ASSALAMUALAIKUM BEIJING !

assalamualaikum beijing..

Judul Buku : ASSALAMUALAIKUM BEIJING !
-Pergi Cinta Mendekat Cinta-
Penulis : Asma Nadia
Penerbit : ASMA NADIA Publishing House
ISBN : 978-602-9055-25-2
Halaman : 342 halaman

“Di antara rembulan yang tersembunyi dalam gelap dan gemerisik angin yang datang dari kejauhan, ke mana akan kubisikan cinta?”
“Cinta adalah kegembiraan yang tersisa, jika nanti suatu pagi,tak lagi senyumu menyapa seperti biasa dan hanya bias kutemukan dalam mimpi”
“Harta dan kebangsawanan, tak membuat laki-laki menjadi pangeran. Cinta sejati seorang putrilah yang mengubahnya”

Itu adalah beberapa quote yang ku suka di novel ini , hampir di setiap bab ada quote yang dibuat Asma Nadia. Nama tokoh utama dalam novel ini seperti nama penulisnya Asma. Awalnya saya sedikit bingung karena alurnya loncat-loncat, potongan adegan di selang-seling dengan flashback. Kupikir Asma dan Ra adalah dua orang berbeda, dan baru paham,setelah pertengan cerita, kalau itu adalah satu nama dengan dua cinta berbeda. Cerita ini diawali dengan kisah tragis sepasang kekasih Dewa dan Ra, yang kandas. Mereka menjalin kasih saat masih kuliah sampai lulus, begitu bahagia dan saling percaya, mereka sering membicarakan gambaran masa depan yang indah , hingga takdir merubah semua itu. Dewa harus menikah dengan wanita lain, yang juga tidak diinginakan Dewa. Bagi Dewa hanya Ra yang ada di dalam hidupnya, bukan karena Dewa dijodohkan oleh orangtuanya, tetapi ini kesalahan Dewa, sehingga harus menuntut tanggungjawab dengan menikahi Anita. Sebuah kesalahan yang seharusnya dapat terhindari, tetapi manusia hanya berencana. Ra sangat kecewa tidak menyangka sama sekali, Dewa yang sangat baik, perhatian dan mencintainya dapat terjebak kedalam perbuatan yang tidak pantas. Tetapi Ra ingin Dewa menjadi laki-laki sejati yang bertanggungjawab dan membiarkan menikahi perempuan lain, meskipun itu sangat menyakitkan.

Diperlukan waktu bagi Ra untuk melupakan semua itu, dan tugas nya ke Beijing sekaligus dapat membantu untuk melupakan Dewa. Akhirnya sampailah di Beijing untuk meliput berita tentang China khususnya keberadaan muslim disana. Dan disanalah Ra atau Asma begitu ia memperkenalkan diri ketika bertemu dengan Zhongwen, guide Tour yang membantu selama tugas di Beijing. Asma –Ra adalah panggilan Dewa terhadapnya, sedangkan kesehariannya dipanggil asma. Kenapa saya membahas nama ya dari tadi??…tetapi memang berbeda-beda untuk 1 nama, ada Asma,Ra dan Ashima. Dan yang terakhir ini adalah panggilan dari Zhongwen, yang menganggap nama asma mengingatkan pada legenda china, Legend of Ashima. Kisah cinta sejati antara Ashima dan Ahei, seperti kisah Romeo dan Juliet versi China. Zhongwen adalah laki-laki yang baik dan sopan, banyak hal yang diceritakannya tentang China, demikian juga Asma banyak bercerita tentang islam dikarenakan zhongwen selalu bertanya. Dia memang tidak beragama, tetapi percaya adanya Tuhan, Zhongwen masih mencari-cari agama yang menurutnya paling benar. Zhongwen menunjukan tempat-tempat bersejarah islam, tarnyata ada Masjid yang usianya udah sangat tua, mungkin didirikan tahun 996 M namanya Masjid Niujie. Pertanyaan dan pernyataan Zhongwen tentang agama cukup kritis dan Asma menjawaab dengan cerdas dan sabar. “Jika tidak ada agama, tidak akan ada peperangan,saling bunuh, kekerasan”ini salah satu pernyataan zhongwen, dan dijawaab Asma bahwa peperangan dan penjajahan terjadi bukan hanya karena agama, banyak orang yang berperang untuk menduduki sebuah negara,demi rempah-rempah,emas juga minyak. Peperangan terjadi antara penganut agama yang sama,bahkan negara yang tak percaya pada Tuhan juga berperang”. Banyak Dialog-dialog yang membuat zhongwen maupun asma menjadi bahan perenungan.

Asma jatuh sakit saat di Beijing, dan harus pulang ke Indonesia untuk di rawat.
Selama di Indonesia Asma dirawat ditemani sahabat dan ibunya, ternyata Asma menderita APS (Antiphosoholipid Syndrome) Sindrom darah kental, sebuah penyakit yang langka. Ada 2 APS yaitu APS primer ( sindrom tersebut akan selamanya berada di dalam tubuh,tidak dapat diobati hanya bias dicegah agar darah tidak menyumbat di bagian tubuh yang lain) dan APS sekunder (sindrom akan hilang jika penderita rutin meminum obat). Asma menderita APS primer,penyakit tersebut sampai membuat lumpuh dan buta, dengan telaten ibunya dan sekar membantu merawat asma. Dan selama sakit tersebut Zhongwen tidak diberitahu, Asma tidak ingin khawatir dengan kondisinya. Akan tetapi sahabatnya sekar memberitahunya dan akhirnya datang ke Indonesia, menemui Asma. Dan menurutku cerita selanjutnya ini yang membuatku mengharu-biru, cukup menguras airmata. Kisah cinta sejati antar zhongwen dan asma, Kisah perjuangan Asma melawan penyakit yang diderita. Dan ini yang buat hatiku meleleh, yaitu kesetiaan dan kesabaran seorang suami terhadap istrinya yang sedang sakit parah selama bertahun-tahun, bahkan ketika istrinya rela untuk mengikhlaskan suaminya menikah lagi. Sang suami tetap setia pada istrinya, dan cinta memang membuat kekuatan yang dahsyat untuk melawan segala hambatan, termasuk penyakit yang oleh dokter sudah divonis tidak bertahan lama.

Walaupun itu hanya kisah fiksi, yang kayanya sudah tidak ada di dunia ini, kalaupun ada, itu hal yang sangat langka, saya cukup banyak belajar dari kisah mereka, untuk kehidupanku bersama suami, tentunya :).Oiya buku ini juga sudah difilmkan tanggal 30 Desember 2014 yang lalu, dan saya nonton sama suami dan tidak lupa bawa tisu 🙂

Iklan

4 Komentar

Filed under Asma Nadia, Novel Religi, Review Buku

4 responses to “ASSALAMUALAIKUM BEIJING !

  1. Salam kenal Mbak. Hua saya nggak bisa nonton filmnya karena nggak ada yang jagain anak he he. Mana bukunya ketinggalan di Manado. Jadi pas orang-orang pada posting mau/sudah nonton, saya cuma bisa gigit jari karena nggak bisa baca bukunya untuk hiburan.

    Suka

  2. Saya belum baca buku ini maupun nonton filmnya. jadi itu Zhongwen akhirnya menjadi suami Asma? Mengharukan banget ya kisahnya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s