetapi akhirnya mereka berdua dibawa semua ke keluarga tersebut. Tetapi perlakuan terhadap Atha berbeda dengan Alia, Mama dan Ares lebih memperhatikan dan menyayangi Alia. Bahkan Atha harus berjuang untuk mendapat sedikit perhatian dari Ares. Atha benar-benar merasa kesepian dan sendiri, tetapi ada seorang pemuda yang selalu membantu Atha dalam mengatasi kesulitan-kesulitannya. Kegan , sahabat Ares yang juga teman dari semasa kecil Atha dan Alia yang tinggal di seberang rumah mereka. Diam-diam menyukai Atha yang selalu cuek terhadap Kegan. Atha terlalu sibuk untuk mencari perhatian dan kasih sayang dari kakanya Ares.

Atha yang hobi membaca buku ternyata mempunyai obsesi untuk menjadi anggota cheerleader di sekolahnya, padahal dia tahu bahwa kemampuannya kurang mendukung. Tetapi ia bekerja keras dan latihan habis-habisan agar lolos Audisi Cheerlearder. Dan tentu saja di bantu hanya oleh Kegan, bahkan mama dan Ares serta Alia tidak terlalu perduli terhadap kegembiraan Atha ketika ia berhasil lolos dalam Audisi tersebut. Kesenjangan kasih-sayang keluarga terhadap Atha jelas terlihat oleh Kegan, sehingga ia berpikir ada apa dengan keluarga ini ?? bahkan ia sempat marah terhadap Ares karena tidak memperhatikan Atha ketika ia ada dalam masalah.

Meskipun ada empat tokoh utama, Atha, Alia,Ares dan Kegan, tetapi lebih banyak dari sudut pandang Atha. Sedikit dari Ares dan Alia,mungkin lebih baik kalau sedikit berimbang ya… mungkin karena poin utamanya konflik batin atau emosi Atha, yang bermula dari kehidupan masa kecilnya saat di panti asuhan, meskipun tidak terlalu detil di ceritakan penyebab konflik emosi yang di alami Atha. Awalnya saya sedikit mengerutkan kening, terutama saat mengingat nama mereka Atha untuk Nathasa atau Athalia ??karena sama-sama ada kata atha juga…he..he ga penting ya, tetapi dapat sedikit menghambat pemahaman cerita ini.

Penulis juga cukup pintar memaparkan alur cerita tentang kebohongan – kebohongan yang tidak Atha sadari bahwa dia telah berbohong atau bersalah terhadap apa yang telah di lakukanya, awalnya saya juga menyangka bahwa Atha berkata sebenarnya, hingga di akhir-akhir cerita terungkap semua. good job deh buat penulisnya. Tetapi saya masih penasaran dengan penyebab Atha mempunyai gangguan psikis, apakah ada istilahnya dalam dunia psikilogis tentang orang yang berperilaku seperti itu yah 🙂

Buatku ini salah satu novel pertama yang kubaca bertemakan Remaja,Keluarga dan Psikilogi serta juga cinta pastinya…..ini dapat dijadikan referensi yang tepat untuk dibaca para remaja dan juga ibu-ibu 🙂

Iklan

1 Komentar

Filed under Novel Teenlit, Penerbit Grasindo, Review Buku

One response to “Take Off My Red Shoes

  1. Ping-balik: Review Book : Take Off My Red Shoes

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s